<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175</id><updated>2012-02-16T19:50:55.197-08:00</updated><category term='Sejarah'/><category term='Ilmu Al-Qur&apos;an'/><category term='Etika Muslim'/><category term='Download'/><category term='Nyantai'/><category term='Ekonomi Islam'/><category term='Kata Mutiara'/><category term='Koleksi Pantun'/><category term='Dunia Semut'/><category term='ALLAH'/><category term='Pendidikan'/><category term='Khilafah-Siyasah'/><category term='Tidak Terkategori'/><category term='Desiran'/><category term='Tauhid'/><category term='Psikologi'/><category term='Rasulullah'/><category term='Politik'/><category term='Lirik Thufail'/><category term='Hikmah'/><category term='Sohib-sohib Aye'/><category term='Filsafat'/><category term='Melayu'/><category term='Aqidah Islam'/><category term='Keajaiban Al-Qur&apos;an'/><category term='Riau'/><category term='Sastra'/><title type='text'>Dynasty of SonjeyKhan</title><subtitle type='html'>Spirit of Sunnah</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>235</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-5488121557405073537</id><published>2010-06-27T14:54:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T14:54:31.560-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tidak Terkategori'/><title type='text'>Pesan Tersembunyi diBalik Logo Coca Cola</title><content type='html'>The Coca Cola Company dan produk-produknya banyak menuai kritik oleh berbagai sumber atas bermacam-macam alasan termasuk efek negatif produk-produk tersebut terhadap kesehatan, lingkungan, penggunaan pestisida dalam jumlah yang besar dalam produk-produknya, praktek eksploitasi buruh dan masih banyak alasan lagi. Tidak sedikit dari alasan-alasan tersebut yang membawa perusahaan tersebut menghadapi tuntutan hukum dan menciptakan kontroversi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kontroversi lagi terdapat pada logo produk Coca Cola. Bacalah logo tersebut dalam cermin atau terbalik, dalam tulisan Arab, apa yang anda dapat? Sumber dari sebuah kampanye di Mesir menuduh minuman ringan terbesar tersebut atas menyinggung Islam karena logo yang terkenal tersebut terlihat mengatakan: “No to Mohamed. No to Mecca” (Tidak untuk Muhammad. Tidak untuk Mekkah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pejabat lokal Coca-Cola mengatakan bahwa kampanye tersebut bermula dari internet pada Januari. Pada bulan lalu, banyak selebaran didistribusikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah, mengajak para pelanggan untuk memboikot minuman ringan tersebut atas dasar bahwa minuman tersebut menghancurkan agama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana Kalbe Jawwad, seorang kepala keagamaan Shias, mengatakan: “Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maulana mengatakan bahwa ia akan meminta semua praktisi Muslim untuk menyebarkan pesan tentangn logo “yang sangat menyinggung tersebut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguatkan pendirian Maulana, S.R. Azmi Nadvi, sarjana Bahasa Arab dan kepala sekolah dari Nadwa College yang terkenal di Lucknow, mengatakan bahwa kata-kata tersebut “berlawanan dengan agama kita”. “Saya telah melihatnya (logo tersebut) dan saya yakin bahwa logo tersebut emncemarkan yang dianggap suci,” ia menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan masalah tersebut sekarang akan dibawa kepada Dewan Hukum Personal Muslim dan Liga Dunia Arab Islam di Mekkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama lebih dari beberapa hari, logo Coca-Cola tersebut telah menjadi buah bibir seluruh kota. Botol-botol diperiksa dengan seksama seperti belum pernah melihat botol tersebut sebelumnya. Tetapi sekarang Coca-Cola, yang mengatakan bahwa “minuman tersebut dinikmati oleh lebih dari satu milyar Muslim”, melawan balik. Digelisahkan oleh kemungkinan perlawanan balik dari yang dirasa menghina, minuman tersebut berunding dengan satu dari tokoh-tokoh keagamaan yang paling senior Mesir, Sheikh Nasser Farid Wassel, yang menempatkan logo berumur 114 tahun tersebut sebelum sebuah panel para ahli keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Merek dagang tersebut tidak dirubah sejak logo tersebut didesain sampai sekarang,” datanglah balasannya. “Logo tersebut ditulis dalam bahasa asing dan tidak dalam bahasa Arab, dan hal ini membuktikan bahwa merek dagang tersebut tidak melukai Islam atau umat Muslim secara langsung ataupun tidak langsung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sheikh Nasser mendesak mereka yang berada di balik rumor tersebut untuk “takut Tuhan” karena “tulisan tersebut mendesak Muslim untuk menyebarkan rumor-rumor tidak adil… tanpa mempunyai sebuah bukti legal bahwa mereka benar.” Ia menambahkan bahwa semua tanggung jawab untuk kampanye tersebut membahayakan pekerjaan dari ribuan warga Mesir yan bekerja pada perusahaan Coca-Cola lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coca-Cola telah melengkapi staf penjualannya dengan salinan dari putusan sheikh untuk menunjukkan perhatiannya kepada para pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi manajer urusan luar perusahaan tersebut, Mahmoud Hamdy, mengatakan bahwa sejauh ini penjualan tidak terpengaruh. Ahmed Abdul Aziz, seorang pekerja konstruksi yang minum Coca-Cola dua atau tiga botol per hari, memegang botol minuman tersebut di depan cermin sebuah sepeda motor yang diparkir. “benar bahwa anda dapat melihatnya,” ia mengatakan. “Tetapi saya tidak akan menyerahkannya sekarang. Saya telah meminumnya bertahun-tahun tanpa masalah.” Dua tahun yang lalu, sebuah kampanye yang sama ditujukan terhadap Fanta, menuduhnya mengatakan “No to Allah” (Tidak pada Allah). Protes tersebut berakhir setelah beberapa minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumor Coca-Cola bertepatan dengan sebuah kampanye yang jauh lebih serius terhadap sebuah novel oleh penulis Syria, Haidar Haidar, menyebut Feast dor Seaweed, dimana satu karakter menggambarkan Tuhan sebagai seorang “artis yang gagal”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun buku tersebut pertama kali diterbitkan pada 1983, sebuah harian Islam memulai serangan proaktif bulan lalu, menuduh novel tersebut atas penghinaan terhadap Tuhan dan menggambarkan buku tersebut sebagai sebuah penghinaan kepada Muslim lebih buruk dari pada kekalahan Arab oleh Israel pada 1967, sebuah hal yang memalukan bahwa hanya dapat dihapus “oleh darah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harian tersebut juga memberikan nama-nama dan alamat-alamat dari pejabat-pejabat Kementrian Budaya Mesir, yang mencetak ulang buku tersebut, dari apa yang banyak dilihat sebagai penghasutan untuk pembunuhan. Pada 8 Mei, siswa-siswa religius melakukan kerusuhan terhadap atas buku tersebut dalam protes terburuk selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coca Cola juga merupakan salah satu produk milik Yahudi yang beberapa waktu lalu juga mendapat pemboikotan global seputar serangan Israel di Jalur Gaza yang menewaskan ribuan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silakan perhatikan analisa dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;TAHUKAH KALIAN BAHWA LOGO DARI MINUMAN   &lt;span style="color: red;"&gt; &lt;b&gt;COCA-COLA&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;    ADALAH LOGO &lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;"ANTI MUMAMMAD ANTI MEKKAH".&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;b&gt;Berikut ini adalah &lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;b&gt;  &lt;span style="color: red;"&gt;logo Cola-Cola &lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;yang    dimiringkan, silahkan kalian foto sendiri kemudian kalian edit    menggunakan pengolah citra jika ingin membuktikan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img border="2" height="350" src="http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/list/2009/Januari/InfoUmum/cc01.jpg" width="450" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;    &lt;span style="font-size: x-small;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;SEKARANG GAMBAR KITA &lt;span style="color: red;"&gt;   "FLIP"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; atau DI BALIK, posisi tetap dalam    keadaan horisontal, HASILNYA SEPERTI DIBAWAH INI :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img border="0" height="350" src="http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/list/2009/Januari/InfoUmum/cc02.jpg" style="border: 2px solid rgb(128, 0, 0);" width="450" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-size: medium;"&gt;GAMBAR NO.2 ADALAH hasil SETELAH DI    FLIP / DIBALIK&lt;/span&gt;&lt;span style="color: blue; font-size: medium;"&gt;, kira-kira sama    seperti gambar berikut :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img border="2" height="350" src="http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/list/2009/Januari/InfoUmum/cc03.jpg" width="450" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Pernahkah kita BERFIKIR, mengapa perusahaan kafir membuat    logo seperti itu ?, Mengapa dengan nama Coca-Cola ?, APA HANYA KEBETULAN    TANPA SEBUAH LATAR BELAKANG, TANPA MEMILIKI MAKSUD TERTENTU ?, Pernahkah    kita berfikir, mengapa hurup "C" pada tulisan "COCA" bentuk hurufnya    memanjang hampir menyerupai hurup "L", Pernahkah kita berfikir mengapa    antara tulisan "COCA-COLA" ada tanda "sambung (-)", KEMUDIAN pernahkah    kita berfikir mengapa huruf "C" pada tulisan "COLA", ujung atasnya    bersambung dengan huruf "L".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;   MUNGKIN SEMUA ITU lupa kita fikirkan karena kita sudah terbius oleh    minuman ringan tersebut, kita bangga dengan meminum minuman tersebut    yang iklannya dan penjualannya tersebar didunia, tanpa mengetahui    sisi-sisi yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Baiklah,    kita lanjutkan pembahasan logo diatas. Hal selanjutnya, hapus    embel-embel yang menghubungkan antara huruf "C" dan huruf "L" pada    tulisan 'COLA', lakukan beberapa editing maka hasilnya adalah sebagai    berikut .&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;    &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;    &lt;br /&gt;&lt;img border="2" height="350" src="http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/list/2009/Januari/InfoUmum/cc04.jpg" width="450" /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;b&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;JIKA ANDA BISA MEMBACA TULISAN ARAB    MAKA BACALAH DARI KANAN KE KIRI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.&lt;/span&gt;    maka anda akan menemukan tulisan seperti dibawah ini setelah diperjelas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img border="2" height="350" src="http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/list/2009/Januari/InfoUmum/cc05.jpg" width="450" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;APA ARTINYA ? Berikut kami perjelas    dalam tulisan bahasa Inggris.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img border="2" height="350" src="http://islamic.xtgem.com/ibnuisafiles/list/2009/Januari/InfoUmum/cc06.jpg" width="450" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;MASIHKAN    ANDA MAU MENGKONSUMSI MINUMAN &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;    &lt;span style="color: blue;"&gt;"ANTI MUHAMMAD ANTI MEKKAH"&lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;"&gt; TERSEBUT ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;ATAU MUNGKIN ANDA MASIH BERFIKIR BAHWA INI HANYA KEBETULAN ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-5488121557405073537?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/5488121557405073537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2010/06/pesan-tersembunyi-dibalik-logo-coca.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5488121557405073537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5488121557405073537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2010/06/pesan-tersembunyi-dibalik-logo-coca.html' title='Pesan Tersembunyi diBalik Logo Coca Cola'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-2944401010954401727</id><published>2010-01-27T17:15:00.000-08:00</published><updated>2010-06-27T17:17:16.540-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Desiran'/><title type='text'>Nurani Yang Selalu Bergetar</title><content type='html'>Semua orang ingin bahagia. Cara orang mengejar kebahagiaan berbeda-beda. Akibatnya, berbeda pula kualitas kebahagiaannya. Ada yang semu dan ada yang sejati, Sisi luar dari kebahagiaan memang relatif. Tidak bisa disama-ratakan. Seperti soal selera makan, kesukaan akan warna, model, dan hal-hal fisik lainnya. Tetapi sisi dalam dari sebuah kebahagiaan berada pada ruang yang sama: kebahagiaan itu ada di hati. Pada sisi dalam inilah, tempat sebuah kebahagian diukur, apakah semu atau sejati. Dan bukan pada sisi luarnya. Memoles sisi luar sebuah kebahagiaan, dengan menyalahi dan melanggar suara hati, hanya akan menimbulkan kesenjangan, split personality, juga kebahagiaan yang sangat kabur. Dengan tulus mendengar kata hati, dengan tulus mengikuti nurani, banyak manfaat yang bisa kita peroleh,&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadi Manusia yang Sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan meniti jalan yang benar, yang tidak bertentangan dengan hati nurani, berarti manusia telah menemukan caranya yang tetap untuk hidup sebagai manusia. Sebaliknya, kesengsaraan di dunia yang paling besar, manakala seseorang setiap saat, setiap waktu, setiap detik, selalu digedor-gedor oleh kesadaran dirinya, oleh suara hatinya, karena kesalahan yang telah diperbuatnya. Apa yang dirasakan seorang tentara Amerika, Kapten John Plummer, salah satu contohnya. Mantan pilot Amerika pada perang Vietnam itu bertahun-tahun dihantui rasa bersalah, setelah serangan bom yang ia lakukan pada 1972 di Trang Bang – sekitar 40 kilometer Saigon – ternyata banyak memakan korban anak-anak kecil. Saat perintah kepadanya datang, Plummer sempat bertanya kepada atasannya tentang bahaya bom itu buat orang-orang sipil. Tetapi atasannya menyatakan bahwa mereka sudah meninggalkan desa. Tiga hari kemudian, Plummer mengambil koran militer di messnya. Ia sangat terkejut melihat foto seorang anak perempuan yang berlari tanpa selembar kain, dengan latar belakang asap pekat yang mengepul. Anak itu, Kim Phuc, nampak terus berlari dengan mimik menangis dan ketakutan. Plummer menatap foto Kim Phuc dengan perasaan hancur. Apalagi bila ia ingat anaknya, Louis, yang juga hampir seusia Kim. Dalam keadaan sangat terpukul, ia tunjukkan koran itu kepada petugas intelijen yang duduk di seberang, seraya mengatakan, "Saya yang melakukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim akhirnya selamat setelah 14 bulan dirawat dan menjalani operasi cangkok kulit 17 kali, Tetapi cangkok kulit itu membuatnya tidak bisa mengeluarkan keringat sehingga bila suhu panas, rasanya seperti diiris-iris ratusan pisau. Sementara Plummer, semakin kacau dan melarikan diri ke minunam keras, untuk menghilangkan rasa bersalahnya. Perkawinannya pun hancur. Ia bercerai pada 1979. Plummer benar-benar masuk ke lingkaran syetan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berjalan, hingga suatu hari, Kim yang sudah berusia 33 tahun akan datang pada sebuah acara Vietnam Veterans Memorials. Dalam kesempatan itu, Plummer berhasil menemui Kim, meski nyaris gagal. “I’m sorry, I am sorry. Saya (dulu) tidak bermaksud menyakitimu." Ia masih terus berusaha menjelaskan. Tetapi Kim segera menyahut, “Tidak mengapa.” Saya memaafkan, saya memaafkan," ucap Kim terbata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat Perang Vietnam, tiga juta tentara dan warga sipil Vietnam tewas. Perang itu juga menyebabkan dua juta warga Vietnam cacat karena pengaruh zat-zat kimia perontok tanaman yang digunakan angkatan udara AS. 72 liter zat kimia dipakai AS dalam perang itu. Sementara itu, 50.000 anak-anak dilahirkan cacat sebagai akibat dioksin (zat kuning) dan senjata kimia lain yang digunakan AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara hati nurani telah meluluhkan seorang Plummer. Ia baru bisa tenang, setelah dengan penuh keyakinan mendengar langsung kata maaf dari Kim. Dalam pertemuarn yang sangat mengharukan itu, keduanya berusaha saling menghibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sahabat yang Paling Bisa Dipercaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara hati kita, adalah sahabat terdekat dan terbaik kita. Suara hati kita tidak pernah berdusta. Meskipun kita berusaha mendustainya. Ia seperti cermin datar, yang bercerita tentang kita apa adanya. Bila tindakan kita baik, ia akan mengatakan baik. Bila buruk juga akan dikatakan buruk. Pertemuan kata hati dengan bimbingan wahyu ilahi telah mengantarkan seorang Cat Steven merengkuh jalan Islam. Padahal karirnya di dunia musik luar biasa. Kelahiran 21 Juli 1948 yang punya nama lengkap Stephen Demetre Georgiou itu menjadi penyanyi populer pada tahun 1970-an. Album-albumnya menuai sukses besar, terutama albumnya “Tea for The Tillerman”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga suatu hari tiba-tiba ia dikejutkan oleh terjemahan Al Qur’an surat Asy-Syu’ara, ayat 221-227, yang diberikan kakaknya, David Gordon. Ayat-ayat itu berkisah tentang syetan yang turun kepada para pendusta, juga tentang para penyair yang diikuti orang-orang sesat, yang suka berkata apa yang tidak mereka kerjakan. Kecuali para penyair yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Surat Asy-Syu’ara seketika telah membuat saya berhenti dari musik dan memaksa saya mengevaluasi hidup saya,” kata Yusuf Islam, alias Cat Steven mengisahkan saat-saat penting proses ke-Islamannya. Dalam sebuah kunjungannya ke Indonesia, di hadapan ratusan mahasiswa sebuah perguruan tinggi, ia sempat melantunkan Al-Qur’an dengan tenang. Sebagian hadirin tak kuasa menahan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh berbeda dengan kisah Maryam Jamilah. Wanita dari sebuah keluarga Yahudi bernama asli Margaret Marcus itu tinggal di pinggiran New York, Amerika Serikat. Kelahiran 3 Mei 1934 itu dikenal sebagai penulis dan intelektual yang menaruh minat besar dalam bidang agama, filsafat, sejarah, antropologi, sosiologi, dan biologi. Sejak kecil, Margaret yang biasa dipanggil Peggy, sangat giat mendalami berbagai keyakinan dalam rangka mencari kebenaran yang sesuai dengan hati nuraninya, Mulai dari keyakinan leluhurnya, kemudian keyakinan Kristen, Budha. Tetapi dari itu semua, ia belum mendapatkan kebenaran yang selama ini dia inginkan. Apalagi ia cenderung tidak mudah puas terhadap segala sesuatu, kecuali ia telah perdalam terlebih dahulu sesuatu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sejak berumur 12 tahun, ia telah mengenal kehidupan Islam dari buku-buku yang ia baca. Seperti misalnya The Lance of Kanana, sebuah buku yang mengisahkan kehidupan seorang anak Badui yang tinggal di gurun Arab. Kemudian Camel Bells: A Boy of Baghdad, sebuah buku yang mengisahkan kehidupan seorang anak Irak miskin yang diangkat anak oleh sebuah keluarga Badui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dewasa, interaksi dengan Islam semakin kuat tatkala ia membaca terjemahan Qur’an dan buku-buku karangan sarjana Barat yang masuk Islam, Muhammad Assad. Misalnya saja, The Road to Mecca dan Islam on the Crossroads. Akhirnya, pada 24 Mei 1964, ia memantapkan hatinya untuk masuk Islam secara terbuka di Islamic Mission di Brooklyn, New York. Sejah itu ia berganti nama menjadi Maryam Jamilah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya memang harus dimulai dari kata hati. Hidayah memang datang dari Allah, tetapi proses pencarian hidayah itu berada dalam lingkup ikhtiar manusia. “Dan orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya.” (Qs. Muhammad: 17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pilar Penegakan Hukum yang Paling Kuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati nurani adalah pilar paling kokoh untuk menegakkan hukum. Karena perangkat-perangkat fisik, bahkan aturan perundang-undangan sangat mudah direkayasa, dimanipulasi, bahkan dipalsukan. Seperti pada sidang Tragedi Priok, 12 September 1984. Pada 1999 lalu, HM Dault (almarhum), mantan Ketua Tim Pembela Kasus Tanjung Priok, menuturkan. Di persidangan, 28 mubalig muda yang dituduh terlibat kasus Priok, dihadapkan dengan sejumlah barang bukti, berupa golok, panah, bambu runcing dan clurit. Polisi dan jaksa menyebut, barang bukti itu digunakan 28 mubalig untuk menyerang kodim – bersama ribuan orang –, pada malam sebelum terjadinya kasus Priok. HM Dault lantas menanyakan pada saksi, seorang Babinsa yang membawa masuk barang bukti itu ke pengadilan. Dault bertanya, “Ini barang buktinya?” Dijawab, “Siap Pak!" “Bagus ya, kok baru-baru semua. Ini dibeli di mana?" lanjut Dault. “Siap Pak! Di pasar!” jawab Babinsa itu. Sidang pun geger dengan gelak tawa hadirin. Babinsa itu sendiri pucat setelah bicara demikian. Tidak saja manusia yang dituduh, golok-golok yang masih baru pun dituduh telah dipakai menyerang. Tetapi, kisah hakim pada kasus lain memberi pelajaran tentang sulitnya mendustai hati nurani. Meski sesudah itu, tidak semua hakim lantas bertindak adil. Seperti para hakim yang mengadili Umar Abduh, yang oleh penguasa masa Orba dikenakan tuduhan subversif dalam kasus Cicendo. Ia, yang sejak 1979 gencar berceramah menentang P-4 dan mewanti-wanti umat soal Pancasila yang akan dijadikan alat mengeliminir umat, ditangkap pada 1981. Di tahanan, seperti dialami para mubaligh muda saat itu, ia sempat dihajar 13 perwira dan kolonel selama 2 setengah jam. Selama 6 bulan ia diperiksa di kejaksaan, dengan menggunakan BAP hasil militer. Saat itu, beberapa jaksa ada pula yang memihak padanya dan menganjurkan, kalau mau “nekat” sekalian, tolak saja BAP itu di persidangan nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir 1982 perkaranya baru diadili. Dalam pledoi-nya, ia menyatakan pengadilan tidak berwenang mengadili perkaranya. Ia tak mau berhubungan dengan perkara itu, karena menurutnya, para hakim tidak mampu menunjukkan eksistensi sebagai seorang muslim. Ia pertanyakan, “Kalian sebagai muslim atau sebagai kafir menjadi hakim. Pengadilan ini pengadilan Islam atau pengadilan kafir?" Setelah itulah, di dalam penjara ia menerima surat beberapa hakim yang memohon maaf. Juga mohon pengertian supaya tidak menyangka hakim memiliki hati yang sedemikian buruk. Mereka memohon pengertian atas kondisi mereka, yang berada dalam tekanan. Ada lagi kisah pledoi yang dibacakan beberapa mubalig dalam kasus yang serupa, kasus Lampung, yang membuat hakim dan jaksa sampai menitikkan air mata. Di dalam pledoi para mubalig itu mengingatkan hakim dan jaksa soal tuntutan di akhirat bagi penegak hukum yang melanggar keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin manusia begitu perkasa bersembunyi dibalik struktur keangkuhannya, kebengisannya, atau kemunafikannya. Tetapi sebenarnya ia tidak akan pernah bisa berdusta pada hati nuraninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mata Air Kedamaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejujuran pada hati nurani, yang disirami dengan iman dan keyakinan kepada Allah, adalah mata air kedamaian yang tak pernah kering. Keduanya menjadikan seorang muslim tetap tegar, di saat orang lain berguguran. Ia membuat seorang muslim tetap tenang di saat orang lain ketakutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zainab Al-Ghazali Al-Jabili, adalah contoh nyata bagaimana hati nurani dan iman menjadi mata air kedamaian yang luar biasa. Wanita pejuang Ikhwanul Muslimin itu tak sedikit pun merasa sedih ketika ia harus mendekam dalarn penjara pemerintah Mesir, di bahwa tangan diktator Garnal Abdul Naseer. Mula-mula, Zaenab dimasukkan ke sel 24. Sel ini sangat terkenal di kalangan para tahanan. Sel itu penuh dengan anjing-anjing buas. Tubuh Zaenab ditendang, dan segera dengan rapat pintu sel digembok. Tiba-tiba lampu menyala. Serentak anjing-anjing buas tersebut berebut menerkam seluruh tubuh Zaenab. Dalam keadaan ketakutan, ia menyibukkan diri dengan membaca Asmaul Husna. Di tengah tusukan taring-taring yang menghujam itu, Zaenab berdoa, “Ya Allah sibukkanlah diriku dengan Engkau dari yang lainnya. Engkaulah tempat mengadu, bawalah aku ke sisi-Mu, limpahilah aku anugerah-Mu. Anugerahkanlah cinta-Mu kepadaku dan tabahkanlah aku ya Allah dan semua kaurn muwahhidin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah pintu sel terbuka barulah Zaenab menghentikan do’anya dan membuka mata. Alangkah menakjubkan dan kagetnya dia, melihat baju yang ia kenakan masih utuh dan seluruh tubuhnya tak ada cacat secuilpun. "Ya Allah, apakah seorang macam aku ini layak memperoleh anugerah-Mu dan kehormatan sebesar itu, kepada-Mu lah segala puja dan puji," begitu Zaenab berdo’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, menjelang tengah hari yang terik, Zaenab baru saja dikeluarkan dari sel air. Selang beberapa saat seorang perwira bernama Shafat memasukkan seorang prajurit bertubuh raksasa hitam gempal. Shafat pun memerintahkannya untuk memperkosa Zaenab. “Kalau melawan, pecut saja!" begitu perintah Shafat kepada prajurit itu. Zaenab kembali menyibukkan diri dengan doa sembil menatap wajah prajurit itu tajam-tajarn. Tiba-tiba Zaenab terperanjat. Ternyata prajurit yang berwajah garang tersebut bersikap lembut dan berkata, “Jangan takut Khalah, saya tidak akan mengusikmu, meski mereka memotongku menjadi berkeping-keping.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit itu bertanya, mengapa mereka menyiksanya. Zaenab menjawab, “Saya berda’wah untuk cita-cita agar hukum Islam diterapkan dalam negara ini.” Prajurit tersebut tidak melaksanakan perintah Shafat, hingga saat dhuhur tiba. Zaenab pun melaksankan sholat. Setelah selesai shalat, prajurit tersebut berkata kepada Zaenab, "Do’akan saya, semoga Allah memberi hidayah kepada saya agar menunaikan sholat." Lalu dengan geramnya prajurit tersebut berteriak, "Kalian bukan manusia! Semoga Tuhan menghancurkan rumah tanggamu, hai Abden Naser!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaenab mengajari prajurit itu sholat, hingga ia berani sholat di dalam sel itu. Ketika ia tengah sholat, datanglah Shafat. Mendadak pintu sel terbuka dengan keras. Shafat langsung memukul orang tersebut sekeras-kerasnya. Prajurit itu dihadapkan ke pengadilan militer. Hingga akhirnya dihukum tembak mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang agak berbeda, terjadi pada seorang pastor di Indonesia, Pater Martinus Anton Wesel Brouwer. Biarawan pada Ordo Fransiskan yang biasa menyingkat namanya dengan MAW Brouwer itu dikenal sebagai seorang pastur dan ahli jiwa. Ia diakui telah meletakkan dasar psikologi di Indonesia. Sebagai seseorang yang memegang otoritas keagamaan dan faham tentang seluk beluk kehidupan dan jiwa manusia, tentunya ia begitu dekat dengan konsep kematian dan kehidupan sesudahnya berdasarkan keyakinannya. Tetapi tiga tahun sebelum kematiannya, ia mengatakan kepada kawannya, “Saya paling takut pada kematian." Ia menambahkan, “Sekarang saya takut mati, Ibarat seorang filsuf yang banyak berpikir tentang maut, saya merasa gentar ketika harus menghadapinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temannya heran. Bukankah ia pastor? Bagaimanakah dengan keyakinannya bahwa ia telah diselamatkan? Salah seorang sahabatnya mengatakan, "Hendaknya Pater bersikap pasrah seperti orang Islam.” Pater menjawab, “Ya, saya akan banyak belajar dari orang Islam.” Akhirnya pada 19 Agustus 1991, kematian yang ditakutinya itu datang juga. Sebelumnya ia berhari-hari tidak mau makan dan minum, barangkali disebabkan oleh bayang-bayang malaikat maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian dan kehidupan hanya datang sekali. Ada yang menyongsongnya dengan tenang, ada pula yang penuh kegundahan. Kematian adalah pelajaran bagi orang-orang yang mau mendengar kata hatinya, untuk kemudian mencari dan memohon petujuk Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pilar Keseimbangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara hati nurani adalah titian fitrah. Segala makhluk diciptakan Allah atas fitrahnya yang lurus. Begitupun alam semesta, dari binatang hingga tumbuh-tumbuhannya. Fitrah adalah pilar keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita perhatikan data grafik curah hujan pada setiap musim hujan, maka pada hujan pertama curahnya umumnya relatif kecil. Artinya hanya terjadi gerimis, dan belum hujan lebat. Demikian pula untuk menuju hujan kedua atau ketiga, pasti ada selang waktu beberapa hari. Ternyata ada rahasia keseimbangan di balik proses itu. Hujan gerimis pertama kali ternyata berpengaruh terhadap partikel-partikel tanah kering (sehabis musim kemarau), Dan partikel-pertikel ini diperkuat oleh benang-benang yang dihasilkan jamur-jamur tanah. Jamur-jamur itu mulai aktif saat gerimis pertama tiba. Ilmuwan Watson, Stojanovic, Haris dan Martin mengemukakan bahwa kondisi ini terbentuk oleh agregat-agregat tanah yang mantap. Adapun adanya selang waktu hujan mengakibatkan terjadinya pembengkakan dan pengerutan (sweelling and shrinking) pada tanah. Menurut llmuwan Raver, Hewitt dan Dexter hal ini sangat penting bagi penyempurnaan agregasi tanah. Sehingga kondisi tanah pertanian menjadi sempurna, dan para petani akan mudah mengolahnya. Selain itu, proses-proses itu menjadikan tanah telah siap menerima hujan deras selanjutnya. Siapnya tanah untuk menerima hujan deras itu berarti mampu meminimalisir potensi erosi yang kemungkinan besar muncul. Begitulah alam berjalan di atas fitrahnya. Seperti yang telah dijelaskan Allah, “Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran tertentu." (Qs. Al-Mukminun: 18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segalanya begitu jelas. Hati nurani yang bersih, suara hati yang jujur memberi kita begitu banyak kebaikan. Sebuah pemberian yang tanpa pamrih dan tak pernah habis, Hanya dibutuhkan kesungguhan, kerelaan, dan kelapangan untuk mendengarkan suara-suara hati nurani. Untuk kemudian memohon taufik kepada Allah atas segala keputusan yang terjadi sesudah itu.  –wallahu’alam-&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-2944401010954401727?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/2944401010954401727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2010/01/nurani-yang-selalu-bergetar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2944401010954401727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2944401010954401727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2010/01/nurani-yang-selalu-bergetar.html' title='Nurani Yang Selalu Bergetar'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-8029892484359069796</id><published>2009-07-01T17:49:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T09:26:49.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Kehebatan Pasukan Berkuda Islam Dimasa Kejayaannya</title><content type='html'>&lt;a href="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2009/05/kuda.jpg" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" height="320" src="http://tanbihun.com/wp-content/uploads/2009/05/kuda.jpg" style="float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 206px;" width="274" /&gt;&lt;/a&gt;Tentara Islam dikenal memiliki pasukan berkuda yang sangat hebat.  Di era kejayaan Islam,  kekuatan para prajurit Islam benar-benar tertumpu pada keahlian berkuda dan memanah.  Sejarah peradaban Islam mencatat, kehebatan pasukan berkuda Islam telah menjadi kunci kemenangan dalam berbagai pertempuran penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan berkuda biasa disebut kavaleri, yang berasal dari bahasa Latin caballus dan bahasa Prancis  chevalier yang berarti "pasukan berkuda".  Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam karyanya bertajuk  Islamic Technology: An Illustrated History, mengungkapkan, sebelum Islam berkembang, peradaban lain, seperti Bizantium telah memiliki pasukan kavaleri yang tangguh.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Hassan,  pada abad pertama Hijriah (ke-7 M) kavaleri telah menjadi kekuatan utama militer Bizantium.  Pasukan kavaleri yang tangguh juga telah dimiliki bangsa Persia, jauh sebelum Islam berkembang. Ksatria berkuda Iran,  Asawira , tutur al-Hassan,  merupakan pasukan yang mampu menurunkan kekuatan kavaleri yang lebih besar ke medan perang daripada bangsa Arab.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; "Karena pada masa awal perkembangan Islam, jumlah pasukan berkuda dalam ketentaraan masih sedikit, khususnya sebelum penaklukan Makkah," papar al-Hassan dan Hill.  Tioe medan yang datar dan terbuka, ungkap al-Hassan, sangat cocok untuk kavaleri. Namun, bangsa-bangsa Arab, menghindari medan perang seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Hassan, militer Islam mulai membentuk pasukan berkuda atau kavaleri pada zaman Khilafah Rasyidah. Adalah Khalifah Umar bin Khattab (berkuasa pada tahun 31-41 H) yang berupaya untuk mengumpulkan kuda bagi tujuan milter dari berbagai daerah.  "Hasilnya, terdapat sekitar 4.000 ekor kuda di Kufah. Setelah itu,  sedikit demi sedikit strategi kemiliteran Islam berubah, '' ungkap al-Hassan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, pasukan kavaleri Islam tak terlalu dominan. Berbekal tombak dan pedang, pasukan tentara berkuda Islam memaikan peranan penting untuk menyerang panggul dan pantat musuh. Perlahan namun pasti, kekuatan kavaleri yang dimiliki militer Muslim semakin bertambah besar dan kuat. Pasukan kavaleri tercatat menjadi kunci kemenangan tentara Islam dalam perang Yarmuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran Yarmuk merupakan perang antara tentara Muslim dengan  Kekaisaran Romawi Timur pada  636 M. Sejumlah sejarawan menyatakan, Perang Yarmuk sebagai salah satu pertempuran penting dalam sejarah dunia, menandakan gelombang besar pertama penaklukan Muslim di luar Arab, dan cepat masuknya Islam ke Palestina, Suriah, dan Mesopotamia yang rakyatnya menganut agama Kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertempuran ini merupakan salah satu kemenangan Khalid bin Walid yang paling gemilang, dan memperkuat reputasinya sebagai salah satu komandan militer dan kavaleri paling brilian di zaman Pertengahan. Pertempuran ini terjadi pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, khilafah Rasyidah kedua. Pertempuran ini terjadi empat tahun setelah Nabi Muhammad meninggal pada 632.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 'Amr bin Al-'Ash menaklukan Mesir pada tahun 37-39 H/ 658-660 M, komposisi kekuatannya militer Islam telah berubah dari infanteri menjadi  pasukan berkuda. Kehebatan pasukan kavaleri Muslim, sekali lagi terbukti dalam Pertempuran Sungai Talas pada 751 M antara Kekhalifahan Rasyidah dengan Dinasti Tang dari Cina. Bermodalkan pasukan kavalery yang tangguh tentara Muslim berhasil meraih kemenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan itu membuat Islam menguasai wilayah Asia Tengah dan mulai menyebar luas di negeri Tirai Bambu itu. Pasukan kavaleri Islam juga kerap mendapat bantuan dri pasukan lain,  misalnya ketika pasukan berkuda Iran, Asawira bergabung dengan pasukan Islam dalam penaklukan Khuzistan di bawah pimpinan Abu Musa pada tahun 17-21 H/638-642 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini hanya salah satu contoh dramatik penyatuan pasukan non-Arab ke dalam angkatan bersenjata Muslim," kata Al-Hassan dan Hill. Kala itu, pasukan Islam juga merekrut orang-orang Khurasan, Barbar dan Turki. Mereka tetap membawa gaya bertempur dan berkuda khas masing-masing. Sehingga tak bisa dipaparkan satu gaya khas kavaleri dalam satu pertempuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan pasukan kavaleri Islam kian bertambah kuat pada era kekuasaan Dinasti Mamluk pada abad ke-6 H dan ke-7 H (ke-12 M dan ke-13 M), periode kritis dalam sejarah Islam. Mamluk atau Mameluk berarti tentara budak yang telah memeluk Islam. Mereka berdinas untuk kekhalifahan Islam dan Kesultanan Ayyubiyah pada abad pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka akhirnya menjadi tentara yang paling berkuasa dan juga pernah mendirikan Kesultanan Mamluk di Mesir. Pasukan Mamluk pertama dikerahkan pada zaman Abbasiyyah pada abad ke-9 M. Kala itu, Bani Abbasiyyah merekrut tentara-tentara ini dari kawasan Kaukasus dan Laut Hitam dan mereka ini pada mulanya bukanlah orang Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut al-Hassan, setelah memeluk Islam, seorang Mamluk akan dilatih berkuda. Mereka harus mematuhi Furisiyyah, sebuah aturan perilaku yang memasukkan nilai-nilai seperti keberanian dan kemurahan hati dan juga doktrin mengenai taktik perang berkuda, kemahiran menunggang kuda, kemahiran memanah dan juga kemahiran merawat luka dan cedera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, pasukan berkuda tersebut juga dilatih menggunakan sejumlah senjata. Senjata pasukan berkuda (faris) Mamluk terdiri dari pedang, tombak, panah, perisai dan tongkat kebesaran. Tongkat kebesaran terbuat dari besi atau baja dengan ujungnya berbentuk kubus, diletakkan di bawah sanggurdi, sementara tombak di pegang dengan satu atau kedua tangan, bukan "diluncurkan" atau direndahkan untuk menyerang seperti halnya di barat, tetapi digunakan untuk berkelahi di atas kuda," jelas Al-Hassan dan Hill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faris Mamluk ini melakukan latihan di Tiqab (tunggal:tabaqqa), yakni nama yang diberikan untuk barak-barak di benteng Kairo yang dijadikan akademi militer. Pelatihan ini dimulai ketika pasukan Mamluk mencapai Puncak kejayaannya. Latihan dilakukan secara komprehensif dan dengan disiplin yang ketat. Bahkan, kala itu mereka tak takut mengeluarkan biaya pendidikan kemahiran berkuda hingga seorang prajurit mampu untuk menunggang kuda tanpa pelana maupun dengan pelana, lari meligas, mengderap dan mencongklang, mendatar ataupun melompat. "Dia (faris-red) juga harus mengetahui cara merawat kuda ketika sakit," kata Al-Hassan dan Hill.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pasukan berkuda yang mengikuti latihan berkuda, harus bisa menggunakan kuda sambil memanah dan menggunakan tombak. Saat itu, seorang faris harus mampu menyerang target dari berbagai sudut dan pada kecepatan berbeda-beda menggunakan kedua senjata itu. Pasukan Mamluk juga sangat terlatih untuk menggunakan pedang dengan cara yang sama. Metode-metode ini teruji keberhasilannya dengan kemenangan Mamluk atas pasukan Perang Salib dan mongol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehebatan pasukan berkuda Islam juga terlihat saat pasukan Turki Usmani di bawah pimpinan Sultan Muhammad al-Fath merebut Konstatinopel pada abad 14 M. Mereka sebelumnya harus berenang mengarungi Selat Bospurus (karena laju kapal dihadang oleh armada Romawi Byzantium di sepanjang pantai), setelah itu naik kuda untuk mengobrak-abrik pasukan musuh dengan serangan panah bertubi-tubi.Begitulah, kisah kejayaan  pasukan berkuda tentara Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berkuda dalam Islam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu hadis riwayat Imam Bukhari RA, Nabi Muhammad SAW, menganjurkan para sahabatnya termasuk seluruh umat Islam yang mengikuti sunnahnya, agar mampu menguasai bidang-bidang olah raga, terutama berkuda, berenang, dan memanah. Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam menguasai olahraga berkuda, memanah, dan berenang, karena terinspirasi peperangan Romawi-Persia, yang notabene hanya mengandalkan kekuatan otot perorangan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, Nabi Muhammad SAW berpikir lebih maju, ia berfikir bahwa peperangan Romawi-Persia kurang diimbangi kecerdasan otak yang membentuk kerja sama tim.  Ketiga olahraga  yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW ini mengandung aspek kesehatan, keterampilan, kecermatan, sportivitas, dan kompetisi. Olahraga ini memerlukan kekuatan fisik dan intelektualitas yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Alquran surat  Al-Aadiyaat ayat 1-4 juga tercantum  kisah tentang `heroisme’ kuda-kuda yang berlari kencang dalam kecamuk peperangan.  ”Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah. Dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya). Dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi. Maka, ia menerbangkan debu dan menyerbu ke tengah kumpulan musuh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada zaman Nabi Muhammad SAW terjadi sejumlah perang besar melawan kaum musyrikin dan kafirin. Saat itu, terjadi adu kepandaian berkelahi orang per orang, baik menggunakan tangan kosong, maupun menggunakan senjata seperti pedang atau tombak. Misalnya Perang Badar dalam bahasa Arab disebut  ghazawat badr yang merupakan pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadhan 2 Hijriyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan kecil kaum Muslim yang hanya berkekuatan sebanyak 313 orang ini, bertempur menghadapi pasukan Quraisy dari Mekkah yang berjumlah 1.000 orang. Mereka berhasil mengalahkan para musyrikin Quraisy. Kemenangan kaum Muslimin dalam perang Badar ini tercantum dalam Alquran, surat Al Anfal ayat 1-10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah perang Badar, kekuatan militer umat Islam mulai terorganisasi. Ada pasukan berkuda (kavaleri) dan pasukan pemanah (artileri), serta pasukan darat (infanteri). Kala itu, kondisi fisik mereka harus benar-benar terjaga, walaupun dalam keadaan aman mereka menjalankan profesi lain, seperti berdagang, mengajar, bertukang, dan sebagainya. Tapi ketika ada mobilisasi untuk menghadapi serangan atau harus menyerang, fisik dan mental mereka sangat siap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasukan Islam mengalami prestasi gemilang dalam berperang sambil menjalankan ibadah puasa, selain perang Badar, adalah "Futuh Mekah". Penaklukan Kota Mekah pada tahun 8 Hijriyah sekitar tahun 630 M. Umat Islam yang sedang berpuasa saat itu, dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad saw, berhasil merebut Kota Mekah dari kekuasaan kafir Quraisy. Berkat kemenangan itulah, umat Islam yang dulu harus hijrah ke Madinah selama delapan tahun, dapat kembali ke tanah kelahirannya dengan penuh kebanggaan dan kegembiraan.(rpb)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-8029892484359069796?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/8029892484359069796/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/07/kehebatan-pasukan-berkuda-islam-dimasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8029892484359069796'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8029892484359069796'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/07/kehebatan-pasukan-berkuda-islam-dimasa.html' title='Kehebatan Pasukan Berkuda Islam Dimasa Kejayaannya'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-2909062197025951345</id><published>2009-07-01T17:46:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T09:31:48.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Masa Kejayaan Islam Di Eropa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://images.aki2005.multiply.com/image/4/photos/146/500x500/5/masjid-Umayyah-Damascus-34.JPG?et=KV9pn%2C7NTspR2C3guwzN%2BA&amp;amp;nmid=81992389" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://images.aki2005.multiply.com/image/4/photos/146/500x500/5/masjid-Umayyah-Damascus-34.JPG?et=KV9pn%2C7NTspR2C3guwzN%2BA&amp;amp;nmid=81992389" width="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah kekuasaan Kekhalifahan Umayyah yang berpusat di Damaskus digulingkan Bani Abbasiyah pada 750 M, dinasti itu tak sepenuhnya terbenam. Lima tahun setelah runtuhnya Umayyah yang berpusat di Damaskus, Suriah, Abdurrahman I yang bergelar Al-Dakhil berhasil mendirikan Kekhalifahan Umayyah baru di daratan Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhalifahan baru ini bahkan mampu mengimbangi kejayaan Dinasti Abbasiyah, khususnya dalam bidang sains dan teknologi. Kemilau sains dan teknologi di wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah Andalusia berawal dari zaman kekuasaan Abdurrahman Al-Aushat. Menurut Ahmad Syalabi, Abdurrahman Al-Aushat dikenal sebagai pemimpin yang cinta ilmu pengetahuan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Amir yang berkuasa di Cordoba.ibu kota pemerintahan Umayyah Spanyol.Al-Aushat mengundang para ahli dari dunia Islam untuk bertandang ke negeri yang dipimpinnya. Sejak itulah, aktivitas ilmu pengetahuan mulai menggeliat di Spanyol Mus lim. Sains dan teknologi kian berkembang pesat ketika Dinasti Umayyah di Spanyol dipimpin Abdurrahman III yang bergelar An-Nasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia adalah penguasa pertama di Spanyol yang mendeklarasikan diri sebagai Khalifah pada 929 M. Pada periode inilah peradaban Islam di Spanyol berhasil mengimbangi, bahkan menyaingi kehebatan Kekhalifahan Abbasiyah yang berpusat di kota Baghdad, Irak. Spanyol pun menjelma menjadi negara yang subur dan makmur di masa kekuasaan Dinasti Umayyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa kepemimpinan Abdurrahman III, di pusat pemerintahan berdiri Universitas Cordoba. Menurut Sejarawan Said Al-Andalusi, sang Khalifah juga mendirikan perpustakaan megah dengan koleksi buku yang sangat melimpah. Ia menempatkan para sarjana kedokteran dan ilmu pengetahuan lainnya dalam posisi yang tinggi serta terhormat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, kota Cordoba dikenal se ba gai salah satu pu sat ilmu kedokteran dan filsafat berpengaruh di dunia, setelah Baghdad. Du kungan para penguasa itu telah mendorong ilmu pengetahuan serta teknologi berkembang begitu pesat di Kekhalifahan Umayyah Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederet ilmuwan penting dan terkemuka bermunculan di Spanyol Muslim. Mereka mengembangkan beragam ilmu pengetahuan, seperti astologi, astronomi, kedokteran, anatomi, optik, farmakologi, psikologi, ilmu bedah, zoologi, biologi, botani, mineralogi, metalurgi, sosiologi, hidrostatik, filsafat, puisi, musik, navigasi, sejarah, arsitektur, geografi, fisika, matematika, serta kimia. Inilah beberapa bidang ilmu pengetahuan yang menonjol di masa keja yaan Kekha li fahan Umayyah di Spanyol:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filsafat&lt;br /&gt;Filsafat berkembang pe sat di era Dinasti Umay yah Spanyol. Hal itu ditandai dengan munculnya aliran filsafat yang didirikan Ibnu Rushd (1126-1198). Averroes.begitu ia kerap dipanggil di Barat.mengembangkan aliran filsafat sekuler. Bahkan, dia dipandang sebagai bapak aliran filsafat sekuler di Eropa. Buah pikirnya sangat berpengaruh di Eropa Barat. Dia adalah filsuf yang mengembangkan konsep �eeksistensi mendahului esensi�f�e. Filsuf lainnya yang terkenal di Andalusia adalah Ibnu Tufail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astronomi&lt;br /&gt;Astronomi mencapai puncak kejayaan di era Kekhalifahan Umayyah Spanyol, pada abad ke-11 dan 12 M. Ibnu Haitham menjadi salah seorang astronom asal Andalusia yang pertama kali mengubah konfigurasi Ptolemeus. Pada akhir abad ke-11 M, astronom Andalusia bernama Al-Zarqali alias Arzachel menemukan bahwa orbit planet itu adalah edaran eliptik bukan edaran sirkular. Ibnu Rushd turut menentang paham astronomi yang dikembangkan Ptolemeus. Penemuan astronomi yang penting lainnya dicetuskan Ibnu Bajjah. Ia juga mengusulkan adanya Galaksi Bima Sakti. Setelah itu, ada pula Nur Ed-Din Al Betrugi alias Alpetragius yang mengusulkan modelmodel planet baru.&lt;br /&gt;alt&lt;br /&gt;Ilmu Bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penemuan optik yang dicapai Abu Abdullah Muhammad Ibnu Ma�fudh pada abad ke-11 M menjadi salah satu bukti perkembangan ilmu bumi di era Dinasti Umayyah Spanyol. Karya Ibnu Ma�fudh begitu terkenal hingga diterjemahkan ke dalam bahasa Latin bertajuk Liber de crepisculis. Pada awal abad ke-13 M, ahli biologi Andalusia, Abu al- Abbas al-Nabati mulai mengembangkan metode ilmiah untuk botani. Muridnya bernama Ibnu al-Baitar kemudian mengembangkan ilmu botani lebih luas. Ia berhasil menulis kitab al- Jami fi al-Adwiya al-Mufrada yang diyakini sebagai salah satu kompilasi botani terbesar dalam sejarah. Ensi klo pedia botani itu memuat 1.400 jenis ta naman berbeda. Sebanyak 300 di an ta ranya, yakni temuannya sendiri. Buah pikirnya itu sangat berpengaruh di Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedokteran&lt;br /&gt;Ilmu kedokteran berkembang sangat pesat di Cordoba. Pada masa kejayaannya, terdapat 50 rumah sakit umum di era Dinasti Umayyah Spanyol. Salah satu dokter termasyhur dari Andalusia adalah Abu al-Qasim al-Zahrawi alias Abulcasis. Para dokter Muslim dari Spanyol Islam sangat berjasa besar dalam mengembangkan ilmu kedokteran, khususnya anatomi dan fisiologi. Ilmu bedah juga berkembang di masa Umayyah Andalusia. Adalah Al- Zahrawi lewat kitab Al-Tasrif yang mengembangkan ilmu bedah. Itulah sebabnya, dia dijuluki �eBapak Bedah Modern�f. Tak cuma soal teknik dan metode bedah kedokteran yang dikembangkan, ia juga berhasil membuat alat bedah sendiri. Saat itu, dokter dan ahli bedah Muslim menggunakan alkohol sebagai antiseptik untuk menyembuhkan luka. Dokter bedah dari Andalusia lainnya yang terkenal adalah Ibnu Zuhr alias Avenzoar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Psikologi&lt;br /&gt;Studi psikologi dan sosiologi juga mendapat perhatian dari para penguasa Dinasti Umayyah Spanyol. Dalam psikologi, Ibnu Zuhr berhasil menjelaskan gangguan syaraf pada manusia. Temuannya itu sangat berguna bagi pengembangan neurofarmakologi modern. Ibnu Rushd adalah ilmuwan Andalusia yang pertama kali menyebutkan adanya penyakit Parkinsonfs.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geografi dan Penjelajahan&lt;br /&gt;Pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah, studi geografi berkembang seiring dengan tingginya tingkat perjalanan jauh yang dilakukan pada masa itu. Salah satunya adalah pembuatan peta. Al-Idrisi adalah ilmuwan asal Andalusia yang berhasil membuat globe atau bola peta. Para geografer dan penjelajah dari Andalusia juga mengembangkan teknologi navigasi, seperti baculus. Para penjelajah Muslim dari Spanyol Islam juga diyakini sebagai penemu benua Amerika, sebelum Columbus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi&lt;br /&gt;Pada masa kejayaan Islam di Spanyol, beragam teknologi bermunculan. Hal itu ditopang oleh pesatnya industri dan ilmu pengetahuan. Teknologi kincir air dan angin digunakan untuk pabrik kertas, pabrik baja, dan pabrik-pabrik pangan. Selain itu, teknologi bendungan serta pengatur air untuk irigasi juga muncul di peradaban Spanyol Muslim. Di Spanyol Islam pula, Abbas Ibnu Firnas menemukan cikal-bakal pesawat terbang dan parasut. Teknologi kedirgantaraan di Andalusia itu dikenal sebagai yang pertama di dunia. Ia menjadi inspirator bahwa manusia bisa terbang menjelajahi angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penguasa Kekhalifahan Umayyah di Cordoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AMIR CORDOBA&lt;br /&gt;Abd ar-Rahman I, 756-788&lt;br /&gt;Hisham I, 788-796&lt;br /&gt;al-Hakam I, 796-822&lt;br /&gt;Abd ar-Rahman II, 822-852&lt;br /&gt;Muhammad I of Cordoba, 852-886&lt;br /&gt;Al-Mundhir, 886-888&lt;br /&gt;Abdallah ibn Muhammad, 888-912&lt;br /&gt;Abd ar-Rahman III, 912-929&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KHALIFAH CORDOBA&lt;br /&gt;- Abd ar-Rahman III, sebagai khalifah pertama 929-961&lt;br /&gt;- Al-Hakam II, 961-976&lt;br /&gt;- Hisham II, 976-1008&lt;br /&gt;- Mohammed II, 1008-1009&lt;br /&gt;- Suleiman, 1009-1010&lt;br /&gt;- Hisham II, 1010-1012&lt;br /&gt;- Suleiman, 1012-1017&lt;br /&gt;- Abd ar-Rahman IV, 1021-1022&lt;br /&gt;- Abd ar-Rahman V, 1022-1023&lt;br /&gt;- Muhammad III, 1023-1024&lt;br /&gt;- Hisham III, 1027-1031&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan Legendaris dari Cordoba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abbas Ibnu Firnas (810-887)&lt;br /&gt;Ia adalah ahli matematika dan astronom terkemuka di zaman kekuasaan Kekhalifahan Umayyah Spanyol. Ibnu Firnas mendedikasikan dirinya untuk mengembangkan ilmu pengetahuan di istana Khalifah Umayyah yang berpusat di kota Cordoba. Dalam bidang astronomi, Ibnu Firnas berhasil menciptakan tabel astronomi lokal, mengelola observatorium, dan mendesain sebuah jam air.&lt;br /&gt;Sejarah dunia mencatatnya sebagai perintis di dunia kedirgantaraan. Ia adalah manusia pertama dalam sejarah manusia yang mencoba untuk melakukan penerbangan. Berkat uji coba yang dilakukannya pada 875 M, peradaban modern menyadari bahwa dengan teknologi, manusia bisa terbang menjelajahi angkasa. Sekitar 10 abad kemudian, peradaban Barat mulai mencobanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Al-Qasim Al-Zahrawi (936-1013)&lt;br /&gt;Abulcasis. Begitu peradaban Barat biasa menyebut dokter Muslim legendaris asal Cordoba ini. Nama lengkapnya adalah Abu Al-Qasim Al-Zahrawi. Ia adalah dokter bedah terkemuka di Cordoba. Kontribusinya bagi pengembangan dunia kedokteran, khususnya ilmu bedah sungguh tak ternilai. Ia dikenal sebagai peletak dasar-dasar teknik ilmu bedah modern.&lt;br /&gt;Al-Zahrawi pun mampu menciptakan peralatan bedah sendiri. Beberapa alat bedah yang diciptakannya hingga kini masih digunakan. Semua pemikirannya dalam ilmu kedokteran dituangkan dalam kitab Al-Tasrif. Inilah ensiklopedia kedokteran terbesar. Kar yanya itu lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan menjadi rujukan para dokter di dunia Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ishaq Al-Zarqali (1028-1087)&lt;br /&gt;Dia adalah ahli matematika dan astronom termasyhur dari Toledo, Spanyol Islam. Tabel Toledo merupakan salah satu kontribusinya yang sangat terkenal dalam bidang astronomi. Ia turut meluruskan data geografis Ptolemeus, salah satunya adalah panjang Laut Mediteranian. Ia pun sukses menciptakan peralatan astronomi yang akurat. Al-Zarqali juga mampu menciptakan sebuah astrolabe, alat astronomi yang baru berbentuk flat bernama Al-Safiha. Arzachel, begitu orang Barat menyebutnya, juga menciptakan sebuah jam air. Jam air itu mam pu menentukan jam pada siang dan malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali Ibnu Hazm (994-1064)&lt;br /&gt;Ia terlahir sebagai anak salah seorang pejabat di Kekhalifahan Umayyah Cordoba. Setelah pamor Dinasti Umayyah mulai terbenam, Ibnu Hazm memosisikan dirinya sebagai ilmuwan yang independen. Tak kurang dari 400 judul buku telah ditulisnya. Salah satu yang terkenal berjudul Tawq al-Hamamah (The Dove’s Necklace), sebuah kompilasi anekdot, observasi, dan puisi tentang cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakam II (914-976)&lt;br /&gt;Sejatinya, dia adalah seorang Khalifah Umayyah. Namun, ia begitu cinta pada ilmu pengetahuan. Dia membangun sebuah perpustakaan raksasa di Cordoba. Koleksi bukunya mencapai 400 ribu judul dari berbagai negara Muslim. Ia mendukung penerjemahan karya-karya berbahasa Yunani. Pada masa pemerintahannya, dibangun sarana irigasi untuk pengembangan pertanian. Ia juga mendukung perluasan Masjid Cordoba.(rpb) SuaraMedia.Com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-2909062197025951345?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/2909062197025951345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/07/masa-kejayaan-islam-di-eropa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2909062197025951345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2909062197025951345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/07/masa-kejayaan-islam-di-eropa.html' title='Masa Kejayaan Islam Di Eropa'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-3739460437041207091</id><published>2009-06-27T15:23:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T15:25:36.451-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tidak Terkategori'/><title type='text'>Ashabu Rayati Sud (Pasukan Panji Hitam)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Generasi Thaifah Manshurah yang Dijanjikan Kemunculannya di Akhir Zaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thaifah Manshurah, Senantiasa ada hingga kiamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah diriwayatkan banyak jalur dari sembilan belas (19) shahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah telah mencapai derajat mutawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok umat Islam ini adalah kelompok elit umat Islam. Mereka adalah sekelompok kecil kaum ‘fundamentalis Islam’, di tengah kelompok umat Islam yang telah mulai lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka adalah ‘muslim-muslim militan’ yang sangat dikhawatirkan oleh AS dan Barat akan mengancam kepentingan mereka. Rasulullah saw menamakan kelompok ini sebagai ath-thaifah al-manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi kelompok ini, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah tersebut adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu .”[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu.”[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashabu Rayati Suud, Generasi Akhir Thaifah Mansurah yang dijanjikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al-Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itulah adalah mereka yang bersama Al-Mahdi, sedang mereka yang menolak Al-Mahdi adalah munafik (hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits fitnah duhaima’). Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al-Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam dari Khurasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar, membicarakan kemunculan Al-Mahdi tidak bisa terlepas dari membicarakan satu kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai pasukan panji hitam (Ashhabu Rayati Suud / The Black Banner). Kelompok ini memiliki beberapa ciri khusus yang akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengenalinya. Meskipun demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk menjustifikasi kelompok tertentu bahwa mereka adalah Ashhabu Rayati Suud. Sebab ciri-ciri tersebut juga banyak dimiliki oleh banyak manusia dan kelompok, sedang riwayat yang menunjukkan asal keberadaan mereka (Khurasan) merupakan sebuah wilayah luas yang dihuni oleh banyak manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah sebenarnya Ashahbu Rayati Suud yang kelak menjadi pendukung Al Mahdi ? Benarkah riwayat yang membicarakan kemunculan kelompok ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa riwayat yang menjelaskan keberadaan kelompok ini, di antaranya adalah sebagai berikut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;□      “Akan keluar sebuah kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al Mahdi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;□      “Dari Khurasan akan keluar beberapa bendera hitam, tak sesuatupun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu ditegakkan di Iliya (Baitul Maqdis).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;□      “Akan keluar manusia dari Timur yang akan memudahkan jalan kekuasaan bagi Al ‘ Mahdi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun riwayat-riwayat tersebut memiliki cacat dari sisi sanad dan periwayatannya. Sedangkan riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada derajat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fisik tertentu secara detil sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman Kemunculan Ashabu Rayati Suud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejab, sim salabim. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah perang dan pembunuhan, hal yang menjadi ciri khas thaifah manshurah di akhir zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khurasan ini terjadi di saat kematian seorang raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi kondisi itu akan segera menjadi realita demi melihat apa yang saat ini terjadi di Saudi. Adalah Tony Khater[5], seorang analis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Abdullah, pemerintahan Pangeran Nayef, pemerintahan Pangeran Sultan, dan pemerintahan Pangeran Salman. Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang telah berusia 80 tahun naik menjadi raja, maka di bawahnya terdapat tiga pangeran dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Pangeran Nayef, Pangeran Sultan, dan Pangeran Salman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ini kelak terjadi, akankah ia menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud? Lalu siapakah kelompok yang layak untuk disebut sebagai Ashabu rayati Suud, kelompok Thaifah Manshurah akhir zaman yang dijanjikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ashabu Rayati Suud akan muncul dari timur Khurasan, benarkah mereka Thaliban dan Al-Qaeda ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan salah satu tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Thaliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Mereka adalah muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rasulullah saw. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya; beriman, hijrah, perang, mendirikan daulah Islam, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dan menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa analis pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalm hal ini, terlepas dari tepat atau melesetnya dugaan-dugaan tersebut, ada hal lain yang lebih penting untuk dipahami oleh seorang muslim berkaitan dengan dua kelompok fundamental ini. Setiap muslim hendaknya berhati-hati untuk tidak menjatuhkan vonis tertentu pada kelompok-kelompok yang secara lahir memiliki stigma dan citra negatif dari musuh-musuh Islam –bahkan dari kalangan umat Islam sendiri- bahwa hal itu bukan berarti keadaan mereka adalah sebagaimana tuduhan itu. Merupakan sunnatullah bahwa musuh-musuh Islam dari bangsa barat memiliki dendam dan kebencian kepada setiap muslim yang memegang teguh agama mereka. Dalam hal ini, kelompok Thaliban dan Al-Qaeda yang sangat komitmen menegakkan semua bentuk syari’at Islam dalam masyarakatnya sangat wajar bila dibenci oleh bangsa Barat. Termasuk sebagian kaum muslimin yang termakan oleh isu dan propaganda bangsa barat tentang “kekejian dan kejahatan” Thaliban terhadap manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa bermaksud memastikan apakah Thaliban merupakan termasuk kelompok Ashhabu Rayatis Suud, yang pasti bahwa memberikan tuduhan jahat dan keji yang belum tentu demikian kenyataannya merupakan kejahatan tersendiri. Sementara mendoakan mereka, mengharapkan mereka untuk membela umat Islam, mengusir musuh-musuh Islam dan menegakkan syari’at di muka bumi merupakan sikap yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian – terlepas bahwa Thaliban dan Al-Qaeda memiliki ciri-ciri yang banyak keserupaannya dengan kelompok Ashabu Rayati Suud – yang jelas memastikan secara haqqul yakin bahwa mereka adalah Ashabu Rayati Suud termasuk sikap tergesa-gesa. Namun, mudah-mudahan tidak salah jika kita berharap, semoga mereka itulah kelompok yang dimaksudkan. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. HR. Muslim: Kitabul Imarah no. 3544 dan Tirmidzi: Kitabul fitan no. 2155&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. HR. Muslim: Kitabul imarah no. 3550.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. HR. Abu Daud: Kitab al-jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi 2: 1467: Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Pada situs Saudipolitics.com, 1 Januari 2004, Tony Khater, THE UNITED STATES AS UNWANTED BROKER IN ROYAL SECESSION; IT WANTS BANDAR BIN SULTAN AS CROWN PRINCE”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-3739460437041207091?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/3739460437041207091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/ashabu-rayati-sud-pasukan-panji-hitam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3739460437041207091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3739460437041207091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/ashabu-rayati-sud-pasukan-panji-hitam.html' title='Ashabu Rayati Sud (Pasukan Panji Hitam)'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-2068079980822969000</id><published>2009-06-18T10:14:00.000-07:00</published><updated>2010-06-27T12:47:18.566-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><title type='text'>Antara Pemimpin dan Penguasa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://politikana.com/images/medium/apakah-anda-seorang-pemimpin-atau-penguasa-atau-kedua-nya.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="199" src="http://politikana.com/images/medium/apakah-anda-seorang-pemimpin-atau-penguasa-atau-kedua-nya.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;Jika didengar selintas saja, kata Penguasa dan Pemimpin mungkin memiliki arti yang sama. Namun jika kita mendalami lagi arti kedua kata ini kita akan menemukan perbedaan yang cukup jauh. Pemimpin artinya yang memimpin. Sedangkan Penguasa artinya yang menguasai. Pemimpin identik dengan Sang pemimpin yang bertangan dingin, ramah dan adil sedangkan Penguasa identik dengan seorang penguasa yang bertangan besi, diktator, egois dan zhalim. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi Indonesia akan kembali memilih Presiden atau istilah para insan pers sering mengatakannya dengan "Menuju RI 1". Lalu bagaimanakah penilaian islam terhadap "Presiden" itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada kata presiden atau pemilu dalam Alquran. Tetapi, pasti, bukan berarti Alquran tidak mengaturnya. Dalam konteks politik kita, misalnya, kata presiden dalam Alquran disebut dengan dua kata yang artinya sama, tapi secara substansial maknanya berbeda. Dua kata itu adalah khalifah dan imam. Dalam bahasa Indonesia, arti kedua kata itu sama: pemimpin atau penguasa. Tetapi secara substansial, maknanya berbeda. Kata khalifah berakar dari kata khalafa. Artinya, menunjuk pada seseorang yang berada 'di belakang'. Itulah sebabnya mengapa khalifah dimaknai sebagai seseorang yang menggantikan tokoh yang ada 'di depan' (pendahulunya). &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kata imam adalah orang yang ada 'di depan.' Kata ini sering dimaknai sebagai tokoh teladan: terdepan dalam segala laku kebaikan, santun, terpuji, bermoral tinggi, bijaksana, rendah hati, dan paling utama dalam iman dan takwa. Kata khalifah masih dibagi lagi dalam bentuk tunggal dan jamak. Dalam bentuk tunggal, misalnya, dapat ditemukan dalam al-Baqarah ayat 30: ''Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'.'' Dalam bentuk jamak, khalaif, disebut empat kali dalam Alquran, dan khulafa disebut tiga kali. Kata imam dalam Alquran disebut tujuh kali, dan istimewanya, makna dan konteksnya tidak sama. Tulisan ini merujuk pada imam sebagai tokoh keagungan, tokoh segala tokoh yang dijadikan suri teladan bagi keturunannya dan seluruh umat manusia, yaitu Nabi Ibrahim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu (Ibrahim) imam bagi seluruh manusia&lt;/span&gt;.'' (QS 2: 124). Ibrahim menjadi pemimpin (imam) langsung dari Allah, bukan melalui proses musyawarah (demokrasi atau pemilu). Begitu pula Nabi Muhammad SAW, yang seperti halnya Ibrahim, sebenarnya bisa memainkan peran penguasa dengan kekuasaan luar biasa besar, tapi lebih memilih menjadi 'pemimpin' saja. Dalam konteks politik, secara sederhana, pemimpin itu bisa presiden dan penguasa biasanya adalah raja. Namun, tak sedikit presiden yang memainkan peran sebagai penguasa. Bahkan, penguasa tunggal yang kekuasaannya tak bisa dikontrol oleh rakyat. Pemimpin dan penguasa itu dua jabatan, dua tipe, dua amanat yang sering bertolak belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut tafsiran sederhana Emha Ainun Nadjib, penguasa mengelola kekuasaan dirinya atas banyak orang, sedangkan pemimpin mengelola cinta dan sistem penyejahteraan. Namun secara umum, KH Azhar Basyir dan Prof Dr Quraish Shihab menyimpulkan: Alquran menyebut pemimpin (khalifah) adalah, ''&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi ini, niscaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf (baik) dan mencegah perbuatan yang munkar&lt;/span&gt;.'' (Al-Hajj: 41).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna sepotong ayat itu luas sekali, menyangkut kewajiban menjalin hubungan kepada Allah, dengan masyarakat, alam semesta, berbuat baik, mencegah keburukan -- baik menurut agama, sosial, politik, maupun budaya. Benar, pemimpin seperti inilah yang seharusnya kita pilih untuk memimpin negara dan bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-2068079980822969000?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/2068079980822969000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/antara-pemimpin-dan-penguasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2068079980822969000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2068079980822969000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/antara-pemimpin-dan-penguasa.html' title='Antara Pemimpin dan Penguasa'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-880140329769668563</id><published>2009-06-18T10:03:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T09:35:38.360-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Anti Korupsi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://infokorupsi.com/datafile/id/images/korupsi/p4aeaa86409377_pengadilan-anak.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://infokorupsi.com/datafile/id/images/korupsi/p4aeaa86409377_pengadilan-anak.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Imam Malik dalam Al-Muwattha' meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah mengirim 'Abdullah ibn Rawahah berangkat ke Khaibar (daerah Yahudi yang tunduk pada kekuasaan Islam) untuk memungut kharaj dari hasil tanaman kurma mereka. Rasulullah SAW telah memutuskan hasil bumi Khaibar dibagi menjadi dua; separo untuk kaum Yahudi sendiri yang mengolahnya dan separonya lagi diserahkan kepada kaum Muslimin. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 'Abdullah ibn Rawahah menjalankan tugasnya, orang-orang Yahudi mendatangi beliau. Mereka mengumpulkan perhiasan istri-istri mereka dengan niat untuk menyogok. Mereka berkata, ''Ini untukmu dan peringanlah pungutan yang menjadi beban kami. Bagilah kami lebih dari separo.''&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;'Abdullah ibn Rawahah kemudian menjawab, ''Hai orang-orang Yahudi, dengarkanlah! Bagiku, kalian adalah makhluk yang dimurkai oleh Allah. Aku tidak akan membawa perhiasan itu dengan harapan aku akan meringankan (pungutan) yang menjadi kewajiban kalian. Suap yang akan kalian berikan ini sesungguhnya merupakan suht (harta haram). Sungguh, kami tidak akan memakannya.'' &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain dikisahkan tentang sikap Umar ibn al-Khathab yang pada saat itu menjadi penguasa negara Islam dalam melaksanakan praktik-praktik kesederhanaan hidup. Umar memakai pakaian bertambal yang sulit membedakannya secara fisik dengan gaya hidup masyarakat umum yang dipimpinnya. Beliau pun pantang menikmati kelezatan makanan jika kebanyakan rakyatnya belum merasakannya. Pada suatu hari, Umar menerima bingkisan makanan dari pembesarnya di daerah. Kepada utusan itu, Umar menanyakan, ''Apa ini?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Makanan ini biasa dibikin oleh penduduk Azerbaijan,'' ujar utusan itu, ''dan sengaja dikirim untuk Anda dari 'Atabah ibn Farqad (gubernur Azerbaijan).''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar mencicipinya dan rasanya enak sekali. Beliau bertanya lagi kepada utusan tersebut, ''Apakah seluruh kaum Muslim di sana menikmati makanan seperti ini?''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Tidak, makanan ini hanya untuk golongan tertentu.'' jawab utusan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar menutup kembali wadah makanan itu dengan rapi, kemudian bertanya pada utusan, ''Di mana untamu? Bawalah kembali kiriman ini serta sampaikan pesan Umar kepadanya, 'Takutlah kepada Allah dan kenyangkanlah kaum Muslim terlebih dahulu dengan makanan yang biasanya kamu makan',''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai khalifah, Umar pun dikenal sangat menekankan prinsip kesederhanaan terhadap pejabat bawahannya. Khuzaymah ibn Tsabit berkata, ''Jika Umar mengangkat seorang pejabat, ia akan menuliskan untuknya perjanjian dan akan mensyaratkan kepada pejabat itu untuk: tidak mengendarai kuda (yang pada waktu itu menjadi kendaraan mewah); tidak memakan makanan yang berkualitas tinggi; tidak memakai baju yang lembut dan empuk; dan tidak pula menutup rumahnya bagi orang-orang yang membutuhkan dirinya. Jika itu dilakukan, ia telah bebas dari sanksi.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap dari kedua pejabat negara yang dikisahkan di atas tentunya menjadi jaminan bahwa memang korupsi tak pernah ada atau paling tidak akan sangat jarang ditemukan ketika Islam telah mewarnai kehidupan kenegaraan. Hal ini lebih diperkuat lagi dengan sistem sanksi Islam untuk para koruptor, seperti yang disebutkan Abdurrahman al-Maliki dalam Nizham al 'Uqubat, yaitu dapat dikenai hukum ta'zir 6 bulan hingga 5 tahun. Apabila jumlah yang dikorupsi dapat membahayakan ekonomi negara, maka koruptor tersebut dapat dijatuhi hukuman mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-880140329769668563?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/880140329769668563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/anti-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/880140329769668563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/880140329769668563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/anti-korupsi.html' title='Anti Korupsi'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-451151917953636598</id><published>2009-06-18T09:55:00.000-07:00</published><updated>2010-06-26T09:39:56.420-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah Islam'/><title type='text'>Bahaya Fitnah</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Melihat fenomena yang terjadi akhir-akhir ini sangat menyedihkan. Bahkan orang yang mengklime dirinya sebagai seorang muslim pun tidak kalah hebringnya. Mencela, memaki, mengumpat, menghina, memfitnah, dsb sudah menjadi seperti sesuatu yang biasa saja. Padahal tidak satu perbuatan pun yang tidak terdeteksi oleh Allah. Begitulah pemandangan yang gw saksikan sehari-hari. Baik di real maupun di room chat nusantara 6 tempat tongkrongan gw.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://kotakotak.net/wp-content/uploads/2009/12/fitnah.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://kotakotak.net/wp-content/uploads/2009/12/fitnah.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Akidah Islam mengajarkan kalau kita berbicara tentang kejelekan orang lain dan mencelanya disebut menggunjing jika benar, dan disebut fitnah jika tidak benar. Tentu saja, tidak ada seorang manusia pun yang bebas dari dosa. Orang bijak mengatakan, manusia itu tidak lepas dari kesalahan dan lupa. Dengan begitu, manusia itu memang tidak sempurna, ia bisa berbuat khilaf. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pada umumnya hidup di balik tabir, yang oleh Allah --dengan kebijakan-Nya-- digunakan untuk menutupi perbuatan-perbuatannya. Kalau saja tabir Ilahi ini diangkat untuk memperlihatkan semua kesalahan dan kekeliruan kita, niscaya semua orang akan lari dengan yang lain dengan rasa jijik dan masyarakat akan runtuh hingga ke dasar-dasarnya. Itulah sebabnya mengapa Allah melarang kita membicarakan kejelekan orang lain. Maksudnya agar kita terlindung dari pembicaraan orang lain mengenai diri kita. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan wujud dan kelemahan manusia seperti itulah, agama kemudian melarang kita untuk saling menggunjing dan, apalagi, menfitnah. Banyak ayat suci Alquran dan hadis Nabi Muhammad SAW yang mencela keras segala bentuk fitnah, yang justru akhir-akhir ini makin merebak di tanah air. Allah SWT berfirman, ''&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah dan mereka itulah orang-orang pendusta&lt;/span&gt;.'' (Al-Nahl: 105). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak dapat dimungkiri bahwa dampak dari fitnah bukan saja terhadap mereka yang difitnah, tapi juga terhadap masyarakat luas. Di tanah air kita sendiri seringkali terjadi keributan dan kerusuhan yang disebabkan oleh fitnah dan adu domba. Begitu besarnya bahaya dan dosa fitnah, hingga oleh Islam dikategorikannya sebagai perbuatan lebih kejam dari pembunuhan. Bahkan, Nabi Muhammad SAW lebih mempertegasnya lagi dengan sabdanya, ''&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak akan masuk surga orang yang menghambur-hamburkan fitnah (suka mengadu domba)&lt;/span&gt;.'' (HR Abu Dawud dan At-Thurmudzi). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Islam, perilaku manusia dan tindakannya di dalam kehidupan merupakan salah satu dari fenomena akidahnya. Untuk itu kita diminta untuk berpegang teguh pada akidah yang telah ditetapkan dan digariskan agama. Para ulama mengatakan, kalau akidah kita baik, maka akan baik dan lurus pula perilaku kita. Dan, apabila akidah kita rusak, akan rusak pula perilaku kita. Oleh karena itu, maka akidah tauhid dan iman adalah penting dan dibutuhkan oleh manusia untuk menyempurnakan pribadinya dan mewujudkan kemanusiaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah ajakan kepada akidah ini merupakan hal pertama yang dilakukan Rasulullah agar ia menjadi batu pertama dalam bangunan umat Islam. Hal ini, karena kekokohan akidah ini di dalam jiwa manusia akan mengangkatnya dari materialisme yang rendah dan mengarahkannya kepada kebaikan, keluruhan, kesucian, dan kemuliaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila akidah ini telah berkuasa, maka ia akan melahirkan keutamaan-keutamaan manusia yang tinggi seperti keberanian, kedermawanan, kebajikan, ketenteraman, dan pengorbanan. Orang yang berpegang pada akidah tidak akan mau melakukan perbuatan-perbuatan yang mengarah pada fitnah. Karena dengan akidahnya itu, ia tidak ingin tergelincir pada jurang kedosaan yang dikutuk agama. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-451151917953636598?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/451151917953636598/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/bahaya-fitnah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/451151917953636598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/451151917953636598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/bahaya-fitnah.html' title='Bahaya Fitnah'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-4097373896816797096</id><published>2009-06-18T08:42:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T09:02:05.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah Islam'/><title type='text'>Amal Yaumi Setiap Muslim</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;?Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman dan beramal saleh dan wasiat-mewasiati supaya (mentaati) kebenaran dan wasiat-mewasiati (supaya) menetapi kesabaran?(Q.S. Al 'Ashr: 1-3) &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;BAGAIMANAKAH SEHARUSNYA SETIAP MUSLIM MENGISI WAKTU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mungkin pertanyaan ini sering menghinggapi benak kita. Karena kita tentu tidak mau kehilangan waktu tanpa mendapat amal sedikitpun. Dalam konsepnya, Iman selalu bertambah dan baerkurang. Bertambah karena melaksanakan perintah Allah swt, berkurang karena maksiat/melanggar larangan Allah swt. Dengan demikian Iman itu selalu dinamis, tidak setatis. Hanya ada dua kemungkinan untuk Iman, apakah bertambah atau berkurang. Tidak ada kemungkinan yng ketiga. Oleh karena itu setiap muslim dan muslimah haruslah bijaksana dalam menggunakan waktu. Yang terpenting adalah agar Iman selalu bertambah, dijaga jangan sampai berkurang.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan firman Allah swt. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman dan beramal saleh dan wasiat-mewasiati supaya (mentaati) kebenaran dan wasiat-mewasiati (supaya) menetapi kesabaran&lt;/span&gt;." (Q.S. Al 'Ashr: 1-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) kerjakanlah dengan sunguh-sungguh (urusan) yang lain, dan kepada Rabbmu saja seharusnya kamu berharap&lt;/span&gt;." (Al-Insyiroh : 78)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan banyak lasngit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, mterdapat tanda-tanda bagi ulul albab, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk dan berbaring serta mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Rabb kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka&lt;/span&gt;." (Ali Imron : 190-191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah r.a. berkata:&lt;br /&gt;Artinya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahwasannya Rosululloh SAW selalu berdzikir kepada Allah di setiap waktu&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;(HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. Bersabda :&lt;br /&gt;Artinya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya mataku terpejam tapi hatiku tidak pernah tidur&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah swt. Mensifati orang-orang yang beriman dengan gambaran jelas dan terperinci seperti tercantum dalam surat Al-Furqon :&lt;br /&gt;Artinya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ibadurrahman (Hamba-hamba Allah yang Maha Pengasih) itu (ialah) orang-orang yang berjalan dimuka bumi dengan rendah hati dan apabila orang jahil (bodoh) menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari degan sujud dan berdiri kepada Rabb mereka. Dan orang-orang yang berkata, "Ya Rabb kami, jauhkanlah adzab Jahannam dari kami, sesungguhnya jahanam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka berlebih-lebihan dan tidak (pula) kikir dan adalah (pembelanjaan mereka itu) di tengah-tengah antara yang demikian. Dan orang-orang yang tidak menyeru ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh nafs (jiwa) yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan alas an yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan semua itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) (dosa-(nya). (Yakni) akan dilipatgandakan adzab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal sholih; mk mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amal sholih, mk sesungguhnya diabertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya. Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah (laghwun) mereka lalui saja dengan menjaga kehormatan dirinya. Dan orang-orang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka , mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta. Dan orang-orang yang berkata, "Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa." Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam syurga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. Mereka kekal didalamnya. Syurga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman. Katakanlah (kepada orang-orang musyrik) : "Rabbku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (tetapibagaimana kamu beribadah kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? Karena itu kelak (adzab pasti menimpamu)&lt;/span&gt;." (Al-Furqon : 64-68)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Rabbmu mengetahui bahwa kamu berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua (setengah) malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Dan Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu sekali-kali tidak dapat menentukan batas-batas waktu utu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an. Dia mengetahui bahwa akan ada diantara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan dimuka bumi mencari sebagian dari karunia Allah;dan oraang-orang yang lain lagi yang berperang di jalan Allah, maka baacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan berikanlah pinjaman kepada Allahsuatu pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kalian perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampun kepada Allah;sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang&lt;/span&gt;." (Al-Muzammil: 20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. Bersabda:&lt;br /&gt;Artinya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sebagian dari tanda baiknya keislaman seseorang, dia meninggalkan apa-apa yang tidak bermanfaat&lt;/span&gt;." (Diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dengan sanad hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dalam sabdanya yang lain tentang sifat orang yang beriman :&lt;br /&gt;Artinya, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekali-kali tidak akan kenyang seorang yang beriman dari berbuat kebaikan sehingga akhirnya (masuk) jannah (surga)&lt;/span&gt;." (Diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dengan sanad hasan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu adalah hidup itu sendiri. Menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan hidup. Menyia-nyiakan hidup berarti melakukan dosa, karena manusia hrs bertanggung jawab di hadapan Allah swt. Atas nikmat yang dikaruniakan kepada manusia yang salah satunya adalah nikmat kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan beberapa ayat dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"?&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu di dunia itu)&lt;/span&gt;." (At-Takatsur: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)&lt;/span&gt;." Al-'Alaq: 14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan sungguh Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh nafsunya (hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya (malaikat) pengawas yang selalu hadir (Raqib dan 'Atid)&lt;/span&gt;." (Qof: 16-18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kepunyaan Alllahlah segala apa yang ada dilangit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan (tentang perbuatanmu). Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu&lt;/span&gt;." (Al-Baqarah: 284)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. Bersabda :&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak akan bergerak kaki seorang hamba pada hari Qiyamat, sebelum ditanya tentang umur dalam hal apa ia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia pergunakan, tentang harta kekayaan dari mana dia dapatkan dan ke mana ia belanjakan tentang badannya dalam hal apa dirusakkan&lt;/span&gt;." (HR.Imam At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dari Abu Hurairah berkata : Ketika Nabi saw. Membaca "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yauma idzin tuhadditsu akhbaaroha&lt;/span&gt;" beliau bersabda, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tahukah kamu apakah khabaar bumi itu ?" Para sahabat menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui." Nabi bersabda, "Khabar bumi itu ialah menjadi saksi atas perbuatan hamba-hamba laki-laki dan perempuan sebagaimana yang terjadi di atasnya, bumi berkata, "Kamu telah berbuat ini dan itu. Maka itulah khabar beritanya&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;(HR. Imam At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MANUSIA ADALAH MAKHLUK ALLAH YANG MULTI DIMENSIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk Allah swt. Yang multi dimensional, artinya memiliki banyak aspek. Pada dasarnya manusia terdiri dari tiga aspek yang berkaitan, yaitu ;&lt;br /&gt;1. Aspek Ruh.&lt;br /&gt;2. Aspek Jasmani.&lt;br /&gt;3. Aspek lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dirincii lagi, maka aspek Ruh terdiri dari tiga unsur :&lt;br /&gt;1. Kemampuan untuk mempercayai sesuatu.&lt;br /&gt;2. Kemampuan untuk merasakan sesuatu keadaan.&lt;br /&gt;3. Kemampuan untuk berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek Lingkungan pada pokoknya terdiri dari tiga unsur :&lt;br /&gt;1. Ekonomi/Maaliyah.&lt;br /&gt;2. Sosial/Ijtimaiyyah.&lt;br /&gt;3. Politik/Siyasiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ASPEK-ASPEK PRIBADI MUSLIM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tujuan pembinaan praktis mk kita kembangkan tujuh aspek pribadi muslim dan muslimah yaitu :&lt;br /&gt;1. Aspek keyakinan.&lt;br /&gt;2. Aspek mental.&lt;br /&gt;3. Aspek pemikiran.&lt;br /&gt;4. Aspek jasmaniyah.&lt;br /&gt;5. Aspek Maaliyah.&lt;br /&gt;6. Aspek Ijtima'iyah.&lt;br /&gt;7. Aspek Siyasiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aspek keyakinan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan aspek keyakinan adalah hal-hal yang berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk meyakini kebenaran Dienul Islam. Sasaran pembinaan Setiap muslim dan muslimah wajiblah memiliki keyakinan yang teguh mengenai kebenaran ajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya setiap muslim dan muslimah membiasakan amalan-amalan sbb :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Membaca Al-Qur'an Karim minimal satu juz setiap hari dan maksimal sepuluh juz setiap hari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tadabbur terhadap Al-Qur'an Karim, yang ideal pagi lima ayat perhari dan sore lima ayat perhari.&lt;li&gt;Tadabbur secara khusus mengenai ayat-ayat Al-Qur'an yang berhubungan dengan masalah keimanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tasabbur terhadap hadits dan siroh rasul dalam masalah keimanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tadabhadap nasehat para Sahabat r.a. khususnya dalam masalah keimanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tadabbut terasehat para Alim Ulama 'Salafu Sholih dalam masalah keimanan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tadabbur terhadap c Allah swt. Di alam semesta.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tadabbur terhadap diri seengan segala tanda-tanda keagungan Allah swt. Yang ada pada tubuh manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tadabbur terhadap segala karuniayang telah diberikan kepada manusia.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu berusaha untuk taat kepada Allahan Rosulnya dalam segala hal.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu mengamalkan doa-doa dan wirid yang diajleh Allah dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu berusaha dengan sekuat tenaga menghindari dosaesar maupun kecil, maksiat, laghwun dan lahwun.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Selalu memohon kepada Allah swt. Agar dijauhkan dari segala an dengan doa-doa ta'awwudz yang diajarkan Allah swt dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aspek mental&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud aspek mental ini adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan perasaannya (emosinya) dlmberbagai situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim dan muslimah wajiblah memiliki kemampuan mental yang tertinggi yaitu sabar dalam melaksanakan perintah Allah swt, menjauhi larangan-Nya dan menerima Qodlo dan Qodar-Nya. Begitu juga bersyukur kepada Allah swt. Dengan hati, lisan dan perbuatan atas karunia-karunia Allah yang telah diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Pembinaan aspek mental ini dapat dilakukan dengan cara menguatkan iman kepada hari akhir dengan bertadabbur terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah mengenai remehnya kehidupan dunia, kekekalan kehidupan akhirat dan kepastian bahwa setiap makhluk hidup akan mati. Juga tadabbur mengenai alam barzah dan alam akhirat melalui Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Hidup zuhud dan wara'. Menguatkan iman terhadap qodho' dan qadar Allah dengan tadabbur ayat Al-Qur'an ataupun hadits Rasul yang berkenaan dengan masalah tersebut . Melaksanakan shalat fardu dengan berjama'ah. Ziarah kubur secara islami (khusus pria). Tadabbur terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah mengenai sabar dan syukur. Membaca siroh Rosul saw, siroh para sahabat dan orang-orang sholih untuk mengambil I'tibar tentang kekuatan mental mereka dalam menghadapi segala hal. Melaksanakan shiyam wajib dan sunnah. Melaksanakan shalat sunnah, terutama qiyamul lail. Mengurus jenazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aspek pemikiran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek pemikiran ini adalah kemampuan seseorang untuk mendekati masalah serta memecahkannya dengan menggunakan kegiatan berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran dari pembinaan ini agar setiap muslim dan muslimah wajiblah memiliki kemampuan berfikir yang memadai dengan memiliki ilmu-ilmu fardlu 'ain dan fardu kifayah. Sehingga memiliki kemampuan utuk mendekati dan memecahkan masalah, baik masalah pribadi, keluarga, masyarakat maupun negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Pembinaannya dapat dilakukan dengan selalu mempelajari Al-Qur'an, Al-Hadits Nabawi, As-Siroh An-Nabawiyyah dan Siroh Salafus-Solih. Membaca buku-buku tentang ilmu-ilmu dien yang hukumnya fardu 'ain kemudian ilu-ilmu fardu kifayah. Membaca buku-buku tentang problema ummat Islam, baik local, regional, nasional, maupun internasional.&lt;br /&gt;Membaca buku-buku saintifik dan teknologi tepat guna. Selalu aktif dalam kegiatan diskusi-diskusi yang bersifat ilmiah. Aktif mengikuti seminar-seminar ilmiah. Latihan pidato dan mengajar. Aktif dalam kegiatan tulis menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aspek jasmaniyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hal ihwal yang berhubungan dengan tubuh (badan) manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran dari pembinaan aspek ini supaya setiap muslim dan muslimat wajiblah memiliki tubuh yang sehat dan kuat sehingga mampu melaksanakan tugas-tugas dalam rangka menegakkan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Pembinan Menjaga kebersihan diri, keluarga, dan lingkungan. Menjaga diri agar tidak jatuh sakit. Memakan makanan yang halal, bergizi seimbang dan alami. Menghindar untuk memakan dan minum yang haram dan syubhat. Menghindari makanan dan minuman yang bias melemahkan tubuh (rokok, syrup, makanan kaleng), makanan &amp;amp; minuman dengan memakai bahan tambahan (aditif) buatan yang lainnya. Berobat secara syar'I bila sakit. Mempelajari buku kedokteran menurut tuntunan Nabi saw. (Thibbun Nabawi). Memiliki keahlian dan keterampilan dalam salah satu bidang olah raga. Berusaha meningkatkan kekuatan tubuh dan kesegaran jasmani. Mengadakan siyahah (perjalanan jauh). Olah raga, dengan frekuensi 2-3 kali perminggu dengan waktu 20-40 menit (atau sesuai dengan petunjuk dokter).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aspek Maaliyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud aspek maaliyah ini adalah hal ihwal yang berhubungan dengan kemapuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan materiil yang pokok, yaitu sandang, pangan dan papan. Juga kebutuhan Ruhiyah yang pokok yaitu kebutuhan terhadap bimmbingan Islam, ilmu pengetahuan dan teman hidup (suami, istri dan anak).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap muslim dan muslimah wajiblah memiliki harta sehingga dapat memenuhi kebutuhan baik jasmani, rohani maupun social. Di samping itu setelah selesai melaksanakan tugas kewajibannya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya, mk wajiblah untuk mengeluarkan zakat sesuai dengan ketentuan syari'at Islam dan juga infaq fie sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Pembinannya kita wajib bekerja untuk mencari rizki yang halal dengan cara yang halal. Menggunakan harta dengan cara yang halal dan hemat. Menghindari dari tabdzir, isrof dan kemewahan. Menghindari sejauh-jauhnya dari riba. Menggalakkan infaq atau shadaqoh fi sabilillah. Menabung untuk menghadapi kebutuhan mendadak. Mempellajari syari'at Islam yang berkaitan dengan masalah ekonomi. Menggalakkan kewiraswastaan dalam bidang ekonomi. Menggalakkan kerja sama dalam bidang ekonomi. Menggali potensi-potensi ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aspek Ijtima'iyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan aspek ijtima'iyyah adalah hal ikhwal yang berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk berukhuwah Islamiyyah dengan sesama orang-orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran Pembinannya. Setiap muslim dan muslimah wajiblah untuk minimal dirinya selamat dari sifat merugikan orang lain dalam pergaulan, seperti kebencian, kedengkian, iri hati, egoistis, atau mementingkan diri sendiri dengan mengorbankan kepentingan orang lain. Sedangkan sasaran maksimal adalah tertanamnya jiwa itsar (lebih mengutamakan duniawi saudaranya seiman diatas kepentingan duniawinya sendiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Pembinaannya kita harus berusaha menghindari pertikaian yang disebabkan karena perbedaan pemahaman antara sesama muslim. Mempelajari risalah-risalah tentang persaudaraan dalam Islam sepanjang ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah. Selalu berusaha untuk ta'aruf (saling mengenal) sesama orang beriman. Berusaha mengindari sejauh-jauhnya dari sikap ta'assub kepada pendapat para imam mujtahid dalam masalah yang masih diperselisihkan. Menjauhi debat kusir. Berusaha menjauhi sikap mudah mengkafirkan orang lain tanpa ada bukti nyata yang dibenarkan oleh syari'at Islam. Selalu wasiat-mewasiati dengan kesabaran, kebenaran dan kasih saying (marhamah). Memupuk keikhlasan dalam segala hal, baik dalam melontarkan pendapat, mengadakan suatu kegiatan atau meluruskan pendapat orang lain. Mengadakan perkumpulan-perkumpulan secara rutin (yang bermanfaat). Mengunjungi teman sesama orang beriman yang sedang ditimpa musibah. Selalau mengadkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama (amal jama'I). Selalu mencari titik temu dengan pihak-pihak yang saling berselisih antara sesama orang beriman. Menanamkan jiwa cinta persatuan antara sesama orang-orang beriman. Berusaha untuk bersepakat dalam masalah-masalah pokok Islam dan bertenggang rasa terhadap pendapat orang lain yang berbeda dalam masalah cabang-cabang dari Islam (masalah-masalah furu'iyah). Mempelajari fiqih menurut madzhab yang dipeluk oleh mayoritas di mana kita berada. Menghindari ta'assub kepada kelompok tertentu tanpa memperhatikan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah. Menggalakkan semangat kembali pada Al-Qur'an, hadits nabi dan siroh nabawiyah dalam semua masalah diiniyah.Menjaga hak orang lain terutama hak milik harta, kehidupan (darah), kehormatan (keturunan), dien (pandangan hidup), dan hak akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aspek Siyasiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan aspek siasiyah adalah semua hal yang berhubungan dengan kemampuan seseorang untuk mengatur orang lain baik keluarga, kelompok, masyarakat, maupun negara dan badan-badan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran Pembinannya agar setiap muslim dan muslimat mampu mengatur dan memimpin minimal keluarganya. Untuk selanjutnya mampu memimpin kelompok, masyarakat, negara maupun badan-badan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarana Pembinanya adalah ilmu-ilmu tentang kepemimpinan dalam Islam. Mempelajari ilmu management dan administrasi. Mengenali manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya (humanivora). Mengamati kegiatan-kegiatan social, ekonomi, politik dan budaya masyarakat. Aktif dalam berorganisasi. Berupaya memiliki sifat-sifat pemimpin yang ideal menurut Islam. Menggalakkan musyawarah dalam menyelesaikan masalah-masalah bersama. Menanamkan rasa tanggung jawab terhadap bawahan karena pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT. Tentang bagaimana ia memimpin anggotanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BEBERAPA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sarana-sarana pembinaan tersebut diatas hendaknya diupayakan untuk menjadi kegiatan rutin, bias berupa kegiatan harian, mingguan, bulanan atau tahunan. Semua kegiatan-kegiatan yang disebutkan di atas bukanlah terbatas seperti apa yang tercantum, karena ia lebih merupakan contoh-contoh saja dari pada pembatasan. Dalam pelaksanaannya tentu saja tidak kaku namun selalu mengingat situasi, kondisi, ruang, waktu dan biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kegiatan-kegiatan tersebut diatas dilaksanakan dengan berdasarkan ajaran Islam dan bertujuan mencari ridlo Allah SWT semata, mk Insya Allah seseorang akan meningkat setapak demi setapak sehingga menjadi orang mukmin yang seimbang dari segala aspeknya sehingga mampu mengemban amanat Allah SWT dalam QS. Asyy-Syuro : 13, At-Taubah : 105, Al-Muzammil : 5, Al-Ankabut : 1-2, Al-Baqoroh : 214, Ali Imron :142.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dia (Allah) mensyariatkan bagi kamu sekalian dien itu (Dienul Islam, tuntunan hidup Islam) yang ia (Islam itu) juga Dia (Allah) wasiatkan (perintahkan dengan tegas) kepada Nuh, Islam itu juga telah kami wahyukan kepadamu Muhammad, Islam itu pula telah kami wasiatkan kepada Ibrohim, Musa dan Isa, tegakkanlah olehmu sekalian Dien itu (Islam) dan janganlah kamu sekalian bercerai-berai dalam (menegakkannya)&lt;/span&gt;."(As-Syuro : 13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan katakanlah, "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasu-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang mengetahui akan yang ghoib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu yang telah kamu kerjakan&lt;/span&gt;." (At-Taubah : 105)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat&lt;/span&gt;." (Al-Muzammil : 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, "Kami telah beriman.", sedang mereka tidak diuji lagi ?&lt;/span&gt;" (Al-Ankabut :1,2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk jannah, padahal belum dating kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelummu ? Mereka ditimpa oleh mala petaka dan kesengsaraan serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Kapankah datangnya pertolongan Allah ? Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat&lt;/span&gt;." (Al-Baqarah : 214)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk jannah, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar (di dalam jihadnya)&lt;/span&gt;. "(Ali Imran :142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. Bersabda :&lt;br /&gt;Artinya :"&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya tiadalah seseorang akan mampu menegakkan dienullah (Islam) kecuali barang siapa yang meliputi Islam dari segala aspeknya&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu Alam Bishshawwab&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-4097373896816797096?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/4097373896816797096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/amal-yaumi-setiap-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4097373896816797096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4097373896816797096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/amal-yaumi-setiap-muslim.html' title='Amal Yaumi Setiap Muslim'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-6079526235098580935</id><published>2009-06-18T08:38:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T08:41:31.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah Islam'/><title type='text'>Konsep Ukhuwah dan Persaudaraan Islam</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;"Sesungguhnya orang-orang mu'min itu bersaudara kerena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah SWT supaya kamu mendapat rahmat."(Al-Hujurat : 10) &lt;/blockquote&gt;Semua muslim adalah bersaudara. Karena itu, jika bertengkar mereka harus bersatu kembali dan bersaudara seperti biasanya. Hal ini diperkuat oleh larangan Rasulullah SAW terhadap permusuhanantar muslim. Abu Ayyub Al-Anshary meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak seorang muslim memutuskan silaturrahmi dengan saudara muslimnya lebih dari tiga malam yang masing-masingnya saling membuang muka bila berjumpa. Yang terbaik diantara mereka adalah yang memulai mengucapkan salam kepada yang lain&lt;/span&gt;." (H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Persaudaraan yang dimaksudkan adalah bukan menurut ikatan geneologi, tapi menurut ikatan iman dan agama. Ini diisyarakat dalam larangan Allah SWT mendoakan orang yang bukan Islam setelah kematian mereka. Firman Allah SWT : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tiadalah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman meminta ampun (kepada Allah SWT) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kerabatnya&lt;/span&gt;." (At-Taubah : 113)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sama sekali tidak berarti bahwa seorang muslim diijikankan mengabaikan ikatan keluarganya walaupun dengan kerabat non muslim. Dasar kebajkan kepada orang tua dan keluarga dapat ditemukan dalam Al-Qur'an sendiri. Firman Allah SWT : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada kedua ibu bapaknya&lt;/span&gt;." (QS. Al-Ankabut : 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutamakan persaudraan Islam lebih dari yang lain sama sekali tidak mempengaruhi ikatan darah, biarpun dengan kerabat non-Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW menekankan pentingnya membangun persaudaraan Islam dalam batasan-batasan praktis dalam bentuk saling peduli dan tolong menolong. Sebagai contoh, Beliau bersabda, "Allah SWT menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya" (H.R. Muslim). Bodoh sekali seorang muslim yang mengharapkan belas kasih khusus dari Allah SWT jika ia tidak memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan muslim lainnya. Sebagai akibatnya, persaudaraan kaum muslim tidak saja merupakan aspek teoritis ideologi Islam, tapi telah terbukti dalam praktek aktual pada kaum muslim terdahulu (salaf) ketika mereka menyebarkan Islam kepenjuru dunia. Kemanapun orang-orang Arab muslim pergi, apakah itu ke Afrika, India, atau daerah-daerah terpencil Asia, mereka akan disambut hangat oleh orang-orang yang telah memeluk Islam tanpa melihat warna kulit, ras, atau agama lamanya. Tidak ada tempat dalam Islam bagi pemisahan kelas maupun kasta.Tata cara melaksanakan shalat tidak ada tempat istimewa, dan semua harus berdiri bahu membahu dalam baris-baris lurus. Demikian pula dalam pemilihan imam (pemimpin Shalat) tidak didasarkan status sosialnya dalam masyarakat, namun atas kemampuannya dalam menghafal al-Qur'an. Itulah mengapa seorang imam dapat di tunjuk dari anak yang berusia enam tahun sebagaimana kejadian pada seorang shahabat muda, Salamah. Nabi SAW. mengatakan pada kabilahnya, "Jika waktu shalat tiba, slah seorang dari kalian harus mengumandangkan adzan (panggilan shalat)". Ketika mereka mencari diantara mereka sendiri, mereka tidak menemukan orang yang tahu tentang Al-Qur'an lebih dari Salamah sehingga mereka menunjuknya sebagai imam walaupun ia baru berusia enam atau tujuh tahun pada saat itu. (Diriwayatkan oleh salamah dan dikeluarkan oleh al-Bukhari, dan Abu Dawud).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilar ketiga dalam Islam, zakat, berupa kewajiban atas orang-orang kaya atau relatif kaya untuk menyerahkan sebagian dari simpanan tahunan mereka kepada orang-orang miskin, merupakan perwujudan tanggung jawab sosial ekonomi dari persaudaraan itu. Sebab,walaupun kedermawanan amat dianjurkan oleh Islam sebagai mana oleh agama lain, tanggung jawab ini dalam Islam dilembagakan dan dipungut oleh negara untuk menjamin kelangsungan hidup ekonomi orang-orang miskin. Sebenarnya, semua hukum-hukum ekonomi dalam islam selalu menekankan perlindungan atas hak-hak persaudaraan.Praktek-praktek ekonomi yang dengan suatu cara menarik keuntungan atau merugikan anggota-angota masyarakat adalah terlarang keras.Makanya pinjaman yang diaku dalam Islam adalah pinjaman tanpa bunga, sebab pinjaman dengan bunga pada umumnya mengambil keuntungan yang tidak adil dari orang lainketika mereka dalam posisi yang secara ekonomis lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula pilar terbesar Islam, haji, yang mengandung esensi pilar-pilar lainnya, menekankan persaudaraan orang-orang beriman dalam semua ritus-ritusnya. Pakaian bagi orang-orang lali-laki yang sedang haji, dikenal dengan Ihram terdiri dari dua lembar kain, selembar dipakai seputar pinggang, selembar yang lain diselempangkan di atas bahu. Kesederhanaan pakain in dikenakan oleh jutaan jamaah haji dari berbagai penjuru dunia menunjukan hakekat persatuan dan persamaan dalam persaudaraan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keaslian prinsip persaudaraan yang meliputi segala upacara keagamaan dan hukum-hukum dalam Islam telah dan terus menjadi faktor kunci dalam menarik manusia di seluruh dunia untuk masuk Islam. Namun, patut dicatat, bahwa prinsip persaudaraan ini telah ditantang dalam prakteknya oleh munculnya nasionalisme diantara kaum muslimin. Walaupun Allah SWT dan Rasul-Nya dengan tegas menentang segala bentuk tribalisme (kesukuan), nasionalisme dan rasisme. Nasionalisme telah ditimbul dikalangan kaum muslim setelah tumbangnya generasi awal (salaf) Berabad-abad setelah wafatnya Nabi saw, nasionalisme arab, Persia dan Turki meruntuhkan umat muslim ketika kepemmpinan terus berpindah tangan diantara mereka selama masa-masa itu. Bentuk awal nasionalisme ini kemudian diperberat oleh kolonialisme Eropa yang meninggalkan umat Islam terpecah belah ke dalam seribu satu kesatuaan-kesatuan nasional yang berskala kecil dan dangkal. Walaupun ikatan umum Islam tetap berlanjut menyatukan umat dalam persaudaraan, pemerintah mereka masing-masing mengeksploitasi segala kesempatan yang dapat membangkitkan perasaan-perasaan nasionalisme agar massa muslim tetap terpecah-pecah, sehingga pemerintahan mereka yang pada sebagian besar kasus anti Islam dapat terus terpelihara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan yang menghantam kehidupan umat Islam sekarang ini, mulai dari runtuhnya khilafah Islamiyah sampai terpuruknya negeri-negeri Islam sehingga harus menjadi bagian dunia ketiga, merupakan satu indikasi yang paling jelas menurunnya rasa persaudaraan dikalangan umat Islam itu sendiri. Perpecahan dikalangan umat yang mempunyai kepentingan-kepentingan golongan ikut meluluh lantahkan pilar-pilar persaudaraan itu. Maka kata kunci untuk mampu menegakan Islam di seentero jagad ini, adalah dengan pererat persaudaraan diantara sesama umat Islam dan menyingkirkan jauh-jauh rasa ta'asubiyah (kelompok), dan keyakinan penuh bahwa nasionalisme bukan dari bagian kita sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diringkas dari buku, Menolak Tafsir Bid'ah Abu Ameenah Bilal Philips, hal.121-127)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-6079526235098580935?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/6079526235098580935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/konsep-ukhuwan-dan-persaudaraan-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6079526235098580935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6079526235098580935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/konsep-ukhuwan-dan-persaudaraan-islam.html' title='Konsep Ukhuwah dan Persaudaraan Islam'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-4359383819352122557</id><published>2009-06-18T08:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T08:41:06.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah Islam'/><title type='text'>Kesempurnaan Iman</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;?Wahai orang-orang yang beriman masuklah dalam Islam itu secara menyeluruh dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesunguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian?. (Qs. Al-Baqarah:208)&lt;/blockquote&gt; Kemerosotan yang sering terjadi di negeri-negeri Islam bukan suatu akibat pasti dari naik-turunnya pertumbuhan suatu negeri. &lt;span class="fullpost"&gt;Ada benang-benang merah yang menghubungkan antara satu dengan yang lainnya, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, cara pandang umat yang salah dalam menempatkan agama. Agama seolah merupakan pakaian ketika sedang melakukan ritual ibadah yang bersifat mahdah (khusus), seperti shalat, puasa, zakat haji dll. Sementara sisi-sisi lain dari kehidupan yang sangat vital. Menurut persepsi mereka- tak tersentuh oleh agama sedikitpun. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Padahal Islam bersifat universal dalam pengertian menyentuh berbagai aspek kehidupan; mulai dari sosial, ekonomi, politik, budaya, dst&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai akibat logis adalah, untuk menyebut contoh, banyak yang melakukan shalat sedang ia tidak mengetahui sama sekali kalau pakaian yang ia pakai bukan dari usaha yang halal seperti bunga bank. Orang berkorban, berzakat, berhaji dll., tanpa tahu akan halal-haram uang yang ia pakai. Pemahaman agama yang seperti inilah yang merusak semua rangkaian ibadah-ibadah yang lain. Isyarat yang jelas tentang hal ini telah Allah ungkapkan dalam firman-Nya: ??Masuklah dalam Islam itu secara menyeluruh??. (Al-Baqarah:208) Kalau ibadah yang kita lakukan ini rusak maka dari mana keunggulan dan kemenangan akan kita capai??.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek-aspek sosial Islam banyak terlupakan oleh kaum Muslimin. Lihat saja di sekitar kita, masih banyak kaum fakir miskin yang terlantar, sementara di samping gubuk-gubuk mereka berdiri gedung-gedung pencakar langit yang pemilikinya adalah seorang muslim. Bukankah Islam mengajarkan kasih sayang dan tolong menolong di antara sesama muslim ? Bukankah seorang muslim dengan yang lainnya adalah bersaudara ? Bukankah totalitas Islam mengajarkan kita untuk menerapkan seluruh ajaran Islam dalam berbagai aspeknya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua,&lt;/span&gt; penekanan ibadah yang keliru. Banyak orang mendahulukan perkara sunnah dari yang wajib, mendahulukan yang mubah dari yang sunnah, dan seterusnya. Padahal semestinya, yang wajib harus didahulukan, menyusul sunnah, kemudian mubah. Sebagai contoh, ketika seseorang lebih mendahulukan shalat lail, lalu meninggalkan shalat shubuh dengan alasan shalat lail, atau mengeluarkan infak tapi tidak mengeluarkan zakat, dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemisahan politik dan negara dari agama (sekularisme), atau pemisahan urusan keduniaan dan urusan akhirat, adalah contoh lain dari penanggalan totalitas Islam. Islam tidak mengenal sikap parsial dalam memandang hidup. Sebab hidup adalah suatu mata rantai, yang mempunyai konsekwensi masa depan di Akhirat. Bukankah Al-Qur?an menyebutkan bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang diperbuat oleh pendengaran, penglihatan dan hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya kita (yang merasa dirinya muslim beriman) tidak bisa menunda-nunda sikap totalitas kita dalam melaksanakan Islam kita. Caranya, mulai dari diri sendiri dulu, kemudian keluarga dan orang-orang terdekat kita, barulah kepada kaum muslimin dan manusia secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim kaffah, kenapa tidak ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-4359383819352122557?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/4359383819352122557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/kesempurnaan-iman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4359383819352122557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4359383819352122557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/kesempurnaan-iman.html' title='Kesempurnaan Iman'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-6559379687907094398</id><published>2009-06-18T08:24:00.001-07:00</published><updated>2009-06-18T08:25:53.989-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Peralatan Laboratorium Warisan Peradaban Islam</title><content type='html'>Peradaban Islam di era keemasan menguasai beragam ilmu pengetahuan, salah satunya adalah kimia.? Para sejarawan sains mengakui bahwa ilmu kimia merupakan anak kandung dari peradaban Islam. ”Ahli kimia Muslim adalah pendiri ilmu kimia,” tutur Will Durant? dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmuwan berkebangsaan Jerman di abad ke-18 M itu mengakui bahwa ilmu kimia hampir sepenuhnya diciptakan peradaban Islam. “Dalam bidang ini (kimia), peradaban Yunani (seperti kita ketahui) hanya sebatas melahirkan hipotesis yang samar-samar,” ungkap Durant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para kimiawan Muslim di era kekhalifahan telah meletakan dasar-dasar kimia modern yang sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Betapa tidak, para kimiawan Muslim telah berhasil menemukan sederet zat atau senyawa kimia yang sangat penting, sepertil asam klorida, asam nitrat, asam sitrat, asam asetat, alkohol, larutan aqua regia (dengan menggabungkan asam klorida dan asam nitrat) untuk melarutkan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, para ahli kimia Muslim juga telah memperkenalkan proses dasar sublimasi, penguapan, pencairan, kristalisasi, pembuatan kapur, penyulingan, pencelupan, pemurnian, sematan (fixation), amalgamasi, dan oksidasi-reduksi. Semua penemuan itu tentunya didukung dengan peralatan laboratorium yang canggih, pada zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli kimia Muslim pada golden age juga telah mewariskan sederet peralatan laboratorium yang hingga kini masih tetap digunakan. Saintis Muslim seperti; Jabir Ibnu Hayyan alias Geber,? al-Khazini, al-Biruni, Ibnu Sina, dan Muhammad ibnu Zakariya al-Razi telah menciptakan beragam peralatan laboratorium yang sangat penting bagi pengembangan ilmu kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah peralatan laboratorium yang diwariskan para ilmuwan Muslim itu antara lain, alembic, conical measure, hidrostatic balanca, teelyard, laboratory flask, pycnometer, refrigerated coil, refrigerated tubing, termometer,? air termometer, peralatan untuk mengolah obat-obatan dan peralatan untuk melelehkan zat-zat? atau bahan-bahan kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alembic&lt;br /&gt;Merupakan alat penyulingan yang terdiri dari dua tabung yang terhubung.? Tabung kimia ini pertama kali ditemukan Jabir Ibnu Hayyan (721 M - 815 M). Sejarawan sains memperkirakan, Jabir? menemukan alat iitu pada abad ke-8 M. “Ini merupakan alat penyulingan pertama,”? papar? Durant. Ensiklopedia Hutchinson, menyebut alembic sebagai alat penyulingan pertama yang digunakan untuk memurnikan seluruh zat kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Conical Measure (Tabung Ukur)&lt;br /&gt;Marshall Clagett dalam karyanya The Science of Mechanics in the Middle Ages, mengatakan,? conical measure merupakan? peralatan laboratorium yang ditemukan Abu Raihan al-Birunii( 973? M- 1048 M) pada abad ke- 11 M.? M Rozhanskaya and IS Levinova dalam tulisannya bertajuk Statics juga menyatakan bahwa conical measure pertama kali ditemukan al-Biruni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Wikipedia dijelaskan bahwa conical measure adalah salah satu peralatan laboratorium yang terbuat dari bahan kaca? berupa? sebuah cangkir berbentuk kerucut dengan torehan di atasnya yang berfungsi untuk memudahkan penuangan cairan. Di bagian samping terdapat tanda-tanda ukuran untuk mengukur isi cairan.&lt;br /&gt;Hydrostatic Balance dan Steelyard&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robert E Hall dalam karyanya berjudul Al-Khazini: Dictionary of Scientific Biography, mengungkapkan, bahwa hydrostatic balance (keseimbangan hidrostatis) dan Steelyard (timbangan gantung) ditemukan Al-Khazini yang memiliki nama lengkap Abd al-Rahman al-Khazini (1115 M -1130 M)? pada 1121 M.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laboratory Flask&lt;br /&gt;Menurut Robert E Hall Laboratory Flask atau Botol Laboratorium pertama kali diperkenalkan? al-Biruni.? Botol atau termos laboratorium itu biasanya terbuat dari kaca bening. Botol itu digunakan untuk menampung cairan yang akan digunakan atau diuji di laboratorium. Selain itu, alat ini juga digunakan untuk? mengukur isi bahan kimia, mencampur, memanaskan, mendinginkan, menghancurkan, mengendapkan, serta mendidihkan (dalam penyulingan) zat-zat kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pycnometer&lt;br /&gt;Pycnometer merupakan peralatan laboratorium yang digunakan untuk mengukur berat jenis atau volume caiaran secara akurat.? Alat ini juga ditemukan al-Biruni. Hingga kini, peralatan laboratorium yang diwariskan peradaban Islam itu masih digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrigerated coil and Refrigerated Tubing&lt;br /&gt;Menurut Vicki Pitman dalam karyanya bertajuk Aromatherapy: A Practical Approach, Nelson Thornes, pada abad ke-11 M, Ibnu Sina telah menemukan refrigerated coil atau lingkaran pendingin yang berfungsi untuk, yang memadatkan uap wangi. Richard Myers, dalam bukunya The Basics of Chemistry, Greenwood Publishing Group juga mengakui bahwa lingkaran atau tabung pendingin itu pertama kali diperkenalkan Ibnu Sina .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini merupakan sebuah terobosan dalam teknologi penyulingan dan Ibnu Sina menggunakannya dalam proses penyulingan dengan uap air panas, yang membutuhkan tabung pendingin untuk memproduksi minyak esensial,”? papar Marlene Ericksen dalam karyanya Healing with Aromatherapy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termometer&lt;br /&gt;Robert Briffault dalam bukunya The Making of Humanity, menjelaskan bahwa termometer ditemukan oleh Ibn Sina (980 M - 1037 M)? pada abad ke-11 M.. Termometer adalah sebuah alat untuk mengukur temperatur/suhu dengan berbagai jenis prinsip yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan untuk Pengolahan Obat-obatan&lt;br /&gt;Georges C Anawati, dalam karyanya Arabic alchemy, mengungkapkan, al-Razi) merupakan penemu pertama peralatan untuk pengolahan obat-obatan. “Muhammad ibnu Zakariya Razi (Rhazes) adalah orang pertama yang menjelaskan peralatan untuk pengolahan obat-obatan,” tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peralatan untuk Melelehkan Bahan&lt;br /&gt;Al-Razi dalam Secretum secretorumnya, menjelaskan beberapa peralatan yang dibuatnya untuk melelehkan zat kimia (li-tadhwib). Itulah beberapa peralatan laboratorium yang diwariskan para ilmuwan Muslim bagi pengembangan sains modern. Kontribusi ilmuwan Muslim sungguh begitu besar bagi kemajuan peradaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya yang mereka ciptakan mampu mengubah dunia. Tanpa kontribusi dan jasa mereka, barangkali dunia tak akan maju seperti sekarang ini. Berkat peralatan laboratorium itu, peradaban manusia mampu melakukan revolusi di bidang kimia, fisika dan farmasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Penemu Peralatan Laboratorium&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jabir Ibnu Hayyan&lt;br /&gt;Jabir Ibnu Hayyan ditabalkan sebagai ”Bapak Kimia Modern”.? Dalam bidang kimia, prestasi dan pencapaiannya terekam dengan baik lewat buku-buku yang ditulisnya. Tak kurang dari 200 buku berhasil ditulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak 80 judul buku di antaranya mengupas hasil-hasil eksperimen kimia yang dilakukannya. Buku-buku itu sungguh amat berpengaruh hingga sekarang. Secara khusus, ia mendedikasikan sekitar 112 buku lainnya bagi Barmakid, sang guru, yang juga pembantu atau wazir Khalifah Harun ar-Rasyid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku itu ditulis dalam bahasa Arab. Pada abad pertengahan, orang-orang Barat mulai menerjemahkan karya-karya Jabir itu ke dalam bahasa Latin, sehingga menjadi rujukan para ahli kimia di Eropa. Tak kurang dari 70 buku karya Jabir telah ialihbahasakan ke dalam bahasa Latin pada abad pertengahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu yang terkenal adalah?Kitab al-Zuhra yang diterjemakan menjadi Book of Venus, serta Kitab al-Ahjar yang dialihbahasakan menjadi Book of Stones.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Al-Razi&lt;br /&gt;Terlahir di Rayy, Provinsi Khurasan dekat Teheran tahun 864 M, al-Razi dikenal? sebagai seorang dokter dan ahli kimia yang hebat. Sejatinya, ilmuwan Muslim? yang dikenal Barat sebagai Rhazes itu bernama lengkap Abu Bakar Muhammad ibnu Zakariya. Al-Razi muda yang dikenal amat gemar memainkan harpa sudah mulai jatuh hati pada ilmu kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menimba ilmu dari Ali ibnu Rabban al-Tabari (808 M) - seorang dokter? sekaligus filosof. Sang gurulah yang telah melecut minat Rhazes untuk menekuni dua bidang ilmu yakni kedokteran dan filsafat. Hingga kelak, dia menjadi seorang filosof, dokter dan ahli kimia yang amat populer di zamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Razi merupakan ilmuwan yang sangat produktif. Tak kurang dari 200 buku? berhasil dituliskannya. Kitabnya yang paling terkenal dan fenomenal adalah? Kitab Al Mansur, Kitab Al Hawi, Kitab Al Asrar atau ‘Kitab Rahasia’.? hri/des&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-6559379687907094398?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/6559379687907094398/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/peralatan-laboratorium-warisan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6559379687907094398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6559379687907094398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/peralatan-laboratorium-warisan.html' title='Peralatan Laboratorium Warisan Peradaban Islam'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-706122288656978417</id><published>2009-06-18T06:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T07:11:40.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Bintang-Bintang di Langit</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yDLSIi7PTSc/SjpLB2cTEGI/AAAAAAAAASM/kKSAY5x6rSQ/s1600-h/imagesllllllll.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 115px; height: 115px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yDLSIi7PTSc/SjpLB2cTEGI/AAAAAAAAASM/kKSAY5x6rSQ/s320/imagesllllllll.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348670002622042210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kadang ada masanya bahan2 elektronik di rumah menjadi agak menjemukan. TV, Tape, VCD, Komputer, Playstation ada kalanya bukan jawaban untuk menceriakan hati. Itulah yang gw rasakan. Malam ini agak malas rasanya menyentuh keyboard komputer. Biasanya jam segini udah me-login-in yahoo massanger dan meluncur ke room nusantara chat 6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng-iseng duduk di beranda sambil ngeteh asyik juga. Cuaca cukup cerah dan panas. Diatas sana para 'selebritis' langit seperti bulan bintang pada unjuk wajah. Banyak sekali bintang seakan bertindihan satu sama lainnya. Indah sekali. Secara sepintas pikiranku melayang ke arah hutan sana dimana para hewan-hewan makhluk Allah bercengkerama antara satu dan lainnya di bawah sinaran purnama. Kemudian pikiranku terbang ke arah pinggiran sana. Di bagian pesisir, perkampungan para nelayan yang tidak memiliki Listrik apalagi PLN. Pasti orang-orang disana sedang bersuka ria melihat cerahnya langit seperti ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya.. Pemandangan langit malam yg seperti ini sangat Indah Sekali,.. Subhanallah, Bagaikan permata yang menghiasi langit malam. Tetapi, pernahkah terpikir olehmu, untuk apa diciptakan bintang-bintang di langit itu? Apa hikmahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat langit seperti ini membuat aku kembali mengingat beberapa Kalam Allah dalam Surat Al-Mulk ayat 5 : "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan sungguh Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar setan&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Surat Ash-Shaaffaat ayat 6-8: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan yaitu bintang-bintang, dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaithon yang sangat durhaka, syaithon-syaithon itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru&lt;/span&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga wasiat Rasul Al-Mustafa didalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahihnya, bahwa Qotadah rahimahullah mengatakan: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Allah menciptakan bintang-bintang ini, untuk tiga hikmah yaitu sebagai hiasan di langit, sebagai alat pelempar syaithon, dan sebagai tanda-tanda untuk penunjuk (arah dan sebagainya). Karena itu, barang siapa dalam masalah ini berpendapat selain tersebut, maka dia telah salah dan menyia-nyiakan nasibnya serta membebani diri dengan hal yang di luar batas kemampuannya"&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah,,Keindahan dan pesona alam adalah samudera zikir yang sangat lebar. Betapa besar keagungan-Nya, dan betapa Dia Maha Pecinta Keindahan. Malam ini hikmah keindahan bintang-bintang di langit benar2 menyejukkan hatiku... .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-706122288656978417?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/706122288656978417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/bintang-bintang-di-langit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/706122288656978417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/706122288656978417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/bintang-bintang-di-langit.html' title='Bintang-Bintang di Langit'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yDLSIi7PTSc/SjpLB2cTEGI/AAAAAAAAASM/kKSAY5x6rSQ/s72-c/imagesllllllll.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-7416469813928824271</id><published>2009-06-18T06:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T06:53:46.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Bunga Bunga Kehidupan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_yDLSIi7PTSc/SjpG2qpkKFI/AAAAAAAAASE/HKX1TnhXn4w/s1600-h/imagese.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 87px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_yDLSIi7PTSc/SjpG2qpkKFI/AAAAAAAAASE/HKX1TnhXn4w/s320/imagese.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5348665412431390802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Salah satu keindahan yang Allah ciptakan untuk dapat dinikmati manusia adalah bertebarannya bunga-bunga cantik nan menyejukkan dengan aroma dan warna-warni yang tak membosankan. Apabila musim semi tiba, perlahan kelopak-kelopak bunga merekah seraya menyemai kecerahan hari. Kuning yang menghangatkan, kesejukkan yang ditawarkan dari warna putih, merah yang menyala-nyala membangkitkan gairah hidup, semua warna, semua aromanya mewarnai hidup menambah semerbak alam tempat berpijak.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya bunga-bunga yang demikian yang memang diperuntukkan untuk manusia (juga kumbang sang penikmat bunga tentunya), namun ada banyak bunga yang juga hadir menyemangati hidup, mengiringi langkah ini dan menjadikan hari-hari yang kita lewati begitu indah dan menyenangkan. Dari sekian melati yang bertebaran di bumi ini, ada satu yang terindah yang telah kita petik untuk ditanam di taman hati. Dipupuk dengan segenap cinta tanpa akhir, disirami oleh kasih sayang yang takkan habis dan dipelihara dengan segala bentuk pengorbanan yang tak kenal lelah, maka ia pun senantiasa menjadi bunga yang menyenangkan hanya dengan memandangnya, membasuh peluh, menghapus lelah ketika disentuh dan menyegarkan seluruh rongga dada ketika mengecupnya sehingga tercipta kedamaian dan ketenangan. Ya, istri atau suami yang sekarang menjadi pasangan jiwa kita adalah bunga kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari melati yang telah dipetik itu, mungkin kan datang Lily, Tulips, Mawar atau bunga-bunga lain yang semakin meramaikan taman hati ini dengan aroma khas dan warna yang membuat hidup terasa lebih indah. Keceriaan yang dihadirkan anak-anak selaku bunga-bunga kecil mampu menghiasharumi hati. Mereka, bunga-bunga kecil yang dengan keindahannya membuat kita selalu tersenyum, menjadi pelepas dahaga kedamaian dan pengobat rindu akan kehangatan. Dengan curahan kasih sayang yang tiada henti, sentuhan pendidikan yang tidak memenjarakan kebebasan berpikir dan memasung kreativitasnya, semoga tetap menjadikan mereka bunga-bunga yang dapat dibanggakan, bukan malah menjadi bunga-bunga liar yang berserakan di trotoar dan pinggir jalan. Dengan menghiasi hati mereka akan keagungan nama penciptanya, dan kemuliaan nama Rasulnya, akan menjadikan mereka bunga-bunga yang tak pernah kusut, layu atau bahkan hancur oleh terjangan angin, panas, hujan ataupun buasnya unggas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beranjak keluar melewati pagar, kita akan menemukan bunga-bunga lain yang tak kalah indahnya, mereka tersenyum dan menyapa dengan hangatnya. Seperti kita yang juga menjadi bunga kehidupan bagi mereka, bunga-bunga diluar pagar itupun hadir memberikan makna kebersamaan dan saling mencintai, memberi juga mengasihi sebagai saudara karena Allah. Jagalah kedekatan, binalah kebersamaan dengan bunga-bunga itu, karena mereka jugalah yang mungkin akan membantu, menolong dan meringankan beban berat ataupun terpaan badai kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebanyak apapun bunga yang kita miliki, jangan juga melupakan bunga-bunga yang telah melahirkan dan membesarkan kita menjadi bunga saat ini. Mungkin bunga-bunga itu sudah mulai layu, atau tangkainya sudah terkulai lemah. Jangan biarkan mereka semakin layu, sirami dengan air cinta meski yang kita miliki tak sebanding dengan air cinta yang pernah mereka curahkan. Jadilah kaki penyangga tangkainya agar kita tetap bisa melihatnya berdiri, segar dan melangkah berdampingan hingga Sang pencipta segala bunga menentukan kehendaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ada satu bunga, yang bersemayam paling dalam di lubuk hati ini, yang tak boleh kita biarkan tak tersirami oleh air yang tercipta dari rangkaian indah nama-nama Sang Pencipta segala bunga, dari berdiri, duduk dan sujud yang kita tegakkan, dari senandung-senandung yang menyuarakan ayat-ayat-Nya dan dari rasa berserahdiri akan segala kehendak dan ketentuan-Nya. Ialah bunga kehidupan utama yang tanpanya takkan berarti, takkan terasa indah, takkan menyejukkan aroma bunga lainnya, seindah dan seharum apapun bunga-bunga yang lain itu. Hingga jika bunga utama itu kuat, ia pun akan menguatkan diri ini sehingga teramat tegar menepis duri-duri kemaksiatan yang menyakitkan, atau unggas-unggas kejahatan agar menjauh dari taman hati ini. Dengan keindahan dan kedamaian yang kita tawarkan selaku bunga, kita dapat memperbanyak bunga-bunga baru untuk hadir dan bersama-sama saling menjadi bunga kehidupan di taman hati masing-masing. Wallahu ‘a’lam bishshowaab. (Abi Iqna, teruntuk bunga-bunga di taman hatiku)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-7416469813928824271?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/7416469813928824271/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/bunga-bunga-kehidupan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/7416469813928824271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/7416469813928824271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/bunga-bunga-kehidupan.html' title='Bunga Bunga Kehidupan'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_yDLSIi7PTSc/SjpG2qpkKFI/AAAAAAAAASE/HKX1TnhXn4w/s72-c/imagese.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-3809457252930260662</id><published>2009-06-02T07:06:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T07:07:15.819-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Teks Piagam Madinah</title><content type='html'>Preambule: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini adalah piagam dari Muhammad, Rasulullah SAW, di kalangan mukminin dan muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yatsrib (Madinah), dan yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1:&lt;br /&gt;Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komunitas) manusia lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2:&lt;br /&gt;Kaum Muhajirin (pendatang) dari Quraisy sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka dan mereka membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 3:&lt;br /&gt;Banu 'Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 4:&lt;br /&gt;Banu Sa'idah, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 5:&lt;br /&gt;Banu al-Hars, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 6:&lt;br /&gt;Banu Jusyam, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 7:&lt;br /&gt;Banu al-Najjar, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 8:&lt;br /&gt;Banu 'Amr Ibn 'Awf, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 9:&lt;br /&gt;Banu al-Nabit, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10:&lt;br /&gt;Banu al-'Aws, sesuai keadaan (kebiasaan) mereka, bahu-membahu membayar diat di antara mereka (seperti) semula, dan setiap suku membayar tebusan tawanan dengan cara yang baik dan adil di antara mukminin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 11:&lt;br /&gt;Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan orang yang berat menanggung utang di antara mereka, tetapi membantunya dengan baik dalam pembayaran tebusan atau diat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 12:&lt;br /&gt;Seorang mukmin tidak dibolehkan membuat persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya, tanpa persetujuan dari padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 13:&lt;br /&gt;Orang-orang mukmin yang takwa harus menentang orang yang di antara mereka mencari atau menuntut sesuatu secara zalim, jahat, melakukan permusuhan atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia anak dari salah seorang di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 14:&lt;br /&gt;Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang beriman lainnya lantaran (membunuh) orang kafir. Tidak boleh pula orang mukmin membantu orang kafir untuk (membunuh) orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 15:&lt;br /&gt;Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu saling membantu, tidak tergantung pada golongan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 16:&lt;br /&gt;Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang (mukminin) tidak terzalimi dan ditentang (olehnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 17:&lt;br /&gt;Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan Allah Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 18:&lt;br /&gt;Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus bahu-membahu satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 19:&lt;br /&gt;Orang-orang mukmin itu membalas pembunuh mukmin lainnya dalam peperangan di jalan Allah. Orang-orang beriman dan bertakwa berada pada petunjuk yang terbaik dan lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 20:&lt;br /&gt;Orang musyrik (Yatsrib) dilarang melindungi harta dan jiwa orang (musyrik) Quraisy, dan tidak boleh bercampur tangan melawan orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 21:&lt;br /&gt;Barang siapa yang membunuh orang beriman dan cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh, kecuali wali si terbunuh rela (menerima diat). Segenap orang beriman harus bersatu dalam menghukumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 22:&lt;br /&gt;Tidak dibenarkan bagi orang mukmin yang mengakui piagam ini, percaya pada Allah dan Hari Akhir, untuk membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman kepadanya. Siapa yang memberi bantuan atau menyediakan tempat tinggal bagi pelanggar itu, akan mendapat kutukan dan kemurkaan Allah di hari kiamat, dan tidak diterima daripadanya penyesalan dan tebusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 23:&lt;br /&gt;Apabila kamu berselisih tentang sesuatu, penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah 'azza wa jalla dan (keputusan) Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 24:&lt;br /&gt;Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 25:&lt;br /&gt;Kaum Yahudi dari Bani 'Awf adalah satu umat dengan mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal demikian akan merusak diri dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 26:&lt;br /&gt;Kaum Yahudi Banu Najjar diperlakukan sama seperti Yahudi Banu 'Awf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 27:&lt;br /&gt;Kaum Yahudi Banu Hars diperlakukan sama seperti Yahudi Banu 'Awf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 28:&lt;br /&gt;Kaum Yahudi Banu Sa'idah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu 'Awf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 29:&lt;br /&gt;Kaum Yahudi Banu Jusyam diperlakukan sama seperti Yahudi Banu 'Awf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 30:&lt;br /&gt;Kaum Yahudi Banu al-'Aws diperlakukan sama seperti Yahudi Banu 'Awf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 31:&lt;br /&gt;Kaum Yahudi Banu Sa'labah diperlakukan sama seperti Yahudi Banu 'Awf, kecuali orang zalim atau khianat. Hukumannya hanya menimpa diri dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 32:&lt;br /&gt;Suku Jafnah dari Sa'labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa'labah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 33:&lt;br /&gt;Banu Syutaybah (diperlakukan) sama seperti Yahudi Banu 'Awf. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu lain dari kejahatan (khianat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 34:&lt;br /&gt;Sekutu-sekutu Sa'labah (diperlakukan) sama seperti mereka (Banu Sa'labah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 35:&lt;br /&gt;Kerabat Yahudi (di luar kota Madinah) sama seperti mereka (Yahudi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 36:&lt;br /&gt;Tidak seorang pun dibenarkan (untuk perang), kecuali seizin Muhammad SAW. Ia tidak boleh dihalangi (menuntut pembalasan) luka (yang dibuat orang lain). Siapa berbuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia teraniaya. Sesungguhnya Allah sangat membenarkan (ketentuan) ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 37:&lt;br /&gt;Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya, dan bagi kaum muslimin ada kewajiban biaya. Mereka (Yahudi dan muslimin) bantu-membantu dalam menghadapi musuh Piagam ini. Mereka saling memberi saran dan nasihat. Memenuhi janji lawan dari khianat. Seseorang tidak menanggung hukuman akibat (kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada pihak yang teraniaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 38:&lt;br /&gt;Kamu Yahudi memikul biaya bersama mukminin selama dalam peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 39:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Yatsrib itu tanahnya "haram" (suci) bagi warga Piagam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 40:&lt;br /&gt;Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti diri penjamin, sepanjang tidak bertindak merugikan dan tidak khianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 41:&lt;br /&gt;Tidak boleh jaminan diberikan, kecuali seizin ahlinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 42:&lt;br /&gt;Bila terjadi suatu peristiwa atau perselisihan di antara pendukung Piagam ini, yang dikhawatirkan menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah 'azza wa jalla, dan (keputusan) Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah paling memelihara dan memandang baik isi Piagam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 43:&lt;br /&gt;Sungguh tidak ada perlindungan bagi Quraisy (Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 44:&lt;br /&gt;Mereka (pendukung Piagam) bahu-membahu dalam menghadapi penyerang kota Yatsrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 45:&lt;br /&gt;Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian serta melaksanakan perdamaian itu, maka perdamaian itu harus dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai seperti itu, kaum mukminin wajib memenuhi ajakan dan melaksanakan perdamaian itu, kecuali terhadap orang yang menyerang agama. Setiap orang wajib melaksanakan (kewajiban) masing-masing sesuai tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 46:&lt;br /&gt;Kaum yahudi al-'Aws, sekutu dan diri mereka memiliki hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung Piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh dari semua pendukung Piagam ini. Sesungguhnya kebaikan (kesetiaan) itu berbeda dari kejahatan (pengkhianatan). Setiap orang bwertanggungjawab atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah paling membenarkan dan memandang baik isi Piagam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 47:&lt;br /&gt;Sesungguhnya Piagam ini tidak membela orang zalim dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman, dan orang berada di Madinah aman, kecuali orang yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang yang berbuat baik dan takwa. Dan Muhammad Rasulullah SAW. (her/piagam madinah dan uud)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-3809457252930260662?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/3809457252930260662/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/teks-piagam-madinah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3809457252930260662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3809457252930260662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/teks-piagam-madinah.html' title='Teks Piagam Madinah'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-38693884495789275</id><published>2009-03-10T17:31:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T17:33:57.821-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Islam'/><title type='text'>Vatikan: Perbankan Barat Adopsi Sistem Syariah Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.worldbulletin.net/images/news/58469.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 250px; height: 192px;" src="http://www.worldbulletin.net/images/news/58469.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;ROMA (SuaraMedia) — Vatikan mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan. Vatikan bilang, perbankan dunia seharusnya melongok pada peraturan keuangan Islam untuk meningkatkan kembali kepercayaan para nasabahnya di tengah krisis global seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Prinsip yang beretika yang diusung perbankan Islam dapat mendekatkan pihak bank dengan para nasabahnya. Selain itu, spirit kejujuran harus tecermin dalam setiap jasa layanan yang diberikan,” demikian seperti yang tertulis dalam artikel harian Vatikan Osservatore Romano, Selasa (10/3) waktu setempat.&lt;br /&gt;bahwa sistem keuangan syariah yang mengedepankan etika bisa membawa para nasabah untuk kembali percaya pada sistem keuangan dan semangat dari makna layangan jasa keuangan yang sebenarnya. Untuk itu, bank-bank di negara-negara Barat seharusnya mengadopsi konsep syariah, misalnya konsep surat berharga syariah yang dikenal dengan sebutan Sukuk untuk jaminan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel itu menyebutkan, Sukuk bisa digunakan untuk membiayai industri otomotif atau membiayai pelaksanaan Olimpiade yang akan digelar di kota London. Pembagian keuntungan yang didapat dari Sukuk, bisa dijadikan alternatif untuk mendapatkan profit yang bisa membantu sektor otomotif dan investasi di bidang infrastruktur. Karena dalam konsep Sukuk, uang hanya diinvestasikan pada proyek-proyek yang konkrit dan keuntungannya dibagi rata pada semua pihak.&lt;br /&gt;Editor Obsservatore, Giovanni Maria Vian pada surat kabar Corriere della Sera mengatakan, setiap agama memiliki perhatian yang sama besar pada dimensi kemanusiaan dalam sektor perekonomian dan konsep ekonomi Islam sudah membuktikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Loretta Napoleoni dan Claudia Segre, Abaxbank Spa Fixed Income Strategist, dalam artikel tersebut menulis, perbankan barat dapat menggunakan sejumlah alat, seperti obligasi syariah yang lebih dikenal dengan sukuk sebagai jaminan (collateral). “Sukuk juga dapat digunakan untuk mendanai industri otomotif atau pekan Olimpiade di London nanti,” tulis mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pada 7 Oktober lalu, Paus Benedict XVI berpidato, konklusi dari hancurnya pasar finansial saat ini merefleksikan tidak ada yang abadi selain keberadaan Tuhan. Vatikan juga selalu menyoroti kondisi perekonomian global dan merilis sejumlah artikel yang mengkritik model pasar bebas yang banyak berdampak buruk dalam dua dekade terakhir ini. (kmp/erm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.suaramedia.com/ekonomi/vatikan-perbankan-barat-adopsi-sistem-syariah-islam.html&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-38693884495789275?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/38693884495789275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/03/vatikan-perbankan-barat-adopsi-sistem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/38693884495789275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/38693884495789275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/03/vatikan-perbankan-barat-adopsi-sistem.html' title='Vatikan: Perbankan Barat Adopsi Sistem Syariah Islam'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-5785129190050495858</id><published>2009-02-07T20:52:00.000-08:00</published><updated>2009-06-18T10:39:09.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sastra'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melayu'/><title type='text'>Makna sebuah Lagu Lancang Kuning</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;Lancang Kuning berlayar malam ...... Haluan menuju ke laut dalam ....... Kalau nakhoda kuranglah paham ........... Alamatlah kapal akan tenggelam.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Taukan lagu itu?? lagu khas Riau...!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Lancang Kuning itu adalah lagu rakyat yang sangat populer di Riau, negeri yang dijuluki Bumi Lancang Kuning. Dalam sebuah versi sejarah Melayu, kapal Lancang Kuning yang legendaris itu tenggelam di Tanjung Jati, perairan Bengkalis. Tak terurai dengan jelas apakah musibah itu akibat human error ataukah karena keganasan alam yang tak teratasi oleh kemampuan seorang anak manusia.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan lirik lagu itu jelas, tidak ada yang tersembunyi. Untuk melayarkan sebuah kapal, seorang nakhoda haruslah paham. Filosofi kapal Lancang Kuning berlayar malam ini, agaknya menjadi satu dari sekian banyak untaian butir kearifan Melayu yang melintasi zaman dan mengandung dimensi universal. Sampai kini, setiap kali, ketika kita berada dalam suatu proses pemilihan seorang pimpinan, entah itu Ketua RT, RW, Kepala Desa, Ketua Partai atau pemilihan seorang kepala pemerintahan, kita selalu diingatkan pesan Lancang Kuning ini. Hati-hati memilih pemimpin. Karena seorang pemimpin, kendati dalam konsep kepemimpinan Melayu hanya didulukan selangkah dan ditinggikan seranting, tapi hak dan kewajiban yang melekat padanya cukup besar. Seorang pemimpin, pada tingkatan apapun, tidak hanya mendapatkan hak-hak istimewa dibandingkan dengan mereka yang dipimpin, tetapi juga dipundaknya terletak tanggungjawab yang berat, yang merupakan amanah yang harus dipikulnya. Amanah itu bila dilaksanakan dengan baik dia akan menjadi berkah, namun bila disalahgunakan dia akan menjadi musibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa perumpamaannya sebuah kapal yang berlayar malam? Kenapa tidak sebuah kapal yang berlayar saja, tidak pakai siang dan malam? Namun agaknya itu pulalah yang menandakan keberpahaman orang-orang tua kita dulu, yang menciptakan syair lagu itu. Tentu tidak ada kaitannya dengan kapal penyelundup atau kapal perompak, sebuah stigma yang acapkali diberikan pada masyarakat tradisional di kepulauan. Sebuah kapal yang berlayar malam, dia tidak bersuluh benderang matahari tapi bersuluh kunang-kunang bintang di langit. Alpa membaca bintang alamatlah kapal akan kehilangan arah tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dewasa ini kita sedang dibuai oleh sepoi-sepoi angin demokrasi, ada yang menggugah bersuara lantang. Kita bukan hanya memilih seorang presiden, kita mencari sosok seorang pemimpin yang bisa menjadi superman, bisa menjadi hero bahkan superhero. "Kita memerlukan seorang pahlawan untuk menyelamatkan bangsa ini", ratap Anis Matta dalam bukunya "Mencari Pahlawan Indonesia". Kita mencari seorang pucuk pimpinan yang mampu membawa bangsa ini segera keluar dari keterpurukan dan segera berpacu dalam suatu langkah yang pasti menuju puncak. Kalau hanya sekadar mencari seorang presiden, kita sudah punya pengalaman dengan lima presiden. Masing-masing dengan kebesarannya, sebagaimana sms yang saya terima. Presiden Soekarno, adalah seorang pemimpin besar. Presiden Soeharto, jenderal besar. Presiden BJ Habibie, ilmuwan besar, Presiden Abdurrahman Wahid, ulama besar dan Presiden Megawati Soekarnoputri, memiliki nama besar. Terlepas dari jasa-jasa dan segala kelebihannya masing-masing, kelima presiden tersebut dianggap belum mampu memberikan suatu solusi yang tepat untuk membawa bangsanya ke puncak kejayaan. Bahwa beliau-beliau itu telah menorehkan sejarah, tentu tidak bisa dipungkiri. Dulu kita pikir, barangkali karena kita terlalu hemat memilih presiden, potensi tidak terangkat secara optimal; bayangkan, 53 tahun merdeka, kita baru memiliki dua orang presiden. Kita pun kemudian ngebut bongkar pasang presiden. Diharapkan dengan demikian kita akan segera mendapatkan apa yang kita cari, tapi ternyata belum juga. Oleh karenanya berbagai seminar, diskusi dan dialog diadakan untuk mencari sosok yang sesuai dengan tuntutan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemimpin pada dasarnya adalah seorang nakhoda. Dia dituntut harus mampu menakhodai kapalnya supaya selamat sampai ke pulau tujuan, tidak kurang sesuatu apapun. Dan untuk selamat sampai ke pulau tujuan, sang nakhoda haruslah paham, begitulah yang diajarkan kearifan Melayu. Seluruh kompetensi secara sederhana dihimpun dalam kata paham. Namun sesungguhnya bila kita renungkan lebih dalam, paham disini mengandung dimensi capability, capacity dan credibility, suatu persyaratan minimal untuk menjadi seorang nakhoda yang baik, yang tidak hanya tidak mencelakakan penumpang kapalnya, tetapi sekaligus mampu memberikan kesenangan kepada penumpangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capability, capable, kapabilitas, mengandung makna cakap, tanggap, tangguh. Seorang nakhoda harus mampu melayarkan kapalnya di tengah gelap gulita dengan hanya bersuluh bintang gemintang. Sang nakhoda harus mampu berlayar di tengah badai, tidak boleh mabuk diayun gelombang. Sekali layar terkembang berpantang surut ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Capacity, kapasitas, mengandung makna mampu. Sang nakhoda harus memiliki kemampuan untuk membaca bintang di langit, harus mengerti ilmu falak, menguasai navigasi, sehingga mampu mengarahkan haluan sesuai tujuan. Sang nakhoda harus mampu membaca arah dan mata angin, mampu mengukur tinggi gelombang dan mampu membaca laut berkarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Credibility, kredibilitas, mengandung makna dapat dipercaya. Di tangan nakhoda tergantung nasib dan nyawa ribuan penumpang. Memang benar nasib dan nyawa di tangan Tuhan, tapi bila Tuhan menggunakan otoritasnya, maka tetap saja yang bertanggungjawab adalah sang nakhoda. Sang nakhoda harus bisa dipercaya untuk tidak menyinggahkan kapalnya di pelabuhan yang tidak perlu, sebaliknya harus mampu mengendalikan dirinya untuk tidak sombong. Titanic adalah sebuah kapal yang tercanggih pada zamannya di awal abad 20. Kapal megah itu disebutkan tidak akan bisa tenggelam. Namun apa lacur, belum lagi genap satu malam berlayar dari Eropa menuju Amerika, kapal itu tenggelam ke dasar samudra Atlantik yang dingin membeku. Tidak kurang dari 1500 penumpangnya tewas. Nakhoda juga tidak boleh tergoda untuk menjadi bajak laut, kendati dia bisa kalau dia mau. Dengan bermodal kredibilitas, maka seribu lembar kontrak sosial pun tidak akan ia takuti. Karena apapun yang dilakukan oleh seorang pemimpin yang credible dan memiliki integritas, akan selalu dilandasi dengan itikad baik untuk kemaslahatan umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifan Lancang Kuning adalah kekayaan kearifan lokal yang universal, kearifan milik semua dan untuk semua. Banyak nakhoda yang pintar, tapi kita agaknya memerlukan nakhoda yang paham, yang berani menantang badai dan paham bagaimana melewatinya dengan selamat. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-5785129190050495858?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/5785129190050495858/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/02/makna-sebuah-lagu-lancang-kuning.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5785129190050495858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5785129190050495858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/02/makna-sebuah-lagu-lancang-kuning.html' title='Makna sebuah Lagu Lancang Kuning'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-4536885287957102494</id><published>2009-02-01T09:07:00.000-08:00</published><updated>2009-02-01T09:09:32.453-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tidak Terkategori'/><title type='text'>Mengenang Rantisi</title><content type='html'>&lt;a href="http://farm1.static.flickr.com/175/462630213_bfbcecdcbe_m.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 182px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://farm1.static.flickr.com/175/462630213_bfbcecdcbe_m.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Banyak dokter di muka bumi dengan berbagai macam keahlian dan spesialisasinya, tetapi sedikit sekali di antara mereka yang hafal Al-Qur’an dan merindukan syahid di jalan Allah, di antara yang sedikit itu adalah dokter Abdul Aziz Rantisi. Dokter Abdul Aziz Rantisi lahir pada tanggal 23 Oktober 1947 di desa Bina, terletak di antara Askalan dan Yafa. Memiliki nama lengkap Abdul Aziz Ali Abdul Hafidz Ar Rantisi merupakan seorang dokter spesialis anak yang pernah bertugas di Rumah Sakit Naser, di lingkungan Kamp Khan Yunis, Jalur Gaza pada tahun 1976.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau aktif disejumlah organisasi dintaranya sebagai anggota Komite Islam, Organisasi Kedokteran Arab di Jalur Gaza. Menjadi dosen di Universitas Islam Gaza sejak dibuka pada tahun 1987 dengan memberikan mata kuliah Ilmu Genetik dan Parasit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abdul Aziz Rantisi merupakan murid dari Syekh Ahmad Yasin, tokoh spiritual, qiyadah/ pemimpin pejuang Palestina melawan penjajah Zionis Israel di abad modern ini. Di bawah bimbingan Syekh Yasin, Abdul Aziz Rantisi dapat memahami arti kehidupan dan perjuangan untuk meraih kesuksesan/ keberuntungan yang sesungguhnya, tegar dalam menghadapi cobaan, tidak terbuai dengan godaan dunia dan yang lebih penting lagi adalah bercita-citanya untuk mati syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pernah dipenjara ditahanan Kaffar Yunah bersama Sang Guru, Syekh Ahmad Yasin dan beberapa pejuang Palestina lainnya dari Hamas. Di penjara tersebut Abdul Aziz Rantisi melakukan muraja’ah (mengulang) Al-Qur’an yang sudah hafal diluar kepalanya sejak tahun 1990. Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merealisasikan cita-citanya untuk mati syahid, selain berdo’a, beliau berjuang dengan ikhlas, tidak cinta dunia, tidak takut kepada siapapun kecuali kepada Allah, tidak mau kompromi dengan Zionis Israel, penjajah yang akan menghancurkan masjid Al-Aqsha, kiblat umat Islam pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Syekh Ahmad Yasin syahid, Senin, 22 Maret 2004 karena dirudal penjajah Zionis Israel. Maka estafeta/ kelanjutan tampuk qiyadah/ kepemimpinan Hamas diembannya dengan penuh tanggung jawab dan amanah. Beliau sebagai qiyadah/pemimpin pengganti Syekh Ahmad Yasin sangat hati-hati terhadap uang atau materi dan amanah merupakan bagian dari hidupnya, sehingga beliau ditsiqahi (dipercaya) oleh pengikut dan pendukungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kata-kata hikmah yang menjelaskan Tiada Tsiqah Tanpa Amanah, artinya bagaimana mungkin seseorang akan tsiqah (percaya) kalau orang yang diberi amanah apalagi sebagai qiyadah/ pemimpin dalam bermuamalah dengan anggota atau umat tidak amanah, berbohong, bersilat lidah untuk memperkaya diri atau menyelamat diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syekh Abu Bakar Al-‘Awawidah, anggota Rabithah Ulama Palestina di Suriah ketika berkunjung ke Indonesia, tepatnya hari Jum’at, 28 September 2007/17 Ramadhan 1428H bercerita kepada penulis tentang saat-saat terakhir kehidupan dr. Abdul Aziz Rantisi setelah dihantam roket penjajah Zionis Israel, Ketika badannya dipenuhi darah, kondisi sudah mulai agak lemah, beliau (Abdul Aziz Rantisi) menunjuk ke kantong celananya, pengawalnya tidak paham apa maksudnya, setelah tangan pengawalnya dimasukkan ke kantong celana dr. Abdul Aziz Rantisi tampaklah beberapa uang, dr. Abdul Aziz Rantisi dengan kondisi tubuh yang sudah lemah meyampaikan pesan kepada pengawalnya, berikan uang tersebut kepada si fulan, Subhanallah, Allah memberikan kesempatan dan peluang kepada dr. Abdul Aziz Rantisi untuk meninggalkan dunia tanpa beban dan hutang serta menunaikan amanah untuk disampaikan kepada yang berhak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan sehari sebelum dihantam roket penjajah Zionis Israel, beliau sudah mengambil uang tabungan gajinya selama mengajar di Universitas Islam Gaza dan menghitung hutang yang akan dilunasinya. Termasuk beliau memberikan bantuan untuk biaya pernikahan anaknya, Ahmad. Setelah itu beliau berkata, ”Sekarang, jika saya menemui Tuhanku, maka aku dalam keadaan bersih. Saya tidak memiliki apa-apa dan tidak ada tanggungan apa-apa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Sabtu, 25 Shafar 1425/ 17 April 2004, dokter yang rindu syahid, dr. Abdul Aziz Rantisi dihantam rudal zionis Israel, Innalillahi wainna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali), QS: Al-Baqarah/ 2: 156, maka tercapailah keinginannya seperti kalimat yang pernah dia ucapkannya: Kita akan mati suatu hari nanti, tiada apa yang dapat mengubahnya. Jika maut disebabkan Apache (helikopter tempur buatan Amerika) atau serangan jantung, saya lebih rela memilih Apache..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezki.(QS: Ali Imran/3: 169). H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-4536885287957102494?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/4536885287957102494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/02/mengenang-rantisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4536885287957102494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4536885287957102494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/02/mengenang-rantisi.html' title='Mengenang Rantisi'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://farm1.static.flickr.com/175/462630213_bfbcecdcbe_t.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-4827147101504704131</id><published>2009-02-01T08:50:00.001-08:00</published><updated>2009-06-18T10:39:09.050-07:00</updated><title type='text'>Ma'rifatul Insan (Mengenal Diri Manusia)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;I. Mukadimah (Pendahuluan)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menciptakan manusia ke dunia mempunyai maksud tertentu, yakni selain agar beribadah kepadaNya diamanatkan sebagai Khalifah Fil Ardhi sehingga tercipta masyarakat yang tentram serta sejahtera. Akan tetapi tugas yang diamanatkan kepada Al-Insan (manusia) sering kali dimanipulasikan sesuai kehendak hawa nafsu syaitan,sehingga fungsi sebagai khalifah tidak dapat dilaksanakan dengan sebenar-benarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya, jika setiap manusia memahami akan maksud diciptakan Allah SWT ke dunia ini, maka segala gerak langkahnya selalu disesuaikan dengan syariat dinullah. Tujuan diciptakan manusia secara argumen yang ditegaskan Allah SWT seperti firmanNya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu." (QS.51:56). Dengan penjelasan firman Allah SWT tersebut sudah jelas dan tegas apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia dalam kehidupan sehar-hari, yaitu penghambaan secara totalitas kepada Al-Khaliq.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui dalam realita kehidupan sehari-hari penyimpangan hampir tidak dapat dihindarkan dari perbuatan manusia, karena dunia sekuler lebih dominan dibandingkan dengan hakekat kebesaran Allah SWT,sebagai penguasa tunggal. Terjajahnya oleh bentuk kezaliman pada dasarnya terdapat peluang yang dimiliki oleh manusia, yakni berupa da'fu iman (lemah iman). Terdapatnya da'fu iman jika dibiarkan hidup pada diri seseorang akan memudahkan operasinya kelompok syaitan dengan leluasa. Karena para syaitan mempunyai komitmen untuk menghancurkan umat manusia dengan wasail (sarana) serta berbagai arah pengerti penegasan Allah SWT: "Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." (QS.7:17).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari secara cermat, bahwa aktivitas syaitan seperti ditegaskan oleh Allah SWT melalui ayat di atas, sebuah gerakan yang akan dijalankan secara istimariyah sampai pada suatu keberhasilan tertentu yaitu menciptakan manusia mungkar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Sifatul Insan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hilangnya penyadaran manusia terhadap asal serta tujuan diciptakan oleh Allah SWT adalah konsekuensi tidak ma'rifah (mengenal) terhadap dirinya. Sehingga menjadikan hidupnya tanpa memperhatikan norma-norma yang seharusnya dipatuhi. Dalam kaitan ini perlu direnungkan pepatah yang menyebutkan: "man a'rafa nafsah faqad a'rafa rabbah, maknanya "Barang siapa mengenal dirinya niscaya mengenal Rabbnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sangat wajar jika di kalangan ummat kurang menyadari hakekat untuk apa diri ini diciptakan dan harus bagaimana melakukan aktivitas di dunia, karena tidak mengenal akan dirinya sendiri. Padahal manusia diciptakan lebih mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya, yakni diberikan akal. Hanya masalahnya, akal itu tidak difungsikan sebagaimana seharusnya sesuai dengan petunjuk dari Sang Khaliq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran manusia yang tidak memfungsikan akal seperti aturannya telah ditegaskan Al-Quran: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS.7:179).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal dalam arti yang sebenarnya akan mampu mengarahkan maupun mengondisikan dirinya, jika setiap insan telah ma'rifah secara jujur. Ma'rifah seperti yang disinggung di atas, sebuah tugas yang sepenuhnya tanggung jawab setiap insan, lebih-lebih keterkaitannya dengan Al-Khaliq (hablum minallah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akal berfungsi, maka reaksi pemahaman tentangakan penciptaan alam pun dapat dikenalnya kemudian mengerti jalan yang harus ditempuh. Dan Allah SWT, memberikan dua jalan yang disodorkan kepada manusia untuk dipilihnya seperti firmanNya: "Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan." (QS.90:10). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dua jalan yang dimaksud secara transparan disinggung pada firman lain yaitu: "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya (QS.91:8). Dua jalan yang tersedia ketentuan final adalah diserahkan kepada setiap orang untuk memilihnya, dan tentunya akan membawa konsekuensinya atas pilihannya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Jalan Taqwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika pilihan setiap manusia jatuh ke jalan ketaqwaan sudah dapat dibayangkan nilai akhir akan sampai kepada sebuah kemenangan yang hakiki. Diraihnya suatu kemenangan melalui aktivitas yang berat, tetapi atas dasar nilai-nilai ketaqwaan (ketaatan) itu, keberhasilan menyertainya. Secara tegas Allah SWT menyatakan ketaqwaan seseorang akan sampai kepada kemenangan: "Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan bertaqwa kepada Allah dan RasulNya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepadaNya maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." (QS.24:52).&lt;br /&gt;Untuk sampai ke arah kemenangan, sewajarnya setiap manusia mencari jalan dengan maksimal yang disertai sesuai ketentuan syari'at Islam. Maka jawaban yang tepat mencapainya, ustadz Dr. Abdullah Nasih Ulwan melalui sebuah kitab berjudul "Ruhaniyatud-Da'iah" memberikan cara mencapai ketaqwaan. Bahwa terdapat beberapa marhalah (langkah) yang perlu dilalui untuk menuju taqwa yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mu'ahadah&lt;br /&gt;Langkah awal yang harus dilakukan setiap orang merenungkan mu'ahadah (mengingat perjanjian) terhadap Allah SWT, maupun terhadap dirinya sendiri. Aktivitas shalat yang dijalankan sehari semalam jika dipahami dengan benar, adalah indikator janji kepada Allah SWT, kemudian disebutnya al-ibadah ritual. Akan tetapi shalat yang dijalankan kurang dipahami sebagai aspek perjanjian (bai'at) sehingga tidak mampu mengubah sikap dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kaitan ini Dr.Abdullah Nasih Ulwan memberi metode cara mu'ahadah yakni hendaklah seseorang mukmin berkhlwat (menyendiri) antara dia dan Allah untuk mengintrospeksi diri seraya mengatakan pada dirinya: "Wahai jiwaku, sesungguhnya kamu tidak berjanji kepada Rabbmu setiap hari di saat kamu berdiri membaca "iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in."&lt;br /&gt;Janji itulah yang selalu keluar dari lisan maupun qalbu seorang muslim setiap melakukan shalat, dengan demikian, seharusnya ditepati sehingga terhindar dari stempel munafik. Padahal Allah SWT menekankan agar setiap orang menepati janji yang telah dibuatnya: "Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji...." (QS.16:91). Kurang memperhatikan dengan perjanjian yang keluar dari lisan seseorang, jika tidak ditepatinya dapat menggugurkan jati diri kemuslimannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Muraqabah&lt;br /&gt;Makna muraqabah adalah terpatrinya perasaan keagungan Allah Azza wa Jalla di setiap waktu dan keadaan serta merasakan kebesaranNya di kala sepi ataupun ramai. Kuatnya kebersamaan dengan Allah SWT dapat menumbuhkan sikap yang selalu berhati-hati dalam berbuat, artinya akan senantiasa disesuaikan dengan aturan syariat. Jika keberadaan seperti ini berjalan secara istimrariyah (berkesinambungan) sudah dapat dipastikan kelak akan lahir pribadi-pribadi yang hanif.&lt;br /&gt;Sikap muraqabah digambarkan oleh Nabi Muhammad SAW, ketika menjelaskan kata ihsan: "Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya, dan jika memang kamu tidak melihatNya, maka sesungguhnya Allah melihat kamu." Sikap seperti ini di jaman modern sangat dibutuhkan sebagai pengendali udara materialistis yang dapat merusak sendi-sendi keimanan seseorang. Pengendalian melalui muraqabah lebih jauh akan mampu menciptakan tatanan masyarakat yang aman tentram (betul-betul terkendali).&lt;br /&gt;Pelaksanaan muraqabah dimulai ketika akan dimulai saat akan melakukan suatu pekerjaan dan di saat mengerjakannya, hendaknya setiap orang mengoreksinya, apakah telah sesuai dengan aturannya atau sebaliknya. Sehingga ketika sampai pada suatu waktu tertentu akan terlihat, lebih-lebih bertemu dengan kegagalan. Mengapa terjadinya suatu kegagalan, padahal menurut perasaan melakukannya secara maksimal. Inti muraqabah tercermin melalui firman Allah SWT: "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan melihat pula perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud." (QS.26:218-219).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Muhasabah&lt;br /&gt;Jika merenungkan apa yang disampaikan Umar Al-Farq r.a., tentang makna muhasabah (introspeksi diri) yaitu: "Hisablah (nilailah) diri kalian sebelum kalian dihisab (dinilai), timbanglah diri kalian sebelum ditimbang, dan bersiap-siaplah untuk pertunjukan yang agung (hari kiamat)." Di hari itu kamu dihadapkan kepada pemeriksaan, tiada yang tersembunyi dari amal kalian barang satu pun. Kesalahan yang sering terjadi di kalangan manusia melarikan diri dari sikap muhasabah, sehingga melemahkan untuk meningkatkan prestasi ibadah, karena merasa sudah berhasil. Lebih jauh lagi hakikat muhasabah seharusnya seorang mukmin memperhatikan modal, keuntungan, dan kerugian, agar ia dapat mengontrol apakah dagangannya bertambah atau menyusut. Yang dimaksud modal di sini adalah Islam secara keseluruhan, mencakup segala perintah, larangan, tuntutan, dan hukum-hukumnya. Sedangkan pengertian laba adalah melaksanakan ketaatan dan menjauhi larangan. Kemudian yang dimaksud kerugian adalah melakukan perbuatan pelanggaran (dosa). Allah SWT memberikan acuan yang berkaitan dengan muhasabah seperti firmanNya: "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS.59:18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mu'aqabah&lt;br /&gt;Dalam setiap pekerjaan akan berhadapan dengan sebuah perbuatan kesalahan walaupun mungkin ada yang bersifat sengaja atau karena alpa. Ketika berhadapan dengan perbuatan kesalahan yang dilakukan secara sengaja perlu diambil sanksi (mu'aqabah). Namun ajaran Islam yang agung telah memberikan uswah, walaupun perbuatan kesalahan karena alpa sebagai pendidikan adanya tindakan mu'aqabah. Hal ini dapat dilihat dari riwayat, bahwa Uman bin Khatab ra., pergi ke kebunnya. Ketika pulang didapatinya orang-orang sudah selesai melaksanakan shalat Ashar. Maka beliau berkata: "Aku pergi hanya untuk sebuah kebun, aku pulang orang-orang sudah shalat Ashar...kini kebunku aku jadikan shadaqah buat orang-orang miskin."&lt;br /&gt;Ibrah yang dapat diambil dari riwayat shahabat, Umar bin Khatab ra bahwa kesadaran untuk mengakui kesalahan atas perbuatan dirinya kemudian diterapkan mu'aqabah secara konsekuen akan membawa dampak positif. Dalam pengertian, dapat dijadikan panutan orang lain, lebih-lebih jika dijadikan panutan oleh para elit kekuasaan. Sekaligus menerapkan aturan hukum diterapkan kepada siapapun tanpa kecuali, bukan perilaku rejim yang menerapkan norma kesewenangan. Pemberian sanksi diberikan atas dasar keadilan yang diberikan Allah SWT setelah sebelumnya diberikan peringatan agar berjalan di wilayah Al-Haq: "....dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan....(QS.2:195). Demikian juga di tempat terpisah Allah SWT mengingatkan manusia supaya waspada yaitu: "....dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu." (QS.4:29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mujahadah&lt;br /&gt;Kerja keras secara maksimal merupakan tahapan yang harus diupayakan untuk mencapai keberhasilan. Karena sesuatu yang mustahil kesuksesan didapat tanpa melalui perjuangan dengan sungguh-sungguh dan itulah kemudian disebugt mujahadah (optimalisasi). Secara terminologi makna mujahadah yakni apabila seorang mukmin terseret dalam kemalasan, santai, cinta dunia dan tidak lagi melaksanakan amal-amal sunnah serta ketaatan yang lainnya tepat pada waktunya, maka ia harus memaksa dirinya melakukan amalan-amalan sunnah lebih banyak dari sebelumnya. Kemudian dalam kaitan ini, ia harus tegas, dan penuh semangat sehingga pada akhirnya ketaatan merupakan kebiasaan yang mulia bagi dirinya dan menjadi sikap yang melekat pada dirinya.&lt;br /&gt;Secara tersurat dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman: "Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS.29:69). Bentuk mujahadah yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW diperlihatkan ketika menghadapi akhir ramadhan seperti sabdanya: "Apabila Rasulullah memasuki sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, beliau menghidupkan malam (dengan ibadah), membangunkan keluarganya bersungguh-sungguh dan mengencangkan ikat pinggang." (HR.Bukhari Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Taskiyatun Nafs&lt;br /&gt;Jika marhalah dalam mencapai ketakwaan dilaksanakan secara maksimal, maka akan melahirkan orang-orang yang senantiasa mengadakan tazkiyatun nafs (pembersihan diri) setiap saat. Tazkiyatun nafs sebagai konsekuensi logis tercapainya situasi ketakwaan kepada Allah SWT yang merupakan cita-cita setiap mukmin.&lt;br /&gt;Karena itulah Allah SWT menegaskan dalam kitab suci Al-Quran: "Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata." (QS.62:2). Syamarah (buah) dari tazkiyatun nafs akan tampak dalam perilaku seseorang diantaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Selalu Bersyukur&lt;br /&gt;Mensyukuri nikmat Allah yang diberikan kepada seseorang adalah perbuatan mulia, tetapi banyak diantara orang sulit melaksanakannya karena melupakan nilai nikmat yang sangat besar telah diberikan oleh Allah SWT, kecuali orang-orang yang selalu mengadakan tazkiyatun nafs terhadap dirinya sendiri. Sehingga menurut pandangan yang digariskan oleh Allah sWT dengan bersyukur kepadaNya kenikmatan pun berlipat ganda seperti firmanNya: "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih." (QS.14:7). Maka pengaruh dari tazkiyatun nafs akan membekas pada seseorang dengan kegiatan selalu melakukan syukur terhadap Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersabar&lt;br /&gt;Sikap sabar pun hanya akan abadi dalam jiwa seseorang yang selalu dihidupi oleh tazkiyatun nafs,sehingga melahirkan sikap di bawah monitor Al-Haq. Artinya sikap yang keluar ketika menghadapi ujian maupun cobaan hidup akan dihadapi penuh kesabaran serta keimanan kepadaNya. Di samping itu Allah SWT menyertai terhadap orang-orang yang mampu mempergunakan pakaian kesabaran dalam menjalani kehidupan baik pada kondisi suka maupun duka: "Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS.2:153).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terutama dalam menghadapi zaman yang serba materialistis disertai oleh budaya pembaratan, jika hilangnya pakaian kesabaran, maka hidup akan terasa "gerah". Dan telah tampak bukti-bukti yang ada di hadapan mata, betapa kekerasan disertai kriminalitas salah satu penyebabnya pengaruh sosial. Maka orang di sebelah seberang membuat analisis akibat jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, sehingga menimbulkan krisis moral maupun meningkatnya kriminalitas.&lt;br /&gt;Apabila memperhatikan kondisi yang serba panas, terlihat dengan jelas bahwa nilai kesabaran terlemparkan sejauh mungkin. Padahal, sabar sebuah ruh yang harus dijadikan pola hidup oleh orang-orang beriman kepada Allah SWT, RasulNya maupun hari akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pemaaf&lt;br /&gt;Konsekuensi tertanamnya tazkiyatun nafs, juga dapat melahirkan orang-orang yang mampu menahan amarah dan membentuk perilaku pemaaf. Karena dalam udara penuh emosional sulit orang mampu mewujudkan jiwa yang suka memaafkan terhadap kesalahan pihak lain. Sesungguhnya menurut pandangan Islam nilai pemaaf merupakan hasil penataan dari keimanan seseorang. Oleh karenanya Allah SWT mengabadikan dalam Al-Quran: "...dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS.3:134).&lt;br /&gt;Begitu urgensinya seorang mukmin harus mampu menahan amarahnya disertai sikap suka memaafkan kesalahan orang lain, sehingga Rasulullah SAW memberikan petunjuk dalam sabdanya: "Jangan engkau mudah marah." Maka diulangi beberapa kali, sabdanya: "Janganlah engkau mudah marah." (HR.Bukhari,Muslim). Jelas sekali Islam memandang pentingnya untuk memasyarakatkan pemaaf disertai berupaya mampu menahan amarah, bila sudah membudaya maka niscaya akan diikuti orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ar-Rahim&lt;br /&gt;Bentuk Ar-Rahim (kasih sayang) Allah SWT diciptakan agar dijadikan landasan hidup setiap orang, sehingga terwujudnya masyarakat yang penuh damai. Hilangnya perasaan kasih sayang yang kemudian diganti oleh pertikaian menjadikan dunia ini penuh malapetaka. Kalau dunia diisi hanya oleh perbuatan biadab dan menafikan nilai Ar-Rahim, jika yang terjadi demikian, kelak Allah SWT menurunkan peringatan: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." (QS.30:41).&lt;br /&gt;Sangat penting untuk menciptakan perasaan kasih sayang agar terhindar dari malapetaka yang diturunkan oleh Allah SWT hanya karena ulah segelintir manusia. Karena pandangan itulah, Allah SWT menegaskan perlu ditekankan kondisi kasih sayang seperti firmanNya: "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi kasih sayang mereka, kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaanNya." (QS.48:29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Al-Amin&lt;br /&gt;Salah satu akhlak yang menonjol dalam perilaku Rasulullah SAW adalah Al-Amin (terpercaya), yang harus menjadi petunjuk oleh setiap umat Islam. Karena faktor kepercayaan akan mampu menciptakan kondisi yang mendekatkan perilaku kebajikan dalam operasionalitas hidupnya. Dalam menumbuhkan sikap Al-Amin sedikit banyak dipengaruhi oleh diyah (lingkungan) di mana seseorang berada, karena itu perlu adanya orientasi keluar. Dalam pengertian, bergaullah dengan lingkungan yang terhindar dari hilangnya wilayah Al-Amin, seperti Allah SWT memberikan informasi: "Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang beriman." (QS.9:119).&lt;br /&gt;Maka peran pergaulanlah dapat mempengaruhi perilaku seseorang, untuk itulah memperhatikan lingkungan dalam dimensi hubungan sosial yang dapat menciptakan situasi aman tenteram sejauh mana adanya upaya ke arah ke sana. Demikian pula, jiwa Al-Amin pada hakikatnya fitrah yang melekat dalam jiwa seseorang, tetapi sering terabaikan untuk dimanfaatkan sesuai aturan syariah. Jalan taqwa yang menjadi pilihan seseorang merupakan kesuksesan untuk meraih kondisi tazkiyatun nafsi, kemudian terbangunnya ketenangan lahir batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Al-Falah&lt;br /&gt;Puncak tazkiyatun nafsi yang sebelumnya telah melakukan aktivitas syukur hingga al-amin sebagai syamarah (buahnya) adalah alfalah (kemenangan). Al-Falah yang diraihnya bukan hadir tanpa melalui proses tadhiyah untuk meraihnya. Ketaatan/tsiqah kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW menyertainya: "Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan RasulNya dan takut kepada Allah dan bertaqwa kepadaNya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan." (QS.24:52).&lt;br /&gt;Kemenangan yang dijanjikan Allah SWT sekaligus sebagai cambuk untuk berada serta mampu mempertahankan nilai ketaqwaan sampai akhir zaman. Ketika dimilikinya, tentu usaha untuk mempertahankan al-falah dalam sikap yang sesuai dengan syari'atullah, jika melenceng akan menjadi preseden kurang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V. Al-Fujura&lt;br /&gt;Sifatul insan yang bertentangan dengan sifat at-taqwa adalah al-Fujur (fasik), sehingga jalan ini harus dihindarkan jangan sampai masuk ke ruang hati maupun pikiran seorang mukmin. Dimiliki sifat fujur karena dominasi kecintaan kepada dunia secara berlebih-lebihan, sehingga kewajiban kepada Allah SWT atau hukum-hukumNya diabaikan. Kelompok fasik ditegaskan Allah SWT: "Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." (QS.9:24).&lt;br /&gt;Kefasikan yang melanda jiwa seseorang selain orientasi keduniaan lebih dominan, juga banyak melakukan kemaksiatan lewat kehidupan sehari-hari, dengan melupakan untuk bertaubat (perbaikan) sehingga berbuat penyimpangan terbiasa. Dengan lain perkataan, selalu memproduksi penyakit atau mengotorinya (at-tadbiniyyah) syariat Islam. Jika demikian kenyataannya, maka dominasi kefasikan akan membawa kerugian ummat manusia dunia maupun akhirat kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. At-Tadbiniyyah&lt;br /&gt;Aktivitas orang-orang fasik pada hakekatnya at-tadbiniyyah (mengotori) ketentuan Allah SWT yang seharusnya mampu mengaktualisasikannya semata-mata untuk beribadah kepadaNya secara kaffah. Bentuk nyata dari usaha at-tadbiniyyah terhadap hukum Allah SWT, akan tampak dari aktivitas seseorang yang terkena penyakit fasik yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. 'Ajuulan&lt;br /&gt;Akibat kefasikan yang melanda hati dan pikiran, seseorang akan tampak dalam berperilaku 'ajuulan (terburu-buru), sehingga hasilnya kurang memuaskan, kemungkinan lain dapat merugikan semua pihak. Betapa berbahayanya, orang yang di luar terkena getahnya, padahal tidak mengetahui permasalahannya. Di samping itu, manusia mempunyai sifat tergesa-gesaan seperti ditegaskan oleh Allah SWT: "Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa." (QS.17:11).&lt;br /&gt;Perbuatan yang dilakukan secara tergesa-gesa pada hakekatnya bentuk orang-orang yang membelakangi sunnatullah dan ketidakmampuan menghadapi kesabaran. Sehingga ditempuh jalan garis cepat, yang sebenarnya akan berhadapan dengan kerugian serta berbagai benturan. Pada akhirnya tercipta kondisi yang tidak menentu dan kemudian lahirlah sikap ragu-ragu terhadap langkah berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al-Maluu'a&lt;br /&gt;Bentuk kefasikan yang lainnya dalam mengotori kebenaran al-Haq yaitu dimilikinya sifat keluh-kesah dalam jiwa seseorang. Terjadinya al-maluu'a (keluh-kesah) dalam diri seseorang merupakan sebuah rangkaian yang tidak terlepaskan dari hasil kefasikan, karenanya hidup selalu merasa terasingkan. Jika hanya dipahami secara kasar orang mengatakan, bentuk keluh-kesah (al-maluu'a) diciptakan oleh Allah jadi tidak perlu dipermasalahkan.&lt;br /&gt;Sebenarnya bukan permasalahan yang jadi konteks di sini, namun menunjukkan bahwa kekuasaan Allah SWT dalam menciptakan sesuatu. Termasuk pengertian al-maluu'a seperti firmanNya: "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh-kesah lagi kikir." (QS.70:19). Sekaligus informasi, bahwa Allahlah yang memiliki kekuasaan dan penguasa, karena manusia berhadapan dengan kondisi keluh-kesah sekalipun tidak mampu meninggalkannya. Oleh karena mengapa bangga akan kesombongan diri sendiri, tidakkah kita seharusnya memikirkan ayat-ayatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al-Qatuura&lt;br /&gt;Bentuk perilaku kotor dalam bentuk lain yang ada pada jiwa orang-orang fasik yakni Al-Qatuura (kikir), seolah-olah segalanya adalah milik dirinya sendiri baik harta maupun tahta sekalipun. Padahal menurut aturan Allah SWT semuanya merupakan amanah yang harus dipenuhi ketentuannya, seperti diberikannya harta, di dalamnya ada hak orang lain: "Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian." (QS.51:19).&lt;br /&gt;Walaupun manusia memiliki sifat kikir seperti dalam firmanNya: "Katakanlah: "Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. Dan adalah manusia itu sangat kikir." (QS.17:100). Akan tetapi tidak demikian, jika seseorang yang komitmen terhadap keimanannya. Karena menyadari, bahwa rizki yang Allah SWT berikan sesungguhnya amanah semata, yang sewaktu-waktu dapat diambil kembali olehNya. Jika setiap umat menyadari asal-usul rizki secara proposional, tentu akan melahirkan pribadi-pribadi yang abid (ahli ibadah) seperti akhlak para salafus shalihin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Al-Kafuuraa&lt;br /&gt;Konsekuensi mengambil jalur kefasikan maka melahirkan penyakit al-kafuuraa (kafir) dengan kata lain perkataan mengingkari terhadap kebenaran. Kelompok umat ini, pada hakekatnya mengetahui adanya kebenaran, tetapi menutup hati untuk melakukannya (amal) karena kekafiran yang terdapat di dalam dirinya. Sehingga Allah SWT memberikan informasi keberadaan orang-orang kafir seperti diabadikan Al-Quran: "Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." (QS.2:67).&lt;br /&gt;Makna al-kafuuraa secara lebih jauh dapat dipahami baik secara i'tiqadi (keluar dari Islam) maupun kafir secara amali (pengamalan). Dalam konteks kehidupan sehari-hari yang lebih dominan kafir secara amali (pengamalan), walau pun hatinya masih Islam. Sehingga yang perlu pemikiran lebih dalam, adanya usaha untuk mengembalikan ummat ke jalan ketaqwaan sekaligus meninggalkan sikap kekafiran baik kafir i'tiqadi maupun kafir secara amali. Kekafiran yang terdapat dalam jiwa seseorang baik secara i'tiqadi maupun kafir amali, pada hakekatnya akan menempatkan dirinya pada suatu kerugian, sehingga aktivitas amaliyahnya tidak mendapat nilai menurut pandangan Allah SWT, dalam Al-Quran yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat, dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong." (QS.3:21-22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Al-Jahuula&lt;br /&gt;Bentuk pengobatan lain sebagai konsekuensi jalan kefasikan seseorang, adalah terkena al-jahuula (bodoh) terhadap kebenaran, kemudian merasakan pemilikan al-jahuula tidak dianggap lagi sebagai penyakit yang dapat mengganggu hubungan dengan Allah sWT (hablum minallah) maupun keterkaitannya dengan sesama manusia (hablum minannas). Efek itulah yang selanjutnya dapat mengubah sikap kebaikan kepada kebatilan sebagai sarana jalan syaitan laknatullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai diilustrasikan Allah SWT ketika menawarkan tanggung jawab untuk melaksanakan amanat yang ditolak oleh gunung, langit maupun bumi tetapi manusia menerimanya, seperti firmanNya: "Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya dan dipikullah amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh." (QS.33:72).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-jahuula pada dewasa ini lebih tampak tercermin melalui kebijakan yang diambil seseorang untuk memilih antara kebenaran dan kebatilan, tetapi pilihannya justru kepada kebatilan, yang sesungguhnya mereka mengetahuinya akan mendapat murka (azab) dari Allah SWT kenyataan seperti ini, bukanlah sesuatu yang mengherankan, tetapi dalam zaman yang serba materialistis ini kemungkinan bisa terjadi seketika. Bahkan kebenaran pun bisa dibeli dengan segepok uang! Itulah realita yang sungguh ironis terjadi di jaman sekarang ini. Karena hilangnya kewaspadaan pada tiap-tiap diri seseorang, kemudian hidupnya diliputi oleh ketergantungan yang bersifat materi semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VI. Khatimah (Penutup)&lt;br /&gt;Setelah menelusuri dua sifat Al-Insan antara at-Taqwa dan al-Fujuur yang masing-masing memiliki konsekuensinya. Tentunya bagi pilihan jalan taqwa akan mendapat berbagai keberuntungan, dan sebaliknya jika jalan al-fujuur yang menjadi alternatifnya pintu kesengsaraan akan diraihnya. Pada akhirnya Allah sWT memberikan pilihan kepada setiap ummat untuk mengambil sikap antara iman atau kafir dan harus dipertanggungjawabkan atas hasilnya kelak.&lt;br /&gt;Konsep demokrasi yang ditawarkan oleh Allah SWT tercermin melalui firmanNya, yang artinya: "Dan katakanlah: Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir, sesungguhnya kami telah sediakan bagi orang-orang zhalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka." (QS.18:29).&lt;br /&gt;Jalan taqwa adalah pilihan yang tepat bagi orang-orang beriman dalam menyelamatkan dirinya untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. (QS.2:201).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-4827147101504704131?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/4827147101504704131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/02/marifatul-insan-mengenal-diri-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4827147101504704131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4827147101504704131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/02/marifatul-insan-mengenal-diri-manusia.html' title='Ma&apos;rifatul Insan (Mengenal Diri Manusia)'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-8480675615305134755</id><published>2009-01-21T03:26:00.000-08:00</published><updated>2009-06-18T10:39:09.051-07:00</updated><title type='text'>Ciri Manusia Sok Tahu</title><content type='html'>Sifat sok tahu ini sama seperti virus. Jika 'virus' ini menyerang manusia, maka manusia itu akan menjadi sakit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum kompeni dateng ke Batavia, segala sifat yang diawali kata "sok", mulai dari sok jago, sok tajir, sok ganteng, dan sok-sok yang lain, nggak pernah ada bagusnya! Termasuk, sifat sok tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Sok tahu' pada dasarnya adalah "merasa sudah cukup berpengetahuan" padahal sebenarnya kurang tahu. Masalahnya, orang yang sok tahu biasanya tidak menyadarinya. Lantas, bagaimana kita tahu bahwa kita 'sok tahu'? Mari kita mengambil hikmah dari Al-Qur'an. Ada beberapa ciri 'sok tahu' yang bisa kita dapatkan bila kita menggunakan perspektif surat al-'Alaq. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Enggan Membaca&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika disuruh malaikat Jibril, "Bacalah!", Rasulullah Saw. menjawab, "Aku tidak bisa membaca." Lalu malaikat Jibril menyampaikan lima ayat pertama yang memotivasi beliau untuk optimis. Adapun orang yang 'sok tahu' pesimis akan kemampuannya. Sebelum berusaha semaksimal mungkin, ia lebih dulu berdalih, "Ngapain baca-baca teori. Mahamin aja sulitnya minta ampun. Yang penting prakteknya 'kan?" Padahal, Allah pencipta kita itu Maha Pemurah. Ia mengajarkan kepada kita apa saja yang tidak kita ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disisi lain, ada pula orang Islam yang terlalu optimis dengan pengetahuannya, sehingga enggan memperdalam. Katanya, misalnya, "Ngapain baca-baca Qur'an lagi. Toh udah khatam 7 kali. Mending buat kegiatan lain aja." Padahal, Al-Qur'an adalah sumber dari segala sumber ilmu, sumber 'cahaya' yang tiada habis-habisnya menerangi kehidupan dunia. Katanya, misalnya lagi, "Ngapain belajar ilmu agama lagi, toh sejak SD hingga tamat kuliah udah diajarin terus." Padahal, 'ilmu agama' adalah ilmu kehidupan dunia-akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Enggan Menulis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sok tahu terlalu mengandalkan kemampuannya dalam mengingat-ingat dan menghafal pengetahuan atau ilmu yang diperolehnya. Ia enggan mencatat. "Ngerepotin," katanya. Seolah-olah, otaknya adalah almari baja yang isinya takkan hilang. Padahal, sifat lupa merupakan bagian dari ciri manusia. Orang yang sok tahu enggan mencatat setiap membaca, menyimak khutbah, kuliah, ceramah, dan sebagainya. Padahal, Allah telah mengajarkan penggunaan pena kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada pula orang yang kurang mampu menghafal dan mengingat-ingat pengetahuan yang diperolehnya, tapi ia merasa terlalu bodoh untuk mampu menulis. "Susah," katanya. Padahal, merasa terlalu bodoh itu jangan-jangan pertanda kemalasan. Emang sih, kalo nulis buat orang lain, kita perlu ketrampilan tersendiri. Tapi, bila nulis buat diri sendiri, bukankah kita gak bakal kesulitan nulis 'sesuka hati'? Apa susahnya nulis di buku harian, misalnya, "Tentang ciri sok tahu, lihat al-'Alaq!"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Membanggakan Keluasan Pengetahuan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sok tahu membanggakan kepintarannya dengan memamerkan betapa ia banyak membaca, banyak menulis, banyak mendengar, banyak berceramah, dan sebagainya tanpa menyadari bahwa pengetahuan yang ia peroleh itu semuanya berasal dari Allah. Ia mengira, prestasi yang berupa luasnya pengetahuannya ia peroleh berkat kerja kerasnya saja. Padahal, terwujudnya pengetahuan itu pun semuanya atas kehendak-Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ia suka meminjam atau membeli buku sebanyak-banyaknya, tetapi membacanya hanya sepintas lalu atau malah hanya memajangnya. Ia merasa punya cukup banyak wawasan tentang banyak hal. Ia tidak merasa terdorong untuk menjadi ahli di bidang tertentu. Kalau ia menjadi muballigh 'tukang fatwa', semua pertanyaan ia jawab sendiri langsung walau di luar keahliannya. Ia mungkin bisa menulis atau berbicara sebanyak-banyaknya di banyak bidang, tetapi kurang memperhitungkan kualitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Merendahkan Orang Lain Yang Tidak Sepaham&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang Islam yang sok tahu, siapa saja yang bertentangan dengan pendapatnya, segera saja ia menuduh mereka telah melakukan bid'ah, sesat, meremehkan agama, dan sebagainya. Bahkan, misalnya, sampai-sampai ia melarang orang-orang lain melakukan amal yang caranya lain walau mereka punya dalil tersendiri. Ia menjadikan dirinya sebagai "Yang Maha Tahu", terlalu yakin bahwa pasti pandangan dirinyalah satu-satunya yang benar, sedangkan pandangan yang lain pasti salah. Padahal, Allah Swt berfirman: "Janganlah kamu menganggap diri kamu suci; Dia lebih tahu siapa yang memelihara diri dari kejahatan." (an-Najm [53]: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim yang sok tahu cenderung menganggap kesalahan kecil sebagai dosa besar dan menjadikan dosa itu identik dengan kesesatan dan kekafiran! Lalu atas dasar itu dengan gampangnya ia mengeluarkan 'vonis hukuman mati'. Padahal, dalam sebuah hadits shahih dari Usamah bin Zaid dikabarkan, "Barangsiapa mengucapkan laa ilaaha illallaah, maka ia telah Islam dan terpelihara jiwa dan hartanya. Andaikan ia mengucapkannya lantaran takut atau hendak berlindung dari tajamnya pedang, maka hak perhitungannya ada pada Allah. Sedang bagi kita cukuplah dengan yang lahiriah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Menutup Telinga dan Membuang Muka Bila Mendengar Pendapat Lain&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sok tahu tidak memberi peluang untuk berdiskusi dengan orang lain. Kalau toh ia memasuki forum diskusi di suatu situs, misalnya, ia melakukannya bukan untuk mempertimbangkan pendapat yang berbeda dengan pandangan yang selama ini ia anut, melainkan untuk mengumandangkan pendapatnya sendiri. Ia hanya melihat selayang pandang gagasan orang-orang lain, lalu menyerang mereka bila berlainan dengannya. Ia tidak mau tahu bagaimana mereka berhujjah (berargumentasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu, orang yang sok tahu itu bersikap fanatik pada pendapat golongannya sendiri. Seolah-olah ia berseru, "Adalah hak kami untuk berbicara dan adalah kewajiban kalian untuk mendengarkan. Hak kami menetapkan, kewajiban kalian mengikuti kami. Pendapat kami semuanya benar, pendapat kalian banyak salahnya." Orang yang terlalu fanatik itu tidak mengakui jalan tengah. Ia menyalahgunakan aksioma, "Yang haq adalah haq, yang bathil adalah bathil."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Suka Menyatakan Pendapat Tanpa Dasar Yang Kuat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslim yang sok tahu gemar menyampaikan pendapatnya dengan mengatasnamakan Islam tanpa memeriksa kuat-lemahnya dasar-dasarnya. Ia suka berkata, "Menurut Islam begini.... Islam sudah jelas melarang begitu...." dan sebagainya, padahal yang ia ucapkan sesungguhnya hanyalah, "Menurut saya begini.... Saya melarang keras engkau begitu...." dan seterusnya. Kalau toh ia berkata, "Menurut saya bla bla bla....", ia hanya mengemukakan opini pribadinya belaka tanpa disertai dalil yang kuat, baik dalil naqli maupun aqli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Suka Berdebat Kusir&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pendapatnya dikritik orang lain, orang yang sok tahu itu berusaha keras mempertahankan pandangannya dan balas menyerang balik pengkritiknya. Ia enggan mencari celah-celah kelemahan di dalam pendapatnya sendiri ataupun sisi-sisi kelebihan lawan diskusinya. Sebaliknya, ia tekun mencari-cari kekurangan lawan debatnya dan menonjol-nonjolkan kekuatan pendapatnya. Dengan kata lain, setiap berdiskusi ia bertujuan memenangkan perdebatan, bukan mencari kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa ciri orang yang sok tahu menurut surat al-'Alaq dalam pemahamanku. Dengan mengenali ciri-ciri tersebut, semoga kita masing-masing dapat melakukan introspeksi dan memperbaiki diri sehingga kita tidak menjadi orang yang sok tahu. Aamien. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-8480675615305134755?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/8480675615305134755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/ciri-manusia-sok-tahu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8480675615305134755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8480675615305134755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/ciri-manusia-sok-tahu.html' title='Ciri Manusia Sok Tahu'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-4012538050508246274</id><published>2009-01-19T07:03:00.000-08:00</published><updated>2009-06-19T07:08:38.178-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Piagam Madinah dan KONSEP UMMAH</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, alur perjalanan sejarah Islam yang panjang itu bermula dari turunnya wahyu di gua Hira’. Sejak itulah nilai-nilai kemanusiaan yang di bawah bimbingan wahyu Ilahi menerobos arogansi kultur jahiliyah, merombak dan membenahi adat istiadat budaya jahiliyah yang tidak sesuai dengan fitrah manusia. Dengan seruan agama tauhid (monotheisme) yang gaungnya menggetarkan seluruh jazirah Arabia, maka fitrah dan nilai kemanusiaan didudukkan ke dalam hakekat yang sebenarnya. Seruan agama tauhid inilah yang merubah wajah masyarakat jahiliyah menuju ke tatanan masyarakat yang harmonis, dinamis, di bawah bimbingan wahyu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, hijrah Rasulullah ke Madinah adalah suatu momentum bagi kecemerlangan Islam di saat-saat selanjutnya. Dalam waktu yang relatif singkat Rasulullah telah berhasil membina jalinan persaudaraan antara kaum Muhajirin sebagai imigran-imigran Makkah dengan kaum Ansar, penduduk asli Madinah. Beliau mendirikan Masjid, membuat perjanjian kerjasama dengan non muslim, serta meletakkan dasar-dasar politik, sosial dan ekonomi bagi masyarakat baru tersebut; suatu fenomena yang menakjubkan ahli-ahli sejarah dahulu dan masa kini. Adalah suatu kenyataan bahwa misi kerasulan Nabi Muhammad yang semakin nampak nyata menggoyahkan kedudukan Makkah dan menjadikan orang-orang Quraisy Makkah semakin bergetar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat muslim Madinah yang berhasil dibentuk Rasulullah oleh sebagian intelektual muslim masa kini disebut dengan negara kota (city state). Lalu, dengan dukungan kabilah-kabilah dari seluruh penjuru jazirah Arab yang masuk Islam, maka muncullah kemudian sosok negara bangsa (nation state). Walaupun sejak awal Islam tidak memberikan ketentuan yang pasti tentang bagaimana bentuk dan konsep negara yang dikehendaki, namun suatu kenyataan bahwa Islam adalah agama yang mengandung prinsip-prinsip dasar kehidupan termasuk politik dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masyarakat muslim yang terbentuk itulah Rasulullah menjadi pemimpin dalam arti yang luas, yaitu sebagai pemimpin agama dan juga sebagai pemimpin masyarakat. Konsepsi Rasulullah yang diilhami al Qur’an ini kemudian menelorkan Piagam Madinah yang mencakup 47 pasal, yang antara lain berisikan hak-hak asasi manusia, hak-hak dan kewajiban bernegara, hak perlindungan hukum, sampai toleransi beragama yang oleh ahli-ahli politik moderen disebut manifesto politik pertama dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Piagam Madinah dan Keotentikannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piagam Madinah ini secara lengkap diriwayatkan oleh Ibn Ishaq (w. 151 H) dan Ibn Hisyam (w. 213 H), dua penulis muslim yang mempunyai nama besar dalam bidangnya. Menurut penelitian Ahmad Ibrahim al-Syarif, tidak ada periwayat lain sebelumnya selain kedua penulis di atas yang meriwayatkan dan menuliskannya secara sistematis dan lengkap. Meskipun demikian, tidak diragukan lagi kebenaran dan keotentikan piagam tersebut, mengingat gaya bahasa dan penyusunan redaksi yang digunakan dalam Piagam Madinah ini setaraf dan sejajar dengan gaya bahasa yang dipergunakan pada masanya. Demikian pula kandungan dan semangat piagam tersebut sesuai dengan kondisi sosiologis dan historis zaman itu. Keotentikan Piagam Madinah ini diakui pula oleh William Montgomery Watt, yang menyatakan bahwa dokumen piagam tersebut, yang secara umum diakui keotentikannya, tidak mungkin dipalsukan dan ditulis pada masa Umayyah dan Abbasiyah yang dalam kandungannya memasukkan orang non muslim ke dalam kesatuan ummah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibn Ishaq dan Ibn Hisyam inilah kemudian penulis-penulis berikutnya menukil dan mengomentarinya. Di antara penulis-penulis klasik yang menukil Piagam Madinah secara lengkap antara lain: Abu Ubaid Qasim Ibn Salam dalam Kitab Al-Amwal, Umar al-Maushili dalam Wasilah al-Muta’abbidin dan Ibn Sayyid dalam Sirah al-Nas. Sementara itu, beberapa penulis klasik dan periwayat lainnya yang menulis tentang Piagam Madinah antara lain: Imam Ahmad Ibn Hambal (w. 241 H) dalam Al-Musnad, Darimi ( w. 255 H) dalam Al-Sunan, Imam Bukhori (w. 256 H) dalam Shahih-nya, Imam Muslim ( w.261 H) dalam Shahih-nya. Tulisan-tulisan lain tentang piagam tersebut juga bisa dijumpai dalam Sunan Abu Dawud (w. 272 H), Sunan Ibn Majah (w. 273 H), Sunan Tirmidzi (w. 279 H), Sunan Nasa’i (w. 303 H), serta dalam Tarikh al-Umam wa al-Muluk oleh al-Thabari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piagam Madinah ini telah diterjemahkan pula ke dalam bahasa asing, antara lain ke bahasa Perancis, Inggris, Itali, Jerman, Belanda dan Indonesia. Terjemahan dalam bahasa Perancis dilakukan pada tahun 1935 oleh Muhammad Hamidullah, sedangkan dalam bahasa Inggris terdapat banyak versi, diantaranya seperti pernah dimuat dalam Islamic Culture No.IX Hederabat 1937, Islamic Review terbitan Agustus sampai dengan Nopember 1941 (dengan topik The first written constitution of the world). Selain itu, Majid Khadduri juga menerjemahkannya dan memuatnya dalam karyanya War and Pearce in the Law of Islam (1955), kemudian diikuti oleh R. Levy dalam karyanya The Social Structure of Islam (1957) serta William Montgomery Watt dalam karyanya Islamic Political Thought (1968). Adapun terjemahan-terjemahan lainnya seperti dalam bahasa Jerman dilakukan oleh Wellhausen, bahasa Itali dilakukan oleh Leone Caetani, dan bahasa Belanda oleh A.J. Wensick serta bahasa Indonesia --untuk pertama kalinya-- oleh Zainal Abidin Ahmad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muhammad Hamidullah yang telah melakukan penelitian terhadap beberapa karya tulis yang memuat Piagam Madinah, bahwa ada sebanyak 294 penulis dari berbagai bahasa. Yang terbanyak adalah dalam bahasa arab, kemudian bahasa-bahasa Eropa. Hal ini menunjukkan betapa antusiasnya mereka dalam mengkaji dan melakukan studi terhadap piagam peninggalan Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam teks aslinya, Piagam Madinah ini semula tidak terdapat pasal-pasal. Pemberian pasal-pasal sebanyak 47 itu baru kemudian dilakukan oleh A.J. Winsick dalam karyanya Mohammed en de joden te Madina, tahun 1928 M yang ditulis untuk mencapai gelar doktornya dalam sastra semit. Melalui karyanya itu, Winsick mempunyai andil besar dalam memasyarakatkan Piagam Madinah ke kalangan sarjana Barat yang menekuni studi Islam. Sedangkan pemberian bab-bab dari 47 pasal itu dilakukan oleh Zainal Abidin Ahmad yang membaginya menjadi 10 bab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut hipotesis Montgomery Watt, bahwa Piagam Madinah yang sampai ke tangan kita sebenarnya paling tidak terdiri dari dua dokumen, yang semula terpisah kemudian disatukan. Pada tahap berikutnya, piagam tersebut mengalami pengurangan dan perombakan disana sini. Hipotesis Montgomery Watt ini muncul karena didapatinya pengulangan dalam beberapa pasalnya. Selanjutnya, Watt menyebut bahwa Piagam Madinah kemungkinan baru muncul setelah tahun 627 M, yaitu setelah pengusiran Yahudi bani Qainuqa’ dan Yahudi bani nadir dari Madinah serta pembasmian terhadap bani Quraidhah berdasarkan keputusan Sa’ad Ibn Muad, pemimpin kabilah Aus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipotesa terakhir ini dikemukakan oleh Montgomery Watt karena tiga suku Yahudi terkemuka dimaksud tidak tercantum dalam Piagam Madinah. Akan tetapi, kalau demikian halnya, berarti relevansi serta bobot politiknya sudah sangat berkurang, karena isi piagam tersebut sangat diperlukan untuk mempersatukan masyarakat Madinah yang heterogen. Ini berarti bahwa Piagam Madinah disusun Rasulullah sejak awal kedatangannya di Madinah, yaitu sekitar tahun 622 M. Dengan demikian, boleh jadi Piagam Madinah hanya satu dokumen dan ditujukan kepada seluruh penduduk Madinah, yang kemudian mengalami revisi setelah tiga suku Yahudi tersebut mengingkari perjanjian secara sepihak dan melakukan gerakan separatis terhadap pemerintahan Madinah yang telah disetujui bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berbagai Komentar Terhadap Isi Piagam Madinah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai komentar mengenai isi Piagam Madinah, baik yang datang dari para sarjana Barat maupun dari penulis-penulis muslim sendiri. Diantaranya dikemukakan oleh A. Guillaume, seorang guru besar bahasa Arab dan penulis The Life of Muhammad. Ia menyatakan bahwa Piagam yang telah dibuat Muhammad itu adalah suatu dokumen yang menekankan hidup berdampingan antara orang-orang muhajirin di satu pihak dan orang-orang yahudi di pihak lain. Masing-masing saling menghargai agama mereka, saling melindungi hak milik mereka dan masing-masing mempunyai kewajiban yang sama dalam mempertahankan Madinah. Sedangkan H.R. Gibb dalam komentarnya menyatakan bahwa isi Piagam Madinah pada prinsipnya telah meletakkan dasar-dasar sosial politik bagi masyarakat Madinah yang juga berfungsi sebagai undang-undang, dan merupakan hasil pemikiran serta inisiatif Muhammad sendiri. Sementara itu, Montgomery Watt lebih tepat lagi menyatakan: bahwa Piagam Madinah tidak lain adalah suatu konstitusi yang menggambarkan bahwa warga Madinah saat itu bisa dianggap telah membentuk satu kesatuan politik dan satu persekutuan yang diikat oleh perjanjian yang luhur diantara para warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kalangan penulis Islam yang mengulas isi Piagam ini antara lain Jamaluddin Sarur, seorang guru besar Sejarah Islam di Universitas Kairo, yang menyatakan bahwa peraturan yang terangkum dalam Piagam Madinah adalah menjadi sendi utama bagi terbentuknya persatuan bagi segenap warga Madinah yang memberikan hak dan kewajiban yang sama antara kaum Muhajirin, Ansor dan kaum Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Khalid, seorang penulis sejarah Nabi menegaskan bahwa isi yang paling prinsip dari Piagam Madinah adalah membentuk suatu masyarakat yang harmonis, mengatur suatu ummah serta menegakkan pemerintahan atas dasar persamaan hak. Ulasan lebih terperinci lagi disimpulkan oleh Hasan Ibrahim Hasan, bahwa Piagam Madinah secara resmi menandakan berdirinya suatu negara, yang isinya bisa disimpulkan menjadi 4 pokok: Pertama, mempersatukan segenap kaum muslimin dari berbagai suku menjadi satu ikatan. Kedua, menghidupkan semangat gotong royong, hidup berdampingan, saling menjamin di antara sesama warga. Ketiga, menetapkan bahwa setiap warga masyarakat mempunyai kewajiban memanggul senjata, mempertahankan keamanan dan melindungi Madinah dari serbuan luar. Keempat, menjamin persamaan dan kebebasan bagi kaum Yahudi dan pemeluk-pemeluk agama lain dalam mengurus kepentingan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya masih banyak lagi ulasan dan komentar yang dikemukakan oleh para penulis Piagam Madinah. Mereka menggunakan berbagai retorika dan redaksi yang berbeda, namun pada dasarnya mempunyai nada sama, yaitu berintikan bahwa piagam tersebut telah mempersatukan warga Madinah yang heterogen itu menjadi satu kesatuan masyarakat, yang warganya mempunyai hak dan kewajiban yang sama, saling menghormati walaupun berbeda suku dan agamanya. Piagam tersebut dianggap merupakan suatu pandangan jauh ke depan dan suatu kebijaksanaan politik yang luar biasa dari Nabi Muhammad dalam mengantisipasi masyarakat yang beraneka ragam backgroundnya, dengan membentuk komunitas baru yang disebut ummah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cakupan Pengertian Ummah Dalam Piagam Madinah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyadari pentingnya perkataan ummah, terlebih lagi perkataan tersebut tercantum jelas dalam Piagam Madinah, maka timbullah usaha para sarjana barat dalam melacak asal usul perkataan tersebut. Dalam Encyclopaedia of Islam dikemukakan bahwa perkataan ummah tidaklah asli dari bahasa arab. Menurut Montgomery Watt, perkatan ummah berasal dan berakar dari bahasa Ibrani yang bisa berarti suku bangsa atau bisa juga berarti masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas dari pelacakan asal usul kata ummah ini, yang jelas dalam Al Qur’an dijumpai sebanyak 52 perkataan ummah yang terangkai dalam berbagai ayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ummah terulang dua kali dalam Piagam Madinah, yakni dalam pasal 2 dan pasal 25. Namun, cakupan dari rumusan ummah itu sendiri terjabarkan dalam pasal-pasal selanjutnya,yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 1: &lt;span style="color: rgb(51, 0, 51);"&gt;Hadza kitabun min ‘indi al-nabiyyi (rasulillah) baina al-mu’minin wa al-muslimin min quraisyin wa ahli yatsriba wa mantabi’ahum faltaqi bihim wa jahid ma’ahum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah naskah perjanjian dari Muhammad Nabi dan Rasul Allah, mewakili pihak kaum yang Beriman dan memeluk Islam, yang terdiri dari warga Quraisy dan warga Yastrib, dan orang-orang yang mengikuti mereka serta yang berjuang bersama mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 2: Annahum ummatun wahidatun min duni al-nasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka adalah yang satu dihadapan kelompok manusia lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 25: Wa anna yahuda bani ‘Auf ummatun ma’a al-mu’minin, lil yahudi dinuhum wa lil muslimin dinuhum, mawalihim wa anfusuhum illa man dlalama wa atsima, fa innahu la yuqi’u illa nafsahu wa ahla baitihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaum Yahudi Bani ‘Auf bersama dengan warga yang beriman adalah satu umah. Kedua belah pihak, kaum Yahudi dan kaum Muslimin, bebas memeluk agama masing-masing. Demikian pula halnya dengan sekutu dan diri mereka sendiri. Bila diantara mereka ada yang melakukan aniaya dan dosa dalam hal ini, maka akibatnya akan ditanggung oleh diri dan warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 26: Wa anna li yahuda bani al-Najjari mitsla ma liyahuda bani ‘Auf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi kaum Yahudi Bani Najjar berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 27: Wa anna li yahuda bani al-Haritsi mitsla ma liyahuda bani ‘Auf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi kaum Yahudi Bani Harits, berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Bani ‘Auf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 28: Wa anna li yahuda bani Sa’adah mitsla ma li yahuda bani ‘Auf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi kaum Yahudi Bani Sa’idah berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Bani ‘Auf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 29: Anna li yahuda bani Jusyam mitsla ma li yahuda bani ‘Auf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi kaum Yahudi Bani Jusyam berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Bani ‘Auf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 30: Wa anna li yahuda bani al-Aus mitsla ma li yahuda bani ‘Auf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi kaum Yahudi Bani ‘Aus berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 31: Wa anna li yahuda bani Tsa’labah mitsla ma li yahuda bani ‘Auf illa man dlalama wa atsima, fa innahu la yuqi’u illa nafsahu wa ahla baitihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi Yahudi Bani Tsa’labah berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani "Auf, kecuali orang yang melakukan aniaya dan dosa (dalam hubungan ini) maka akibatnya akan ditanggung oleh diri dan warganya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 32: Wa anna Jafnah bathnun ‘an Tsa’labah ka anfusihim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi warga Jafnah, sebagaimana anggota Bani Tsa’labah, berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi Bani Tsa’labah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 33: Wa anna li bani al-Syuthaibah mitsla ma li yahuda bani ‘Auf, wa anna al-birra duna al-itsmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagi Bani Syuthaibah berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Yahudi Bani ‘Auf. Dan sesungguhnya yang kebajikan itu berbeda dengan perbuatan dosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 34: Wa anna mawali Tsa’labah ka anfusihim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekutu/hamba sahaya Bani Tsa’labah berlaku ketentuan sebagaimana yang berlaku bagi kaum Bani Tsa’labah itu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 35: Wa anna bithanata yahuda ka anfusihim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kelompok-kelompok keturunan Yahudi berlaku ketentuan sama sebagaimana yang berlaku bagi Kaum Yahudi itu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 37: Wa anna ‘ala al-yahudi nafaqatahum, wa ‘ala almuslimin nafaqatahum, wa anna bainahum al-nashru ‘ala man haraba ahla hadzihi al-shahifah, wa anna bainahum al-nushhu wa alnahihatu wa al-birru duna al-itsmi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaum Yahudi dan kaum Muslimin membiayai pihaknya masing-masing. Kedua belah pihak akan membela satu dengan yang lain dalam menghadapi pihak yang memerangi kelompok-kelompok masyarakat yang menyetujui piagam ini. Kedua belah pihak juga saling memberikan saran dan nasehat dalam kebaikan, bukan dalam perbuatan dosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 44: Wa anna bainahum al-nashru ‘ala man hajama yatsriba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua warga akan saling bahu membahu dalam menghadapi agresor (pihak lain) yang melancarkan serangan terhadap Yastrib."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 46: Wa anna yahuda al-Aus mawalihim wa anfusuhum ‘ala mitsli ma li ahli hadzihi al-shahifati ma’a al-birri al-mahdli min ahli hadzihi al-shahifati, wa anna al-birra duna al-itsmi la yaksibu kasibun illa ‘ala nafsihi, wa anna Allaha ‘ala ashdaqi ma fi hadzihi al-shahifati wa abarrihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kaum Yahudi Bani ‘Aus, sekutu/hamba sahaya dan diri mereka masing-masing mempunyai hak dan kewajiban sebagaimana kelompok-kelompok lain yang menyetujui piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan sesuai dengan semestinya dari perjanjian ini. Sesungguhnya kebajikan ini berbeda dengan perbuatan dosa. Setiap orang harus bertanggung jawab atas setiap perbuatan yang dilakukannya. Dan Allah memperhatikan isi perjanjian ini, dan membenarkannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 47: Wa annahu la yahulu hadza al-kitaba duna dlalimin au atsimin, wa annahu man kharaja amana wa man qa’ada amina bi al-Madinah illa man dlalama wa atsima, wa anna Allaha jara li man barra wa ittaqa. Muhammad rasulullah (SAW).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya perjanjian ini tidak membela orang-orang yang berbuat aniaya dan dosa. Setiap orang dijamin keamanannya, baik sedang berada di luar Madinah maupun sedang berada di Madinah, kecuali orang yang berbuat aniaya dan dosa. Dan sesungguhnya Allah pelindung orang yang berbuat kebajikan dan menghindari keburukan (bersikap taqwa). Muhammad Rasulullah SAW."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatlah dipahami bahwa perkataan ummah dalam rangkaian pasal-pasal yang tercantum di atas mempunyai pengertian yang sangat dalam, yakni berubahnya paham kesukuan yang hidup di kalangan suku-suku Arab saat itu. Cakrawala wawasan sosial yang sangat sempit, dan kehidupan politik yang terbatas, karena fanatisme kabilah (kesukuan) dan ikatan darah yang dibatasi oleh tembok kelahiran, pelan-pelan mulai runtuh berganti dengan suatu masyarakat yang luas, di mana masing-masing dari warganya mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Dengan demikian, Nabi Muhammad telah menciptakan kondisi untuk terbinanya suatu masyarakat yang bersatu, yakni komunitas masyarakat Madinah yang utuh, tanpa membedakan agama, ikatan kesukuan dan ikatan darah. Hal itu jelas sekali tercantum dalam pasal 25 sampai dengan pasal 47 Piagam Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari perkataan ummah inilah tercermin paham kebangsaan dan negara. Walaupun secara historis istilah state dan nation timbul berabad-abad kemudian, tapi jiwa dan semangatnya telah tercermin dalam terminologi ummah, suatu istilah yang sangat tepat digunakan Rasulullah untuk mempersatukan masyarakat Madinah menjadi suatu komunitas dengan menekankan kerjasama seerat mungkin dari masing-masing warganya demi keamanan dan kesejahteraan mereka bersama. Mereka sangat menyadari perlunya hidup bersama di dalam koeksistensi yang damai. Realisasinya yang praktis dari tujuan ini meminta dasar konsepsi bersama yang dapat diterima oleh semua pihak dan di atas dasar ini dapat dibangun keselarasan hidup dan perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Julius Welhausen mengomentari terminologi ummah dalam Piagam Madinah ini sebagaimana berikut: Bahwa pada umumnya pengertian ummah adalah suatu ikatan dalam komunitas keagamaan. Namun, terminologi ummah dalam piagam ini, mempunyai pengertian yang lebih luas lagi, mencakup seluruh wilayah Madinah, mengintegrasikan warga Ansar, Muhajirin dan kaum Yahudi serta kelompok-kelompok lain dalam satu ikatan persatuan dan perdamaian serta keselarasan hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Montgomery Watt menyatakan bahwa masalah yang menonjol dalam komunitas ini (ummah) adalah penciptaan kedamaian dan ketentraman di kalangan warga Madinah. Masalah tersebut bukan hanya terjadi di Madinah saja, tapi juga problem di seluruh jazirah Arabia saat itu. Namun demikian, Muhammad berhasil mengangkatnya dan menegakkannya dalam suatu sistem baru yang mengatasi paham kesukuan, golongan dan ikatan-ikatan lain. Memang, masing-masing kepala suku yang sebelumnya mempunyai kekuatan/kekuasaan politik dan hanya berhubungan dengan kepala suku lainnya, maka dalam bentuk bangunan masyarakat baru itu, suku-suku yang ada saat itu seakan membentuk suatu konfiderasi yang tergabung dalam suatu kesatuan yang dinamakan ummah dan di bawah pimpinan Nabi Muhammad Saw. Dengan demikian, tergambar bahwa pengertian ummah dalam piagam ini adalah adanya/timbulnya suatu paham politik baru di kalangan warganya, yakni kesadaran paham bernegara, walaupun dalam bentuk yang amat sederhana. Dapat pula dipahami bahwa kata ummah dalam Piagam Madinah ini, berbeda pengertiannya dengan makna yang selama ini lazim dipahami yang mengacu kepada komunitas agama. Dalam al Qur’an kata ummah juga tidak selalu menunjuk kepada komunitas agama. Ahmad Mustofa al-Maraghi mengemukakan batasan pengertian kata ummah dari berbagai ayat sebagaimana berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kata ummah dalam pengertian umat manusia seluruhnya (satu kelompok) yang hidup saling mengadakan interaksi antara satu dengan lainnya, seperti dalam firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kana al-nasu ummatan wahidatan, fa ba’atsa Allahu al-nabiyyina mubasysyirina wa mundzirina"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Manusia adalah umat yang satu, maka Allah mengutus para Nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kata ummah, dalam pengertian umat Islam, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kuntum Khaira ummatin ukhrijat li al-nasi ta’muruna bi al-ma’rufi wa tanhauna ‘an al-munkari"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu adalah ummah yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kata ummah, dalam pengertian segolongan dari umat Islam (tha’ifah min al-muslimin) sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waltakun minkum ummatun yad’una ila al-khairi wa ya’muruna bi al-ma’rufi wa yanhauna ‘an almunkari wa ulaika hum al-muflihun"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, merekalah orang-orang yang beruntung."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 4. Kata ummah dalam pengertian imam (pemimpin) yang diteladani sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Inna ibrahima kana ummatan qanitan lillahi hanifan wa lam yaku min al-musyrikin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan (Tuhan)."&lt;br /&gt; 5. Kata ummah, dalam pengertian suatu periode waktu sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Qala alladzi naja minhuma wa id-dakara ba’da ummatin ana unabbi’ukum bi ta’wilihi fa arsilun"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Dan berkatalah orang-orang yang selamat diantara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) sesudah beberapa waktu lamanya; "Aku akan memberitakan kepadamu tentang (orang yang pandai) mentakwilkan mimpi itu, maka utuslah aku (kepadanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kata ummah dalam pengertian suatu periode waktu dapat pula ditemukan dalam surat Hud ayat 8 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Wa lain akhkharna ‘anhum al-‘adzaba ila ummatin ma’dudatin"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    "Dan sesunggunnya jika kami Undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan."&lt;br /&gt; 6. Kata ummah dalam pengertian millah (agama) sebagaimana yang terkandung dalam firman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Inna hadzihi ummatukum ummatan wahidatan wa ana rabbukum fa’budun"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya agama tauhid ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai ayat yang dikemukakan oleh Ahmad Musthafa Al Maraghi di atas, terbukti bahwa pengertian kata ummah dalam Al-Qur’an selalu sesuai dengan konteks dimana kata itu dipergunakan. Dengan kata lain, kata ummah tidak selalu menunjukkan pada suatu komunitas agama. Demikian pula terma-terma ummah yang digunakan Rasullah dalam Piagam Madinah tidak hanya eksklusif bagi kaum muslimin saja, namun mempunyai kandungan pengertian al-jinsiyyah wa al-wathaniyyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhafir al-Qasimi, dalam ulasannya mengenai kata ummah pada Piagam Madinah, memberikan padanan kata tersebut dengan al-wathaniyyah, semacam wawasan kebangsaan. Sedangkan urgensi ideal yang terkandung dalam kata ummah pada piagam tersebut adalah untuk menghapus fanatisme etnis dan mengikis paham rasialisme diantara warga Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Piagam Madinah Suatu Konstitusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara penulis muslim beranggapan bahwa Piagam Madinah adalah merupakan konstitusi negara Islam pertama. Namun, satu hal yang perlu dicatat bahwa dalam Piagam Madinah tidak pernah disebut-sebut agama negara. Persoalan penting yang meminta pemecahan mendesak adalah terbinanya kesatuan dan persatuan di kalangan warga Madinah yang heterogen itu. Semua warga Madinah saat itu meskipun mereka berasal dari berbagai suku adalah merupakan satu komunitas (ummah). Hubungan antara sesama warga yang muslim dan yang non muslim didasarkan atas prinsip-prinsip bertetangga yang baik, saling membantu dalam menghadapi agresi dari luar dan menghormati kebabasan beragama. Persyaratan sebuah negara, walaupun masih sederhana, telah terpenuhi, yakni ada wilayah, pemerintahan, negara, rakyat, kedaulatan dan ada konstitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian Piagam Madinah sebagai suatu konstitusi pernah dikemukakan oleh Hamilton Alexander Rosskeem Gibb, mantan guru besar bahasa Arab di Oxford University, bahwa Piagam Madinah adalah merupakan hasil pemikiran yang cerdas dan inisiatif dari Nabi Muhammad dan bukanlah wahyu. Oleh karena itu, sifat konstitusinya dapat diubah dan diamandir. Muhammad Marmaduke Pickthal, dalam mukaddimah terjemahannya terhadap al-Qur’an, mengatakan bahwa Nabi sebagai seorang pemimpin mempunyai perhatian yang besar untuk menstabilkan masyarakat Madinah dengan mencetuskan konstitusi. Konstitusi yang dimaksud Pickthal tak lain adalah Piagam Madinah. Sementara itu, Montgomery Watt dalam uraiannya mengenai piagam dimaksud secara tegas juga menyebutnya sebagai konstitusi, yakni Konstitusi Madinah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbinanya masyarakat Madinah menjadi suatu komunitas kuat yang selanjutnya juga disebut negara kota itu, karena dilandasi oleh adanya ikatan spiritual keimanan yang diungkapkan dalam nilai-nilai religius. Adalah tepat sekali teori Ibnu Khaldun yang menyatakan: "Sesungguhnya secara umum dapatlah dikatakan, bahwa bangsa Arab tidaklah mampu mendirikan suatu kerajaan melainkan atas dasar agama seperti wahyu seorang Nabi atau ajaran seorang wali". Lebih lanjut, Ibnu Khaldun menjelaskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebabnya ialah karena karakternya yang keras, angkuh dan iri hati satu sama lain, terutama dalam soal-soal politik (kekuasaan). Semua itu menyebabkan mereka manusia yang sulit diatur, karena keinginannya jarang sekali terpenuhi. Akan tetapi, jika mereka telah memeluk agama yang dibawa oleh seorang nabi atau mengikuti ajaran seorang wali, maka mereka akan mempunyai prinsip-prinsip yang tertanam dalam lubuk hati untuk menguasai hawa nafsu. Keangkuhan dan iri hati mereka bisa ditekan. Dengan demikian, mudahlah menyatukan dan membimbimbing mereka. Sebab, agama mengikis keangkuhan dan mengurangi iri hati dan persaingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Ibnu Khaldun secara tepat disimpulkan oleh D.B. MacDonald bahwa orang Arab pada hakekatnya tidak mampu mendirikan suatu pemerintahan, kecuali bila disatukan dengan semangat keagamaan. Teori tersebut kiranya memang bisa diterapkan paling tidak di kalangan orang badui Arab pada awal-awal perkembangan Islam. Dengan kata lain, kebenaran teori Ibnu Khaldun tersebut juga bisa dicarikan buktinya melalui sejarah awal berdirinya kerajaan Arab Saudi oleh Muhammad Ibnu Saud (1702-1792 M) yang pergerakannya ditopang kuat dengan paham keagamaan dari Muhammad Ibnu Abd. Al-Wahab (1703-1787 M), seorang ulama pelanjut paham ortodoksi Ibnu Taimiyah (1263-1328 M).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesatuan umat yang dicetuskan Nabi melalui Piagam Madinah ini, substansinya jelas menunjukkan bahwa konstitusi kesukuan runtuh dengan sendirinya. Dalam perspektif ini, maka tegaknya suatu konstitusi mulai terwujud bagi masyarakat baru Madinah, yang sekaligus juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad mulai diakui sebagai pemimpin yang memiliki kekuasaan politik. Sayangnya, dalam perkembangan selanjutnya ada beberapa kelompok Yahudi seperti Bani Qainuqa’, Bani Nadir dan Bani Quraidhah yang tidak setia terhadap konstitusi yang disetujui bersama. Ketidaksetiaan ini, mereka proyeksikan melalui sikap-sikap pemihakan kepada Quraisy Makkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1. Piagam Madinah adalah jawaban konstitusional terhadap realitas sosio-politik dari masyarakat Madinah yang heterogen.&lt;br /&gt; 2. Konsep ummah yang terkandung dalam Piagam Madinah meliputi penduduk Madinah secara keseluruhan dan merupakan suatu terobosan yang mempunyai nilai strategis untuk menggalang satu front dalam menghadapi kelompok-kelompok lain di luar Madinah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-4012538050508246274?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/4012538050508246274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/piagam-madinah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4012538050508246274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4012538050508246274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/06/piagam-madinah.html' title='Piagam Madinah dan KONSEP UMMAH'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-578392493778471492</id><published>2009-01-19T05:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T05:57:37.725-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Akhir Buruk BUSH</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.thesmokehammer.com/images/bush_head2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 212px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px" alt="" src="http://www.thesmokehammer.com/images/bush_head2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;George W. Bush sudah mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden Amerika Serikat. Suka duka telah menggelayuti pemerintahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush akan memperoleh catatan sebagai salah satu presiden paling kontroversial di AS. Kecuali Richard Nixon, tidak ada presiden sejak Hillary Truman yang meletakkan masa jabatan dalam posisi di benci warganya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun nasib Bush lebih buruk dibanding Truman. Bush layak dijuluki sebagai presiden terburuk sepanjang sejarah AS. Pada survey stasiun Televisi CNN diungkapkan hanya 24% responden yang percaya bahwa Bush melaksanakan tugas dengan baik berbanding 76% yang mengatakan sebaliknya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka popularitas Bush ini turun dari angka 28% dalam jajak pendapat CNN beberapa waktu silam., yang diambil antara 31 oktober dan 1 November. Hasil itu merupakan rekor terendah sejak angka 67% milih Hillary Truman pada Januari 1952. Sejarah pun akan mencatat, apakah Bush termasuk Presiden yang baik atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian Bush tetap membela diri. "Jika anda tidak setuju dengan beberapa kebijakan yang keras yang telah saya buat. Namun, saya harap anda setuju saya bisa membuat kebijakan yang keras" katanya pada Pidato perpisahan di Gedung Putih beberapa waktu lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang aneh jika seorang presiden justru membuat kebijakan yang kontroversial dan tidak populer. Kebijakan yang dibuat pemerintahan Bush kadang juga didengar tidak masuk akal. Sebagai contoh, dia memotong pajak orang-orang kaya di AS dari 39,8% menjadi 35%. Kemudian, selama delapan tahun menjabat, Bush dikenal sebagai presiden yang jarang menggunakan hak veto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush meninggalkan Gedung Putih dengan segudang masalah yang harus diselesaikan Presiden terpilih Barack Obama. Krisis ekonomi yang tidak kunjung terselesaikan, anggaran AS yang terancam defisit dalam beberapa tahun depan, pengangguran yang makin membengkak, dan emisi gas yang makin parah. ?????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bidang ekonomi, Bush merupakan orang yang bertanggung jawab atas hancurnya ideologi kapitalis di AS. Sistem ekonomi kapitalis hancur berkeping-keping hanya karena krisis keuangan yang meluluhlantakkan AS. Wajah sebenarnya kondisi AS juga mulai terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, terkuak pula korupsi,kolusi, dan nepotisme yang marak di negeri yang mengaku pelopor good governance itu. Dua perang, baik di Irak dan Afghanistan, tidak kunjung terselesaikan, kemudian "perang melawan terorisme" telah mempertaruhkan pencitraan Washington. ?????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush ternyata tidak menerima begitu saja disebut sebagai presiden yang gagal.Pada bulan-bulan terakhir menjelang lengser,dia justru berkutat untuk memperbaiki citra dan reputasinya.Dia lebih sering melayani pertanyaan wartawan, wawancara, dan berpidato membela diri atas kebijakan yang ditempuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, publik AS pun memandang sinis atas pembelaan Bush tersebut. Pertanyaan selanjutnya pun bisa kita simpulkan.Apakah Presiden George W Bush merupakan presiden terburuk sepanjang sejarah pemerintahan AS? Jawabannya pun lebih cenderung ke setuju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush masih menjadi sebuah "teka-teki" karena dia pernah menjadi orang paling berpengaruh di dunia pada saat-saat yang sulit. Bush juga tercatat sebagai presiden AS yang paling sering dikritik para kolumnis dan lawannya. Setiap ucapan hingga kebijakannya sering menyulut emosi bagi warganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush selalu memprovokasi siapa pun yang tidak setuju dengan kebijakan dengan mimik menantang dan kata-kata yang tidak pernah mendamaikan.BBC melaporkan, ada kolumnis konservatif yang menulis, "Sindrom Penyakit Jiwa Bush". Walaupun begitu, secara pribadi, Bush merupakan orang yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia seorang pengusaha kaya raya dan pernah menjadi presiden sebanyak dua periode. Gubernur Texas pernah dikuasainya selama dua periode. Dia pun bangga karena selalu menjadi juara dalam seluruh kehidupannya. Namun demikian, Bush memang telah mengubah dua negara otoriter menjadi sebuah negara demokrasi ala Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush telah mengubah Afghanistan menjadi negara demokrasi muda yang terus memerangi terorisme. Kemudian, dia menyulap Irak menjadi negara demokrasi termuda di jantung Timur Tengah.Meski demikian, dia tetap membual bahwa Amerika selalu mengutamakan hak-hak asasi manusia dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asia Timesmenulis,apakah ada hal berbeda yang dilakukan Bush selain kekerasan, jawabannya tidak ada.Dalam hari-hari menjelang lengsernya pun,Bush masih memberikan sinyal hijau invasi Israel ke Gaza yang mulai berlangsung sejak 27 Desember lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sungguh mengecewakan akan Bush adalah tidak mengerti tentang arti evaluasi dan introspeksi. Kenapa? Bush mengetahui banyak kesalahan dalam pemerintahannya, tapi dia justru tidak memperbaharui atau pun merombak. Meski sebenarnya dia memiliki kesempatan untuk memperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kasus penjara teroris Guantanamo di Kuba, kritikan dari berbagai kalangan tidak mendapatkan respons positif sama sekali dari Bush. Kemudian penanganan Badai Katrina yang meluluhlantakkan pesisir AS, Bush pun cenderung cuek. Fakta tersebut memberikan kesimpulan bahwa Bush merupakan seorang presiden yang memiliki catatan buruk karena tidak mau introspeksi terhadap kinerjanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dikatakan juga bahwa Bush pun tidak pernah mengakui kesalahan yang pernah dilakukannya. Seperti alasan penyerangan terhadap Irak,ketika AS tidak menemukan satu pun senjata massal di Irak, dengan santainya Bush tidak mengucapkan kata maaf. "Amerika telah melalui lebih dari tujuh tahun tanpa serangan teroris lainnya di tanah air kita," kata Bush dalam pidatonya untuk seluruh rakyat AS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bush mengakui bahwa sebagian orang tidak menyukai kebijakan-kebijakannya. Bush menegaskan bahwa dirinya selalu bertindak demi kepentingan negara." Saya telah mengikuti hati nurani saya dan melakukan apa yang saya pikir benar," belanya. Namun, pada Selasa nanti,Presiden ke-43 itu akan mulai menikmati hari-harinya di rumah mewah senilai USD2 juta di Dallas,Texas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengaku akan mendirikan perpustakaan kepresidenan dan menulis buku yang mengisahkan tentang pengalamannya. Bush kemungkinan juga akan membuat buku tentang bantahanbahwadiabukanlah seorang presiden terburuk dalam sejarah AS.Jelas sekali bahwa dia akan membantah semua tudingan dalam bukubuku mengenai dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan memikirkannya, menulis buku,"ujar Bush ketika ditanya apakah akan berencana menulis buku setelah meninggalkan Gedung Putih. Maklum, buku itu bisa digunakan untuk menyampaikan pandangan Bush, tentang Perang Irak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, mantan juru bicara Bush, McClellan, mengatakan bahwa Gedung Putih di bawah pimpinan Bush menyembunyikan fakta dan mengerahkan propaganda pembenaran invasi Irak untuk menggulingkan Saddam Husein pada 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, Bush tetap diam atas tudingan juru bicaranya itu. Bush juga mengatakan bahwa selama ini tidak pernah menonton serial fiksi TV terkenal tentang kehidupan Presiden AS, ?The West Wing'."Serius saya tidak menonton TV. Saya suka lihat pertandingan olahraga, tapi lebih suka membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya lebih sering membaca," ujar Bush. Mantan Presiden Amerika Serikat George HW Bush,ayah pemimpin negara adidaya tersebut,saat ini mengajukan anaknya yang lain, Jeb Bush, sebagai calon Presiden Amerika di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya akan gembira jika dia (Jeb Bush) mencalonkan diri dan memenangkan pemilihan satu harinanti, "kata Bushsenior,84. Bush, yang merupakan Presiden Amerika Serikat ke- 41 menyatakan bahwa Jeb memiliki kualifikasi dan kemampuan yang diperlukan. Namun, sekarang bukanlah saat yang tepat untuk mendorong anggota keluarganya yang lain untuk memegang tampuk kepemimpinan di Gedung Putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jeb Bush, mantan Gubernur Florida, juga bisa menjadi senator yang baik."Dia paham keinginan masyarakatnya, mengerti isu-isu Florida dan nasional, dan karier politiknya belumlah berakhir," ujar Bush senior. Terhadap Bush junior yang akan meninggalkan Gedung Putih pada 20 Januari nanti, dia memujinya karena mampu menghadapi kritik tajam sepanjang menjabat sebagai Presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak adil untuk menyalahkan dia atas semua masalah yang ada di negeri ini," kata Bush. Sang ayah mengklaim Bush junior sukses menjaga negaranya tetap kuat dan bebas selepas serangan 11 September 2001."Dia punya banyak hal yang bisa dibanggakan dan dia akan pulang ke rumah dengan kepala tegak," pungkasnya&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-578392493778471492?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/578392493778471492/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/akhir-buruk-bush.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/578392493778471492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/578392493778471492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/akhir-buruk-bush.html' title='Akhir Buruk BUSH'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-8040397867157795544</id><published>2009-01-18T17:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T17:28:30.682-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>Merubah Mood dalam Sekejap</title><content type='html'>Hidup kita diwarnai dengan berbagai perasaan, emosi, sensasi, atau persepsi mengenai realita di sekitar kita. Yang perlu diingat, bahwa kitalah yang memilih warna tersebut! Apabila Anda selama ini tidak merasa bisa mengontrol diri Anda, maka sudah seharusnya Anda sadar, bahwa orang lain yang telah memilihkan warnanya untuk Anda!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan proses persepsi kesenangan, kesusahan, kecemasan, depresi, optimisme, pesimisme, dan lain-lainnya, dalam pikiran kita adalah dalam bentuk dua hal: kata-kata dan gambar. Coba hentikan sejenak apapun yang Anda lakukan dan fokus pada apa yang Anda katakan atau gambarkan di pikiran Anda saat Anda sedang marah, senang, cemas, optimis, dan lain-lain. Anda akan mengetahui bahwa banyak sekali kata-kata atau gambar yang Anda buat dalam pikiran Anda. Dan apabila Anda semakin fokus dan menyadari lebih dalam lagi, Anda akan tahu bahwa kata-kata atau gambar itu pula yang berperan untuk meningkatkan atau menurunkan intensitas perasaan Anda! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di NLP, ini disebut sebagai submodality. Dengan memperkaya kata-kata atau gambar di pikiran Anda, Anda bisa membuatnya bertambah nyata dan perasaan Anda pun akan mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba ikuti tip berikut dari I2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi perasaan cemas, takut, gugup, stress, kecewa, dan sejenisnya, gunakan metoda berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, apabila pikiran Anda penuh dengan gejolak kata-kata, seperti "I don't want to think about" atau "Saya tidak boleh memikirkannya" atau sejenisnya, segera ganti! Ganti dengan "What I want to think about is......." atau "Saya lebih suka memikirkan ..." Penyebab Anda terus-menerus memikirkan sesuatu yang tidak ingin Anda pikirkan adalah karena setelah menyebutkan 'kata' yang berasosiasi dengan yang tidak ingin Anda pikirkan tersebut, pikiran Anda akan secara otomatis membuat proyeksi image-nya, sehingga malah akan memenuhi pikiran Anda! Dan semakin Anda berulang-ulang mengatakannya, malah akan semakin kuat image tersebut! So now you know!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, apabila image tersebut sudah menempel erat di pikiran Anda - misalnya Anda akan segera masuk ke ruangan untuk bertemu bos Anda yang galak, atau Anda membayangkan audiens yang tidak ramah saat nanti Anda akan presentasi, dll., tenang saja. Ada metoda untuk menanganinya. Bayangkan saja image tersebut dengan tenang dengan sikap 'it's okay'. Sekarang, coba fokus pada image tersebut. Sadari bagaimana bentuk image tersebut, apakah bentuknya seperti sebuah foto, atau bergerak seperti film. Perhatikan setiap kejadian atau detil di gambar tersebut, dan perhatikan warnanya. Nah, setelah Anda berhasil menangkap semuanya itu, yang perlu Anda lakukan adalah mengurangai warna dari gambar tersebut di pikiran Anda. Buatlah lebih buram, sedikit demi sedikit. Setelah gambarnya mulai buram, secara perlahan pula, kecilkan ukurannya. Teruskan, sampai gambarnya sama sekali buram dan sulit untuk Anda lihat lagi. Setelah gambarnya sulit untuk Anda lihat, biasanya, Anda akan berkali-kali lipat lebih tenang! Tidak percaya? Coba lakukan sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda ingin memperkuat sebuah keyakinan, agar tambah PD, ikuti metoda berikut. Fokus pada gambar di pikiran Anda mengenai apa yang Anda harapkan terjadi. Sadari ukuran gambarnya, warnanya, dan juga suara-suara yang mungkin Anda dengar di gambar tersebut. Now, setelah mendapat gambaran utuh, lakukan yang berlawanan dengan di atas. Tambahkan warnanya. Tajamkan gambarnya seolah Anda ingin membuat berbagai detilnya bertambah nyata! Apabila Anda hanya samar-samar mendengar suaranya, naikan volume-nya selayaknya Anda menaikkan volume stereo set Anda! Setelah itu, tambahkan ukuran gambarnya, perbesar. Setelah itu, pertajam lagi warna dan kontrasnya! Anda akan terkejut betapa telah bertambah nikmatnya perasaan Anda sekarang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-8040397867157795544?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/8040397867157795544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/merubah-mood-dalam-sekejap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8040397867157795544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8040397867157795544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/merubah-mood-dalam-sekejap.html' title='Merubah Mood dalam Sekejap'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-5892532980595099943</id><published>2009-01-13T17:27:00.000-08:00</published><updated>2009-01-19T17:27:52.624-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>Antara Ilmu dan kepintaran</title><content type='html'>Profesi sebagai pembicara publik dan konsultan, kadang mirip psikolog dan dokter. Begitu orang tahu profesi kita, langsung saja orang menghadang dengan sejumlah pertanyaan. Kalau kebetulan pertanyaannya berkisar di sekitar bidang keahlian kita, tidak apa-apa, semuanya aman dan lancar. Namun, banyak orang yang tidak bisa membedakan, mana pertanyaan yang tepat buat konsultan manajemen, ekonom, pakar ilmu sosial dan politik, atau yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pernah ditanya proyeksi nilai dolar terhadap rupiah, kapan ekonomi recovery, kapan kerusuhan berakhir, siapa yang akan jadi presiden mendatang, apa yang terjadi bila SBY kalah, sampai dengan banyaknya para koruptor yang diseret KPK ke penjara.&lt;br /&gt;Tentu saja seluruh kepintaran yang saya miliki tidak bisa menghasilkan jawaban yang memuaskan. Terutama karena berada di luar bidang keahlian yang saya tekuni. Namun, yang namanya klien, peserta seminar, atau peserta kursus, banyak yang tidak mau tahu. Merasa diri membayar, maka saya harus menjawabnya dengan memuaskan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah orang memerlukan lebih dari sekadar kepintaran. Di titik-titik tertentu, kita tidak memerlukan kepintaran. Dalam keadaan lain, kepintaran malah menghadirkan petaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi mereka yang mengagungkan sekolah lengkap dengan kepintarannya, mungkin argumen saya amat berlebihan. Namun, setelah lama malang melintang di dunia praktek, kepintaran bukanlah segala-galanya. Agar seimbang, serta sampai pada sasarannya, kepintaran malah memerlukan pengelola. Secara lebih khusus, agar tidak liar tak karuan. Atau, menjadi musuh karir bagi siapa saja yang tidak bisa mengelolanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah anak muda pintar yang baru tamat sekolah, orang tua yang amat close minded dengan kepintaran dan pengalamannya, atau pemimpin yang tidak punya hal lain selain bersikap sok pintar, adalah contoh-contoh spesies manusia yang dikelola oleh kepintarannya. Untuk kemudian, menjadikan kepintarannya sebagai senjata yang ditodongkan ke tubuhnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus terakhir, kepintaran menjadi sumber petaka. Tidak berlaku pepatah yang berucap knowledge is power. Yang benar, knowledge is enemy.&lt;br /&gt;Karena demikian seringnya berinteraksi dengan banyak orang, setahun bisa mangajar di depan lebih dari seratus ribu orang, saya merasakan sekali batas daya bantu dari kepintaran. Kalau saya hanya memiliki kepintaran untuk dipamerkan, barangkali hanya mampu jadi manusia sombong yang dimusuhi banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman saya bertutur, tubuh kita mengalami gelombang pasang surut mirip dengan cuaca. Meminjam analogi cantik dan menarik sebagaimana pernah dibuat Huanchu Daoren dalam Back To The Beginning, fikiran yang gembira mirip dengan bintang yang terang. Fikiran yang marah seperti angin ribut. Fikiran yang jernih ibarat angin sepoi atau embun pagi yang sejuk. Fikiran yang penuh stres sama dengan matahari panas, atau kabut musim gugur yang kejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, apapun cuacanya, langit tetap jernih berwarna biru. Betapa indah, jernih dan konrtibutifnya fikiran yang seperti langit. Dalam keadaan digoyang dan diguncang pertanyaan apapun, ketenangan dan kejernihan senantiasa hadir sebagai sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke cerita awal tentang kepintaran, ia tidak selalu bisa mempertahankan birunya langit fikiran. Terkadang, malah menjadi musuh dan penghalang terciptanya 'langit biru' fikiran.&lt;br /&gt;Saya tidak tahu, sampai tataran mana langit biru yang saya miliki. Karena tingkatan saya dinilai oleh orang lain. Namun, jutaan godaan emosi yang telah saya lewati. Tingginya gunung hinaan yang pernah ditujukan ke saya. Luasnya hamparan hujatan yang pernah saya lalui. Banyaknya kesulitan hidup yang pernah saya alami. Semua ini, dengan penuh rasa syukur telah berpengaruh amat besar terhadap kejernihan langit biru saya dalam bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang MBA muda dari AS yang mengagumi cara saya menjawab pertanyaan. Ada orang tua yang terkejut ketika mengetahui umur saya sama dengan anak bungsunya. Ada pemilik perusahaan yang menyerahkan anak-anaknya untuk saya bimbing. Namun, tentu saja orang yang tidak senang, menghujat dan memusuhi saya juga masih ada.&lt;br /&gt;Lepas dari semua ini, telah lama saya mendidik diri untuk tampil sama di depan orang yang memuji dan membenci. Mempertahankan kedekatan yang sama antara yang setuju dengan tidak setuju. Tersenyum, baik ketika mengalami suka maupun duka. Berusaha tenang, baik ketika sunyi maupun ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih jauh dari sempurna tentunya. Namun, proses belajar terakhir memiliki kontribusi yang amat besar terhadap penciptaan langit biru fikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengucapkan terimakasih ke Tuhan, ketika habis dimaki orang. Saya bergembira sekali, tatkala berhasil menaklukkan dorongan untuk lari dari masalah. Saya amat menikmati kesalahan yang timbul dari kebodohan dan ketidaktahuan. Sehabis dilecehkan orang, kerap saya mengucapkan terimakasih atas makiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini saya lakukan dengan amat serius, karena ia tidak hanya memberi nilai tambah pada seluruh kepintaran yang saya miliki, tetapi juga amat berfaedah ketika kepintaran mulai tidak ada gunanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya bukan manusia sekolahan Anda boleh curiga. Tetapi, sebagai orang yang pernah menjelajahi ilmu pengetahuan sampai tataran pilosopis, saya faham betul akan batas-batas pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu sampai pada batas-batas terakhir, di sinilah birunya langit fikiran, menjadi sesuatu yang amat berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-5892532980595099943?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/5892532980595099943/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/antara-ilmu-dan-kepintaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5892532980595099943'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5892532980595099943'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/antara-ilmu-dan-kepintaran.html' title='Antara Ilmu dan kepintaran'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-7000045324474105599</id><published>2009-01-10T17:23:00.000-08:00</published><updated>2009-06-18T10:39:53.770-07:00</updated><title type='text'>Al Bashri dan Gadis Kecil</title><content type='html'>Sore itu Hasan al-Bashri sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Rupanya ia sedang bersantai makan angin. Tak lama setelah ia duduk bersantai, lewat jenazah dengan iring-iringan pelayat di belakangnya. Di bawah keranda jenazah yang sedang diusung berjalan gadis kecil sambil terisak-isak. Rambutnya tampak kusust dan terurai, tak beraturan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bashri tertarik penampilan gadis kecil tadi. Ia turun dari rumahnya dan turut dalam iring-iringan. Ia berjalan di belakang gadis kecil itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tangisan gadis itu terdengar kata-kata yang menggambarkan kesedihan hatinya.&lt;br /&gt;"Ayah, baru kali ini aku mengalami peristiwa seperti ini."&lt;br /&gt;Hasan al-Bashri menyahut ucapan sang gadis kecil, "Ayahmu juga sebelumnya tak mengalami peristiwa seperti ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, usai salat subuh, ketika matahari menampakkan dirinya di ufuk timur, sebagaimana biasanya Al-Bashri duduk di teras rumahnya. Sejurus kemudian, gadis kecil kemarin melintas ke arah makan ayahnya. "Gadis kecil yang bijak," gumam Al-Bashri. "Aku akan ikuti gadis kecil itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis kecil itu tiba di makan ayahnya. Al-Bashri bersembunyi di balik pohon, mengamati gerak-geriknya secara diam-diam. Gadis kecil itu berjongkok di pinggir gundukan tanah makam. Ia menempelkan pipinya ke atas gundukan tanah itu. Sejurus kemudian, ia meratap dengan kata-kata yang terdengar sekali oleh Al-Bashri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, bagaimana keadaanmu tinggal sendirian dalam kubur yang gelap gulita tanpa pelita dan tanpa pelipur? Ayah, kemarin malam kunyalakan lampu untukmu, semalam siapa yang menyalakannya untukmu? Kemarin masih kubentangkan tikar, kini siapa yang melakukannya, Ayah? Kemarin malam aku masih memijat kaki dan tanganmu, siapa yang memijatmu semalam, Ayah? Kemarin aku yang memberimu minum, siapa yang memberimu minum tadi malam? Kemarin malam aku membalikkan badanmu dari sisi yang satu ke sisi yang lain agar engkau merasa nyaman, siapa yang melakukannya untukmu semalam, Ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemarin malam aku yang menyelimuti engkau, siapakah yang menyelimuti engkau semalm, ayah? Ayah, kemarin malam kuperhatikan wajahmu, siapakah yang memperhatikan tadi malam Ayah? Kemarin malam kau memanggilku dan aku menyahut penggilanmu, lantas siapa yang menjawab panggilanmu tadi malam Ayah? Kemarin aku suapi engkau saat kau ingin makan, siapakah yang menyuapimu semalam, Ayah? kemarin malam aku memasakkan aneka macam makanan untukmu Ayah, tadi malam siapa yang memasakkanmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar rintihan gadis kecil itu, Hasan al-Bashri tak tahan menahan tangisnya. Keluarlah ia dari tempat persembunyiannya, lalu menyambut kata-kata gadis kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, gadis kecil! jangan berkata seperti itu. Tetapi, ucapkanlah, "Ayah, kuhadapkan engkau ke arah kiblat, apakah kau masih seperti itu atau telah berubah, Ayah? Kami kafani engkau dengan kafan yang terbaik, masih utuhkan kain kafan itu, atau telah tercbik-cabik, Ayah? Kuletakkan engkau di dalam kubur dengan badan yang utuh, apakah masih demikian, atau cacing tanah telah menyantapmu, ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ulama mengatakan bahwa hamba yang mati ditanyakan imannya. Ada yang menjawab dan ada juga yang tidak menjawab. Bagaimana dengan engkau, Ayah? Apakah engkau bisa mempertanggungjawabkan imanmu, Ayah? Ataukah, engkau tidak berdaya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ulama mengatakan bahwa mereka yang mati akan diganti kain kafannya dengan kain kafan dari sorga atau dari neraka. Engkau mendapat kain kafan dari mana, Ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ulama mengatakan bahwa kubur sebagai taman sorga atau jurang menuju neraka. Kubur kadang membelai orang mati seperti kasih ibu, atau terkadang menghimpitnya sebagai tulang-belulang berserakan. Apakah engkau dibelai atau dimarahi, Ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, kata ulama, orang yang dikebumikan menyesal mengapa tidak memperbanyak amal baik. Orang yang ingkar menyesal dengan tumpukan maksiatnya. Apakah engkau menyesal karena kejelekanmu ataukah karena amal baikmu yang sedikit, Ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kupanggil, engkau selelu menyahut. Kini aku memanggilmu di atas gundukan kuburmu, lalu mengapa aku tak bisa mendengar sahutanmu, Ayah?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayah, engkau sudah tiada. Aku sudah tidak bisa menemuimu lagi hingga hari kiamat nanti. Wahai Allah, janganlah Kau rintangi pertemuanku dengan ayahku di akhirat nanti."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis kecil itu menengok kepada Hasan al-Bashri seraya berkata, "Betapa indah ratapanmu kepada ayahku. Betapa baik bimbingan yang telah kuterima. Engkau ingatkan aku dari lelap lalai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, Hasan al-Bashri dan gadis kecil itu meninggalkan makam. Mereka pulang sembari berderai tangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-7000045324474105599?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/7000045324474105599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/al-bashri-dan-gadis-kecil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/7000045324474105599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/7000045324474105599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/al-bashri-dan-gadis-kecil.html' title='Al Bashri dan Gadis Kecil'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-7842201295249168952</id><published>2009-01-08T17:25:00.000-08:00</published><updated>2009-06-18T10:50:01.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><title type='text'>Khalifah Umar dan Keadilan</title><content type='html'>Suatu ketika Umar bin Khattab sedang berkhotbah di masjid di kota Madinah tentang keadilan dalam pemerintahan Islam. Pada saat itu muncul seorang lelaki asing dalam masjid , sehingga Umar menghentikan khotbahnya sejenak, kemudian ia melanjutkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya seorang pemimpin itu diangkat dari antara kalian bukan dari bangsa lain. Pemimpin itu harus berbuat untuk kepentingan kalian, bukan untuk kepentingan dirinya, golongannya, dan bukan untuk menindas kaum lemah. Demi Allah, apabila ada di antara pemimpin dari kamu sekalian menindas yang lemah, maka kepada orang yang ditindas itu diberikan haknya untuk membalas pemimpin itu. Begitu pula jika seorang pemimpin di antara kamu sekalian menghina seseorang di hadapan umum, maka kepada orang itu harus diberikan haknya untuk membalas hal yang setimpal."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai khalifah berkhotbah, tiba-tiba lelaki asing tadi bangkit seraya berkata; "Ya Amiirul Mu'minin, saya datang dari Mesir dengan menembus padang pasir yang luas dan tandus, serta menuruni lembah yang curam. Semua ini hanya dengan satu tujuan, yakni ingin bertemu dengan Tuan."&lt;br /&gt;"Katakanlah apa tujuanmu bertemu denganku," ujar Umar.&lt;br /&gt;"Saya telah dihina di hadapan orang banyak oleh 'Amr bin 'Ash, gubernur Mesir. Dan sekarang saya akan menuntutnya dengan hukum yang sama."&lt;br /&gt;"Ya saudaraku, benarkah apa yang telah engkau katakan itu?" tanya khalifah Umar ragu-ragu.&lt;br /&gt;"Ya Amiirul Mu'minin, benar adanya."&lt;br /&gt;"Baiklah, kepadamu aku berikan hak yang sama untuk menuntut balas. Tetapi, engkau harus mengajukan empat orang saksi, dan kepada 'Amr aku berikan dua orang pembela. Jika tidak ada yang membela gubernur, maka kau dapat melaksanakan balasan dengan memukulnya 40 kali."&lt;br /&gt;"Baik ya Amiirul Mu'minin. Akan saya laksanakan semua itu," jawab orang itu seraya berlalu. Ia langsung kembali ke Mesir untuk menemui gubernur Mesir 'Amr bin 'Ash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sampai ia langsung mengutarakan maksud dan keperluannya.&lt;br /&gt;"Ya 'Amr, sesungguhnya seorang pemimpin diangkat oleh rakyat, dari rakyat, dan untuk rakyat. Dia diangkat bukan untuk golongannya, bukan untuk bertindak sewenang-wenang terhadap rakyatnya, dan bukan pula untuk menindas yang lemah dan mengambil hak yang bukan miliknya. Khalifar Umar telah memberi izin kepada saya untuk memperoleh hak saya di muka umum."&lt;br /&gt;"Apakah kamu akan menuntut gubernur?" tanya salah seorang yang hadir.&lt;br /&gt;"Ya, demi kebenaran akan saya tuntut dia," jawab lelaki itu tegas.&lt;br /&gt;"Tetapi, dia kan gubernur kita?"&lt;br /&gt;"Seandainya yang menghina itu Amiirul Mu'minin, saya juga akan menuntutnya."&lt;br /&gt;"Ya, saudara-saudaraku. Demi Allah, aku minta kepada kalian yang mendengar dan melihat kejadian itu agar berdiri."&lt;br /&gt;Maka banyaklah yang berdiri.&lt;br /&gt;"Apakah kamu akan memukul gubernur?" tanya mereka.&lt;br /&gt;"Ya, demi Allah saya akan memukul dia sebanyak 40 kali."&lt;br /&gt;"Tukar saja dengan uang sebagai pengganti pukulan itu."&lt;br /&gt;"Tidak, walaupun seluruh masjid ini berisi perhiasan aku tidak akan melepaskan hak itu," jawabnya .&lt;br /&gt;"Baiklah, mungkin engkau lebih suka demi kebaikan nama gubernur kita, di antara kami mau jadi penggantinya," bujuk mereka.&lt;br /&gt;"Saya tidak suka pengganti."&lt;br /&gt;"Kau memang keras kepala, tidak mendengar dan tidak suka usulan kami sedikit pun."&lt;br /&gt;"Demi Allah, umat Islam tidak akan maju bila terus begini. Mereka membela pemimpinnya yang salah dengan gigih karena khawatir akan dihukum," ujarnya seraya meninggalkan tempat.&lt;br /&gt;'Amr bin'Ash serta merta menyuruh anak buahnya untuk memanggil orang itu. Ia menyadari hukuman Allah di akhirat tetap akan menimpanya walaupun ia selamat di dunia.&lt;br /&gt;"Ini rotan, ambillah! Laksanakanlah hakmu," kata gubernur 'Amr bin 'Ash sambil membungkukkan badannya siap menerima hukuman balasan.&lt;br /&gt;"Apakah dengan kedudukanmu sekarang ini engkau merasa mampu untuk menghindari hukuman ini?" tanya lelaki itu.&lt;br /&gt;"Tidak, jalankan saja keinginanmu itu," jawab gubernur.&lt;br /&gt;"Tidak, sekarang aku memaafkanmu," kata lelaki itu seraya memeluk gubernur Mesir itu sebagai tanda persaudaraan. Dan rotan pun ia lemparkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-7842201295249168952?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/7842201295249168952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/khalifah-umar-dan-keadilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/7842201295249168952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/7842201295249168952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/khalifah-umar-dan-keadilan.html' title='Khalifah Umar dan Keadilan'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-1125216386655242054</id><published>2009-01-01T17:26:00.000-08:00</published><updated>2009-06-18T10:39:53.771-07:00</updated><title type='text'>Nasehat Yang Jitu</title><content type='html'>Pada suatu hari Ibrahim bin Adham didatangi oleh seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabi'ah. Ia meminta nasehat kepada Ibrahim agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya.&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata, "Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya!"&lt;br /&gt;Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, "Jika kau mampu melaksanakan lima syarat yang kuajukan, aku tidak keberatan kau berbuat dosa." &lt;br /&gt;Tentu saja dengan penuh rasa ingin tahu yang besar Jahdar balik bertanya, "Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?"&lt;br /&gt;"Syarat pertama, jika engkau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan rezeki Allah," ucap Ibrahim.&lt;br /&gt;Jahdar mengernyitkan dahinya lalu berkata, "Lalu aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rezeki Allah?"&lt;br /&gt;"Benar," jawab Ibrahim dengan tegas. "Bila engkau telah mengetahuinya, masih pantaskah engkau memakan rezeki-Nya, sementara Kau terus-menerus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintahnya?"&lt;br /&gt;"Baiklah," jawab Jahdar tampak menyerah. "Kemudian apa syarat yang kedua?"&lt;br /&gt;"Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya," kata Ibrahim lebih tegas lagi.&lt;br /&gt;Syarat kedua membuat Jahdar lebih kaget lagi. "Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?"&lt;br /&gt;"Benar wahai hamba Allah. Karena itu, pikirkanlah baik-baik, apakah kau masih pantas memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kau terus berbuat maksiat?" tanya Ibrahim.&lt;br /&gt;"Kau benar Aba Ishak," ucap Jahdar kemudian. "Lalu apa syarat ketiga?" tanya Jahdar dengan penasaran.&lt;br /&gt;"Kalau kau masih bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempar bersembunyi dari-Nya."&lt;br /&gt;Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. "Ya Aba Ishak, nasihat macam apa semua ini? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?"&lt;br /&gt;"Bagus! Kalau kau yakin Allah selalu melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rezeki-Nya, tinggal di bumi-Nya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya, pantaskah kau melakukan semua itu?" tanya Ibrahin kepada Jahdar yang masih tampak bingung dan terkesima. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabi'ah tidak berkutik dan membenarkannya.&lt;br /&gt;"Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat keempat?"&lt;br /&gt;"Jika malaikat maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertaubat dan melakukan amal saleh."&lt;br /&gt;Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukannya selama ini. Ia kemudian berkata, "Tidak mungkin... tidak mungkin semua itu aku lakukan."&lt;br /&gt;"Wahai hamba Allah, bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah?"&lt;br /&gt;Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasihat kepada lelaki itu. &lt;br /&gt;"Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat nanti, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!"&lt;br /&gt;Lelaki itu nampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasihatnya. Ia menangis penuh penyesalan. Dengan wajah penuh sesal ia berkata, "Cukup?cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jahdar memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyu'.&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham yang sebenarnya adalah seorang pangeran yang berkuasa di Balakh itu mendengar bahwa di salah satu negeri taklukannya, yaitu negeri Yamamah, telah terjadi pembelotan terhadap dirinya. Kezaliman merajalela. Semua itu terjadi karena ulah gubernur yang dipercayainya untuk memimpin wilayah tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutny, Ibrahim bin Adham memanggil Jahdar bin Rabi'ah untuk menghadap. Setelah ia menghadap, Ibrahim pun berkata, "Wahai Jahdar, kini engkau telah bertaubat. Alangkah mulianya bila taubatmu itu disertai amal kebajikan. Untuk itu, aku ingin memerintahkan engkau untuk memberantas kezaliman yang terjadi di salah satu wilayah kekuasaanku."&lt;br /&gt;Mendengar perkataan Ibrahim bin Adham tersebut Jahdar menjawab, "Wahai Aba Ishak, sungguh suatu anugrah yang amat mulia bagi saya, di mana saya bisa berbuat yang terbaik untuk umat. Dan tugas tersebut akan saya laksanakan dengan segenap kemampuan yang diberikan Allah kepada saya. Kemudian di wilayah manakah gerangan kezaliman itu terjadi?"&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham menjawab, "Kezaliman itu terjadi di Yamamah. Dan jika engkau dapat memberantasnya, maka aku akan mengangkat engkau menjadi gubernur di sana."&lt;br /&gt;Betapa kagetnya Jahdaar mendengar keterangan Ibrahim bin Adham. Kemudian ia berkata, "Ya Allah, ini adalah rahmat-Mu dan sekaligus ujian atas taubatku. Yamamah adalah sebuah wilayah yang dulu sering menjadi sasaran perampokan yang aku lakukan dengan gerombolanku. Dan kini aku datang ke sana untuk menegakkan keadilan. Subhanallah, Maha Suci Allah atas segala rahmat-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, berangkatlah Jahdar bin Rabi'ah ke negeri Yamamah untuk melaksanakan tugas mulia memberantas kezaliman, sekaligus menunaikan amanah menegakkan keadilan. Pada akhirnya ia berhasil menunaikan tugas tersebut, serta menjadi hamba Allah yang taat hingga akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-1125216386655242054?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/1125216386655242054/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/nasehat-yang-jitu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/1125216386655242054'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/1125216386655242054'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/01/nasehat-yang-jitu.html' title='Nasehat Yang Jitu'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-2317145149414498634</id><published>2008-10-02T16:47:00.000-07:00</published><updated>2008-10-02T18:06:44.412-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tidak Terkategori'/><title type='text'>Biduan Alam</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.batu-alam.com/image-product/img8.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.batu-alam.com/image-product/img8.jpg" border="0" /&gt;Indahnya suara burung dikala pagi berpadu dengan lembutnya mentari membelai. Anak-anaknya yang kecil bercicitan tatkala merasa sentuhan induknya. Burung-burung kecil, burung-burung besar, saling bernyanyi menikmati cerahnya hari. Alangkan damainya hati ini tatkala mendengar mereka bernyanyi.&lt;br /&gt;Bila hujan datang, sang kodok yang biasanya bersembunyipun bergerombolan keluar sarangnya. Kodok-kodok saling bersautan menyenandungkan kegembiraan menerima berkah hujan dari Allah Yang Maha Kuasa. Kodok meloncat-loncat, berenang-renang gembira sambil bernyanyi-nyanyi dengan nada yang sangat elok.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangkrik datang dikala malam. Dingin dan sepinya malam pun terasa terobati tatkala jangkrik-jangkrik mulai mengeluarkan suaranya. Nyanyian jangkrik mengisi kosongnya malam, menemani saat daku terlelap. Merdu suaranya menerobos hingga kealam mimpiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deru air disungai betapa menyejukkan. Menembus hingga kerelung hati. Air yang mengalir menyusuri aliran sungai mengeluarkan gemerincing yang mendamaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kidungnya yang menggema menyegarkan pikiran.&lt;br /&gt;Mendengar nyanyian alam akan mebuat pikiran kita menyibak keagungan Sang Penciptanya&lt;br /&gt;Indahnya sajian alam, biduan-biduan ciptaan Tuhan. Suaranya tak pernah membuat kuping ini bosan. Bahkan selalu dirindukan. Biduan-biduan sejati, penghibur tatkala sunyi. Nadanya menjadi simponi merdu membelai jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan suara-suara itu akan berpadu dengan indahnya bentangan panorama yang membanjiri pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijaunya pepohonan di lereng bukit membuat naluri ini kembali segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Liukan angin menyapa pepohonan kelapa di pesisir pantai diiringi deburan ombak yang sangat indah. Langit berwarna biru menenangkan Sang Surya menyinari seadanya Daun-daun ikut berjoget gembira Lautan hati juga berdendang senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biru laut yang lembut bagaikan pantulan cahaya nirwana yang menenangkan hati. Pasir putih itu, laut yang bening, langit yang biru, Menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang di sungai yang jernih terlihat aneka warna warni ikan-ikan yang menari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cakrawala senja Yang merah merekah Berbaur warna lembayung pesona jiwa Indah merona Merasuk sukma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat istana malam bertahta, lengkung langit membentang terang dari ujung timur ke ujung barat, mengupas kerak hitam cakrawala utara hingga selatan.&lt;br /&gt;Sinar gemerlap perpaduan antara Bulan dan para bintang bekerja sama untuk melahirkan keindahan yang menakjubkan. &lt;img src="http://www.blogger.com/" width="'12'/" border="'0'" hight="'12'" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di salah satu sudut langit malam yang bertabur bintang, sesuatu bergerak perlahan. Membuat hati tertarik saat melihat "bintang jatuh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan umum luas dan megahnya alam semesta sungguh menghibur penghuni Bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sekali biduan-biduan panorama yang memanjakan mata kita,&lt;br /&gt;Yang menenagkan batin kita,&lt;br /&gt;Yang mendamaikan pikiran kita,&lt;br /&gt;Takkan bisa terbilang dengan tulisan,&lt;br /&gt;Sangat indah dan sangat banyak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang kita sering mengabaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lebih sering mengisi hari-hari kita dengan menikmati suara biduan-biduan di TV yang suaranya direkam dan dijual berkali-kali. Padahal lagu-lagunya ada kalanya membuat kita bosan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lebih sering memenuhi pendengaran kita dengan paraunya deru suara pabrik-pabrik dan mesin-mesin kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau kita lebih sering mendengar parahnya sumpah serapah artis-artis kala mereka beraksi di balik layar, atau dahsyatnya makian para guru terhadap muridnya, atau kerasnya sumpah serapah para orang tua kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau teriakan, gunjingan, makian, dan kata-kata kotor lain yang dihujamkan para majikan kepada pembantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga bagi mereka yang sedang berdebat di panggung politik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-2317145149414498634?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/2317145149414498634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/10/biduan-alam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2317145149414498634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2317145149414498634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/10/biduan-alam.html' title='Biduan Alam'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-6799206423318193994</id><published>2008-09-27T03:18:00.000-07:00</published><updated>2008-09-27T03:25:54.825-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nyantai'/><title type='text'>Mudik Lebaran</title><content type='html'>&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/mysyam/RwmFf9cxs1I/AAAAAAAAAO8/kQjxWmceZPI/s400/kartu+ucapan005+(OK).jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://lh6.ggpht.com/mysyam/RwmFf9cxs1I/AAAAAAAAAO8/kQjxWmceZPI/s400/kartu+ucapan005+(OK).jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah berlomba-lomba dalam beribadah serta memperbanyak amalan-amalan sunnah di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah untuk mendekatkan diri kepada Allah, kini tiba gilirannya hari raya fitri "Iedul Fitri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang hilir mudik, berbondong-bondong dari tempat perantauannya menuju ke kampung halamannya. Tidak peduli orang yang shalat, puasa atau bahkan orang yang tidak shalat dan puasa, mereka ingin berkumpul di rumah bersama keluarga. Angkutan-angkutan pun dimana-mana penuh sesak. Tarif pun melonjak. Jalan-jalan penuh kemacetan. Betapa melelahkan perjalanan mudik lebaran. Setelah berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara, betapa bergembiranya hati ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyempatkan sisa waktu menunggu hari raya, yang berduit berbelanja sambil jalan-jalan. Ada yang sambil mejeng. Ada yang ingin cuci mata dan beragam orang datang ke pasar-pasar, ke toko-toko, ke pusat-pusat perbelanjaan. Sandal baru, celana baru, baju baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya datang Iedul Fitri, umat Islam meluangkan waktunya mengikuti shalat sunah Iedul Fitri. Dengan berjalan kaki sambil bertakbir mengagungkan Asma Allah. Maka bergemalah suara Takbir di dalam masjid-masjid hinga ke pelataran. Di saat-saat seperti ini, dengan hati yang becampur antara bahagian dan sedih serta perasaan haru dengan iringan gema takbir, banyak yang tidak mampu menahan tetesan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang tidak kuat menahan rasa haru ini disambung berlanjut tat kala saling maaf memaafkan di antara keluarga. Tidak seperti biasanya kebanyakan orang merasa benar dan tidak mau disalahkan. Pada hari ini seolah semua orang mengaku bersalah. Ucapan mohon maaf lahir batin, minal aidin walfa izin berkumandang dimana-mana. Kepada ayah, kepada ibu, kepada kakek, nenek, om, tante dan sanak saudara serta teman-teman dan saudara semuanya. Anak muda pecinta sepak bola biasa mengucapkan kosong-kosong!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosong bagi orang-orang yang tidak beriman adalah karena tidak memperoleh apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kosong bagi orang-orang yang beriman dan beramal shaleh adalah mudah-mudahan sifat dan tindak-tanduk negatif seorang yang beriman dapat ditekan atau dihilangkan setelah melakukan ibadah puasa. Atau paling tidak jika tidak mencapai yang demikian semoga memeroleh peningkatan kebaikan dan keimanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya diucapkan: "Taqobalalloohu minna waminkum."&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-6799206423318193994?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/6799206423318193994/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/09/mudik-lebaran.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6799206423318193994'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6799206423318193994'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/09/mudik-lebaran.html' title='Mudik Lebaran'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/mysyam/RwmFf9cxs1I/AAAAAAAAAO8/kQjxWmceZPI/s72-c/kartu+ucapan005+(OK).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-7420696515638749437</id><published>2008-09-21T07:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T10:50:01.111-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><title type='text'>Membentengi Ummat dari Penyimpangan Pemikiran</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;"Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan (membawa) kebenaran, supaya engkau menghukum antara manusia dengan apa yang diperlihatkan (diturunkan) Allah kepadamu itu." (QS. An-Nisa' : 105) &lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;Di dalam sebuat hadits yang panjang yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, dan At-Tarmidzi disebutkan bahwa sahabat Hudzaifah ibnu Al-Yamani pernah bertanya kepada Rasulullah SAW : "&lt;em&gt;Wahai Rasulullah, apakah sesudah kebaikan ini akan ada masa keburukan? Jawab Rasulullah: 'Ya..., yaitu munculnya kaum yang mengajak orang lain ke neraka jahannam. Barangsiapa memenuhi ajakannya berarti telah menyiapkan dirinya untuk masuk neraka'. Aku berkata: Terangkanlah ciri-ciri mereka itu, wahai Rasulullah. Jawab Rasulullah: 'Kulit mereka sama dengan kulit kita dan mereka bicara dengan bahasa kita&lt;/em&gt;."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutipan potongan sebuah hadits itu dijadikan landasan oleh Prof. Ahmad Muhammad Jamal (almarhum) guru besar kebudayaan Islam pada Universitas Ummul Qura Makkah, dalam pendahuluan kitabnya yang berjudul Muftaroyaat 'alal Islam (Kebohongan-kebohongan) terhadap Islam) yang di Indonesiakan menjadi Membuka Tabir Upaya Orientalis dalam Memalsukan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau mengemukakan hadits tersebut, karena menyesalkan sekali adanya orang-orang yang bersikap kebarat-baratan justru dari kalangan kita sendiri, warna kulitnya sejenis dengan kita, bahasanya sama dengan kita, bahkan semboyannya pun seperti semboyan kita. Namun mereka membelakangi sumber-sumber ajaran Islam berupa Al-Qur'an, Hadits, dan Sejarah Islam. Sebaliknya mereka hadapkan wajah dan hati mereka kepada sumber-sumber Barat. Kemudian mereka menuduh dan membohongkan Islam seperti yang diperbuat orang Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Syeikh Ahmad Jamal, pengaruh itu masuk ke orang Islam lantaran salah satu dari 3 hal: &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Karena mereka belajar di perguruan tinggi Barat, Eropa, atau Amerika. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena mereka belajar di bawah asuhan orang-orang Barat di perguruan tinggi di dalam negeri mereka sendiri, atau &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena mereka hanya membaca sumber-sumber dari Barat di luar tempat-tempat pendidikan formal dengan mengenyampingkan sumber-sumber Islam. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Kalau sudah demikian, tanggung jawab siapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali Syeikh Ahmad Jamal mengulasnya, bahwa itu adalah tanggung jawab kita -ummat Islam- juga. Kenapa? Karena kitalah yang mengirim mereka ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi Barat dengan aneka alasan. Pengiriman mahasiswa itu tanpa membekali antisipasi untuk mencegah keraguan-raguan yang ditanamkan guru-guru Barat, dan kita tidak menyediakan untuk mahasiswa itu citra dan syiar Islam serta bentuk rumah tangga dan negara yang benar-benar Islami. Hingga kita tidak bisa meluruskan mereka ketika bengkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, kita mengirim mereka ke perguruan-perguruan Barat, namun kita tidak membangun rumah Islam buat mereka yang dapat melindungi mereka dari panah dan hembusan beracun orang-orang Barat." Tulis Ahmad Muhammad Jamal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tandas, Ustadz itu mengemukakan bahwa di samping bahaya tersebut, masih pula kita mendatangkan tenaga-tenaga pengajar dari Barat untuk memberikan pelajaran di perguruan-perguruan dan universitas-universitas kita. Dapat dipastikan, tenaga-tenaga Barat itu menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka sebagaimana yang dilakukan rekan-rekan mereka di negara Barat, yaitu meracuni dan menimbulkan rasa antipati terhadap Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor itu masih pula ditambah dngan kesalahan kita yaitu membuka pintu lebar-lebar untuk penyebaran kebudayaan Barat, sehingga orang kita begitu saja membenarkan apa-apa yang datang dari Barat dan menerimanya bulat-bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat dari itu semua, Ustadz Ahmad Muhammad Jamal (68 th) yang wafat di Kairo, Mesir pada hari Arafah 1413 H itu mengemukakan peringatan yang cukup tegas:&lt;br /&gt;"Dengan terjadinya hal-hal semacam itu maka juru da'wah Islam hanya dapat berteriak di lembah sunyi dan di padang yang lengang, bahkan mereka hanya dapat membacakan do'a kepada ahli kubur. Hanya sedikit pemuda Muslim yang diselamatkan oleh Allah. Yang sedikit inipun selalu dihalang-halangi kelompok jahat yang mayoritas itu dengan berbagai jalan. Setiap orang beriman ditekan, diintimidasi dan dirintangi dari menjalankan agama Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghancurkan Hukum Islam Dan Sistem Islam.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Upaya Barat untuk menghancurkan Islam adalah selama 6 abad orang Barat belajar kepada kaum Muslimin, mula-mula yang dihancurkan adalah Hukum Islam. Hukum atau Syari'at Islam telah berlangsung dan diterapkan sejak kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sampai berkembangnya Islam ke berbagai negara di zaman kekhalifahan ataupun kesultanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemekaran Islam ke berbagai negara pada abad ketujuh, delapan, dan kesembilan Masehi, Hukum Positif Romawi mulai jatuh dan dilupakan orang, sejak munculnya Justinius pada abad keenam Masehi, Hukum Positif itu tidak bisa diberlakukan lagi berabad-abad, kecuali pada abad ke sebelas oleh seorang murid yang sempat belajar hukum Islam di Andalus, yaitu Paus Jerbart seorang Prancis yang dikenal dengan nama Silvestre II (1024 M). Ia menjadi murid orang-orang Islam Andalusia abad 11, kemudian kembali ke Prancis dan mengkaji hukum positif Romawi dengan memasukkan unsur-unsur syari'at Islam yang telah ia terima. Tetapi Paus Silvestre dan lainnya tidak berani mempublikasikan ajaran yang membawa pengaruh syari'at Islam itu di depan Gereja. Kemudian hukum positif Romawi yang dibawa oleh Paus dapat diterima oleh Gereja sebagai perkembangan hukum yang terselubung. (Dr. Abdul Halim Uwies, Al-Islamu kamaa yanbaghi an nu'mina bih, diindonesiakan menjadi Koreksi terhadap Ummat Islam, Darul Ulum Press, Jakarta, cet. pertama, 1989, hal. 82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada priode berikutnya, hukum Islam yang telah diberlakukan di berabagai negeri itu kemudian dipreteli (dilepas) diganti dengan hukum positif. Di saat hampir saja Inggris menduduki India (plus Pakistan dan Bangladesh) tahun 1791, Inggris sudah mengadakan gerakan untuk membatalkan syari'at Islam, kemudian orang Islam di sana mulai didesak untuk menginggalkan ajarannya dan menjalankan hukum mereka. Terjepitlah syari'at Islam pada saat itu, dan peristiwa inilah sebagi awal kemerosotan dunia Islam secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di belahan lain di Mesir, berlangsung pula revolusi Prancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte hingga tahun 1798. Tiga tahun setelahnya (1801 M) mereka keluar dari Mesir setelah di belakang mereka telah disiapkan adanya sejumlah pendukung, percetakan-percetakan dan pemuka-pemukanya termasuk para pemikirnya yang nantinya siap untuk menghembuskan pergolakan pemikiran yang "cemerlang", seperti Muhammad Ali Basya yang menjadi agen Prancis dan mendapat dukungan dari semua warganya kecuali Raja Fuad (Rahimahullah) hingga akhirnya Mesir menjadi negara bagian dari Eropa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gerakan mereka tidak lain hanyalah perlawanan terhadap kaum Muslimin di Jazirah Arab dan sebagai barisan oposisi gerakan pembaharuan Wahabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dngan Inggris dan Prancis mereka adalah agen-agennya, baik secar moral maupun intelektual. Di kalangan warga negaranya, Muhammad Ali Basya mewajibkan mereka untukmelaksanakan hukum Prancis pada tahun 1883, di Mesir. Dan ia mendirikan Mahkamah Nasional sesuai dengan hukum Prancis. Tetapi setelah ia merasakan bahwa hukum itu barang efektif dicabutlah dan diganti dengan hukum Belgia pada tahun 1887, dan setelah ia merasakan bahwa hal itu juga kurang efektif dicabutnya lagi dan diganti dengan hukum Itali pada tahun 1889, begitu seterusnya hingga dibentuk hukum positif Inggris yang berlaku untuk orang-orang Muslim India dan Sudan. Dan itulah yang menjadi hukum permanen di Mesir sebagaimana juga di empat bagian negara Eropa lainnya. Akan tetapi setelah Britania (Inggris) mulai melemah di Mesir, ditetapkan hukum Eropa di setiap lembaga pemerintahan di sana. (Ibid, hal. 83-84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian pengaruh-pengaruh Barat menyeruak ke seluruh daerah-daerah besar lainnya sampai di Turki Utsmani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangkitlah Kemal Ataturk pada tahun 1924 M dan meruntuhkan kekhalifahan dan ia mengeluarkan meomentum untuk menghapus Islam dengan segala bentuknya dan menegaskan agar seluruh manusia dapat meninggalkan aqidah dan syari'ah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sin pemikiran lain, muncul dari kelompok mereka, Syeikh Ali Abdul Razik (Mesir), ia termasuk barisan partai Hizbul Ahrar Ad-Dusturiin dan pernah meninggalkan Hizbul Ummah (partai Inggris), ia mempromosikan bukunya Al-Islam wa Ushulul Hukmi. (ibid, hal 84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelewengan pemikiran dalam buku Ali Abdul Raziq di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa Syeikh Ali telah menjadikan syari'at Islam sebagai syari'at rohani semata-mata, tidak ada hukumnya dengan pemerintah dan pelaksanaan hukum dalam urusan duniawi.&lt;br /&gt;Berkenaan dengan anggapannya bahwa agama tidak melarang perang jihad Nabi SAW, demi mendapatkan kerajaan bukan dalam rangka fi sabilillah, dan bukan untuk menyampaikan da'wah kepada seluruh alam. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dia menulis :&lt;br /&gt;"...&lt;em&gt;dan jelaslah sejak pertama bahwa jihad itu tidak semata-mata untuk da'wah agama dan tidak untuk menganjurkan orang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya&lt;/em&gt;..."&lt;br /&gt;Bahwa tatanan hukum di zaman Nabi SAW tidak jelaas, meragukan, tidak stabil, tidak sempurna dan menimbulkan berbagai tanda tanya. Katanya:&lt;br /&gt;"Sebenarnya kewalian Muhammad SAW atas segenap kaum mu'minin itu ialah wilayah risalah, tidak bercampur sedikitpun dengan hukum permerintahan." &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut sidang para ulama Al-Azhar yang menghakimi Syeikh Ali Abdul Raziq, cara yang ditempuh Syeikh Ali itu berbahaya, karena ia ingin melucuti Nabi SAW dari hukum pemerintahan...Sudah tentu anggapan Syeikh Ali itu bertentangan dengan bunyi tegas Al-Qur'anul Kariim Surah An-Nisa' : 105 yang menyatakan yang artinya : "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab kepadamu dengan (membawa) kebenaran, supaya engkau menghukum antara manusia dengan apa yang diperlihatkan (diturunkan) Allah kepadamu itu."&lt;br /&gt;Berkenaan dengan anggapannya bahwa tugas Nabi hanya menyampaikan syari'at lepas dari hukum pemerintahan hukum dan pelaksanaannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau anggapan itu benar tentunya ia merupakan penolakan terhadap semua ayat-ayat tentang pemerintahan hukum yang banyak terdapat di Al-Qur'an.. Dan bertentangan juga dengan Sunnah Rasul SAW yang jelas dengan tegas...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi penyimpangan pemikiran Ali Abdul Raziq, hingga ia diputuskan oleh forum alim ulama Al-Azhar dengan memecatnya dan mengeluarkan dari barisan ulama Al-Azhar. Keputusan pemecatan itu dikeluarkan dalam persidangan terhadap Syeikh Ali Abdul Raziq yang dipimpin Abul Fadhal Al-Jizawi dengan anggota 24 ulama Al-Azhar tanggal 22 Muharam 1344 H/12 Agustus 1925. (Dari Al-Milal wan Nihal oleh Asy-Syahrastani, dikutip Fathi Yakan, Islam di tengah persekongkolan musuh abad 20, GIP cet. 6, 1993, hal. 113, lihat H. Hartono A. Jaiz, Bila Hak Muslimin Dirampas, Pustaka Al-Kautsar, 1994, hal. 83-84).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ummat Kebingungan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sejak terjadinya pemisahan antara penguasa dengan sumber-sumber hukum Islam di kalangan ummat Islam, di mana manusia merasa kebingungan karena diombang-ambingkan oleh hawa nafsunya, para ulam pun sudah tak mau peduli. Masing-masing sudah sibuk dengan urusannya sendiri dan mereka pandang itulah yang lebih aman dan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terjadi kebangkitan Eropa baru, kondisi ummat sama sekali sudah tidak memiliki unsur-unsur kekuatan yang hakiki. Sebut saja aqidahnya lemah dan tidak jelas lagi arahnya. Keyakinannya tidak mantap, akhlaknya merosot, komitmennya hampir tak ada sama sekali. Pemikirannya jumud (beku), ijtihadnya macet total, kefaqihannya (kefahamannya terhadap Islam) hilang, bid'ah merajalela, sunnah sudah diabaikan, kesadarannya menipis, sampai-sampai yang namanya ummat tidak seperti ummat lagi. Maka orang Barat mengeksploitasi kesempatan tersebut dengan menjajah dan menguasai berbagai negeri dan menghabisi sisa-sisa unsur kekuatan pribadi ummat sampai keadaannya seperti apa yang kita rasakan sekarang. Penuh kehinaan tanpa memiliki wibawa sama sekali. Segala urusan kita berada di tangan musuh dan nasib kita ditentukan oleh mereka para penjajah itu. Akhirnya kita minta bantuan kepada mereka untuk menyelesaikan segala problem yang timbulnya dari pribadi kita sendiri. (Dr. Thoha Jabir Fayyadh Al-Ulwani, Adabul Ikhtilaf fil Islam / Beda pendapat bagaimana menurut Islam, GIP, 1991, hal. 135).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penjajah benar-benar memahami karakteristik ummat yang dijajahnya (yang keadaannya telah carut marut itu). Mereka memfokuskan perhatian pada pembentukan program pengajaran dan lembaga-lembaganya, dengan harapan dapat mengubah pemikiran-pemikiran kaum Muslimin sehingga siap untuk menerima pemikiran-pemikiran alam baru dan berusaha menyelaraskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penjajah kafir tersebut beranggapan bahwa penerimaan kaum Muslimin terhadap realitas yang baru dapat mendorong mereka untuk mencapai kemauan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu mereka analogikan pada negara-negara Eropa yang tidak merencanakan programnya yang benar-benar mantap untuk mencapai suatu peradaban kecuali setelah melepaskan agamanya dan bebas dari belenggu gereja. Menurut mereka, semua agama hanya merupakan lembaga serta penghalang untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Kahfi : 5 yang artinya:&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan-tuduhan mereka itu memang benar untuk agama mereka, namun sangat jauh untuk dikatakan benar-benar terhadap dien Al-Islam. Karena, dengan Islam itu Allah menghendaki agar manusia hidup bahagia dan terwujud segala keinginannya. (ibid, hal. 139).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjajah menekan sistem pengajaran Islam&lt;br /&gt;Dalam rangka usaha untuk memisahkan ummat dari eksistensi dan kehidupannya yang Islami, para penjajah kafir melakukan tekanan-tekanan dan hambatan terhadap sistem pengajaran Islam. Mereka juga menghembuskan pemikiran-pemikiran yang dapat merendahkan kedudukan dan menghina pelajaran-pelajaran Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kebalikannya, mereka memperhatikan dan membantu murid-murid yang memasuki sekolah-sekolah baru tempat pendidikan mereka (penjajah). Di hadapan mereka dihadapkan pintu masa depan yang gilang-gemilang dan akhirnya posisi kepemimpinan ummat menjadi tergantung kepada mereka (yang diasuh penjajah itu, pen.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah tekanan-tekanan yang dilancarkan terhadap sistem pendidikan Islam dan bahasa Arab. Semua jalan yang menuju ke sana tertutup rapat. Murid-murid yang tetap tekun hanyalah sebagian kecil saja. Biasanya mereka banyak mengahadapi tekanan-tekanan yang seringkali mengakibatkan mereka berhenti dan macet di tengah jalan. Kalau tidak, maka mereka dihadapkan pada perlakuan yang berbeda, dengan para lulusan sekolah mereka (penjajah) (ibid, 140).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem itu masih dilanjutkan pula oleh pemerintahan baru setelah lepas dari jajahan. Walaupun para pemegang tampuk pemerintahan mengaku dirinya Muslim, namun cara-cara penjajah tetap diterapkan bahkan lebih intensif. Baik itu mengenai sistem hukum / peradilan dan pemerintahan, maupun sistem pendidikan dan penerimaan pegawai. Istilah lokal Jawa, Londo Ireng (Belanda Hitam alias pribumi, namun kejamnya dan liciknya dalam penerapan kekafiran lebih Belanda / lebih menjajah dibanding Belanda penjajah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, di samping yang mendapatkan kesempatan memimpin itu orang-orang yang tidak tahu Islam karena pendidikannya ala kafirin, masih pula sikap mereka pun sudah menjadi orang yang sekuler tulen, dalam bentuk keturunan orang Islam. Pola pikirnya sekuler, gaya hidupnya sekuler, pergaulan hidupnya sekuler, penerapan hukum dan pembelaannya ke arah sekuler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membentengi ummat dari penyimpangan pemikiran ?&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tiba gilirannya untuk menjawab judul makalah ini, bagaimana membentengi ummat dari penyimpangan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibarat satu kampung, keadaannya sudah ditenggelamkan dalam air seperti kampung-kampung di sekitar Waduk Kedung Ombo di Sragen, Boyolali, Jawa Tengah disaat ada pemaksaan dari pemerintahan Orde Baru pimpinan Soeharto tempo hari. Hanya saja penenggelaman ini dari segi sistem hukum, sistem pendidikan, dan kebijakan-kebijakan yang menyingkirkan Islam. Maka yan gmasih tersisa tinggallah yang diselamatkan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Setelah tenggelam dalam pola pikir yang sekuler, yang tak Islami, lalu harus dibentengi bagaimana?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara teori, kita harus menyingkirkan segala pemikiran yang tak sesuai dengan Islam. Ibarat air yang telah menggenangi, maka harus ditawa, dipompa untuk dibuang, dan dikuras. Jadi pola pikir sekuler itu harus dikikis, bahkan diperangi agar terkikis habis. Setelah itu diisi dengan pola yang Islami. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Caranya ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara teori, sistem hukum dan sistem pendidikan harus dikembalikan ke Islam. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Caranya ?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para pemegang kekuasaan bidang hukum dan pendidikan terdiri dari orang-orang yang berpola pikir Islami. Tetapi itu hanya bisa ditempuh bila pemegang kendali kekuasaan adalah orang-orang yang berpola pikir Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai itu, mesti diadakan pendidikan yang intensif, yang secara herarkis mencapai tingkatan sampai tinggi dan tetap punya komitmen yang tinggi terhadap pola pemikiran yang Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah nantinya tetap kalah dalam bersaing, karena sistemnya tidak memungkinkah untuk merebut pasar kedudukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik upaya manusia, dalam menegakkan kebenaran ini ada dukungan Allah SWT. "Apabila kalian menolong (agama) Allah maka pasti Allah menolong kalian." Itu jaminan Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibalik itu pula, Nabi SAW bersabda yang artinya : "&lt;em&gt;Tali-tali Islam pasi akan putus satu tali demi satu tali. Maka setiapkali putus satu tali (lalu) manusia bergantung dengan tali yang berikutnya. Dan tali Islam yang pertama kali putus adalah hukum (nya), sedang yang terakhir (putus) adalah shalat&lt;/em&gt;." (HR. Ahmad dari Abi Umamah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tali-tali hukum Islam ternyata telah diputus-putus oleh penjajah dan dilanjutkan oleh pemerintah penggati penjajah. Demikian pula tali-tali sistem pendidikan. Bahkan sistem budaya pula. Kini hal yang jelas belum diputus adalah shalat, maka kita kembalikan apa yang putus-putus itu dengan membangun kembali shalat kita dengan berjamaah ke masjid-masjid dan meningkatkan kekhusyu'an. Dari situ, akan terbina insan-insan Muslim yang tangguh yang mampu mengendalikan dirinya dari fahsya' dan munkar. Karena Allah SWT berfirman dalam Surah yang Al-Ankabut : 45 artinya :"&lt;em&gt;Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tumbuhnya sosok-sosok pribadi muslimin yang mampu mengendalikan diri dari fahsya' dan munkar itu maka akan memiliki bashirah yang tajam, yang mampu membedakan mana yang haq dan mana yang batil. Hanya saja semua itu harus dilandasi ilmu Islam yang memadai, sehingga bashirah yang tajam itu akan dibentengi oleh hujjah yang benar. Itulah pokok jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-hasil, jalan yang harus ditempuh adalah merestorasi pemahaman ummat dengan menanamkan aqidah shahihah, menegakkan shalat berjemaah, mendisiplinkan da'wah Islamiyah, dan membentuk serta melaksanakan sistem pendidikan yang sesuai dengan Islam. Bila semua itu ditempuh maka pada masanya akan datang kebenaran pada hati-hati Muslimin dan hancurlah kebatilan, tersingkir dari benak-benak Muslimin. Dari individu-individu Muslim, ke tingkat keluarga, ke tingkat kelompok, dan kemudian insya Allah akan ke tingkat yang lebih luas lagi, sehingga akan meratalah pemahaman yang benar tentang Islam. Kalau toh tidak sampai merata, insya Allah pribadi-pribadi yang terselamatkan itu sendiri berarti telah selamat dari kesesatan pemikiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu harus dimulai, Ibda' binafsik. Mulailah dengan dirimu sendiri lebih dulu, Mari.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan bashirah yang mampu mendeteksi bahwa yang batil ataupun menyimpang itu tampak batil, sehingga kita mampu menghindarinya. Amien. &lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-7420696515638749437?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/7420696515638749437/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/09/membentengi-ummat-dari-penyimpangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/7420696515638749437'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/7420696515638749437'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/09/membentengi-ummat-dari-penyimpangan.html' title='Membentengi Ummat dari Penyimpangan Pemikiran'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-3254204082642642630</id><published>2008-09-16T17:00:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T17:01:58.838-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hikmah'/><title type='text'>Mengapa Do'a Tidak Diijabah</title><content type='html'>Pada suatu hari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah, berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mu’minin, mengapa do’a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Ud’uuni astajiblakum” (berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayidina Ali menjawab, “Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada mamfaatnya keimananmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syari’atnya. Maka, apalagi buah dari keimananmu itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau membaca Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau berkata, “Sami’na wa aththa’na (Kami mendengar dan kami patuh), tetapi kau tentang ayat-ayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka, mana bukti keinginanmu itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap saat sengkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi tetap engkau tidak bersyukur kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang nyala-nyala” (QS. Al Faathir [35] : 6). Tetapi kau musuhi syetan dan bersahabat dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata, tetapi kau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagaimana mungkin do’amu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do’a tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah do’amu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, ada seorang laki-laki dating kepada Imam Ja’far Ash Shiddiq, lalu berkata, “Ada dua ayat dalam Al Qur’an yang aku paham apa maksudmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagaimana dua bunyi ayat itu?” Tanya Imam Ja’far. Yang pertama berbunyi “Ud’uuni astajib lakum” (Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu), (QS. Al Mu’min [40] : 60). Lalu aku berdo’a dan aku tidak melihat do’aku diijabah,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah engkau berpikir bahwa Allah akan melanggar janji-Nya?" tanya Imam Ja'far.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," jawab orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu ayat yang kedua apa?" Tanya Imam Ja'far lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayat yang kedua berbunyi "Wamaa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhuu, wahuwa khairun raaziqin" (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya), (QS. Saba [34] : 39). Aku telah berinfak tetapi aku tidak melihat penggantinya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu berpikir Allah melanggar janji-Nya?" tanya Imam Ja'far lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu mengapa?" Tanya imam Ja'far.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tidak tahu," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ja'far kemudian menjelaskan, "Akan kukabarkan kepadamu, Insya Allah seandainya engkau menaati Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepadamu, kemudian engkau berdo'a kepada-Nya, maka Allah akan mengijabah do'amu. Adapun engkau berinfak tidak melihat hasilnya, kalau engkau mencari harta yang halal, kemudian engkau infakkan harta itu di jalan yang benar, maka tidaklah infak satu dirham pun, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak. Kalau engkau berdo'a kepada Allah, maka berdo'alah kepada-Nya dengan Jihad Do'a. Tentu Alah akan menjawab do'amu walaupun engkau orang yang berdosa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa yang dimaksud Jihad Do'a?" sela orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau melakukan yang fardhu maka agungkanlah Allah dan limpahkanlah Dia atas segala apa yang telah ditentukan-Nya bagimu. Kemudian, bacalah shalawat kepada Nabi SAW dan bersungguh-sungguh dalam membacanya. Sampaikan pula salam kepada imammu yang memberi petunjuk. Setelah engkau membaca shalawat kepada Nabi, kenanglah nikmat Allah yang telah dicurahkan-Nya kepadamu. Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat yang telah engkau peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian engkau ingat-ingat sekarang dosa-dosamu satu demi satu kalau bisa. Akuilah dosa itu dihadapan Allah. Akuilah apa yang engkau ingat dan minta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang tak kau ingat. Bertaubatlah kepada Allah dari seluruh maksiat yang kau perbuat dan niatkan bahwa engkau tidak akan kembali melakukannya. Beristighfarlah dengan seluruh penyesalan dengan penuh keikhlasan serta rasa takut tetapi juga dipenuhi harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bacalah, "Ya Allah, aku memnita maaf kepada-Mu atas seluruh dosaku. Aku meminta ampun dan taubat kepada-Mu. Bantulah aku untuk mentaati-Mu dan bimbinglah aku untuk melakukan apa yang Engkau wajibkan kepadaku segala hal yang engkau rdhai. Karena aku tidak melihat seseorang bisa menaklukkan kekuatan kepada-Mu, kecuali dengan kenikmatan yang Engkau berikan. Setelah itu, ucapkanlah hajatmu. Aku berharap Allah tidak akan menyiakan do'amu," papar Imam Ja'far.*** &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-3254204082642642630?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/3254204082642642630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/09/mengapa-doa-tidak-diijabah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3254204082642642630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3254204082642642630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/09/mengapa-doa-tidak-diijabah.html' title='Mengapa Do&apos;a Tidak Diijabah'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-3919769492613635040</id><published>2008-08-04T19:24:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T10:50:01.112-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><title type='text'>Islam dan Ilmu Pengetahuan</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemikiran Barat&lt;/strong&gt; sekarang ini berada di tengah-tengah peperangan antara agama dan ilmu pengetahuan. Hampir tidak mungkin pemikir Barat sekarang ini menerima kenyataan bahwa kemungkinan ada pertemuan secara mendasar antara agama dan ilmu pengetahuan. Injil, yang menjadi kepercayaan orang Nasrani, menyatakan pohon di mana Nabi Adam AS dilarang memakannya adalah pengetahuan. Oleh karena itu, setelah dia memakan buahnya, dia memperoleh pengetahuan tertentu yang mana tidak dia peroleh sebelumnya. Dengan alasan inilah orang Eropa membantah bahwa selama dua abad mereka tidak menerima pengetahuan ilmiah yang datang dari orang Islam.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja menyatakan bahwa pencarian seperti penge&amp;shy;tahuan ilmiah adalah penyebab dosa yang asli. Uskup menggambarkan bukti mereka dari Perjanjian Lama yang menyebutkan bahwa ketika Adam memakan pohon itu, ia mendapat beberapa pengetahuan, Allah tidak menyukainya dan menolak memberinya kemurahan hati. Oleh karena itu, pengetahuan ilmiah menolak sepenuhnya peraturan gereja yang dianggap sebagai hal yang tabu. Akhirnya, ketika pemikir bebas dan ilmuwan Barat sanggup mengatasi kekuatan gereja, mereka membalas dendam dengan mencari petunjuk yang berlawanan dan menekan beberapa kekuatan agama. Mereka beralih kepada hal-hal yang berlawanaan untuk mengatasi kekuatan gereja dan mengurangi pengaruhnya kepada hal yang sempit dan membatasi pada sudut-sudut tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jika Anda membicarakan persoalan agama dan ilmu pengetahuan dengan pemikir Barat, dia benar-benar akan keheranan. Mereka tidak tahu Islam. Mereka tidak mengetahui bahwa Islam menjunjung tinggi status ilmu pengetahuan dan orang yang berilmu, menghormati mereka sebagai saksi setelah malaikat yang berhubungan dengan fakta baru tiada Tuhan selain Allah, sebagaimana yang telah Allah firmankan kepada kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Tuhan menyatakan, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Dia, dan malaikat-malaikat dan orang-orang berilmu yang tegak dengan keadilan&lt;/em&gt;. " (QS AIi Imran : 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Allah Yang Maha Agung dan Maha Muha berfirman kepada kita:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah&lt;/em&gt;". QS Muhammad : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui dari al-Quran bahwa Nabi Adam AS diistimewakan melebihi malaikat dengan kebaikan pengetahuan yang diberikan Allah kepadanya. Kisah dari al-Quran menyangkal Injil yang menyebutkan orang Islam dianggap menyimpang. Menurut al-Quran, kenyataan bahwa Nabi Adam diberi pengetahuan adalah sebuah tanda kehormatan dan bukan karena pengusirannya dari surga. Oleh karena itu, jika seseorang membicarakan Islam dan ilmu pengetahuan dengan para pemikir Barat, mereka cenderung mengharapkan argumen yang sama dengan apa yang ada dalam budaya dan agama mereka. Itulah mengapa mereka memberi reaksi dengan keterkejutan ketika mereka ditunjukkan dengan fakta yang jelas sekali dari al-Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara pemikir Barat yang menampakkan keterkejutannya itu adalah Prof. Dr. Joe Leigh Simpson, Ketua jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Pakar Molecular dan Genetika Manusia, Baylor College Medicine, Houston. Ketika kami pertama kali bertemu dengannya, Profesor Simpson menuntut pembuktian al-Quran dan Sunnah. Akan tetapi, kami sanggup menghilangkan kecurigaannya. Kami menunjukkan kepadanya sebuah naskah garis besar perkembangan embrio. Kami membuktikan kepadanya bahwa al-Quran menjelaskan kepada kita bahwa turunan atau hereditas dan sifat keturunan atau kromosom yang tersusun hanya bisa terjadi setelah perpaduan yang berhasil antara sperma dan ovum. Sebagaimana yang kita ketahui, kromosom-kromosom ini berisi semua sifat-sifat baru manusia yang akan menjadi mata, kulit, rambut, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, beberapa sifat manusia yang tersusun itu ditentukan oleh kromosomnya. Kromosom-kromosom ini mulai terbentuk sebagai permulaan pada tingkatan nutfah dari perkembangan embrio. Dengan kata lain, ciri khas manusia baru terbentuk sejak dari tingkatan nutfah yang paling awal. Allah Yang Maha Agung dan Yang Maha Mulia berfirman di dalam Al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Celakalah kiranya manusia itu! Alangkah ingkarnya (kepada Tuhan). Dari apakah dia di&amp;shy;ciptakan? Dari setetes air mani. (Tuhan) menciptakannya dan menentukan ukuran yang sepadan dengannya&lt;/em&gt;. " (QS Abasa : 17-19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama empat puluh hari pertama kehamilan, semua bagian dan organ tubuh telah sempurna atau lengkap, terbentuk secara berurutan. Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada kita di dalam hadisnya: "Setiap dari kamu, semua komponen penciptamu terkumpul dalam rahim ibumu selama empatpuluh hari." Di dalam hadis lain, Nabi Muhammad SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Ketika setetes nuftah telah melewati 42 malam, Allah menyuruh seorang malaikat ke rahim perempuan, yang berkata: `Ya Tuhan! Ini laki&amp;shy;laki atau perernpuan?' Dan Tuhanmu memutus kan apa yang Dia kebendaki&lt;/em&gt;. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Simpson mempelajari dua hadis ini secara intensif, yang mencatat bahwa empat puluh hari pertama itu terdapat tingkatan yang dapat dibedakan secara jelas atau embriogenesis. Secara khusus, Dia dibuat kagum dengan ketelitian yang mutlak dan keakuratan ke&amp;shy;dua hadis tersebut. Kemudian dalam salali satu konferensi yang dihadirinya, dia memberikan pendapat sebagai berikut: "Dari kedua hadis yang telah tercatat dapat membuktikan kepada kita gambaran waktu secara spesifik perkembangan embrio sebelum sampai 40 hari. Terlebih lagi, Pendapat yang telah berulang-ulang dikemukakan pembicara yang lain pagi ini. bahwa kedua hadis ini telah menghasilkan dasar pengetahuan ilmiah yang mana rekaman mereka sekarang ini didapatkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Simpson mengatakan bahwa agama dapat menjadi petunjuk yang baik untuk pencarian ilmu pengetahuan. Ilmuwan Barat telah menolak hal ini. Seorang ilmuwan Amerika mengatakan bahwa agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Dengan analogi, jika Anda pergi ke suatu pabrik dan Anda berpedoman pada mengoperasikan pabrik itu, kemudian Anda akan paham dengan mudah bermacam-macam pengoperasian yang berlangsung di pabrik itu. Jika Anda tidak memiliki pedoman ini, pasti tidak memiliki kesempatan untuk memahami secara baik variasi proses tersebut. Profesor Simpson berkata: "Saya pikir tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama, tetapi pada kenyataannya agama dapat menjadi petunjuk ilmu pengetahuan dengan tambahan wahyu ke beberapa pendekatan ilmiah yang tradisional. Ada kenyataan di dalam al-Quran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid, yang mana al-Quran mendukung ilmu pengetahuan yang berasal dari Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kebenaran. Orang-orang Islam tentunya dapat memimpin dalam cara pencarian ilmu pengetahuan dan mereka dapat menyampaikan pengetahuan itu daIam status yang sesuai. Terlebih lagi orang Islam mengetahui bagaimana menggunakan pengetahuan itu sebagai bukti keberadaan Allah, Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia untuk menegaskan kerasulan Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman di dalam al-Quran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Quran ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu&lt;/em&gt;. " (QS Fushshilat : 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menyadari melalui beberapa contoh keajaiban al-Quran secara ilmiah yang telah diketahui berhubungan dengan komentar yang objektif dari para ilmuwan, mari kita tanyakan pada diri kita sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Dapatkah hal ini mejadi sebuah kejadian yang kebetulan bahwa akhir-akhir ini penemuan informasi secara ilmiah dari lapangan yang berbeda yang tersebutkan di dalam al-Quran yang telah turun pada 14 abad yang lalu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Dapatkah al-Quran ini ditulis atau dikarang Nabi Muhammad SAW atau manusia yang lain?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya jawaban yang mungkin untuk pertanyaan itu bahwa al-Quran secara harfiah adalah kata-kata atau firman Allah yang diturunkan kepadanya. Al-Quran adalah perkataan yang harfiah dari Allah yang Dia turunkan kepada Nabi Muhammad SAW yang melalui malaikat Jibril. Al-Quran ini dihapalkan oleh Nabi Muhammad SAW yang kemudian didiktekan kepada sahabat-sahabatnya. Para sahabat inilah yang selanjutnya secara bergiliran menghapalkannya, menulis ulang, dan memeriksa/meninjau lagi dengan Nabi Muhammad SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, Nabi Muhammad SAW memeriksa kembali al-Quran dengan malaikat Jibril sekali setiap bulan Ramadhan dan dua kali di akhir hidupnya pada kalender Hijriah yang sama. Sejak al-Quran diturunkan sampai hari ini, selalu ada banyak orang Islam yang menghapalkan semua ayat al-Quran surat demi surat. Sebagian dari mereka ada yang sanggup menghapal al-Quran pada waktu berumur 10 tahun. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika tidak ada satu surat pun di dalam al-Quran yang berubah selama berabad-abad sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran telah diturunkan 14 abad yang lalu menyebutkan fakta yang bacu ditemukan akhir-akhir ini yang telah dibuktikan oleh para ilmuwan. Hal ini membuktikan tidak ada keraguan bahwa al-Quran adalah firman yang harfiah dari Allah, yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah benar-benar nabi dan utusan yang diturunkan Allah. Hal ini adalah di luar alasan bahwa setiap manusia 14 abad yang lalu telah mengetahui beberapa fakta ini yang ditemukan atau dibuktikan akhir-akhir ini dengan peralatan canggih dan metode yang rumit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-3919769492613635040?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/3919769492613635040/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/08/islam-dan-ilmu-pengetahuan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3919769492613635040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3919769492613635040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/08/islam-dan-ilmu-pengetahuan.html' title='Islam dan Ilmu Pengetahuan'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-3765231460762781641</id><published>2008-08-04T19:11:00.000-07:00</published><updated>2008-09-21T08:40:18.406-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilmu Al-Qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tauhid'/><title type='text'>Apakah Al-Qur`an itu dan Siapa Muhammad itu?</title><content type='html'>Al-Quran adalah firman Allah sebagai sumber utama untuk setiap keyakinan dan ibadah orang Islam. Hal ini merupakan sebuah peraturan untuk semua subjek yang berhubungan dengan manusia, kebijakan, ajaran, ibadah, jual-beli, hukum, dan lain-lain. Akan tetapi yang Paling utama adalah hubungan antara Allah dan makhluk Nya. Pada saat yang sama, al-Quran juga memberikan pedoman dan ajaran secara mendetail tentang kemasyarakatan, bergaul atau berperi laku dengan sesama manusia dan sistem ekonomi secara adil.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mushaf al-Quran diturunkan kepada Nabi Muham&amp;shy;mad SAW dalam bahasa Arab. Sehingga banyak terjemahan al-Quran, baik yang diterjemahkan ke daiam bahasa Inggris atau bahasa lain. Tidak ada al-Quran lain atau versi lain al-Quran selain al-Quran itu sendiri. Al-Quran tetap eksis hanya dalam bahasa Arab sejak diturunkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW lahir di Makkah, Jazirah Arab, tahun 570 M. Ayahnya meninggal sebelum beliau lahir dan sebentar kemudian ibunya juga meninggal. Akhirnya beliau diasuh pamannya, salah satu orang yang dihormati di suku Quraisy. Dia diasuh dalam keadaan buta huruf tidak dapat membaca atau menulis dan tetap dengan keadaan demikian sampai meninggal. Begitu beliau tumbuh dewasa, dia terkenal sebagai seorang yang jujur, terpercaya, dermawan, dan tulus hati. Karena dia orang yang dapat dipercaya, dia mendapat julukan al-Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW sangat tafakur dan dia sangat dibenci oleh masyarakat yang menyembah berhala sepanjang dekade. Pada waktu berumur empat puluh tahun, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT melalui malaikat Jibril. Wahyu itu berlangsung selama 23 tahun dan terkumpul dalam sebuah mushaf yang terkenal dengan nama al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis adalah perkataan Nabi Muhammad SAW yang juga dijadikan sumber kedua. Akan tetapi, pernyataan ini tidak dijadikan susunan kata secara langsung dari Allah. Sesegera mungkin dia mulai menyampaikan al-Quran dan mengajarkan kebenaran yang telah Allah turunkan kepadanya, dia dan pengikutnya yang masih sedikit mendapat penyiksaan dari orang-orang kafir. Penganiayaan itu semakin berat sampai tahun 622 M, dimana Allah memerintahkan mereka untuk berhijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijrah ini dari kota Makkah ke kota Madinah, sekitar 400 kilometer ke arah utara. Peristiwa hijrah ini lantas dijadikan sebagai pedoman kalender Hijriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun, Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya sanggup untuk kembali ke Makkah di mana mereka memaafkan musuh-musuhnya. Sebelum Nabi Muhammad SAW meninggal pada umur 63 tahun, Islam telah menyebar ke seluruh ke Jazirah Arab. Dan sampai berabad-abad sepeninggainya, Islam telah menyebar ke Barat sampai ke Spanyol dan ke Timur sejauh Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara alasan-alasan mengapa Islam cepat berkembang dan menyebar karena Islam mengajarkan kebenaran dan perdamaian. Islam memiliki keyakinan, mengajarkan, dan merupakan agama tauhid, yaitu yang hanya menyembah satu tuhan, satu-satunya Tuhan yang patut disembah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad SAW adalah contoh teladan yang memiliki sifat jujur, adil, murah hati, selalu mengasihi, dan pemberani. Dia menghilangkan semua tindak kejahatan dan berusaha sejauh mungkin semata-mata demi agama Allah dan pahala-Nya di akhirat nanti. Semua urusan dan perbuatannya dia sandarkan pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-3765231460762781641?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/3765231460762781641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/08/apakah-al-quran-itu-dan-siapa-muhammad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3765231460762781641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3765231460762781641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/08/apakah-al-quran-itu-dan-siapa-muhammad.html' title='Apakah Al-Qur`an itu dan Siapa Muhammad itu?'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-6038960764135372368</id><published>2008-08-04T18:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T19:34:52.424-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasulullah'/><title type='text'>Tutur Kata Rasulullah</title><content type='html'>Telah kita ketahui bersama beberapa sifat Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam . Sekarang kita ingin mengetahui tutur kata dan cara berbicara beliau. Sebelumnya, marilah kita simak penuturan 'Aisyah radhiyallahu anha:&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah berbicara seperti yang biasa kamu lakukan (yaitu berbicara dengan nada cepat). Namun beliau Shalallaahu alaihi wasalam berbicara dengan nada perlahan dan dengan perkataan yang jelas dan terang lagi mudah dihafal oleh orang yang mendengarnya&lt;/em&gt;." (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beliau adalah seorang yang rendah hati lagi lemah lembut, sangat senang jika perkataannya dapat dipahami. Di antara bentuk kepedulian beliau terhadap umat ialah dengan memperhatikan tingkatan-tingkatan intelek-tualitas dan pemahaman mereka di dalam berkomunikasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang sangat penyantun lagi sabar. Diriwayatkan dari 'Aiysah radhiyallahu 'anha bahwa ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Tutur kata Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sangat teratur, untaian demi untaian kalimat tersusun dengan rapi, sehingga mudah dipahami oleh orang yang mendengarkannya&lt;/em&gt;." (&lt;strong&gt;HR. Abu Daud&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah perhatikan kelemah lembutan dan keluasan hati Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam , beliau sudi mengulangi perkataan agar dapat dipahami!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas bin Malik Radhiyallahu anhu mengungkapkan kepada kita:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam sering mengulangi perkataannya tiga kali agar dapat dipahami." (&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;HR. Al-Bukhari&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam selalu berlaku lemah lembut kepada orang lain. Dengan sikap seperti itulah orang-orang menjadi takut, segan serta hormat kepada beliau!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari &lt;strong&gt;Ibnu Mas'ud Radhiyallahu anhu&lt;/strong&gt; ia berkata:&lt;br /&gt;Seorang laki-laki datang menemui &lt;strong&gt;Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam&lt;/strong&gt; . Beliau mengajak laki-laki itu berbicara sehingga membuatnya menggigil ketakutan. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam berkata kepadanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Tenangkanlah dirimu! Sesungguhnya aku bukanlah seorang raja. Aku hanyalah putra seorang wanita yang biasa memakan dendeng." &lt;/em&gt;(&lt;strong&gt;HR. Ibnu Majah&lt;/strong&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-6038960764135372368?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/6038960764135372368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/08/tutur-kata-rasulullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6038960764135372368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6038960764135372368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/08/tutur-kata-rasulullah.html' title='Tutur Kata Rasulullah'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-6146411167208984197</id><published>2008-07-29T11:58:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T19:34:52.426-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>Psikologi Poligami</title><content type='html'>Poligami sesungguhnya merupakan fitrah hidup, artinya dibenci dan  dimusuhi seperti apapun praktek poligami selalu ada. Pada  masayarakat Barat yang melarang poligami secara hokum, maka  prakteknya banyak suami punya wanita selingkuhan. Jika ada kelompok  wanita yang memiliki seterotip kepada laki-laki dengan mengatakan  dasar laki-laki nggak boleh lihat jidat licin, maka perlu diketahui  bahwa semua isteri muda adalah perempuan juga. Artinya pada sebagian  perempuan, poligami merupakan jalan keluar, apaboleh buat menjadi  isteri kedua daripada tidak.Dalam hidup tidak semua yang kita terima  itu yang kita inginkan. Inginnya menjadi isteri satu-satunya, eh  malah jadi isteri ketiga. &lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama Islam menempatkan poligami sebagai pintu darurat, bukan pintu  yang selalu terbuka, maknanya ada memang lelaki tertentu yang  memiliki potensi lebih, yang tidak cukup dengan satu isteri, atau  ada kasus, yang mengantar poligami menjadi solusi, misalnya  isterinya mandul. Islam menyalurkan fitrah manusia dengan aturan dan  etika. Etika bagi laki-laki yang apa boleh buat menjalani poligami,  ia harus berlaku adil terhadap isteri-isterinya meski adil itu  sangat berat. Ada orang yang berpoligami secara jujur dan terbuka,  ada yang sembunyi-sembunyi, ada yang berpoligami sekedar menuruti  syahwat seksual tanpa tanggungjawab.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini kasus rumah tangga yang menjurus pada poligami, tetapi  akhirnya si lekaki mengurungkan niatnya karena sadar akan  tanggungjawab. Waktu itu saya sebagai konselor keluarga, dan dia  datang kepada saya sebagai klient. Kasus ini saya rekam dan saya  muat di buku saya Konseling Agama Teori dan Kasus. Silahkan dibaca:  Seorang pegawai perusahaan swasta bermaksud poligami. Ia seorang  sarjana ekonomi yang baru akrab dengan agama setelah bergaul dengan  rekan sekerja yang kebanyakan taat beragama dan  agak "fundamentalis". Lingkungan pergaulannya adalah masyarakat  professional, tetapi mereka mempunyai corak keberagamaan yang cukup  kental, dengan menonjolkan simbol-simbol tertentu, seperti salat  awal waktu, memelihara jenggot dan juga poligami. Di lingkungan grup  pengajiannya, poligami dipandang sebagai sunah Nabi yang dianjurkan,  sehingga dia dengan semangat mengikuti sunnah Nabi juga bermaksud  nikah lagi. Isterinya berasal dari lingkungan masyarakat pesantren,  yang juga taat beragama, tetapi simbol-simbol keberagamaannya  berbeda dengan lingkungan pengajian suaminya. Isterinya lebih respek  kepada kyai di pesantrennya dibanding guru ngaji suaminya yang  Insinyur.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal rencana nikah lagi, terjadi peselisihan hebat antara suami  isteri itu, dan menariknya masing-masing berdalil dengan agama.  Suami menganggap rencana nikah lagi itu sebagai perwujudan dari  mengikuti sunnah Rasul, sementara isteri memandangnya sebagai akal  bulus, yakni menjadikan agama sebagai kedok untuk mencari kepuasan  syahwat. Karena keduanya memang orang yang patuh kepada agama, maka  pertentangan pendapat suami isteri itu disepakati untuk mencari  pembenarannya. Suami memanggil guru ngajinya untuk menasehati  isterinya agar patuh kepada suami, sementara isterinya mengajak  suaminya silaturrahmi kepada gurunya di pesantren, sekaligus untuk  meminta nasehatnya tentang rencana nikah lagi itu. Sang isteri pergi  dengan semangat karena yakin pasti pak kyai, gurunya di pesantren  itu pasti ada di pihaknya, dan sang suami juga semangat, karena  yakin bahwa pak kyai itu lebih mengerti tentang keharusan mengikuti  sunnah Rasul, apa lagi pak kyai juga berpoligami.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anatomi masalah   &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, sang isteri tidak bersedia dimadu, lebih didorong oleh  perasaanya sebagai wanita. Ia tidak begitu antipati terhadap  poligami, karena ia sendiri adalah puteri dari isteri muda seorang  kyai, dan ia merasa OK-OK saja berhubungan dengan saudara-saudara  tiri dan bahkan ibu tirinya. Akan tetapi dalam hal rencana nikah  lagi suaminya, disamping secara naluriah ia tidak bisa menerima, ia  juga tidak percaya terhadap otoritas guru ngaji suaminya yang selalu  menekankan kewajiban seorang isteri harus patuh kepada suami. Di  mata sang isteri guru suaminya itu bukan orang 'alim, sebagaimana  juga suaminya, meskipun mereka itu sarjana dan professional, tetapi  bukan dalam bidang agama.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sang suami yang baru kenal agama setelah berada di  lingkungan kerja baru itu merasa bahwa poligami itu mengandung nilai  keutamaan agama. Ia bermaksud nikah lagi dengan semangat ibadah, dan  sudah barang tentu ada juga motif kepada pengalaman baru hubungan  seksual, tetapi ia sama sekali tidak mau terima jika dituduh  isterinya bahwa rencana nikah lagi itu hanya akal bulus saja untuk  mencari kepuasan seksual. Ia bahkan tidak pacaran dengan calon  isteri keduanya itu, karena calon isterinya itu adalah orang yang  dikenalkan oleh guru ngajinya. Oleh karena itu ia tanpa ragu  sedikitpun untuk memenuhi permintaan isterinya silaturrahmi kepada  pak kyai di pesantren.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasangan suami isteri itu kemudian mendatangi penulis, dan meminta  penulis untuk mengantar mendampingi mereka ke desa di mana kyai itu  memimpin pesantrennya. Solusi yang ditawarkan. Ketika tiba menghadap  pak kyai, setelah basa-basi seperlunya, mereka mengemukakan  masalahnya. Suami mengetengahkan maksudnya dan mohon nasehatnya, dan  isteri mengemukakan keberatan dan mohon bantuan agar menasehati  suaminya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak kyai yang 'alim ini nampaknya sangat bijak dalam menasehati  mereka berdua. Pak kyai bilang, poligami itukan ajaran Islam, ada  dalam al Qur'an lagi. Ayahmu kan juga isterinya dua, kata pak kyai  kepada tamu wanitanya, nah, seorang muslim jika memang mampu, agama  sudah barang tentu membolehkan, asal jujur. Maka nasehatku kepada  anda, coba kau tanyakan kepada hati nuranimu, istafti qalbak. Nanti  jika nuranimu, bukan syahwatmu sudah menjawab, ya itu artinya  nasehat agama. Mendengar nasehat pak kyai itu, sang suami berseri- seri wajahnya, sementara isterinya diam agak masam muka.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi menjelang tamunya pamitan, pak kyai berkata: Memang ada tiga  orang yang bisa berpoligami. Mendengar kata-kata pak kyai itu, baik  sang suami maupun sang isteri nampak sangat antausias ingin  mendengar lanjutannya.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, penguasa, penguasa politik atau penguasa harta, atau  penguasa apa saja, karena kekuasaannya, maka ia bisa mengelola dan  mengatur isteri-isterinya.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Orang berilmu, termasuk Ulama, karena ilmu yang dalam maka ia  mampu mengatasi problem yang timbul dari kehidupan berpoligami. Yang  ketiga, Orang mbelosondo atau orang ngawur, dan dengan ngawurnya ia  bisa saja mempunyai isteri dua, tiga atau empat sekalian.    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang tanyakan kepada hati nuranimu, sampeyan termasuk yang mana.  Nasehat pak kyai yang cespleng itu nampaknya benar-benar mengena.  Sepanjang pulang ke rumah dan bahkan sampai berhari-hari di rumah,  laki-laki itu merenung bekerja keras bertanya kepada hati nuraninya,  apakah ia termasuk orang pertama, kedua atau ketiga. Pada akhirnya  ia tidak berani meneruskan rencananya, karena secara sadar nuraninya  mengatakan bahwa ia tidak termasuk nomor satu dan bukan pula nomor  dua. Untuk menjadi nomor tiga, ahhh...... no way katanya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-6146411167208984197?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/6146411167208984197/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/psikologi-poligami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6146411167208984197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6146411167208984197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/psikologi-poligami.html' title='Psikologi Poligami'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-3083873674078866872</id><published>2008-07-29T11:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T19:34:52.428-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tidak Terkategori'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>Psikologi Korupsi di Indonesia</title><content type='html'>Yang khas dari pelaku korupsi, kolusi dan nepotisme di Indonesia adalah mereka mengaku enggan melakukan KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka didakwa melakukan KKN, dengan tegas membantah, bahkan terhadap bukti yang diajukan dalam pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat kasus BLBI yang melibatkan pejabat Kejaksaan Agung. Di media dan pengadilan, dia membantah dirinya bukan koruptor dan pengkhianat negara. Meski bukti menunjukkan dia menerima suap dan membebaskan obligor yang merugikan negara, dia tetap membantahnya. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain, pegawai pajak di Jakarta, yang mengaku "telah mendidik perusahaan dan menyelamatkan uang negara". Bersama timnya, beberapa kali mendatangi dan menagih pajak ke beberapa perusahaan pengemplang pajak. Hasil negosiasi, ia menerima 50 persen pembayaran pajak dari perusahaan-perusahaan itu dan masuk kas negara. Namun, untuk bisa membayar 50 persen, para pemilih perusahaan lebih dulu memberi uang "upeti" kepada tim itu. Si pegawai pajak tak merasa melakukan KKN.&lt;br /&gt;Alasannya, "jika tidak dididik seperti itu, perusahaan itu tidak akan membayar pajak sehingga negara dirugikan lebih besar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pertahanan diri &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif psikologi, kecenderungan pelaku KKN membantah tindakannya terkait mekanisme pertahanan diri (defence mechanism). Sigmund Freud (1978) menamakan gejala itu denial, yaitu upaya individu menyangkal apa yang telah dilakukannya jika dia menyadari kelakuannya itu dapat membahayakan diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pelaku KKN menilai pengakuannya akan membahayakan karier atau harga diri, dia memilih menyangkal. Karena itu, dia berusaha menyangkal perbuatannya, bahkan dengan cara melebih-lebihkan dan melakukan rasionalisasi dengan mengatakan, yang dilakukan bukan korupsi, tetapi justru untuk menyelamatkan negara dan bangsa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan mereka terkait cognitive dissonance. Menurut Heider (1980), tiap manusia ingin mengalami kehidupan pribadi yang harmonis atau konsonan. Untuk itu, manusia berusaha mencari kesesuaian dalam bersikap dan berperilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, tidak setuju KKN karena itu perbuatan jahat (menyebabkan rakyat menderita). Namun, ada keinginan memiliki rumah mewah, mobil mewah, dan lainnya. Akhirnya melakukan KKN. Tetapi karena memiliki sikap (penilaian) bahwa KKN itu jahat, ada perasaan tak nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, ada perasaan dissonance (tak konsonan). Agar hidup menjadi nyaman kembali (konsonan), ada beberapa kemungkinan yang dapat dilakukan. Pertama, mengubah tingkah laku agar konsisten dengan sikap. Maka, harus bertobat dan berhenti melakukan KKN agar perilakunya sejalan dengan sikap yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, mengubah sikap sehingga konsisten dengan perilakunya. Maka, sikap negatif (tidak setuju) atas KKN perlu diubah. Perbuatan KKN harus dibenarkan sehingga tidak terjadi pertentangan antara sikap dan tingkah laku KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan ketiga, trivialization, menganggap sepele inkonsistensi (pertentangan) antara tingkah laku dan sikap, tidak perlu dihiraukan atau dianggap angin lalu. Dengan cara ini, siapa pun bisa rajin dan tenang beribadah, menyumbang tempat ibadat, sambil terus KKN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berkomplot &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya menghilangkan gejala psikologis yang dialami para koruptor atau pelaku KKN tentu bukan pekerjaan ringan. Perlu ada shock therapy yang ampuh. Apalagi dalam banyak kasus, korupsi di Indonesia bukan hanya didorong oleh motif pribadi pelakunya, tetapi juga karena merasa harus conform terhadap lingkungan atau sistem yang korup. Secara psikologis, seorang pegawai cenderung merasa tidak nyaman dan tidak aman (sering dicap rekan-rekannya "sok bersih", "sok pahlawan") jika tidak korup dalam lingkungan kerjanya yang korup. Itu sebabnya mengapa para pelaku KKN di Indonesia jarang bertindak sendirian, tetapi hampir selalu bekerja dalam tim (berkomplot, membentuk "jaringan mafia").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski bukan pekerjaan mudah, tidak berarti korupsi di Indonesia tidak dapat dikurangi dan diberantas. Apa yang telah dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi perlu mendapat dukungan masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah dilakukan lembaga ini bukan hanya menjadi bukti bahwa law enforcement di Indonesia telah diterapkan secara tidak pandang bulu, tetapi juga menjadi shock therapy yang ampuh bagi para pelaku KKN. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-3083873674078866872?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/3083873674078866872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/psikologi-korupsi-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3083873674078866872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3083873674078866872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/psikologi-korupsi-di-indonesia.html' title='Psikologi Korupsi di Indonesia'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-411701200258257803</id><published>2008-07-29T11:05:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T10:50:01.112-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah-Siyasah'/><title type='text'>Konsep Diri Kebangsaan</title><content type='html'>Konsep adalah lambang dan symbol yang ada dalam fikiran. Berfikir adalah bekerja dengan menggunakan lambang dan symbol sehingga tidak perlu menghadirkan benda-benda itu ke ruang dimana orang sedang berfikir. Dalam fikirannya, orang dapat menghadirkan begitu banyak benda dan hal, menembus ruang dan waktu. Tetapi tetap saja ada orang yang mampu berfikir besar disamping ada orang yang pemikirannya sangat terbatas. Dengan berfikir orang bisa menjawab pertanyaan, mengambil keputusan, dan membuat kreasi baru.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri adalah pandangan dan perasaan seseorang terhadap diri sendiri. Konsep diri bisa bersifat physic, psikis dan social. Seorang gadis yang merasa dirinya cantik, dengan percaya diri memasuki ruang pesta, tetapi seorang mahasiswi yang malas belajar meski cantik, ia merasa tidak percaya diri ketika memasuki ruang ujian. Seorang anak gubernur merasa tenang-tenang saja ketika disetop polisi karena melanggar rambu-rambu lalu lntas, tetapi seorang tukang ojek buru-buru minta damai sebelum ditanya oleh polisi yang menyetopnya. Orang yang merasa mampu mengatasi masalah, pada akhirnya ia bisa mengatasi masalah yang dihadapi, sedangkan orang yang merasa bodoh, pada akhirnya ia menjadi bodoh beneran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri terbangun karena dipengaruhi dua hal. Pertama karena dipengaruhi orang lain, misalnya sering dipuji sebagai orang pintar dan memperoleh banyak sertifikat kepintaran maka tumbuhlah rasa percaya diri dan akhirnya pintar beneran. Sebaliknya jika sering di bodoh-bodohin dan dipermalukan di depan umum, maka akhirnya ia bisa menjadi bodoh beneran dan minder. Kedua karena dipengaruhi oleh kelompok rujukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konsep Diri dan Etika&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa mengenali siapa dirinya maka ia akan mengenali siapa Tuhannya, demikian kata orang bijak. Orang yang mengenali anatomi dirinya, fisik dan psikologinya, ia akan menyimpulkan bahwa betapapun manusia dipandang hebat, tetapi tetap saja ia memiliki banyak keterbatasan. Ia juga akan menyadari bahwa kehebatan manusia tidak terjadi dengan sendirinya, tapi pasti ada konsep yang dirancang oleh Dia Yang Maha Hebat. . Manusia dengan segala kerumitannya merupakan perwujudan (tajalli) dari kebesaran Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Besar dan Maha Sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu orang yang mengenali dirinya, ia akan tunduk dan patuh kepada Tuhan, merasa sejajar dengan manusia yang lain, menghormati yang lebih tua dan meyayangi yang lebih muda. Orang yang kafir (mengingkari Tuhan) pasti dia tidak mengenali diri sendiri. Demikian juga orang sombong, dan tinggi hati yang menganggap dirinya paling hebat seraya merendahkan orang lain, pasti ia buta terhadap dirinya. Rendah hati dan merendahkan diri hanya bisa dilakukan oleh orang kuat, karena untuk merendahkan diri dibutuhkan kekuatan. Sebaliknya orang yang rendah diri sehingga tidak memiliki rasa percaya diri juga disebabkan oleh ketidak tahuannya terhadap potensi yang ada dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Konsep Diri bangsa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya bangsa besar yang bisa mengukir sejarah besar, dan hanya bangsa yang memiliki pemimpin besar yang dapat mengangkat dirinya menjadi bangsa besar. Dulu Sukarno pernah mengukir sejarah besar dengan menyelenggarakan Konperensi Asia Afrika di Bandung. Gagasan besar Sukarno itu kemudian mengilhami bangsa-bangsa Afrika untuk melepaskan diri dari penjajahan. Hingga hari ini nama Sukarno masih melekat di hati orang-orang Afrika.. Sukarno kemudian jatuh ketika memusatkan perhatiannya pada membesarkan nama dirinya (pemimpin besar revolusi) , bukan membesarkan bangsanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Pak Harto jatuh, Indonesia mengalami krisis pemimpin, yakni tidak ada satupun pemimpin besar di negeri ini yang mampu mengajak bangsa berfikir besar dan memandang jauh de depan menembus sekat ruang dan waktu. Oleh karena itu kini orang-orang Indonesia lebih banyak mengeluh dan kecewa dibanding merancang masa depan. Kebanyakan orang hanya berfikir aku dapat apa, bukan apa yang dapat kuwariskan kepada generasi bangsa. Para politisipun berhenti pikirannya pada agenda 2009, hanya sedikit yang mampu menggagas untuk 2030 atau 2050. Bahkan, pernah ketika Indonesia baru menjadi anggauta tidak tetap di Dewan Keamanan PBB, Indonesia ikut menyetujui sanksi tambahan kepada Iran, tidak berani membela hak-hak Iran dengan mengatakan Qatar saja yang Negara Islam dan Timur tengah menyetujui sangksi untuk Iran. Jadi konsep diri Dubes kita di PBB, memandang dan merasa Indonesia yang berpenduduk 235 juta sama kecilnya dengan negeri kecil Qatar yang hanya berpenduduk satu juta dan sudah lama menjadi satelit Amerika.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Pemimpin besar itu biasanya lahir dari dua jalan :&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Sebagai produk revolusi. Dari revolusi muncullah pemimpin besar yang tak pernah diduga-duga sebelumnya, atau dari satrio piningit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kedua dari periode dimana sang pemimpin yang sebenarnya bukan orang besar tetapi dipaksa harus mengatasi problem-problem besar bangsa. Dari pengalamannya mengatasi problem besar itu akhirnya ujungnya ia menjadi permimpinj besar juga. Akankah SBY yang sekarang dipaksa harus mengatasi problem2 besar bangsa akhirnya menjadi Pemimpin besar Indonesia? Wallohu a`lam, sejarah yang akan membuktikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kualitas Konsep Diri&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep diri ada yang positip dan ada yang negatip, masing-masing ada cirri-cirinya, Ciri orang yang memiliki konsep diri positip adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memiliki keyakinan bahwa ia mampu mengatasi masalah yang dihadapi. Seberat apapun kesulitan yang terbayang, ia yakin akan dapat menemukan jalan keluarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Merasa setara dengan orang lain. Oleh karena iu ia tidak kecil hati dalam bergaul, dan ia merasa bahwa jika orang lain bisa mengerjakan, maka iapun yakin akan bisa mengerjakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menganggap pujian sebagai kewajaran. Oleh karena itu jika ia dipuji, ia tidak tersipu-sipu malu, karena pujian adalah satu kewajaran. Pujian tidak membuatnya tinggi hati apalagi kagum diri (`ujub). Pujian diterimanya secara terbuka dan ditempatkan pada tempatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menyadari tidak mungkin bisa memuaskan semua orang,. Oleh karena itu jika ada orang yang menyatakan kecewa atau mengkritiknya, ia terima dengan tenang. Ia sadar bahwa ia bisa membuat orang lain senang, tetapi hal yang sama mungkin membuat orang lain tidak senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mampu mengubah diri. Baginya kritikan dan kekecewaan orang dipersepsi sebagai masukan untuk memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Adapun ciri-ciri dari orang yang memiliki konsep diri negatip adalah sbb:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peka terhadap kritik. Ia mempersepsi kritikan orang sebagai upaya untuk menjatuhkan dirinya, oleh karena itu ia melakukan perlawanan, mempertahankan logikanya yang belum tentu benar, atau telinganya merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jika dipuji merasa sangat senang, meski pura-pura menyembunyikan kesenangannya. Pujian orang benar-benar membuatnya bahagia bahkan sesak nafas Baginya pujian orang merupakan pembenaran terhadap logikanya sehingga ia tidak lagi kritis tehadap kesalahan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hiperkritis. Ia terlalu kritis terhadap orang lain hingga cenderung merendahkan dan meremehkan mereka, Baginya yang benar adalah dirinya dan orang lain pasti salah.Kebenaran orang lain hanya diakui jika berhubungan dengan pujian untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Merasa tidak disenangi oleh orang lain. Oleh karena itu ia merasa ditinggal dan dizalimi oleh system social. Ia tidak bisa akrab bergaul karena kebanyakan orang dipersepsi sebagai rival atau bahkan musuh. Ia juga selalu curiga kepada orang yang mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. merasa pesimis bersaing secara fair, karena ia merasa sistemnya tidak adil dan pasti merugikan dirinya Wassalam,&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-411701200258257803?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/411701200258257803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/konsep-diri-kebangsaan.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/411701200258257803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/411701200258257803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/konsep-diri-kebangsaan.html' title='Konsep Diri Kebangsaan'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-144479654535584089</id><published>2008-07-29T10:57:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T19:34:52.431-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Psikologi'/><title type='text'>Profesor Belanda: Psikologi ala Darwin Ternyata Keliru</title><content type='html'>Ilmu psikologi yang dijelaskan berlandaskan teori evolusi Darwinternyata keliru, kata para pakar. Metoda dan datanya tidak bisadijadikan bukti. Psikologi evolusioner ala Darwin mulai tumbang !Hidayatullah.comPakar biologi asal Belanda, Johan J. Bolhuis, yangjuga presiden Royal Dutch Zoological Society, baru-baru ini menulis diterbitan ilmiah pro-evolusi terkemuka, Science, 6 Juni 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di jurnalitu, profesor di Institute of Biology, Leiden University, Belanda inimembedah sebuah buku penting yang baru terbit, Evolutionary Psychologyas Maladapted Psychology (Psikologi Evolusioner sebagai PsikologiSalah Tempat), karya Robert C. Richardson.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tersebut membongkar kekeliruan penerapan teori evolusi Darwin dibidang psikologi. Pendekatan evolusi ini menarik perhatian kalanganmasyarakat luas karena, sebagaimana dituturkan Bolhuis, seringkalimenyentuh bahasan-bahasan seperti birahi manusia, seks dan nafsu.Psikologi ala DarwinDalam ulasannya yang berjudul "Psychology: Piling On the SelectionPressure" di majalah Science itu, Johan J Bolhuis menyatakan bahwaCharles Darwin memperluas cakupan teori evolusi dalam buku The Originof Species-nya untuk menjelaskan kemampuan berpikir pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inidituangkan Darwin dalam bukunya yang lain, The Descent of Man, di manaDarwin berpendapat bahwa sifat-sifat pada diri manusia sepertimoralitas dan emosi muncul melalui evolusi.Dalam perkembangan selanjutnya, para pakar di bidang psikologi yangdatang kemudian lalu mengekor jejak sang guru Charles Darwin, berusahamenerapkan teori evolusi untuk menjelaskan akal pikiran manusia, atauyang dikenal dengan istilah evolutionary psychology (psikologievolusioner, yakni psikologi yang dijelaskan menurut teori evolusi).Lebih khusus lagi, psikologi evolusioner mengemukakan bahwa akalpikiran manusia terdiri dari simpul-simpul daya pikir yang berevolusisebagai tanggapan atas tekanan seleksi yang dihadapi nenek moyangmanusia pada Zaman Batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Evolusi adalah ideologiAwalnya berupaya menjelaskan asal usul keanekaragaman makhluk hidupdengan menihilkan pencipta, teori evolusi pun lalu merambah ke ranahpsikologi manusia. Ini menyiratkan betapa evolusi bukanlah sekedarteori di bidang biologi semata. Lebih luas dari itu, evolusi adalahideologi atau akidah ateis materialis, yang diterima benar secaradogmatis, meski tanpa bukti nyata, dan dijadikan penganutnya sebagaicara pandang serta pijakan dalam mengembangkan ilmu-ilmu lain,termasuk psikologi manusia.Karena dijadikan landasan dogma tanpa bukti di bidang psikologievolusioner, tidak heran jika terjadi kejumudan dengan menolakpenjelasan selainnya. Bolhuis menegaskan permasalahan penting ini:"The main problem with evolutionary psychology is that it usually doesnot consider alternative explanations but takes the assumption ofadaptation through natural selection as given.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Permasalahan utama dengan psikologi evolusioner adalah biasa tidakdipertimbangkannya penjelasan-penjelasan alternatif tapi menjadikananggapan (asumsi) adaptasi melalui seleksi alam sebagai kebenaran yangwajib diterima.Perkataan di atas adalah bukti jelas yang menggambarkan sifat teorievolusi yang tidak mencerminkan teori ilmiah, melainkan akidah, dogmaataupun ideologi yang wajib diterima dengan menutup diri daripenjelasan lain.Tak punya buktiSang pengarang buku Evolutionary Psychology as Maladapted Psychology,Robert Richardson, adalah pendukung evolusi, yang percaya bahwakemampuan psikologis manusia merupakan sifat yang terevolusi. Meskipunbegitu, filsuf asal University of Cincinnati itu menyatakan bahwapenafsiran psikologi evolusioner dari sudut pandang biologi evolusiadalah salah. Richardson sampai pada kesimpulan tersebut berdasarkankajiannya yang berpegang teguh pada ilmu pengetahuan, terutama padametoda-metoda ilmiah yang digunakan dalam penelitian di bidang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bolhuis, karya Richardson ini merupakan pelengkap karya yangtelah terbit sebelumnya, yang juga memberikan bantahan telak terhadappenerapan teori evolusi selama ini di bidang psikologi. Karya yanglebih dulu terbit tahun 2005 itu berjudul Adapting Minds (Akal YangBeradaptasi), yang juga karya pendukung evolusi, David Buller, pakarfilsafat asal Northern Illinois University. Berbeda dari Richardson,karya Buller lebih terperinci, menitikberatkan pada bukti-bukti danmemberikan penafsiran lain.Para pakar psikologi evolusioner seringkali bersikukuh dengan pendapatmereka hingga timbul kesan bahwa kemampuan nalar manusia hanya dapatdipahami berdasarkan sejarah evolusi manusia. Akan tetapi dalamkajiannya, sebagaimana dituangkan di banyak tempat dalam bukunyaEvolutionary Psychology as Maladaptive Psychology, Richardsonberkesimpulan bahwa tidak ada bukti sejarah yang dapat digunakan untukmerekonstruksi evolusi kemampuan berpikir manusia.Contoh nyatanya adalah kemampuan berbahasa pada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasanyang cenderung digunakan dalam psikologi evolusioner adalah bahwaproses evolusi mendorong kemunculan keterampilan berbahasa tersebutuntuk digunakan dalam kelompok masyarakat kompleks. Dengan kata lain,ada kebutuhan akan bahasa. Richardson berpendapat bahwa para pakarfosil mustahil akan menemukan bukti-bukti yang dapat memberikaninformasi tentang tatanan sosial masyarakat nenek moyang manusia.Rekaan belakaBahkan kalaupun bukti-bukti yang diperlukan dalam pengkajian kemampuanberpikir manusia berdasarkan psikologi evolusioner dapat dikumpulkan,hal ini tidak akan menghasilkan pengetahuan tentang mekanismekemampuan berpikir manusia, ulas Bolhuis yang juga menjabat sebagaiprofesor tamu di Department of Zoology, University of Salzburg,Austria. Sebab, kajian tentang evolusi berkutat pada rekonstruksisejarah sifat-sifat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kajian tersebut tidak, dan tidak dapat, menelaah mekanisme yangterlibat pada otak manusia, yang merupakan bidang kajian ilmu sarafdan psikologi kognitif. Dengan demikian pengkajian psikologiberlandaskan teori evolusi tidak akan pernah berhasil, karena berupayamenjelaskan mekanisme-mekanisme tapi secara tidak tepat mengacu padasejarah mekanisme-mekanisme tersebut. Ini diibaratkan sang pengarangseperti menjelaskan struktur tanaman anggrek dengan merujuk padakeindahannya.Di akhir ulasannya mengenai buku Evolutionary Psychology as MaladaptedPsychology (Psikologi Evolusioner sebagai Psikologi Salah Tempat),profesor Bolhuis mengatakan bahwa hasil kajian Richardson mengungkapbetapa kajian psikologi berdasarkan teori evolusi sebagian besarnyaadalah rekaan semata:In this excellent book, Richardson shows very clearly that attempts atreconstruction of our cognitive history amount to little more than"speculation disguised as results.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam buku luar biasa ini, Richardson memperlihatkan dengan sangatgamblang bahwa upaya-upaya dalam penyusunan ulang sejarah kemampuanberpikir kita sedikit lebih dari "rekaan yang disamarkan sebagaihasil." (Science 6 Juni 2008, Vol. 320. no. 5881, hal. 1293).Atau sebagaimana diulas pula dalam editorial buku terbitan The MITPress (http://mitpress.mit.edu) tersebut:It is speculation rather than sound scienceand we should treat itsclaims with skepticism. ([Psikologi evolusioner] itu lebih merupakanrekaan daripada ilmu pengetahuan yang mapan  dan kita sepatutnya memperlakukan pernyataan-pernyataannya dengan keraguan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan psikologi evolusioner yang terbukti keliru ini, namuntelah lama diajarkan di dunia akademis, tak terkecuali di lembagapendidikan tinggi terkemuka di Indonesia, semakin mendapatkanpencerahan alternatif. Semoga. [as/science/MITpress/www.hidayatullah.com]original source: http://www.sciencemag.org/cgi/content/full/320/5881/1293&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-144479654535584089?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/144479654535584089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/profesor-belanda-psikologi-ala-darwin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/144479654535584089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/144479654535584089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/profesor-belanda-psikologi-ala-darwin.html' title='Profesor Belanda: Psikologi ala Darwin Ternyata Keliru'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-8919583142486366643</id><published>2008-07-29T10:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-18T10:39:09.053-07:00</updated><title type='text'>Kedzaliman adalah Kegelapan pada Hari Kiamat</title><content type='html'>Rasul yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Kedzaliman adalah kegelapan pada hari kiamat&lt;/em&gt;.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Ulama kita menerangkan dengan berpatokan pada hadits di atas bahwa kedzaliman merupakan sebab kegelapan bagi pelakunya hingga ia tidak mendapatkan arah/jalan yang akan dituju pada hari kiamat atau menjadi sebab kesempitan dan kesulitan bagi pelakunya. (Syarhu Shahih Muslim 16/350, Tuhfatul Ahwadzi kitab Al-Birr wa Shilah ‘an Rasulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bab Ma Ja`a fizh Zhulum)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada di antara kita yang masih bertanya-tanya, apa sih yang dimaksudkan dengan dzalim? Dalam bahasa Arab, dzalim bermakna meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. Asal kata dzalim adalah kejahatan dan melampaui batas, dan juga menyimpang dari keseimbangan. (An-Nihayah fi Gharibil Hadits, bab Azh-Zha’ ma‘a Al-Lam).&lt;br /&gt;Sadar ataupun tidak, kita sering berbuat dzalim. Padahal kedzaliman bukanlah perkara remeh. Hukumnya haram dalam syariat Allah Subhanahu wa Ta'ala. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengharamkannya bagi diri-Nya. Dia Yang Maha Suci berfirman dalam hadits qudsi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا عِبَادِيْ إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku dan Aku menjadikannya haram di antara kalian maka janganlah kalian saling mendzalimi…” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Mengingat hal di atas, dalam rubrik ini kita coba membahas tentang kedzaliman, semoga dapat menjadi peringatan yang bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Berilah peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi kaum mukminin.” (Adz-Dzariyat: 55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bentuk-Bentuk Kedzaliman&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kedzaliman banyak bentuknya, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Berbuat dzalim pada diri sendiri&lt;/strong&gt;, dengan melakukan dosa-dosa dan kemaksiatan.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala telah melarang dari berbuat dzalim seperti ini sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَلاَ تَظْلِمُوا فِيْهِنَّ أَنْفُسَكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kalian mendzalimi diri-diri kalian pada bulan-bulan haram1 itu (dengan melakukan perbuatan yang dilarang).” (At-Taubah: 36)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Kedzaliman seseorang kepada saudaranya&lt;/strong&gt;, bisa jadi dengan cara:&lt;br /&gt; ia melanggar kehormatan saudaranya&lt;br /&gt; ia menyakiti tubuh saudaranya&lt;br /&gt; ia mengganggu/merampas harta saudaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini diharamkan. Nabi kita yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هذَا، فِي شَهْرِكُمْ هذَا، فِي بَلَدِكمْ هذَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah haram bagi kalian (untuk ditumpahkan, dirampas, dan dilanggar), sebagaimana keharaman hari kalian ini, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini&lt;/em&gt;.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Mengubah perkara yang Allah Subhanahu wa Ta'ala syariatkan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mengganti (bongkar pasang) syariat yang diturunkan dari atas langit dengan aturan atau undang-undang rendahan yang dibuat oleh manusia, termasuk kedzaliman yang terbesar. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengancam orang-orang yang tidak mau berhukum dengan syariat-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ فَأُولئِكَ هُمُ الظَّالِمُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Siapa yang tidak mau berhukum dengan hukum yang Allah turunkan maka mereka itu adalah orang-orang yang dzalim&lt;/em&gt;.” (Al-Ma`idah: 45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbuat dzalim karena mereka telah menempatkan perkara tidak pada tempat yang semestinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Mendzalimi hewan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيْهَا النَّارَ، لاَ هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلاَ سَقَتْهَا وَلاَ هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ اْلأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Ada seorang wanita yang diazab karena seekor kucing yang diikat/ dikurungnya hingga mati, si wanita masuk neraka karenanya. Kucing itu tidak diberinya makanan, tidak diberinya minum, tidak pula dilepaskannya hingga bisa memakan serangga/hewan yang ada di tanah&lt;/em&gt;.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sa‘id ibnu Jubair rahimahullah berkata: “&lt;em&gt;Suatu ketika saat aku sedang berada di sisi Ibnu ‘Umar radhiyallahu 'anhuma, mereka melewati anak-anak muda atau sekumpulan orang yang menancapkan seekor ayam betina sebagai sasaran bidikan anak panah yang dilemparkan. Ketika anak-anak muda itu melihat Ibnu ‘Umar, mereka pun bubar meninggalkan ayam tersebut. Ibnu ‘Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: “Siapa yang melakukan hal ini? Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat orang yang melakukan perbuatan seperti ini&lt;/em&gt;.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Membedakan manusia dalam penerapan hukum berdasarkan status sosial.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbuatan seperti ini sama artinya membuat kerusakan di muka bumi karena akan menumbuhkan kecemburuan, kebencian, dan permusuhan di tengah masyarakat yang berbeda-beda status sosialnya. Tentunya muara dari semua ini adalah kebinasaan, sebagaimana keadaan umat terdahulu yang diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ أَنَّهُمْ كَانُوْا إِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الشَّرِيْفُ تَرَكُوْهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيْهِمُ الضَّعِيْفُ أَقَامُوْا عَلَيْهِ الْحَدَّ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Hanyalah yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah ketidakadilan mereka, di mana bila ada orang mulia di kalangan mereka yang mencuri, mereka biarkan (tidak diberi sangsi hukum), namun bila yang mencuri itu orang yang lemah, mereka tegakkan hukum had padanya&lt;/em&gt;.” (HR. Ahmad, dishahihkan dalam Shahihul Jami` no. 2344)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha Suci Allah Subhanahu wa Ta'ala dari Berbuat Dzalim&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala mengharamkan perbuatan dzalim dan Dia mensucikan diri-Nya dari sifat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَنَّ اللهَ لَيْسَ بِظَلاَّمٍ لِلْعَبِيْدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dan sesungguhnya Allah tidaklah mendzalimi hamba-hamba-Nya&lt;/em&gt;.” (Ali ‘Imran: 182)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ لاَ يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah tidaklah berbuat dzalim walau seberat semut yang kecil&lt;/em&gt;.” (An-Nisa: 40)&lt;br /&gt;Dalam hadits qudsi, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا عِبَادِيْ إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Wahai hamba-hamba-Ku sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman atas diri-Ku…”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Berbuat Dzalim adalah Tabiat Manusia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اْلإِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya manusia itu sangatlah dzalim lagi kufur&lt;/em&gt;.” (Ibrahim: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّا عَرَضْنَا اْلأَمَانَةَ عَلَى السَّموَاتِ وَاْلأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا اْلإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلاً&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat dzalim lagi amat bodoh&lt;/em&gt;.” (Al-Ahzab: 72)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua ayat di atas cukuplah menjadi dalil bahwa manusia memiliki tabiat suka berbuat dzalim. Karenanya, kita harus mencari obat penyembuh dari penyakit tabiat tersebut. Bukankah Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memerintahkan kita untuk membersihkan tabiat jiwa dari perkara yang mengotorinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا. وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotori jiwanya&lt;/em&gt;.” (Asy-Syams: 9-10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyucian jiwa tersebut dilakukan dengan memaksanya agar mencocoki dan menyepakati manhaj/aturan Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Cara Membersihkan Jiwa dari Berbuat Dzalim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bersungguh-sungguh memaksa jiwa mereka agar bersih dari perbuatan yang rendah baik berupa kedzaliman, sombong, hasad, dan selainnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan untuk memberikan petunjuk kepada jalan keselamatan bagi orang yang berbuat demikian karena mengharapkan wajah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Orang-orang yang bersungguh-sungguh berupaya mencari keridhaan Kami, niscaya Kami akan memberi mereka petunjuk kepada jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang berbuat ihsan&lt;/em&gt;.” (Al-’Ankabut: 69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini beberapa hal yang dapat membantu seseorang agar terhindar dari berbuat dzalim:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Bertakwa kepada Allah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Takwa sebagai wasiat Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada hamba-hamba-Nya yang awal sampai yang akhir, merupakan asas agama ini. Dengan takwa seorang hamba akan menahan dirinya dari melanggar batasan-batasan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena itu setiap jiwa hendaklah merealisasikan takwa dan mengetahui keagungan dan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا قَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَاْلأَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِيْنِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Mereka tidaklah mengagungkan Allah dengan sebenar-benar pengagungan, padahal bumi seluruhnya berada dalam genggaman-Nya pada hari kiamat, dan langit-langit dilipat dengan tangan kanan-Nya. Maha suci Dia lagi Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan&lt;/em&gt;.” (Az-Zumar: 67)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang yang berbuat dzalim seandainya memiliki pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan sebenar-benar pengagungan niscaya ia akan menarik diri dan berhenti dari kedzaliman yang dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Tawadhu‘/rendah hati&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi penekanan untuk bersikap tawadhu‘.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ اللهَ تَعَالَى أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوْا حَتَّى لاَ يَبْغِي أَحَدٌ عَلىَ أَحَدٍ وَلاَ يَفْخَرُ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala mewahyukan kepadaku agar hendaknya kalian bersikap tawadhu’ hingga seseorang tidak berbuat dzalim kepada orang lain, dan seseorang tidak menyombongkan diri di hadapan orang lain.”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Tawadhu‘ adalah obat kedzaliman, adapun sombong merupakan sebab. Tawadhu‘ ini bisa diupayakan oleh seseorang dengan cara terus melatih dan membiasakan jiwanya agar bersikap tawadhu‘.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Melepaskan diri dari sifat hasad&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Karena hasad merupakan sebab kedzaliman dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri telah melarang dari berbuat hasad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلاَ تَحَاسَدُوْا...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dan janganlah kalian saling hasad…”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Menganjurkan jiwa untuk bersemangat meraih apa yang Allah Subhanahu wa Ta'ala janjikan kepada orang-orang yang berlaku adil/tidak dzalim.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Ada tujuh golongan yang dinaungi oleh Allah dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya&lt;/em&gt; …”&lt;br /&gt;Di antara tujuh golongan itu disebutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِمَامٌ عَادِلٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Pimpinan yang adil&lt;/em&gt;.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْمُقْسِطِيْنَ عِنْدَ اللهِ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ عَلىَ يَمِيْنِ الرَّحْمنِ وَكِلْتَا يَدَيْهِ يَمِيْنٌ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Sesungguhnya orang-orang yang adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya di sebelah kanan tangan kanan Ar-Rahman dan kedua tangan-Nya kanan….”&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan doa yang sungguh-sungguh.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengabulkan doa sebagaimana Dia berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Rabb kalian telah berfirman: ‘Berdoalah kalian kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkan permintaan kalian…&lt;/em&gt;’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka semestinya seorang hamba senantiasa berdoa memohon pertolongan kepada-Nya agar dirinya dihindarkan dari perbuatan dzalim. Wallahul musta’an.&lt;br /&gt;Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Bulan-bulan haram ada 4 yaitu Muharram, Rajab, Dzulqa‘dah, dan Dzulhijjah. Dalam bulan-bulan haram ini dilarang melakukan peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-8919583142486366643?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/8919583142486366643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/kedzaliman-adalah-kegelapan-pada-hari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8919583142486366643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8919583142486366643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/kedzaliman-adalah-kegelapan-pada-hari.html' title='Kedzaliman adalah Kegelapan pada Hari Kiamat'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-8738728388558311458</id><published>2008-07-29T10:24:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T19:34:52.435-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah Islam'/><title type='text'>Jangan Menolak Kebenaran</title><content type='html'>Allah telah mengutus segenap rasulNya kepada umat manusia. Allah memerintahkan mereka agar menyeru manusia beribadah kepada Allah dan mengesakanNya. Tetapi sebagian besar umat-umat itu mendustakan dakwah para rasul. Mereka menentang dan menolak kebenaran yang kepadanya mereka diseru, yakni tauhid. Oleh karena itu kesudahan mereka adalah kehancuran dan kebinasaan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;em&gt;Tidak masuk Surga orang yang di dalam hatinya terdapat sebe-rat atom rasa sombong&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sombong yaitu menolak kebenaran dan meremehkan manusia."&lt;/em&gt; (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, setiap mukmin tidak boleh menolak kebenaran dan nasihat, sehingga menyerupai orang-orang kafir, juga agar tidak terjerumus ke dalam sifat sombong yang bisa menghalanginya masuk Surga. Maka hikmah (kebijaksanaan) adalah harta orang mukmin yang hilang. Di mana saja ditemukan, maka ia akan mengambil dan memungutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, kita wajib menerima kebenaran dari siapa saja, bahkan sampai dari setan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersebut dalam riwayat, bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menjadikan Abu Hurairah sebagai penjaga Baitul Maal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, datang seseorang untuk mencuri, tetapi Abu Hurairah segera mengetahui, sehingga menangkap basah pencuri tersebut. Pencuri itu lalu mengharap, menghiba dan mengadu kepada Abu Hurairah, bahwa ia orang yang amat lemah dan miskin. Abu Hurairah tak tega, sehingga melepas pencuri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pencuri itu kembali lagi melakukan aksinya pada kali kedua dan ketiga. Abu Hurairah kemudian menangkapnya, seraya mengancam, "Sungguh, aku akan mengadukan halmu kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu ketakutan dan berkata menghiba, "Biarkanlah aku, jangan adukan perkara ini kepada Rasulullah! Jika kau penuhi, sungguh aku akan mengajarimu suatu ayat dari Al-Qur'an, yang jika engkau membacanya, niscaya setan tak akan mendekatimu." Abu Hurairah bertanya, "Ayat apakah itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjawab, "Ia adalah ayat Kursi." Lalu Abu Hurairah melepas kembali pencuri tersebut. Selanjutnya Abu Hurairah menceritakan kepada Rasulullah apa yang ia saksikan. Lalu Rasulullah bertanya padanya, "Tahukah kamu, siapakah orang yang berbicara tersebut? Sesungguhnya ia adalah setan. Ia berkata benar padahal dia adalah pendusta." (HR. Al-Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-8738728388558311458?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/8738728388558311458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/jangan-menolak-kebenaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8738728388558311458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8738728388558311458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/jangan-menolak-kebenaran.html' title='Jangan Menolak Kebenaran'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-3674291858456251615</id><published>2008-07-11T03:07:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T19:34:52.436-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Sejarah Kota Pekanbaru</title><content type='html'>Keberadaan Kota Pekanbaru yang ramai ini memiliki sejarah dan cerita tersendiri bagi masyarakat Riau. Terdapat dua versi mengenai asal-mula kota ini yaitu versi sejarah dan versi cerita rakyat.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut versi sejarah, pada masa silam kota ini hanya berupa dusun kecil yang dikenal dengan sebutan Dusun Senapelan, yang dikepalai oleh seorang Batin (kepala dusun). Dalam perkembangannya, Dusun Senapelan berpindah ke tempat pemukiman baru yang kemudian disebut Dusun Payung Sekaki, yang terletak di tepi Muara Sungai Siak. Perkembangan Dusun Senapelan ini erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Pada masa itu, raja Siak Sri Indrapura yang keempat, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah, bergelar Tengku Alam (1766-1780 M.), menetap di Senapelan, yang kemudian membangun istananya di Kampung Bukit berdekatan dengan Dusun Senapelan (di sekitar Mesjid Raya Pekanbaru sekarang). Tidak berapa lama menetap di sana, Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah kemudian membangun sebuah pekan (pasar) di Senapelan, tetapi pekan itu tidak berkembang. Usaha yang telah dirintisnya tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, Raja Muda Muhammad Ali di tempat baru yaitu di sekitar pelabuhan sekarang. Selanjutnya, pada hari Selasa tanggal 21 Rajab 1204 H atau tanggal 23 Juni 1784 M., berdasarkan musyawarah datuk-datuk empat suku (Pesisir, Lima Puluh, Tanah Datar dan Kampar), negeri Senapelan diganti namanya menjadi Pekan Baharu. Sejak saat itu, setiap tanggal 23 Juni ditetapkan sebagai hari jadi Kota Pekanbaru. Mulai saat itu pula, sebutan Senapelan sudah ditinggalkan dan mulai populer dengan sebutan Pekan Baharu. Sejalan dengan perkembangannya, kini Pekan Baharu lebih populer disebut dengan sebutan Kota Pekanbaru, dan oleh pemerintah daerah ditetapkan sebagai ibukota Provinsi Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menurut versi cerita rakyat yang sampai saat ini masih berkembang di kalangan masyarakat Riau, kerajaan yang berdiri di tepi Sungai Siak itu bernama Gasib. Kerajaan ini diperintah oleh seorang raja yang bernama Gasib. Konon, Raja Gasib memiliki seorang putri yang cantik jelita, namanya Putri Kaca Mayang. Namun tak seorang raja atau bangsawan yang berani meminang sang Putri, karena mereka segan kepada Raja Gasib yang terkenal memiliki panglima gagah perkasa yang bernama Gimpam. Pada suatu hari, Raja Aceh memberanikan diri meminang sang Putri, namun pinangannya ditolak oleh Raja Gasib. Karena kecewa dan merasa terhina, Raja Aceh berniat membalas dendam. Apa yang akan terjadi dengan Kerajaan Gasib? Bagaimana nasib sang Putri? Lalu, apa hubungannya cerita ini dengan asal mula Kota Pekanbaru? Ingin tahu jawabannya? Ikuti kisahnya dalam cerita Putri Kaca Mayang berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, pada zaman dahulu kala, di tepi Sungai Siak berdirilah sebuah kerajaan yang bernama Gasib. Kerajaan ini sangat terkenal, karena mempunyai seorang panglima yang gagah perkasa dan disegani, Panglima Gimpam namanya. Selama ia menjadi penglima Kerajaan Gasib, tiada satu pun kerajaan lain yang dapat menaklukkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Kerajaan Gasib juga mempunyai seorang putri yang kecantikannya sudah masyhur sampai ke berbagai negeri, Putri Kaca Mayang namanya. Meskipun demikian, tak seorang raja pun yang berani meminangnya. Mereka merasa segan meminang sang Putri, karena Raja Gasib terkenal mempunyai Panglima Gimpam yang gagah berani itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Raja Aceh memberanikan dirinya meminang Putri Kaca Mayang. Ia pun mengutus dua orang panglimanya untuk menyampaikan maksud pinangannya kepada Raja Gasib. Sesampainya di hadapan Raja Gasib, kedua panglima itu kemudian menyampaikan maksud kedatangan mereka. “Ampun, Baginda! Kami adalah utusan Raja Aceh. Maksud kedatangan kami adalah untuk menyampaikan pinangan raja kami,” lapor seorang utusan. “Benar, Baginda! Raja kami bermaksud meminang Putri Baginda yang bernama Putri Kaca Mayang,” tambah utusan yang satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maaf, Utusan! Putriku belum bersedia untuk menikah. Sampaikan permohonan maaf kami kepada raja kalian,” jawab Raja Gasib dengan penuh wibawa. Mendengar jawaban itu, kedua utusan tersebut bergegas kembali ke Aceh dengan perasaan kesal dan kecewa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan Raja Aceh, kedua utusan itu melaporkan tentang penolakan Raja Gasib. Raja Aceh sangat kecewa dan merasa terhina mendengar laporan itu. Ia sangat marah dan berniat untuk menyerang Kerajaan Gasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Raja Gasib telah mempersiapkan pasukan perang kerajaan untuk menghadapi serangan yang mungkin terjadi, karena ia sangat mengenal sifat Raja Aceh yang angkuh itu. Panglima Gimpam memimpin penjagaan di Kuala Gasib, yaitu daerah di sekitar Sungai Siak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya segala persiapan Kerajaan Gasib diketahui oleh Kerajaan Aceh. Melalui seorang mata-matanya, Raja Aceh mengetahui Panglima Gimpam yang gagah perkasa itu berada di Kuala Gasib. Oleh sebab itu, Raja Aceh dan pasukannya mencari jalan lain untuk masuk ke negeri Gasib. Maka dibujuknya seorang penduduk Gasib menjadi penunjuk jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai, orang muda! Apakah kamu penduduk negeri ini?, tanya pengawal Raja Aceh kepada seorang penduduk Gasib. “Benar, Tuan!” jawab pemuda itu singkat. “Jika begitu, tunjukkan kepada kami jalan darat menuju negeri Gasib!” desak pengawal itu. Karena mengetahui pasukan yang dilengkapi dengan senjata itu akan menyerang negeri Gasib, pemuda itu menolak untuk menunjukkan mereka jalan menuju ke Gasib. Ia tidak ingin menghianati negerinya. “Maaf, Tuan! Sebenarnya saya tidak tahu seluk-beluk negeri ini,” jawab pemuda itu. Merasa dibohongi, pengawal Raja Aceh tiba-tiba menghajar pemuda itu hingga babak belur. Karena tidak tahan dengan siksaan yang diterimanya, pemuda itu terpaksa memberi petunjuk jalan darat menuju ke arah Gasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat petunjuk pemuda itu, maka sampailah prajurit Aceh di negeri Gasib tanpa sepengetahuan Panglima Gimpam dan anak buahnya. Pada saat prajurit Aceh memasuki negeri Gasib, mereka mulai menyerang penduduk. Raja Gasib yang sedang bercengkerama dengan keluarga istana tidak mengetahui jika musuhnya telah memporak-porandakan kampung dan penduduknya. Ketika prajurit Aceh menyerbu halaman istana, barulah Raja Gasib sadar, namun perintah untuk melawan sudah terlambat. Semua pengawal yang tidak sempat mengadakan perlawanan telah tewas di ujung rencong (senjata khas Aceh) prajurit Aceh. Dalam sekejap, istana berhasil dikuasai oleh prajurit Aceh. Raja Gasib tidak dapat berbuat apa-apa. Ia hanya bisa menyaksikan para pengawalnya tewas satu-persatu dibantai oleh prajurit Aceh. Putri Kaca Mayang yang cantik jelita itu pun berhasil mereka bawa lari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panglima Gimpam yang mendapat laporan bahwa istana telah dikuasai prajurit Aceh, ia bersama pasukannya segera kembali ke istana. Ia melihat mayat-mayat bergelimpangan bersimbah darah. Panglima Gimpam sangat marah dan bersumpah untuk membalas kekalahan Kerajaan Gasib dan berjanji akan membawa kembali Putri Kaca Mayang ke istana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu pula Panglima Gimpam berangkat ke Aceh untuk menunaikan sumpahnya. Dengan kesaktiannya, tak berapa lama sampailah Panglima Gimpam di Aceh. Prajurit Aceh telah mempersiapkan diri menyambut kedatangannya. Mereka telah menyiapkan dua ekor gajah yang besar untuk menghadang Panglima Gimpam di gerbang istana. Ketika Panglima Gimpam tiba di gerbang istana, ia melompat ke punggung gajah besar itu. Dengan kesaktian dan keberaniannya, dibawanya kedua gajah yang telah dijinakkan itu ke istana untuk diserahkan kepada Raja Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raja Aceh sangat terkejut dan takjub melihat keberanian dan kesaktian Panglima Gimpam menjinakkan gajah yang telah dipersiapkan untuk membunuhnya. Akhirnya Raja Aceh mengakui kesaktian Panglima Gimpam dan diserahkannya Putri Kaca Mayang untuk dibawa kembali ke istana Gasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Panglima Gimpam segera membawa Putri Kaca Mayang yang sedang sakit itu ke Gasib. Dalam perjalanan pulang, penyakit sang Putri semakin parah. Angin yang begitu kencang membuat sang Putri susah untuk bernapas. Sesampainya di Sungai Kuantan, Putri Kaca Mayang meminta kepada Panglima Gimpam untuk berhenti sejenak. “Panglima! Aku sudah tidak kuat lagi menahan sakit ini. Tolong sampaikan salam dan permohonan maafku kepada keluargaku di istina Gasib,” ucap sang Putri dengan suara serak. Belum sempat Panglima Gimpam berkata apa-apa, sang Putri pun menghembuskan nafas terakhirnya. Panglima Gimpam merasa bersalah sekali, karena ia tidak berhasil membawa sang Putri ke istana dalam keadaan hidup. Dengan diliputi rasa duka yang mendalam, Panglima Gimpam melanjutkan perjalanannya dengan membawa jenazah Putri Kaca Mayang ke hadapan Raja Gasib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di istana Gasib, kedatangan Panglima Gimpam yang membawa jenazah sang Putri itu disambut oleh keluarga istana dengan perasaan sedih. Seluruh istana dan penduduk negeri Gasib ikut berkabung. Tanpa menunggu lama-lama, jenazah Putri Kaca Mayang segera dimakamkan di Gasib. Sejak kehilangan putrinya, Raja Gasib sangat sedih dan kesepian. Semakin hari kesedihan Raja Gasib semakin dalam. Untuk menghilangkan bayangan putri yang amat dicintainya itu, Raja Gasib memutuskan untuk meninggalkan istana dan menyepi ke Gunung Ledang, Malaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sementara waktu, pemerintahan kerajaan Gasib dipegang oleh Panglima Gimpam. Namun, tak berapa lama, Panglima Gimpam pun berniat untuk meninggalkan kerajaan itu. Sifatnya yang setia, membuat Panglima Gimpam tidak ingin menikmati kesenangan di atas kesedihan dan penderitaan orang lain. Ia pun tidak mau mengambil milik orang lain walaupun kesempatan itu ada di depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, atas kehendaknya sendiri, Panglima Gimpam berangkat meninggalkan Gasib dan membuka sebuah perkampungan baru, yang dinamakan Pekanbaru. Hingga kini, nama itu dipakai untuk menyebut nama ibukota Provinsi Riau yaitu Kota Pekanbaru. Sementara, makam Panglima Gimpam masih dapat kita saksikan di Hulu Sail, sekitar 20 km dari kota Pekanbaru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* * *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita rakyat di atas tidak hanya mengandung nilai-nilai sejarah, tetapi juga mengandung nilai-nilai moral yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai moral tersebut adalah sifat setia dan tidak mau mengambil sesuatu yang bukan haknya. Kedua sifat tersebut tercermin pada sifat Panglima Gimpam. Kesetiaan Panglima Gimpam ditunjukkan pada sifatnya yang tidak mau bersenang-senang di atas penderitaan rajanya, Raja Gasib. Ia tidak mau menikmati segala kesenangan dan kemewahan yang ada dalam istana, sementara rajanya hidup menderita dan dirundung perasaan sedih, karena ditinggal mati oleh putri tercintanya. Di samping itu, Panglima Gimpam juga merasa bahwa ia tidak berhak untuk menikmati segala kemewahan itu, karena bukan hak miliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan orang Melayu, hak dan milik, baik dimiliki pribadi, masyarakat, atau penguasa sangatlah dijunjung tinggi. Orang tua-tua Melayu mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“yang hak berpunya, yang milik bertuan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ungkapan adat juga disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hak orang kita pandang, milik orang kita kenang, pusaka orang kita sandang,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang maksudnya adalah hak dan milik orang wajib dipandang, dikenang, dipelihara, dihormati, dan dijunjung tinggi. Merampas dan menguasai hak milik orang secara tidak halal atau tidak sah, oleh orang tua-tua Melayu dianggap sebagai perbuatan terkutuk dan diyakini akan dilaknat oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan ungkapan adat Melayu yang mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa tanda orang terkutuk,&lt;br /&gt;mengambil milik orang lain ia kemaruk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa tanda orang celaka,&lt;br /&gt;mengambil hak orang lain semena-mena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua-tua Melayu juga senantiasa mengingatkan kepada anak kemenakan ataupun anggota masyarakatnya, agar tidak menuruti hawa nafsu, menjauhkan sifat loba dan tamak terhadap harta. Kalaupun memiliki harta benda, hendaknya dipelihara dengan baik dan benar supaya dapat memberikan manfaat bagi kehidupan di dunia dan di akhirat. Tennas Effendy dalam bukunya “Tunjuk Ajar Melayu” banyak menyebutkan tentang kemuliaan memelihara dan memanfaatkan hak milik, baik dalam bentuk ungkapan, syair, maupun pantun. Dalam bentuk ungkapan di antarnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa tanda Melayu jati,&lt;br /&gt;hak miliknya ia cermati&lt;br /&gt;hak milik orang lain ia hormati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa tanda Melayu jati,&lt;br /&gt;memanfaatkan hak milik berhati-hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa tanda Melayu bertuah,&lt;br /&gt;hak milik orang ia pelihara&lt;br /&gt;hak milik diri ia jaga&lt;br /&gt;hak milik bersama ia bela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam untaian syair dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai ananda buda berpesan,&lt;br /&gt;harta orang engkau haramkan&lt;br /&gt;milik orang engkau peliharakan&lt;br /&gt;hak orang engkau muliakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam untaian pantun juga dikatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buah barangan masak setangkai&lt;br /&gt;patah tangkai jatuh ke tanah&lt;br /&gt;harta orang jangan kau pakai&lt;br /&gt;salah memakai masuk pelimbah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-3674291858456251615?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/3674291858456251615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/sejarah-kota-pekanbaru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3674291858456251615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/3674291858456251615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/sejarah-kota-pekanbaru.html' title='Sejarah Kota Pekanbaru'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-6600684239765167601</id><published>2008-07-11T02:55:00.000-07:00</published><updated>2008-08-04T19:34:52.437-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Riau'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melayu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Imperium Melayu</title><content type='html'>Imperium Melayu Riau adalah penyambung warisan Sriwijaya. Kedatangan Sriwijaya yang mula-mula sejak tahun 517 s/d 683 dibawah kekuasaan Melayu, dengan meliputi daerah Sumatera tengah dan selatan. Sriwijaya-Sailendra bermula dari penghabisan abad ke 7 dan berakhir pada penghujung abad ke 12.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaharajaan Melayu yang dimulai dari Kerajaan Bintan-Tumasik abad 12-13 M dan kemudian memasuki periode Melayu Riau yaitu :&lt;br /&gt;- Zaman Melaka abad 14-15 m,&lt;br /&gt;- Zaman Johor-Kampar abad 16-17 m,&lt;br /&gt;- Zaman Riau-Lingga abad 18-19 m&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paramesywara atau Iskandar Syah dikenal dengan gelar Sri Tri Buana, Maharaja Tiga Dunia (Bhuwana, Kw, Skt berarti dunia), seorang pangeran, keturunan raja besar. Ia sangat berpandangan luas, cerdik cendikia, mempunyai gagasan untuk menyatukan nusantara dan akhirnya beliaulah pula yang membukakan jalan bagi perkembangan Islam di seluruh nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paramesywara adalah keturunan raja-raja Sriwijaya-Saildendra. Menurut M.Said (dalam bukunya Zelfbestuur Landchappen) Raja Suran adalah keturunan Sultan Iskandar Zulkarnain di Hindustan yang melawat ke Melaka, beranak tiga orang laki-laki. Diantara putranya adalah Sang Si Purba, kawin dengan Ratu Riau. Dari puteranya menjadi turunan Raja Riau. Sang Si Purba sendiri pergi ke Bukit Sigantung Mahameru (Palembang) menjadi Raja dan kawin disana. Ia melawat ke Minangkabau dan menjadi Raja Pagarruyung. Memencar keturunannya menjadi Raja-Raja Aceh dan Siak Sri Indrapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sejarah Melayu, tiga bersaudara dari Bukit Siguntang menjadi raja di Minangkabau, Tanjung Pura (Kalimantan Barat) dan yang ketiga memerintah di Palembang. Yang menjadi Raja di Palembang adalah Sang Nila Utama. Sang Nila Utama inilah yang menjadi Raja di Bintan dan Kemudian Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hikayat Hang Tuah yang terkenal, ada disebutkan, raja di “Keindraan” bernama Sang Pertala Dewa. Adapula tersebut seorang raja. Istri baginda hamil dan beranak seorang perempuan yang diberi nama Puteri Kemala Ratna Pelinggam. Setelah dewasa diasingkan ke sebuah pulau bernama : Biram Dewa. Sang Pertala Dewa berburu di pulau Biram Dewa tersebut. Akhirnya kawin dengan Putri Kemala Ratna Pelinggam. Lalu lahir anaknya yang dinamai Sang Purba. Setelah itu mereka naik “keindraan”. Kemudian turun ke Bukit Siguntang Mahameru. Sang purba dirajakan di Bukit Siguntang. Sang Purba kawin dengan puteri lahir seorang putra dinamai Sang Maniaka dan kemudian lahir pula putera yang kedua Sang Jaya Mantaka, yang ketiga Sang Saniaka dan yang keempat Sang Satiaka. Sang Maniaka dirajakan di Bintan dan Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Zaman Bintan – Tumasik&lt;br /&gt;Dalam catatan sejarah, Kerajaan Riau-Bintan dimulai dari Raja Asyar-Aya (1100-1150 m) dan Ratu Wan Sri Beni (1150-1158M). Ratu kemudian digantikan oleh menantunya Sang Nila Utama, yang mendirikan Kerajaan Singapura dan memindahkan Kerajaan dari Bintan ke Singapura. Menurut para ahli sejarah, Sang Nila Utama dari Bintan menemukan Singapura pada tahun 1294 M. kemudian diberi gelar Tri Buana dan menguman nama Tumasik menjadi Singapura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Zaman Melaka&lt;br /&gt;Raja-raja Melayu diMelaka berasal dari singapura (tumasik) menurut sejarah Melayu karangan Tun Seri Lanang (1612 M), Raja Melayu yang terakhir diSingapura (Tumasik) adalah Raja Iskandar Syah yang membuka negeri Melaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku-buku sejarah karangan pelawat-pelawat Cina nama Raja Melayu Melaka yang pertama itu ialah Pa-Li-Su-La dan Pai-li-mi-sul-la (yang dimaksud adalah Paramesywara), begitu juga dari sumber Portugis yang menyebutkan Paramesywara dengan sebutan Paramicura dan Permicuri. Ahli sejarah mengambil kesimpulan bahwa raja Melayu Melaka (Raja Singapura yang terakhir) adalah Permaisura (sebelum memeluk agama Islam) kemudian raja itu menjadi Raja Melaka dengan memakai gelar Permaisuri Iskandar Syah (1394-1414 M).&lt;br /&gt;Keturunan raja ini yang memerintah di Melaka ialah :&lt;br /&gt;- Megat Iskandar Syah (1414-1424 M)&lt;br /&gt;- Sultan Muhammad Syah (1424-1444 M)&lt;br /&gt;- Sultan Abu Syahid (1445-1446 M)&lt;br /&gt;- Sultan Muazaffar Syah (1446-1456 M)&lt;br /&gt;- Sultan Mansyur Syah (1456-1477 M)&lt;br /&gt;- Sultan Alauddin Riayat Syah (1477-1488 M)&lt;br /&gt;- Sultan Mahmud Syah I (1488-1511 M)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama abad 15 sampai permulaan abad ke 16 diantara Kerajaan-Kerajaan Melayu yang ada, hanya Kerajaan Melaka yang mencapai puncak kejayaan. Sebuah laporan Portugis pada permulaan abad ke 16 telah menggambarkan Kerajaan Melaka. Pada masa itu dinyatakan bahwa kota Melaka adalah Bandar perdagangan yang terkaya dan mempunyai bahan-bahan perdagangan yang termahal, armada yang terbesar dan lalu lintas yang teramai di dunia.&lt;br /&gt;Melaka menjadi kota perdagangan yang terbesar didatangi pedagang-pedagang dari pulau-pulau nusantara dan dari benua asia lainnya seperti dari India, Arab, Parsi, Cina, Burma (Pegucampa, Kamboja dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahun 1509 mulai pula berdatangan pedagang-pedagang dari Eropa. Melaka sebagai pusat Imperium Melayu dan menjadi Bandar perdagangan yang ramai juga merupakan pusat penyebaran agama Islam ke seluruh nusantara dan Asia Tenggara.&lt;br /&gt;Sultan Melaka Sultan Mansyur Syah Akbar yang memerintah pada tahun 1456-1477 M) telah berhasil mengantarkan Melaka ke puncak kebesaran sejarah Melayu dan beliau dapat mempersatukan Kerajaan-Kerajaan Melayu dalam Imperium Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Sultan Mansyur inilah terkenalnya sembilan pemuda yang gagah berani sebagai hulubalang Kerajaan seperti : Hang Tuah, Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekiu, Hang Lekir, Hang ali, Hang Iskandar, Hang Hasan, dan Hang Hussin. Diantara kesembilannya Hang Tuahlah yang paling berani dan bijaksana sehingga Sultan mengangkatnya menjadi Laksmana.&lt;br /&gt;Pengganti Sultan Mansyur Syah ialah putranya Sultan Alauddin Riayat Syah (1477-1588 H). Raja ini diracuni oleh Raja Kampar dan Raja Indragiri yang ditawan di Melaka. Sewaktu beliau hendak berangkat ke Melaka. Sultan Alauddin berputrakan Raja Menawar Syah, Raja Kampar dan Raja Muhammad yang kemudian bergelar Sultan Mahmud Syah Raja Melaka.&lt;br /&gt;Sultan Mahmud beristrikan putri Sultan Pahang. Yang menurunkan tiga orang anak. Yang tertua adalah laki-laki diberi nama Raja Ahmad, yang kedua dan ketiga adalah perempuan. Sultan Mahmud berguru pada Maulana Yusuf, Sultan Munawar Syah - Raja Kampar wafat digantikan oleh anaknya yang bernama Raja Abdullah yang di nobatkan oleh Sultan Mahmud di Melaka dan diambil menjadi menantunya. Setelah dinobatkan di Melaka beliau kembali ke Kampar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum pusat Kerajaan Imperium Melayu di pindahkan ke Johor, Sultan Mahmud Syah I telah mendirikan pusat pemerintahan di Kampar yang bernama Pekan Tua terletak ditepi Sungai Kampar. Tempat ini dijadikan sebagai pusat Imperium Melayu dan basis perjuangan terakhir untuk melawan Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan Mahmud Syah I ini sangat pemberani dalam menghadapi Portugis.&lt;br /&gt;Tapi sayang Melaka tetap berhasil di rebut Portugis. Pada tanggal 15 agustus 1511 terjadilah peperangan yang hebat diantara pejuang Melaka dengan angkatan Portugis yang di pimpin oleh Affonso d’albuquerqe. Melaka berhasil dikalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sultan dan pengikut-pengikutnya akhirnya melarikan diri ke hulu Sungai Muar, dan membuat Kerajaan Pagoh. Dalam bulan oktober 1511, Raja Abdullah (Sultan Kampar) mengadakan hubungan dengan Affonso d’ Albuquerque dan pergi ke Melaka. Kemudian kembali lagi ke Kampar (Pekan Tua).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Affonso d’ Albuquerque merasa kalau Pagoh dan Bentayan (Kuala Muar) akan menjadi ancaman bagi mereka. Takut akan hal ini, Affonso langsung mengerahkan pasukannya yang terdiri dari 400 orang lascar Portugis, 600 orang Jawa, dan 300 orang Pegu (Burma) untuk menyerang Bentayan dan Pagoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Sultan Mahmud Syah I dan pengikutnya meninggalkan Pagoh dan berpindah ke Pahang melalui Lubuk Batu dan Panarikan. Bulan Juli 1512 angkatan perang Sultan Mahmud Syah I di bawah pimpinan Laksmana Hang Nadim menyerang orang-orang Portugis di Melaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 1513 Sultan Mahmud Syah I dan para pengikutnya pindah ke Bintan, tepatnya di Kopak. Beliau menetap disini sampai tahun 1519. dari basis ini Sultan Mahmud beberapa kali menyerang Melaka dan mengadakan blockade di Kuala Muar sehingga Melaka kekurangan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1521 Joerge d’ Albuquerque, panglima perang Portugis di Melaka menyerang bintan dengan membawa 18 buah kapal dan 600 orang prajurit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1523 dibawah pimpinan Don Sancho Enriquez, Portugis kembali menyerang Bintan. Namun dibawah komando Hang Nadim, Laskar Kerajaan Bintan mampu memberikan perlawanan yang sengit kepada Portugis. Tidak sedikit tentara Portugis yang mati dalam pertempuran ini dan juga kerugian materi yang tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1526 Portugis menghancurkan bandara Bengkalis, yang kemudian Portugis kembali mengadakan penyerangan kepada Bintan dibawah pimpinan Pedro Maskarenhaas. Kali ini Portugis mendatangkan angkatan perang dari Goa (India) yang terdiri dari 25 buah kapal-kapal besar, 550 orang prajurit Portugis dan 600 orang prajurit Melayu yang telah berhasil mereka bujuk untuk ikut dalam barisan mereka.&lt;br /&gt;Disaat itu pula Sultan Mahmud sudah bisa membaca keadaan bahwa Portugis akan kembali menyerang mereka. Dengan segera Sultan Mahmud langsung mengatur pertahanan yang kokoh di Kota Kara dan Kopak. Pertempuran hebat pun terjadi di Kota Kara, Laskar-laskar Melayu banyak yang berguguran, sedangkan Hang Nadim terluka, keadaan pun semakin tidak seimbang, akhirnya Bintan pun berhasil ditakhlukkan Portugis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam catatan Sejarah Melayu, Sultan Mahmud Syah I adalah raja kedelapan dan merupakan raja terakhir Kerajaan Melaka (1488-1511). Beliau juga merupakan raja pertama dari Kerajaan Johor yang memerintah dari tahun 1511 sampai dengan tahun 1528.&lt;br /&gt;Beliau adalah putra dari Sultan Alauddin Riayat Syah dengan Istrinya Saudara Bendahara Pemuka Raja Tun Perak yang bernama Raja Mahmud.&lt;br /&gt;Pada masa Sultan Mahmud Syah I ini, Sultan Munawar, saudara seayahnya yang menjadi Raja di Kampar telah mangkat. Yang digantikan oleh putra Sultan Munawar bernama Raja Abdullah. Setelah Raja Abdullah di nobatkan menjadi Raja Kampar, Sultan Mahmud Syah I langsung mengangkatnya menjadi menantu yang dikawinkan dengan putrinya Putri Mah.&lt;br /&gt;Laksemana Hang Tuah juga meninggal pada masa Sultan Mahmud Syah I ini. Menurut sejarah Melayu, hang tuah di makamkan di Tanjung Keling Melaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Zaman Johor.&lt;br /&gt;Setelah Melaka di kalahkan Portugis, putra Sultan Mahmud Syah I, Sultan Ahmad Syah yang merupakan Raja Bintan di Riau, membuka Negeri Johor. Namun gagal. Akhirnya Sultan Mahmud Syah I wafat pada Tahun 1528 dan di beri gelar kemangkatan dengan gelar Marhum Kampar.&lt;br /&gt;Kedudukannya digantikan oleh putranya Alauddin Riayat Syah II. Tapi sayang Sultan Alauddin membuat kesalahan fatal. Dia memindahkan Imperium Melayu dari Pekantua yang terletak di Sungai Kampar Riau Sumatera yang telah terjaga rapi, kuat dan tangguh ke bagian Johor Lama dan di beri nama Pekan Tua juga.&lt;br /&gt;Rancangan ayahnya yang kokoh dengan maksud supaya tetap menjaga hubungan dalam Imperium Melayu jadi hancur. Pada waktu itu Kampar tidak lagi diurus Raja sendiri, melainkan diserahkan kepengurusannya kepada Adipati Kampar (Selaku Gubernur).&lt;br /&gt;Bahkan dikatakan dari sumber sejarah lain Sultan Alauddin Riayat Syah II ini malah mau berdamai dengan Portugis dan sama-sama menghantam Aceh. Abangnya yang bernama Raja Muda Muzaffar Syah diusirnya atas desakan bendahara. Raja Muda Muzaffar Syah sekeluarga akhirnya pergi membawa nasib hingga ke Siam (Thailand). Kemudian dibawa rakyat di Kelang ke Perak dan dirajakan disana selaku Sultan Perak dan Selangor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;September 1537, Aceh mengadakan penyerangan kepada Melaka yang telah berada di tangan Portugis. Dengan kekuatan 300 orang prajurit, Aceh mendaratkan dan berperang diMelaka selama 3 hari.&lt;br /&gt;Aceh juga menyerang Haru. Sultan Alauddin Riayat Syah II tiba-tiba menyerang armada Aceh (Deli) dalam pada tahun 1540. Ia merebut Haru masuk dalam lingkungan Melayu. Hal ini merupakan dendam Aceh dengan Imperium Melayu sampai abad ke 18. Dan tentu saja hal ini sangat menguntungkan bagi Portugis. Aceh kemudian membalas serangan itu pada tahun 1564 ke Haru, dan berhasil mendudukinya. Armada Aceh terus maju menduduki Johor-Lama dan Sultan Alauddin Riayat Syah II berhasil di tawan dan dibawa ke Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu berturut-turut menjadi raja Johor:&lt;br /&gt;Sultan Nuzaffar Syah (1564-1570)&lt;br /&gt;Sultan Abdul Jalil Syah (1570-1571)&lt;br /&gt;Sultan Ali Jalla Abdul Jalil Syah II (1571-1597)&lt;br /&gt;Sultan Alauddin Riayat Syah III (1597-1615)&lt;br /&gt;Sultan Abdul Muayat Syah (1615-1623)&lt;br /&gt;Sultan Abdul Jalil Syah III (1623-1677)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Sultan Muzzafar Syah, lahirlah seorang Pujangga Melayu (1565) putra dari Tun Ahmad Paduka Raja yang terkenal dengan nama Tun Seri Lanang. Tun Sri Lanang merupakan penulis terbanyak tentang sejarah Melayu. Tulisannya menjadi sumber-sumber sejarah Melayu dewasa ini. Beliau pernah tinggal di Aceh sambil menyusun dan menyempurnakan karyanya yang terbesar. Yakni Tentang Sejarah Melayu. Dan berkenaan dengan penulis-penulis dan ulama yang termasyur seperti Syekh Nuruddin ar Raniri, Tun Aceh, Tun Burhat, Hamzah Fansuri, Syeikh Syamsuddin Sumatrani, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Syah III. Johor mengadakan hubungan persahabatan dengan Belanda. Dengan kekuatan yang berserikat, Johor berhasil merebut Melaka dari tangan Portugis pada tanggal 14 januari 1647.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1673 Batu Sawar diserang Jambi sehingga Sultan mundur ke Pahang. Dan mangkat pada Tahun 1677. kedudukannya digantikan oleh Sultan Ibrahim Syah yang memerintah dari tahun 1677 sampai dengan tahun 1685.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Sultan Ibrahim Syah memerintah, beliau memindahkan pusat Kerajaannya ke Bintan pada tahun 1678 tepatnya di Sungai Carang. Dari sini beliau menyusun kekuatan menyerang Jambi. Negeri itu menjadi “Bandar Riuh” yang selanjutnya dikenal dengan nama RIAU. Masa pemerintahan Sultan Ibrahim Syah berakhir pada tahun 1685 dikarenakan wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat beliau wafat belum ada yang bisa menggantikan kedudukannya sebagai raja. Hal ini disebabkan karena cikal bakal pewaris tahta beliau, yakni putranya yang bernama Raja Mahmud masih kecil. Maka pemerintahan Kerajaan pada waktu itu dipegang oleh Datuk Seri Maharaja atau disebut juga Bendahara Paduka Raja Tun Hebab. Pada masa ini diadakan perjanjian dagang dengan Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Raja Mahmud dewasa, barulah Raja Mahmud dinobatkan menjadi Sultan dengan gelar Sultan Mahmud Syah II. Beliau memerintah dari tahun 1677 s/d 1699. Meninggal pada usia 42 tahun setelah di bunuh Laksemana Megat Sri Rama. Sultan Mahmud Syah II meninggal ketika sedang berangkat untuk menunaikan shalat Jum’at. Beliau pergi Shalat Jum’at dengan di julang oleh pengawalnya. Dijulang dalam bahasa Melayu berarti di dudukkan di atas tengkuk. Di tengah perjalanan Sultan Mahmud Syah II dibunuh oleh Megat Sri Rama. Tapi menurut keterangan Raja Ali Haji, Laksemana Megat Sri Rama juga mati disebabkan oleh sikinnya Sultan sesuai dengan keterangannya yang tertulis dalam Tuhfatu’n Nafis : “maka adalah ketika baginda itu diatas julang hendak pergi Shalat Jum’at, lalu diparangnya hulu hati baginda hingga mangkat, dan Megat (Sri Rama) itupun mati juga karena dilontar oleh baginda dengan sikinnya” Dengan berita kematian Sultan yang telah sampai keistana membuat Istri Sultan Mahmud Syah II, Encik Pong yang sedang hamil tua diselamatkan oleh Nahkoda Malim, salah satu hulubalangnya yang setia. Encik Pong di larikan kedalam hutan dengan beberapa orang pengawalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu putuslah zurriat keturunan Raja-Raja Melaka di Johor. Dan bertukar alih ke tangan Raja-Raja keturunan dari Bendahara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Encik Pong melahirkan seorang anak lelaki yang diberi nama Raja Kecil, Encik Pong dibawa keluar Johor dan dibawa ke Jambi. Kemudian dilarikan lagi ke Indragiri, hingga akhirnya sampai ke Pagarruyung. Dipagarruyung Encik Pong dan Raja Kecil mendapatkan Suaka Politik. Bahkan Raja Kecil dianggap sebagai anak angkat istana oleh Kerajaan pagarruyung. Encik Pong pun wafat di pagarruyung. Raja Kecil kemudian betul-betul dididik oleh keluarga Istana Pagaruyyung. Mulai dari ilmu agama, ilmu pemerintahan, ilmu silat dan sebagainya. Raja Kecil tumbuh menjadi remaja. Sampai akhirnya Keluarga Kerajaan Pagarruyung menceritakan tentang asal usul dirinya kepadanya. Setelah mengetahui, maka Raja Kecil ingin menuntut balas atas kejadian yang menimpa keluarganya. Pada saat itu ia telah di bekali dukungan dari Pagarruyung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu Riwayat sejarah Melayu lain dikatakan mengenai Raja Kecil ini. Raja Beraleh (Tun Bujang) seorang anak raja yang datang dari Minangkabau telah menghambakan diri kepada Sultan Lembayung (seorang Raja dari hulu Palembang sebagai pembawa tempat sirih sultan. Kemudian setelah membawa Raja Jambi dalam suatu peperangan, Raja Beraleh kembali ke Minangkabau. Oleh keluarga Raja Pagarruyung, nama Raja Beraleh ditukar menjadi Raja Kecil. Namun cerita ini tidak popular di Riau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengganti Sultan Mahmud Syah II diangkat Bendahara Paduka sebagai Sultan dengan gelar Sultan Abdul Jalil Riayat Syah IV (1619-1718). Adindanya Tun Mahmud diangkat menjadi Yam Tuan Muda (Raja Muda) sejak itu anak-anaknya dipanggil Tengku. Rakyat berontak. Sultan Abdul Jalil Riayat Syah IV pindah ke Riau pada tahun 1709 dan minta bantuan VOC Belanda tahun 1713. Kemudian ia disingkirkan oleh Raja Kecil yang telah diberi gelar Yang Dipertuan Cantik pada tanggal 21 Maret 1717. Ia naik tahta dengan gelar Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah (1718-1722).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Zaman Riau-Lingga&lt;br /&gt;Inggris dan Belanda membuat perjanjian (Amiens 1802) bahwa jajahan Belanda di Indonesia harus dipulangkan oleh Inggris. Hal ini diperteguh lagi setelah kalahnya Napoleon (Konferensi London). Sir Stanford Raffles wakil gubernur Inggris dari India memperlambat pengembalian ini.&lt;br /&gt;Ditahun 1818, Inggris mengembalikan Melaka kepada Belanda.&lt;br /&gt;Tengku Long ditabalkan menjadi Sultan Riau-Johor tanggal 6 Februari 1819. dengan acara adat disaksikan oleh Raffles dan Mayor Farquhar. Dengan peristiwa ini terpecahlah Imperium Riau Johor menjadi dua yaitu Kerajaan Johor Singapura di bawah pimpinan Tengku Husin (T.Long) tahun 1824, Singapura jadi Crown Colony Inggris. Dan Kerajaan Riau dibawah Sultan Tengku Abdul Rahman Muazzamsyah II yang didukung oleh Belanda.&lt;br /&gt;Namun akhirnya pada tanggal 3 Februari 1911 Kesultanan Riau dihapuskan Pemerintahan langsung ditangan Gubernur Hindia Belanda diwakili oleh seorang residen yang berkedudukan di Tanjung Pinang sampai awal masuknya Jepang.&lt;br /&gt;Dalam Bataviaasche Novelles lebih lanjut diberitakan dari Jambi tertanggal 28 Maret 1711 bahwa seorang Minangkabau atau dari Pealaman, menyebut dirinya sebagai Raja Ibrahim, memperkenalkan diri sebagai keturunan Yang Dipertuan yang terkenal dengan pengikut enam atau tujuh orang, telah sampai dihulu Jambi, membawa lempengan perak dengan tulisan, persahabatan dengan Pangeran Pringga Raja serta saudaranya Kyai Gedee, Sultan Jambi.&lt;br /&gt;Sangatlah mungkin ap yang disebut Yang Dipertuan disitu adalah Raja Kecil. Menurut cerita sederhana dari orang-orang bumi putera, bahwa Raja Kecil mengunjungi bajak laut Bugis di sekitar Bangka, untuk meminta bantuan menyerang Johor dan hal itu kelihatannya lebih sesuai dengan umumnya. Jika dalam Tahun 1648 sweaktu ia mengunjungi Jambi ia berumur 20 tahun, maka sewaktu merebut Johor dalam tahun 1717, umurnya telah mencapai umur 53 tahun, dan dalam tahun 1745 ia telah berumur 81 tahun (ia wafat tahun berikutnya), barulah sesuai jika ia dikatakan “telah berusia sangat lanjut”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran masalah ini tetap menimbulkan keraguan, tetapi perlu mendapat perhatian, bahwa pemerintah Melaka dalam tahun 1745, jadi 25 tahun setelah terjadi berbagai peristiwa, menurut pelukis Melayu adalah Raja Kecil, bukanlah Raja Sulaiman yang menjadi Raja Melayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang bugis dibawah pimpinan tiga bersaudara, Daeng Marewah atau Kelana Jaya Putera, Daeng Perani dan Daeng Pali atau Daeng Celak, dalam tahun 1134 (bersamaan 22 oktober 1721) membantu Raja Sulaiman menaiki tahta Johor, Riau dan Pahang. Pusat Kerajaan waktu itu berada di Riau, sebelah kedalam teluk. Pemimpin-pemimpin bugis tersebut mendapat imbalas atas jasa-jasanya, mungkin karena sultan merasa terima kasih atau oleh karena takut. Daeng Marewah, atau Kelana Jaya Putera menjadi Raja Muda dari Kerajaan Johor dengan gelar Sultan Alau’ddin Syah, sedangkan Daeng Manompo, juga seorang yang terkemuka diantara bajak laut bugis itu, diangkat dengan Raja Tuwah dengan gelar Sultan Ibrahim, ia merupakan raja kedua setelah Raja Muda.&lt;br /&gt;Keterikatan Istana Johor dengan Bugis semakin erat setelah diadakannya perkawinan-perkawinan silang yang berlangsung. Daeng Marewah dikawinkan dengan Encik Ayu, janda Sultan Mahmud, tetapi tidak pernah hidup rukun akibat pengaruh masa remajanya. Daeng Manompo mengambil istri Tun Tepati, saudara ibu Sultan Sulaiman. Daeng Sasuru dan Daeng Mengato kawin dengan saudara sepupu sultan, dan orang-orang bugis yang kurang terkemuka kawin dengan putri-putri pejabat-pejabat dan kepala-kepala orang Melayu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-6600684239765167601?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/6600684239765167601/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/imperium-melayu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6600684239765167601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6600684239765167601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/imperium-melayu.html' title='Imperium Melayu'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-889916745773570020</id><published>2008-07-10T23:50:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T20:32:01.385-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kata Mutiara'/><title type='text'>Kata Mutiara 12</title><content type='html'>Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, seseorang tidak beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhilah dengki, karena dengki memakan amal kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar. &lt;strong&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terbaik di antara kalian adalah mereka yang berakhlak paling mulia. &lt;strong&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak melihat bentuk rupa dan harta benda kalian, tapi Dia melihat hati dan amal kalian.&lt;strong&gt;Nabi Muhammad SAW&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan kepada Allah melingkupi hati, kecintaan ini membimbing hati dan bahkan merambah ke segala hal.&lt;strong&gt;Imam Al Ghazali&lt;/strong&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Raihlah ilmu, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar.&lt;strong&gt;Khalifah 'Umar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang di dunia ini adalah seorang tamu, dan uangnya adalah pinjaman. Tamu itu pastilah akan pergi, cepat atau lambat, dan pinjaman itu haruslah dikembalikan.&lt;strong&gt;Ibnu Mas'ud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan &lt;strong&gt;membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak. Khalifah 'Ali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah.&lt;strong&gt; Ibnu Mas'ud&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. &lt;strong&gt;Khalifah 'Ali&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku. &lt;strong&gt;Khalifah 'Umar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. &lt;strong&gt;Imam An Nawawi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. &lt;strong&gt;Khalifah 'Umar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. &lt;strong&gt;Bediuzzaman Said Nursi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa. &lt;strong&gt;Bediuzzaman Said Nursi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg. &lt;strong&gt;Bediuzzaman Said Nursi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan. &lt;strong&gt;Bediuzzaman Said Nursi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup. &lt;strong&gt;Bediuzzaman Said Nursi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan tidaklah cukup; kita harus mengamalkannya. Niat tidaklah cukup; kita harus melakukannya. &lt;strong&gt;Johann Wolfgang von Goethe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan lebih baik daripada pengobatan. &lt;strong&gt;Johann Wolfgang von Goethe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kearifan ditemukan hanya dalam kebenaran. &lt;strong&gt;Johann Wolfgang von Goethe&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah pincang. &lt;strong&gt;Einstein&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian. &lt;strong&gt;Einstein&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama sejati adalah hidup yang sesungguhnya; hidup dengan seluruh jiwa seseorang, dengan seluruh kebaikan dan kebajikan seseorang. &lt;strong&gt;Einstein&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal yang membangkitkan ketakjuban saya - langit bertaburkan bintang di atas dan alam semesta yang penuh hikmah di dalamnya. &lt;strong&gt;Einstein&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan "rendah hati." &lt;strong&gt;Einstein&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sedikit mereka yang melihat dengan mata mereka sendiri dan merasakan dengan hati mereka sendiri. &lt;strong&gt;Einstein&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. &lt;strong&gt;Einstein&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua yang dapat menghitung dapat dihitung, dan tidak semua yang dapat dihitung dapat menghitung. &lt;strong&gt;Einstein&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-889916745773570020?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/889916745773570020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/08/kata-mutiara-12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/889916745773570020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/889916745773570020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/08/kata-mutiara-12.html' title='Kata Mutiara 12'/><author><name>Sonj</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14355449930867906809</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-5922215368377475636</id><published>2008-07-01T15:17:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T15:29:46.701-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Umur Umat Islam</title><content type='html'>Ketika fundamental adalah teroris dan demokrasi berorasi dalam alunan kata rangkaian iblis&lt;br /&gt;Sumpah serapah untaian kata tragis liberalis&lt;br /&gt;Syair demokrasi memecah belah Turki dan kebisuan Mekkah&lt;br /&gt;Propaganda mata mata logika yg dustakan nilai aqidah&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Neraka tipu daya pluralisme agama&lt;br /&gt;Dari teluk Ambalat hingga fenomena Syiah vs Sunni di Irak&lt;br /&gt;Terdesak dari pertikaian bidak catur yg buta terkuak&lt;br /&gt;Pembakar intisari ukhuwah diatas ego golongan&lt;br /&gt;Pukul rata keluguan umat layaknya seribu ahli syurga&lt;br /&gt;Maka bersuka citalah penemu benua Amerika&lt;br /&gt;Ketika pengunjung Ka'bah tak sajikan suara atas darah di Palestina&lt;br /&gt;Berseteru dari misteri militansi Taliban&lt;br /&gt;Sempurna dalam kerapuhan mata2 dari ketaqwaan&lt;br /&gt;Ketika kapitalisme begitu manjur bersahabat dgn ketupat lebaran&lt;br /&gt;Dan islam menbunuh Islam menjadi pahala&lt;br /&gt;Mereinkarnasi alasan di liang lahat slogan kekalifahan&lt;br /&gt;Penyeru batas propaganda da’wah palsu&lt;br /&gt;Berdiri diantara argumentasi rohani terbalut hawa nafsu&lt;br /&gt;Pemuja wadah arsitektur media kekafiran&lt;br /&gt;Ketika argumentasi mentahkan cerita para Salafusshaleh&lt;br /&gt;Dan Serumpun Jihad harus berpecah belah untuk satu alasan serupa&lt;br /&gt;Ketika semua merasa yg paling Ahlus Sunnah wal Jamaah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brapa lama lagi umur umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hermenetika dari omong kosong logika absurd Orientalis&lt;br /&gt;Pudarkan makna definisi jelaga retoris&lt;br /&gt;Penggubris sandi alam dajjal penghinat histories&lt;br /&gt;Mem backup batas individualis teorikal para badut Zionis&lt;br /&gt;Untuk setiap Molotov dari setiap botol Coca Cola&lt;br /&gt;Dan Mc Donal menjadi 100 % halal bersenggama&lt;br /&gt;Berduet bersama Marlboro dan tafsir al azhar&lt;br /&gt;Berceritalah para anekdot ateis dalam kedangkalan syek siti jenar&lt;br /&gt;Dari catatan putih para penghianat tauhid&lt;br /&gt;Untuk para pembual yg ikut membantai saudara Islam kami disluruh dunia&lt;br /&gt;Merubah jenin menjadi diskotik baru berlabel anti teroris global&lt;br /&gt;Berduet bersama Ariel Sharon dan pemikiran liberal&lt;br /&gt;Bumbu paling menyedihkan dari fenomena Bir Bintang 0 % alkohol&lt;br /&gt;Dan senyawa paramadina memang telah cukup membuat Islam menjadi tolol&lt;br /&gt;Sengketa tanah dan minyak bumi&lt;br /&gt;Batu bara membara membantai sesama propaganda atas umat yg tak bersalah&lt;br /&gt;Saat Islam membunuh Islam tak lagi jadi prahara&lt;br /&gt;Dan setiap kuffar lebih penting menjadi saudara&lt;br /&gt;Menyayat duka setiap tetes mata aroma Intifadhah&lt;br /&gt;Lupakanlah Che Guevara dan syair pagi hutan Bolivia&lt;br /&gt;Ketika revolusi berarti demokrasi dan seks bebas&lt;br /&gt;Nembusuk bersama argumentasi Islam Kiri&lt;br /&gt;Episode paling mutakhir salah kaprah Mansyur Faqih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brapa lama lagi umur umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hitunglah umur umat islam ketika langit menghitam&lt;br /&gt;Diruang hukum yang tak perlu lagi merajam&lt;br /&gt;Terlupakanlah Dzat yang tiupkan ruh didalam rahim&lt;br /&gt;Fotosintesa dari budaya pendusta agama Ibrahim&lt;br /&gt;Saat Al-Qur'an hanya pengantar debu hiasan rumahmu&lt;br /&gt;Dari zaman kezhaliman yg asingkan setiap puing kemurnian Islam&lt;br /&gt;Ketika teroris berarti mushalla dan penjaga tauhid&lt;br /&gt;Maka demokrasi mengambil tempat bersama selinting ganja dan Jack Daniel&lt;br /&gt;Panorama pembakar batas hewan dan manusia&lt;br /&gt;Cakrawala tahajjud yg tak sanggup lagi bersujud&lt;br /&gt;Pada dimensi ketika poligami berarti neraka&lt;br /&gt;Dan prostitusi menjadi hak asasi&lt;br /&gt;Ketika kondom Fiesta menjadi solusi norma&lt;br /&gt;Menjamu kapitalisme dalam retorika Syariat&lt;br /&gt;Raga dari propaganda Albert Pike dan Ibnu Arabi&lt;br /&gt;Lebih busuk dari argumentasi pembenaran murtad ala Nafa Urbach&lt;br /&gt;Dan consensus hak cipta sukses racuni anak bangsa&lt;br /&gt;Yang memasang jaring konsumerisme dari idiom professionalisme&lt;br /&gt;Ketika nasyid sudah tak beda lagi dgn Backstreetboys&lt;br /&gt;Dan dewa 19 ternyata lebih harokah dari syair pagi fallujah&lt;br /&gt;Senjata paradigma paling ironis&lt;br /&gt;Sejak peringatan bahaya merokok ada disetiap bungkus rokok&lt;br /&gt;Dan MUI belum juga mengerti bahwa hak cipta adalah milik ALLAH&lt;br /&gt;Fatwakan umat sekaligus membela selangkangan Bill Gates&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brapa lama lagi umur umat Islam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-5922215368377475636?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/5922215368377475636/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/umur-umat-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5922215368377475636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5922215368377475636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/umur-umat-islam.html' title='Umur Umat Islam'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-8314795712401806488</id><published>2008-07-01T15:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T15:17:18.531-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Wangi Syuhada</title><content type='html'>Harum wangi syuhada saat syahid menjemputnya 2x&lt;br /&gt;Bergetar jiwa yg mengirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada ceritamu kusimpan nafasku&lt;br /&gt;Rangkaian kata dalam pertempuran sejati&lt;br /&gt;Syahidmu adalah energi jiwaku&lt;br /&gt;Kesolehan mu adalah cermin hidupku&lt;br /&gt;Kau takkan pernah habis&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau jasadmu telah membeku sribu tahun lamanya&lt;br /&gt;Kau aliri kami dlm semangat menjaga hidup dari jejak2 pekat&lt;br /&gt;Seabadi pedang2 dilangit&lt;br /&gt;Serapat persaudaraan awan2 diangkasa&lt;br /&gt;Darah yg kau sisakan didiepan dimata ini&lt;br /&gt;Membakar perlawanan diantero semesta&lt;br /&gt;Utk jagat raya kita bersama&lt;br /&gt;Pada janji2 allah utk kesetiaan kita&lt;br /&gt;Di desa2 dalam pembantaian itu Di kota2 dalam gerilyamu&lt;br /&gt;Tersisipkan cerita utk menjadi tangguh&lt;br /&gt;Pemburu seribu peluru &amp; mortar waktu&lt;br /&gt;Kepergianmu adalah inspirasi kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mewangi &amp; menjadi wejangan abadi Meresapi intisari progratif ilahi&lt;br /&gt;Menyadari fitrah sbg seorang hamba&lt;br /&gt;Terbangun dari sinergi semesta &amp; pelajaran airmata&lt;br /&gt;Menghiasi kemilau fajar dari bukit badar&lt;br /&gt;Diasingkan oleh hipokritas&lt;br /&gt;Tapi tetap hidup dalam ruhiyah yg berkualitas&lt;br /&gt;Melegenda tanpa harus menyombongkan sejarah&lt;br /&gt;Kerendahan hatimu hingga senyum ramahmu&lt;br /&gt;Slalu terasa hadirmu menembus 2 alam pecahkan kebisuan waktu&lt;br /&gt;Masih terdengar teriakmu.. hayya bil jihad&lt;br /&gt;Kobarkan smangat kami&lt;br /&gt;Masih terngiang kisahmu bangunkan malam2 kami&lt;br /&gt;Utk kembali bersuci di sepempat malam yg sunyi&lt;br /&gt;Demi masa &amp; anak cucu kami&lt;br /&gt;Demi dzat yg hidup kami ada di tangannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-8314795712401806488?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/8314795712401806488/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/wangi-syuhada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8314795712401806488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8314795712401806488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/wangi-syuhada.html' title='Wangi Syuhada'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-8315641883079901096</id><published>2008-07-01T15:15:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T15:16:29.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Do'a, Batu, Airmata</title><content type='html'>Saksikanlah kebangkitan ini,&lt;br /&gt;Kebangkitan dari barisan rapat&lt;br /&gt;Pemuda islam diseluruh dunia&lt;br /&gt;Saksikanlah kebangkitan kami,&lt;br /&gt;Kebangkitan para pecinta syahid ,&lt;br /&gt;Para pewaris risalah Rasululloh SAW ..&lt;br /&gt;Allahu Akbar .. Allahu Akbar .. Allahu Akbar ..&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konotasi peraga penjajah darah &amp;&lt;br /&gt;tulang belulang para penyair syuhada&lt;br /&gt;Sketsa kata merubah fakta menjadi fitnah&lt;br /&gt;Generasi pewaris perang badar mulai angkat bicara&lt;br /&gt;senjata rima &amp; reaksi keras kupas tuntas&lt;br /&gt;Kebiadaban dunia yg tdk mengenal batas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satukanlah setiap harokah yg bertebaran&lt;br /&gt;Debu2 perlawanan pun mulai bersahutan &amp; melebur nyata&lt;br /&gt;Air mata kedukaan menjadi legenda ketapel &amp; sorban&lt;br /&gt;Menghunus perlawanan meretakan nada&lt;br /&gt;Tata heterogenitas dalam satu aqidah&lt;br /&gt;Intelektual yg pantang merekap gentar&lt;br /&gt;Kamilah pembakar batas aritokrasi dunia&lt;br /&gt;Membakar vatikan dalam omong kosong perdamaian&lt;br /&gt;Total… Total kebencian kami terhadap zionisme&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekapitulasi monumental penikmat peluru&lt;br /&gt;Konstruksi ukhuwah jadikan benteng yg tak goyah&lt;br /&gt;Rekreasi jihad hingga keujung senja kehidupan&lt;br /&gt;Ketika emosiku beresonansi keurat nadi&lt;br /&gt;Fisabilillah sabotase setiap kontribusi amerika serikat sampah&lt;br /&gt;Jelanta demokrasi dari pengecut regenerasi laknat yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alfahmu al-ikhlas al-amal aljihad attadhiyah&lt;br /&gt;attaat attsabat attajarud al-ukhuwah attsiqoh&lt;br /&gt;Kolektifitas robbani angkasa perlawanan islami&lt;br /&gt;Menuai benih kebeningan hati agar intisari tak tercemar&lt;br /&gt;dari para penghianat intifadoh&lt;br /&gt;Yakinkanlah dirimu hei pemuda islam&lt;br /&gt;Bergabung diantara pewaris penerus risalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahamilah ilmu agar peluru &amp; bom waktu&lt;br /&gt;Dapat mengerti arti kebijaksanaan cahaya hatimu&lt;br /&gt;Iringi ikhlasnya sebuah pengamalan&lt;br /&gt;Pengorbanan &amp; keteguhan tauhid&lt;br /&gt;Buah tata diatas totalitas perjuangan&lt;br /&gt;Percaya adalah permata ukhuwah&lt;br /&gt;Agar jihad juga dapat berdiri bersama cinta&lt;br /&gt;Keteladanan dari generasi para tabi’in&lt;br /&gt;Maka nyalakan lilin diantara tulang belulang&lt;br /&gt;Pandangilah nisan dari stasiun kehidupan&lt;br /&gt;Dan nikmatilah kematian&lt;br /&gt;Hiruplah kesturi syahid tanah negri&lt;br /&gt;Tanah dari panji bendera para mujahid&lt;br /&gt;Biarlah mata hati iringi perih stagnasi madinah&lt;br /&gt;Memori keharuman para sahabat&lt;br /&gt;Dan nafas terakhir sang nabi&lt;br /&gt;Ummati.. Ummati.. Ummati..&lt;br /&gt;Rapatkanlah setiap shaf perjuangan kita&lt;br /&gt;Rapatkan barisan hey umat islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;Doa Doa Batu Batu Airmata ….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-8315641883079901096?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/8315641883079901096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/doa-batu-airmata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8315641883079901096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8315641883079901096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/doa-batu-airmata.html' title='Do&apos;a, Batu, Airmata'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-8052576404121898604</id><published>2008-07-01T15:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T15:14:54.843-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Puritan</title><content type='html'>bismillahirahmanirahim&lt;br /&gt;assalamualaikum….&lt;br /&gt;muslim strikes back yo…(strikes back)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adalah bagaimana para atheis menyangkal nama Tuhannya&lt;br /&gt;fitnah terlebih dahulu tanpa beri kesempatan untuk bertanya&lt;br /&gt;tentukan setiap tema legitimasi logika seperti hak cipta&lt;br /&gt;supaya bisa kucuci seluruh ketololanmu dengan aqidah&lt;br /&gt;persetan dengan logika sejak parameter hak asasi kuffur dengan seberapa banyak maksiat yang kau benarkan tuk tetap ada&lt;br /&gt;kini lehermu-lah yang membuat golokku terasah&lt;br /&gt;target operasi diantara segudang komunis seperti sosialis tempat sampah&lt;br /&gt;karena aku adalah libido kemarahanmu yang terangsang pada kedangkalan isi penipu marxis idiot atheis yang tetap melacur di kelurahan nasionalis&lt;br /&gt;pada manusia goblok warisan orientasi kontra pantura&lt;br /&gt;atheis berbisa ular belukar liberal&lt;br /&gt;idiot mana yang coba definisikan moral&lt;br /&gt;persetan dengan diskusi tanpa implementasi dan kunci pembuka hati dialektika omong kosong seribu bahasa&lt;br /&gt;instruksi air raksa&lt;br /&gt;sahabatku yang kau murtadkan tanpa sadar kejurang neraka&lt;br /&gt;reduksi basa-basi hingga ke kafir yang paling fatal&lt;br /&gt;dustakan banyak dalih&lt;br /&gt;pluralis adalah ambisi&lt;br /&gt;wadah amunisi kalian memang lebih bangsat dari Abu Jahal&lt;br /&gt;logika kalian membuat kami siap tuk menuai badai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk setiap logika pembenaran yang kau bela dengan fitnah&lt;br /&gt;yang membuat orang lain kuffur bersamamu&lt;br /&gt;untuk setiap ide yang kalian doktrin bagi utopia yang kalian harapkan&lt;br /&gt;aku bersumpah bagi seluruh kaderisasi Islam yang harus tetap bertahan&lt;br /&gt;dari setiap generasi Islam yang harus tetap terjaga&lt;br /&gt;maka setiap jenis sakal yang kalian olok-olokkan&lt;br /&gt;sampai akhir hidupku Islam akan kubela walau nyawaku harus rata dengan aspal&lt;br /&gt;aku bangga membuat badan dan leher kalian terpisah&lt;br /&gt;khotbah kalian terbatas pada gundukan sampah&lt;br /&gt;lawan api dengan api semoga kalian cepat rata dengan tanah&lt;br /&gt;tai sejarah memang homicide adalah selangkangan dajjal diatas metode yang penuh cairan ludah&lt;br /&gt;back-up omonganmu sambil menunggu neraka mampir&lt;br /&gt;hak hidupmu akan kubakar hingga arang terakhir&lt;br /&gt;seratus kali lebih dangkal dari tajuk pembakar batas&lt;br /&gt;seribu kali lebih busuk dari demokrasi Amerika&lt;br /&gt;kami akan selalu berpikir setiap kafir harus berakhir diperapian&lt;br /&gt;bagi dunia yang tak melebihi dari sebuah persinggahan&lt;br /&gt;karena keyakinan kami lebih besar dari sebuah orasi logika kalian basi, mulut kalian bau tengik terasi&lt;br /&gt;karena jihad adalah wajib bagi munafik atheis seperti kalian&lt;br /&gt;maka jawaban atas lagu puritan adalah omung kosong besar&lt;br /&gt;bagi pengecut atheis yang masih bisa bersetubuh dibalik KTP Islam, yeah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seberapa jauh kau bangga pada dirimu&lt;br /&gt;tapi arena mikropon ini juga berbicara tentang implementasimu&lt;br /&gt;wooo….islam, is my life, is my way, is my habit (muslim unite…)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-8052576404121898604?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/8052576404121898604/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/puritan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8052576404121898604'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/8052576404121898604'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/puritan.html' title='Puritan'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-1565796577735358912</id><published>2008-07-01T15:13:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T15:14:02.653-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Berita Hari Ini</title><content type='html'>Tuk Duniaku&lt;br /&gt;Untuk Negeriku&lt;br /&gt;Untuk Bangsaku&lt;br /&gt;Untuk para sahabatku&lt;br /&gt;Untuk mereka yang selalu ku cintai&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari merintih basahi diri dan membakar kalori&lt;br /&gt;keseimbangan lemak nabati dan kontrol diri&lt;br /&gt;Rangkuman kesehatan dr Helmi&lt;br /&gt;dan siraman pagi pekat intonasi mentari meninggi&lt;br /&gt;Diantara fuck Sheila on 7 dan hak asasi&lt;br /&gt;Serasa prokontra idelis jadi realita hak apatis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Argumentasi pembenaran norma &amp; tawa negara&lt;br /&gt;Berita hari ini selalu terlewati diatas cinta pemodal&lt;br /&gt;Rahasia busuk industri musik dan soundrenalin&lt;br /&gt;Cadas kebisingan korporasi butakan mata anak negri&lt;br /&gt;Distorsi rahasia dokumen CIA dan 30 S PKI&lt;br /&gt;Piagam kebrutalan sirat sejarah kompetisi nuklir&lt;br /&gt;Kartu merah demokrasi teranulir&lt;br /&gt;disetiap jarak senjang makin bergulir&lt;br /&gt;hormone kebebasan dari intuisi salah kaprah nasional&lt;br /&gt;666 fenomena Bengal&lt;br /&gt;….. kontroversi pemodal d brandal&lt;br /&gt;di 1 titik magnetic kosong rasa selalu sok simpatik&lt;br /&gt;karikatur dunia yang tetap bangga menjadi munafik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ref:&lt;br /&gt;Berita hari ini&lt;br /&gt;Apa yang kan terjadi setelah hari ini&lt;br /&gt;Dari atas tanah ini kutelusuri lagi&lt;br /&gt;Dan tak ada satupun yang dapat kupercayai 2x&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi-bayi aborsi pun terlaknat pelarian ejakulasi&lt;br /&gt;harga diri pada satu tema jual beli&lt;br /&gt;menawar kisah horman penetrasi&lt;br /&gt;prokontra standar privacy ganda lesbi&lt;br /&gt;ketika pilihan hidup adalah masalah benar &amp; salah&lt;br /&gt;keadilan hanyalah hak tradisi norma&lt;br /&gt;mengkutuk sintesis kotbah moral agama&lt;br /&gt;beri ruang pintu penjajah&lt;br /&gt;fasis baru bertopeng valentine&lt;br /&gt;langkah konspirasi baru antara Mossad &amp; Istana Negara&lt;br /&gt;lalu siapa berhak atur serapah&lt;br /&gt;ketika UMR habis diatas loyalitas waktu &amp; tenaga&lt;br /&gt;dan THR adalah hikmah konsumtif menjelang hari raya&lt;br /&gt;Paradigma tuhan&lt;br /&gt;menjadi belenggu ekonomi boneka WTC&lt;br /&gt;mencibir boneka liberty&lt;br /&gt;Najis sebuah parasit praktisi ekonomi&lt;br /&gt;teroris teriak teroris&lt;br /&gt;perdamaian yang terangkai samar oasis&lt;br /&gt;Kesimpulan penguasa tanah yang berdesis&lt;br /&gt;kru antipati jiwaku ludahi kebenaranmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucium aroma bangkai&lt;br /&gt;langkah Arafat dan mayat perawan palestina&lt;br /&gt;Hey dunia mata air kompas kebenaran menggila&lt;br /&gt;belantara amarah dan darah&lt;br /&gt;Badut pentagon wariskan kesah&lt;br /&gt;ketika Islam menjadi target berikutnya&lt;br /&gt;Setelah mayat sosialis mati diatas hepatitis moral Gorbachev&lt;br /&gt;Equality yang membuat Fidel Kastro melacur diselangkangan paman sam&lt;br /&gt;Citra kesewenangan praja hampa merekah agama&lt;br /&gt;dan kontroversi al aqsho dibelakang apriori ibrani&lt;br /&gt;Vs Arafat dan konspirasi dunia tingkat tinggi&lt;br /&gt;mungkin itu alasan Washingthon kontrol kendali Zionis&lt;br /&gt;Karikatur modernitas&lt;br /&gt;Karikatur yang penuh strata kelas&lt;br /&gt;Ketika setiap hari kian menjadi-jadi&lt;br /&gt;Peta amarah tersembunyi&lt;br /&gt;Ruang hati mata pertiwi&lt;br /&gt;Selendang nostalgia nusantara&lt;br /&gt;Pupus harapan di satu titik perbudakan di dunia ketiga&lt;br /&gt;Apa persamaan Sadam, Suharto dan partai komunis cina&lt;br /&gt;Semua tetap membusuk diatas konspirasi Amerika&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-1565796577735358912?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/1565796577735358912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/berita-hari-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/1565796577735358912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/1565796577735358912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/berita-hari-ini.html' title='Berita Hari Ini'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-5727247087216548942</id><published>2008-07-01T15:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T15:13:05.798-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Surat Untuk Ibu</title><content type='html'>Sudahkah kau mau mengerti [ikhlasnya dihati]&lt;br /&gt;Tentang Allah dan Kebenaran-Nya sentuhi ruang&lt;br /&gt;Kutak pernah bermaksud menyakitimu&lt;br /&gt;Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan&lt;br /&gt;Nurani yang memanggil jiwaku…&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana aku bersandung tentang dukamu&lt;br /&gt;Inilah laguku untukmu ibu&lt;br /&gt;Sekedar pengharapanku agar kau tahu&lt;br /&gt;Setulus kewajibanku sebagai seorang anak&lt;br /&gt;Membingkai kenangan kita&lt;br /&gt;Butiran2 kenangan perjalanan waktu&lt;br /&gt;Waktu yang selalu kuingat dalam sentuhan wejanganmu&lt;br /&gt;Diujung pintu rumah ku berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menahan pilu tentang kehilangan dirimu&lt;br /&gt;Tapi jalan hidup adalah nuansa&lt;br /&gt;Nuansa yang ingin kujawab dengan kebenaran yang sempurna&lt;br /&gt;Ber-antah logika yang harus kuterima&lt;br /&gt;logika dari fakta konsekuensi ujung hati yang ingin bicara, tentang fakta, tentang realita yang kutemukan bersama cinta empunya surga&lt;br /&gt;Basah kasih sayang dari keharuman Madinah, disetiap pertarungan sisi hati yang ingin menyapa hidayah&lt;br /&gt;Hidayah dari sebuah permata&lt;br /&gt;Yang membakar batas peradaban dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kau mau mengerti, [ikhlasnya dihati]&lt;br /&gt;Tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang&lt;br /&gt;Kutak pernah bermaksud menyakitimu&lt;br /&gt;Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan&lt;br /&gt;Nurani yang memanggil jiwaku…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salahkah aku bertanya tentang Trinitas&lt;br /&gt;atau tentang Tuhan yang kecewa terhadap pohon Ara&lt;br /&gt;atau legenda sang rasul pembohong di antiokia&lt;br /&gt;Lalu siapakah Lord dan pornografi incest dalam cerita Kejadian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nabi seperti apakah yang telanjang di depan budak perempuan para hambanya&lt;br /&gt;Seperti Apsalon yang menzinai gundik ayahnya, di depan mata seluruh Israel&lt;br /&gt;Skematis rasis di pintu Samaria&lt;br /&gt;Dan perempuan Kana’an yang teraskan anjing pramuria&lt;br /&gt;Beri celah antara kerancuan dan kitab tercabul melebur zina&lt;br /&gt;Bagi Tuhan yang bahkan masih bisa tertidur dan menangis ketakutan&lt;br /&gt;Bacakanlah doktrin itu Ibu, dogma tritunggal yang membohongi fakta&lt;br /&gt;Hingga misteri laki-laki yang bersinar dari pegunungan Para&lt;br /&gt;Generasi cahaya robbani dari revolusi suku Edar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mimpi Yesaya atas kedatangan pasukan onta&lt;br /&gt;Maka aku bersaksi Ibu, diatas ketulusan hati ini, bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad itu utusan Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kau mau mengerti, [ikhlasnya dihati]&lt;br /&gt;Tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang&lt;br /&gt;Kutak pernah bermaksud menyakitimu&lt;br /&gt;Tapi ini lah jalan hidupku&lt;br /&gt;Yang kupilih tanpa paksaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nurani yang memanggil jiwaku…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-5727247087216548942?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/5727247087216548942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/surat-untuk-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5727247087216548942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/5727247087216548942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/surat-untuk-ibu.html' title='Surat Untuk Ibu'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-2816917320744332280</id><published>2008-07-01T15:11:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T15:12:17.686-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Bukan Salah Fir'aun</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;sketsa keabadian firaun dilaut merah &amp; keteguhan musa alaihi salam yg mempesona&lt;br /&gt;tentang serumpun awan serta manna &amp; salwa yg agungkan kebesaran allah&lt;br /&gt;inilah kisah Bengal mitos dungu yg tak bisa bedakan antara kepalsuan &amp; perunggu&lt;br /&gt;andai kita mau tahu ttg keteguhan tauhid yg tak pernah rapuh dibawah kaki tubuh2 amalek&lt;br /&gt;kelancangan jiwa yg memerintah surga &amp; mencumbui neraka dgn logika buta&lt;br /&gt;tahun2 berlalu dalam setiap pertanyaan yg harus dijawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa sesungguhnya yg patriot nasionalis &amp; peduli bangsa&lt;br /&gt;karma hanya ada satu musa satu isa utk satu firaun&lt;br /&gt;satu samiri satu yudas satu herodes &amp; satu Pontius pylatus &amp; hari ini ratusan yudas samiri &amp; firaun berkeliaran&lt;br /&gt;menjual asset bangsa yg dilindungi konstitusi bekerja sama dgn amalek menadah penjarah asing&lt;br /&gt;bagi domba2 umat yg tercerai berai bukan hanya salah firaun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika jiwa keterpurukan bagai meluncur kedalam jurang&lt;br /&gt;ketika protes menjadi nyanyian duka&lt;br /&gt;yg parau liriknya jadi mantra2 yg kehilangan tuah&lt;br /&gt;yg memberlakukan muslim yg taat &amp; tak mau seikere kpd kejahiliyahan itu&lt;br /&gt;begajul yg menghamili gadis kencur tetangganya&lt;br /&gt;menjadi pengedar obat bius lalu mengeritik dunia&lt;br /&gt;berharap menjadi benar dibalik segala keterbatasan&lt;br /&gt;lalu berharap haq &amp; batil ada ditempat yg sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyombongkan diri dihadapan allah taala&lt;br /&gt;itukah patriot sejati&lt;br /&gt;berargumentasi mengelilingi jalan&lt;br /&gt;sambil mengoreksi barisan nama calon yg akan dicabuli berikutnya&lt;br /&gt;seperti para koboi berlabel perubahan&lt;br /&gt;yg hanya mampu menangis sesegukan mencium bendera &amp; membelalak diatas panggung dgn pakaian gerilya&lt;br /&gt;lalu menikam prahara cinta dengan lukisan perjuangan&lt;br /&gt;diantara kebodohan firaun &amp; kulit ke-pura2an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yg lucuti spora almamater&lt;br /&gt;menganalisa perubahan hanya mitos&lt;br /&gt;retorika perubahan &amp; cari muka&lt;br /&gt;teradopsi dalam kesalahpahaman ilmu juga salah kaprah integritas&lt;br /&gt;suatu ketika tuna netra yg berjalan digelap malam&lt;br /&gt;dpt selamat dgn segengam rezki bersama allah ta’ala&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-2816917320744332280?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/2816917320744332280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/bukan-salah-firaun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2816917320744332280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/2816917320744332280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/bukan-salah-firaun.html' title='Bukan Salah Fir&apos;aun'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-6520675986085243436</id><published>2008-07-01T15:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T17:35:52.860-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Metamorfosis</title><content type='html'>Menjadi karanglah meski tidak mudah&lt;br /&gt;Sebab ia kan menahan sengatan binar mentari yg garang&lt;br /&gt;Sebab ia kan kukuh halangi deru ombak yg kuat menerpa tanpa kenal lelah&lt;br /&gt;Melawan bayu yg keras menghembus &amp; menerpa dgn dingin yg coba membekukan&lt;br /&gt;Sebab keteguhannya kan menahan hempas badai yg datang menggerus terus menerus&lt;br /&gt;Ia kan kokoh kan diri agar tak mudah hancur &amp; terbawa arus&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kan berdiri tegak berhari-hari bertahun-tahun berabad-abad tanpa rasa jemu &amp; bosan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi mutiaralah meski itu juga tak mudah&lt;br /&gt;Sebab ia berada didasar samudra yg dalam&lt;br /&gt;Sebab ia begitu sulit dijangkau oleh tangan2 manusia&lt;br /&gt;Sebab ia begitu berharga/ sebab ia begitu indah dipandang mata&lt;br /&gt;Sebab ia tetap bersinar meski tenggelam dikubangan yg hitam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pohonlah yg tinggi menjulang meski itu tak mudah&lt;br /&gt;Sebab ia kan tatap bara mentari yg terus menyala disetiap siangnya&lt;br /&gt;Sebab ia akan meliuk halangi angin yg bertiup kasar&lt;br /&gt;Ia kan terus menjejaki bumi hadapi gemuruh sang petir&lt;br /&gt;Sebab ia hujamkan akar yg kuat menopang&lt;br /&gt;untuk menahan gempita hujan yg coba merubuhkan &amp; senantiasa memberikan bebuahan yg manis &amp; mengenyangkan&lt;br /&gt;Sebab ia kan berikan tempat bernaung bagi burung2 yg singgah didahannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu berikan tempat berlindung dgn rindang daun2nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi pauslah meski itu juga tak mudah&lt;br /&gt;Sebab dgn sedikit kecipaknya ia kan menggentarkan ujung samudra&lt;br /&gt;Sebab besar tubuhnya akan menakutkan musuh yg coba mengganggu&lt;br /&gt;Sebab sikap diamnya akan membuat tenang laut &amp; seisinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi melatilah meski tampak tak bermakna&lt;br /&gt;Sebab ia kan tebar harum wewangian tanpa minta balasan&lt;br /&gt;Ia begitu putih seolah tanpa cacat&lt;br /&gt;Sebab ia tak takut hadapi angina &amp; hujan dgn mungil tubuhnya&lt;br /&gt;Ia tak pernah iri melihat mawar yg segar merekah &amp; tak pernah malu pd bunga matahari yg menjulang tinggi&lt;br /&gt;Ia tak pernah dengki &amp; rendah diri&lt;br /&gt;Pada keanggunan anggrek &amp; tulip yg berwarna-warni &amp; tak gentar layu karena pahami hakekat hidupnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi elanglah dgn segala kejantanannya meski itu juga tak mudah&lt;br /&gt;Sebab ia harus melayang tinggi menembus birunya langit&lt;br /&gt;Melanglang buana taklukkan medannya&lt;br /&gt;Sebab ia harus melawan angin yg menerpa dari segala penjuru&lt;br /&gt;Ia harus mengangkasa jauh tanpa takut jatuh&lt;br /&gt;Menungkik tajam mencengkram mangsa &amp; kembali kesarang dgn makanan diparuhnya&lt;br /&gt;Bersama kepak sayap yg membentang gagah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi kupu2lah meski itu juga tak mudah&lt;br /&gt;Sebab ia harus melewati proses2 sulit sebelum dirinya saat ini&lt;br /&gt;Ia lalui semedi panjang tanpa rasa bosan &amp; belajar lebih banyak berdiam&lt;br /&gt;untuk menunggu waktu yg tepat tentang keindahan&lt;br /&gt;sbb ia bersembunyi &amp; menahan diri dari segala yg menyenangkan&lt;br /&gt;Sehingga tiba saat utk keluar &amp; bagikan kebaikan &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-6520675986085243436?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/6520675986085243436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/07/metamorfosis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6520675986085243436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/6520675986085243436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2009/07/metamorfosis.html' title='Metamorfosis'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-340005780057056210</id><published>2008-07-01T15:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T15:09:37.220-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Integritas feat Aa Gym</title><content type='html'>[Aa Gym speaking]&lt;br /&gt;Bismillaahirrahmaanirrahiim&lt;br /&gt;Assalaamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokaatuh&lt;br /&gt;[audience]&lt;br /&gt;Wa’alaykumussalaam Warohmatullahi Wabarokaatuh&lt;br /&gt;[Aa Gym speaking]&lt;br /&gt;Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin, Allohumma sholi ‘ala Muhammad, wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Segala puja dan puji, total, semuanya hanya milik Allah. Ujian apapun yang datang kepada kita, pasti penyebabnya karena Allah menitipkan sesuatu pada diri kita. Sehingga tidak layak menjadi ujub dan takabur terhadap ujian. Melainkan menjadi tawadu’ dan bersyukur... &lt;/span&gt;[echoed]&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di astana aku merana, &lt;br /&gt;disetiap air mata ku coba tetap membaca, &lt;br /&gt;diantara bahasa hati dan amarah. &lt;br /&gt;Langkah-langkah harapan yang hilang, &lt;br /&gt;lenyap bersama omong kosong yang membentang. &lt;br /&gt;Fasihnya kebebasan pun masih terkekang. &lt;br /&gt;Pedasnya air samudra dan kemunafikan. &lt;br /&gt;Sistem yang masih selalu menikam waktu kita. &lt;br /&gt;Hak-hak yang selalu terlupakan. &lt;br /&gt;Pedis mimpi yang menghampiri perjuangan kita. &lt;br /&gt;Kaca mata diri tak dapat menatap pasti. &lt;br /&gt;Sudut-sudut diskusi pun menjadi tak berarti, &lt;br /&gt;apalagi yang harus ku mengerti, &lt;br /&gt;saat hari ini masih tak jauh lebih berarti, &lt;br /&gt;dari setiap detik hidup yang penuh caci maki. &lt;br /&gt;Disetiap malam ku menyendiri, &lt;br /&gt;merangkum derita disetiap kesepian. &lt;br /&gt;Andai bisa ku rangkai angkasa, &lt;br /&gt;dan ku tulis perasaanku padamu. &lt;br /&gt;Akan ku tuang hingga batas maksimal kemampuanku. &lt;br /&gt;Agar kau mau mengerti, dibalik semua cerita, nada, bahasa, yang pernah ada; &lt;br /&gt;Ku tak akan pernah melupakanmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Backing Vocal]&lt;br /&gt;Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapatkah kau tetap bijak? &lt;br /&gt;Walau kepercayaan tertikam dari belakang. &lt;br /&gt;Dapatkah termaafkan salah? &lt;br /&gt;Lalu panjatkan syukur dan meredam prasangka, &lt;br /&gt;reduksikan amarah di indahnya hegemoni kita. &lt;br /&gt;Di hadirat Ilahi ku bertahan. &lt;br /&gt;Dalam telapak tanganNya ku berteduh. &lt;br /&gt;Dan iman ini sejukkan nurani. &lt;br /&gt;Masih perdulikah Tuhan pada diri ini? &lt;br /&gt;Entahlah! Bersyukur lalu ku bersujud, &lt;br /&gt;rebahkan lutut takkan ku ratapi maut. &lt;br /&gt;Disetiap batas waktu ku berserah, &lt;br /&gt;dan restui rencana perjuangkan takdir hidupku. &lt;br /&gt;Jika dapat ku bentangkan mimpi, &lt;br /&gt;dan ijinkan ku menjinakkan duka. &lt;br /&gt;Karena mata ini terlalu lelah menyimak derita, &lt;br /&gt;dan hati ini terlalu letih menapaki hari. &lt;br /&gt;Disetiap langkah, ku menyimak nestapa. &lt;br /&gt;Waktu yang selalu melukis cerita; luka, duka dan suka. &lt;br /&gt;Menjadikan semua kenangan yang penuh canda tawa. &lt;br /&gt;Kadang hari pula begitu membosankan, &lt;br /&gt;menyulut emosi di setiap batas-batas mimpi kita. &lt;br /&gt;Kau dan aku, kawan, kita semua, akan ku kenang selalu di dalam hatiku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Backing Vocal]&lt;br /&gt;Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Thufail singin]&lt;br /&gt;Biarkan setiap detik ini berjalan. &lt;br /&gt;Dan waktu pun akan segera bicara, &lt;br /&gt;di hinanya cerita yang menghias arti perjalanan kita. &lt;br /&gt;Kadang pula, duka memiliki wejangan yang jauh lebih bermakna. &lt;br /&gt;Bersama air mata ku coba mengambil hikmah. &lt;br /&gt;Dan menge-evolusikan semua menjadi suka. &lt;br /&gt;Masih ingatkah kau Hei pembunuh asmara, &lt;br /&gt;saat kita tersenyum bersama dan kita selalu berangkulan bersama, meretakkan masalah. &lt;br /&gt;Dapatkah kau belajar dari hari-harimu? &lt;br /&gt;Dapatkah kau kalahkan musuh terbesar dalam dirimu? &lt;br /&gt;Hatimu, nurani, sikap, introspeksi, dan jati diri. &lt;br /&gt;Akankah terbagi dan berakhir semua kepercayaan yang telah terbangun ini. &lt;br /&gt;Cinta kasih yang menyusuri di setiap mimpi. &lt;br /&gt;Dan harapan yang menggarisi cita-cita. &lt;br /&gt;Langkah kadang begitu hampa, terlalu dingin dan tak bersuara. &lt;br /&gt;Hingga di suatu saat nanti perjalanan ini akan segera berakhir. &lt;br /&gt;Dan tak perlu lagi duka, seperti saat kita selalu bersama. &lt;br /&gt;Saat kita selalu bersama menaklukkan semua.&lt;br /&gt;Dari seorang yang takkan pernah melupakan kalian, Thufail al Ghifari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Backing Vocal]&lt;br /&gt;Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..&lt;br /&gt;Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..&lt;br /&gt;[till end]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Aa Gym du’a]&lt;br /&gt;Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin&lt;br /&gt;Duhai Allah Yang Maha Kaya. &lt;br /&gt;Ampuni.. segala kecerobohan kami terhadap semua nikmat yang Kau beri Ya Allah. Ampuni kekikiran kami menafkahkan rezki yang telah dititipkan kepada kami. &lt;br /&gt;Ampuni keengganan kami menolong orang-orang lemah disekitar kami. &lt;br /&gt;Ampuni kesombongan kami terhadap orang-orang yang tiada berdaya disekitar kami. &lt;br /&gt;Ya Allah, tolongkan kami, menjadi pribadi yang indaaah, Ya Allah. &lt;br /&gt;Limpahi kami dengan rezkiMu yang halal, berkah, melimpah. &lt;br /&gt;Dan jadikan kami menjadi jalan bagi hamba-hambaMu. &lt;br /&gt;Duhai Allah Yang Maha Agung, &lt;br /&gt;jadikanlah siapapun yang menyimak ini menjadi orang-orang yang ikhlaass menghadapi hidup ini. &lt;br /&gt;Menjadi orang-orang yang terpelihara dari kezaliman terhadap siapapun, &lt;br /&gt;Dan Engkau lindungi dari kezaliman siapapun. &lt;br /&gt;Ya Allah, selamatkanlah bangsa kami ini, Ya Allah. &lt;br /&gt;Selamatkan negeri kami ini, Ya Allah. &lt;br /&gt;Karuniakan kepada bangsa kami ini, para pemimpin yang ariiiff, ya Allah. &lt;br /&gt;Ya Allah, bangkitkan kepada kami para pemimpin yang bijaak. &lt;br /&gt;Yang benar-benar cinta kepada kebenaran. &lt;br /&gt;Yang benar-benar hidup selalu dalam kebenaran. &lt;br /&gt;Yang benar-benar berjuang untuk membela kebenaran. &lt;br /&gt;Engkaulah penggenggam setiap makhlukMu, Ya Allah. &lt;br /&gt;Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-340005780057056210?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/340005780057056210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/integritas-feat-aa-gym.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/340005780057056210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/340005780057056210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/integritas-feat-aa-gym.html' title='Integritas feat Aa Gym'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-4447255219956866464</id><published>2008-07-01T14:57:00.001-07:00</published><updated>2009-07-01T15:01:22.162-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>Bergabung Bersama Khalifah</title><content type='html'>Kalkulasikanlah kenyataan ini Otobiografi scenario demokrasi&lt;br /&gt;Rumausan koleksi sejarah laut mati&lt;br /&gt;Hingga pembantaian fakta dibingkai nuansa pagi&lt;br /&gt;Sebusuk ceramah pengkafiran kasus misteri pesantren al-zaytun&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buahkan sandi perjuangan palsu&lt;br /&gt;Persisi dengan senyawa omong kososng janin lemkari&lt;br /&gt;Membabat prasangka ortodok spyiria&lt;br /&gt;Yg membuat plato mendomonasi al quran di konsili nicea&lt;br /&gt;Cerminan argumentasi mutakhir pembodohan reikarnasi saulus&lt;br /&gt;Lupakanlah ruh para mujahid&lt;br /&gt;Ketika yaser Arafat adalah syahid Dan syek ahmad yasin menjadi teroris&lt;br /&gt;Mungkin itu yg membuat butiran peluru di tubuh hasan albanna terlupakan&lt;br /&gt;Dan gamal abdul naser berhak menjadi sejarah sandirwara smack down&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kami takkan berakhir -Meski telah hitam warna angin dan air&lt;br /&gt;Walau tubuh terkoyak bersamam seribu martir&lt;br /&gt;Walau harus terlemparkan tuk kesekian kali lagi&lt;br /&gt;Belasan luka memar darah mengalir dari hidung kepala serdadu kuffar&lt;br /&gt;Mata hati membuta&lt;br /&gt;Gelora perjalanan menunggu waktu hempaskan neraka&lt;br /&gt;Lalu kembali pada tangan mungil para pemberani&lt;br /&gt;Untuk sekali lagi dilentingkan ketapel kayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kami adalah peluru yg lahir dari tonggak bumi&lt;br /&gt;Hidup untuk menjadi saksi Melintas sejarah para pemegang risalah&lt;br /&gt;Hingga tiba satu episode lain Saat tanah ini makin merana&lt;br /&gt;Karena kami adalah doa dari batu pembakar mimpi&lt;br /&gt;Setia memegang kabah sabar mengiringi mentari senja&lt;br /&gt;Menemani kepalan tangan para jundi kecil yag melintasi teriknya matahari&lt;br /&gt;Dari tanah yg diberkati Penjaga tauhid pada nilai keagungan tertinggi&lt;br /&gt;Untuk keyakinan kami yg luluh lantahkan semua peradaban dunia&lt;br /&gt;Penyiraman taman2 keluhuran/ Penghias surga2 kepahlawanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakanlah tentang kami&lt;br /&gt;Pada rumah2 negri syam dan taman2 nya&lt;br /&gt;Pada negri irak dan pedesaanya Andalusia dan gedung2 nya&lt;br /&gt;Keemasan negri mesir dan lembah2 nya&lt;br /&gt;Pada jazirah Arabia dan padang saharanya&lt;br /&gt;Tanyakan tentang kami pada dunia &amp;amp; penghuninya&lt;br /&gt;Pada padang 2 afrika hingga tanah2 subur negri ajam&lt;br /&gt;Padepokan2 negri parsi hingga lereng2 kaukasus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kegersangan kongo d&amp;amp; sepanjang sungai loire&lt;br /&gt;Hingga lembah2 sungai Danube&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada setiap jengkal tanah dibumi Disetiap pemukiman dikolong langit ini&lt;br /&gt;Pada mereka semua terekam berita tentang kepahlawanan kami&lt;br /&gt;Pengorbanan jasa2 kami Kebanggaan dan peninggalan2 kami&lt;br /&gt;Ilmu pengetahuan &amp;amp; keindahan seni kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah kalian kenal dunia Yg mulia &amp;amp; lebih terhormat&lt;br /&gt;Yg lembut &amp;amp; lebih berkasih saying Yg lebih agung &amp;amp; lebih dahyad&lt;br /&gt;Lebih unggul &amp;amp; lebih cerdas… daripada kami&lt;br /&gt;Disaat bumi tersesat dlm gelapnya abu lahab&lt;br /&gt;Kami tegakkan timbangan keadilan diantara angkuhnya tongkat2 abu jahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bangun gedung ilmu pengetahuan&lt;br /&gt;Disaat orang mencampaank ilmu dari rumah mereka&lt;br /&gt;Kami deklarasikan persamaan&lt;br /&gt;Disaat manusia menyembah para raja &amp;amp; tuhankan kebohongan&lt;br /&gt;Kami hidupkan hati manusia dgn iman&lt;br /&gt;Kami hidupkan akal manusia dgn pengetahuan&lt;br /&gt;Kami hidupkan umat manusia dgn kebebasan &amp;amp; peradaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bangun kota kuffah basrah cairo &amp;amp; bagdad&lt;br /&gt;Kami bangun peradaban syam iraq, mesir &amp;amp; Andalusia&lt;br /&gt;Kami dirikan baitul hikmah madrasah nizhamiyah&lt;br /&gt;Universitas cordova hingga universitas al azhar&lt;br /&gt;Kami bangun &amp;amp; makmurkan masjid al umawi&lt;br /&gt;Kubah al sahra , sirra,man ra’a , al Zahra Al hambra , sultan ahmad &amp;amp; taj mahal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka terhiburlah setiap insan yg mengunjunginya&lt;br /&gt;Kami telah mengajar pada penduduk bumi tentang arti hidup yg sebenarnya&lt;br /&gt;Kami lah guru mereka kami orang islam &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DAN KAMI BUKAN TERORIS !!!!.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4007449522229386175-4447255219956866464?l=sonjeykhan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/feeds/4447255219956866464/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/bergabung-bersama-khalifah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4447255219956866464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4007449522229386175/posts/default/4447255219956866464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sonjeykhan.blogspot.com/2008/07/bergabung-bersama-khalifah.html' title='Bergabung Bersama Khalifah'/><author><name>Syababun Nabawi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09188416869834311406</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4007449522229386175.post-1378307923098972386</id><published>2008-07-01T14:55:00.000-07:00</published><updated>2009-07-01T14:57:04.084-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lirik Thufail'/><title type='text'>DemoCrazy</title><content type='html'>Cho intro:&lt;br /&gt;di dalam hati ku bertanya kegilaan ini&lt;br /&gt;menusuk sanubari menikam asa&lt;br /&gt;dan butakan nurani&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nafas Degradasi peradaban Zaman&lt;br /&gt;ketika para samiri semakin bebas berkeliaran&lt;br /&gt;Gentayangan Dalam percaturan Aqidah sempalan&lt;br /&gt;Kombinasi majas liberal dan logika sompral&lt;br /&gt;Kaderisasi Abdullah bin ubay bin saba bin dajjal&lt;br /&gt;Cangkok modernitas dari kupasan sinetron berlabel dakwah abal-abal&lt;br /&gt;Kacung Dollar yang coba ambil alih kapitalisme dan pembodohan serial&lt;br /&gt;sinetron dalam skenario para pembual&lt;br /&gt;Lalu akhiri setiap chapter Tauhid dengan kuburan meledug,&lt;br /&gt;Mayat penuh belatunglah, kecoalah, cacinglah&lt;br /&gt;Penuh lintahlah lalu bau busuk dan sampah&lt;br /&gt;Sama persis seperti Aqidah para kurawa&lt;br /&gt;Yang caplok sengketa beras bulog&lt;br /&gt;Dari blok konsumerisme rapelan anggota dewan &amp; prestasi jeblok&lt;br /&gt;Tidak beda dengan bisnis vcd porno glosiran glodok&lt;br /&gt;Terkombinasi dalam dana illegal kemunafikan pemilu elit-elit bolot&lt;br /&gt;Mencolok seronok&lt;br /&gt;Mengambil kesempatan dalam kesempitan&lt;br /&gt;Lalu lempar retorika dengan tampang sok menawan&lt;br /&gt;Mengkonsumsi wacana democrazy para legislatif&lt;br /&gt;Dan air lendir kamar hotel sebagai rileksasi alternatif&lt;br /&gt;Kacung zionis yang coba berlaga hanif&lt;br /&gt;Sambil back up prostitusi progresif&lt;br /&gt;Jaringan mafia kemunkaran yang makin atraktif&lt;br /&gt;Hak asasi seperti apa sih yang kalian maksud?&lt;br /&gt;Ketika media jerumuskan propaganda&lt;br /&gt;Mengupas bangkai dan memonopoli sajadah&lt;br /&gt;Menyerang ulama lalu dustakan agama&lt;br /&gt;Persis seperti dusta besar konspirasi yang coba bungkam&lt;br /&gt;Keteguhan Ba’asyir dan poligami Abdullah Gymnastiar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus :&lt;br /&gt;Hati-hati Freemasonri&lt;br /&gt;Terbangun dari rotasi konspirasi&lt;br /&gt;Energy hirarki para tirani&lt;br /&gt;kamuflase hak asasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;skenario pirasi pion konsumerisme klub rotari&lt;br /&gt;voting tentang prostusi dan hak asasi&lt;br /&gt;atas nama kebenaran dari kacamata demokrasi&lt;br /&gt;Undercover!&lt;br /&gt;Agenda tersembunyi ini takkan bisa di barter&lt;br /&gt;Mulai dari isu anti poligami yang dibuat santer&lt;br /&gt;Di carter dari kepentingan fenomena anti teroris ala para crusader&lt;br /&gt;Jual beli saham ibu pertiwi&lt;br /&gt;Untuk devisa dari percaturan departemen maksiat dalam negeri&lt;br /&gt;Playboy takkan mati !!!&lt;br /&gt;Sejak nurani dewan pembantaian rakyat&lt;br /&gt;Membungkam poros indosat&lt;br /&gt;Diatas saham generasi kami&lt;br /&gt;yang dijual dari Riba korupsi BUMN dan MTV&lt;br /&gt;moralitas ejakulasi dana rapelan&lt;br /&gt;bumbu kolesterol pilkada dari kurs busway dan tradisi Banjir Jakarta&lt;br /&gt;imbas invasi kapitalisme dataran tinggi rasuki daerah&lt;br /&gt;Villa pariwisata dan devisa bisnis ejakulasi merajalela&lt;br /&gt;Retorika bagi hasil dan bunga bank&lt;br /&gt;topeng pemodal berwatak hitler yang makin edan&lt;br /&gt;Maka apa arti RIBA?&lt;br /&gt;sejak slogan syariah masih terlalu lugu tuk sterilkan Bank Indonesia dari intervensi IMF&lt;br /&gt;bercampur bersama asset keuntungan jaringan film BF&lt;br /&gt;bensin fatwa haram departemen agama&lt;br /&gt;yang menjilat ulang ludah bisnis minuman keras&lt;br /&gt;atas nama bea dan cukai departemen perdagangan&lt;br /&gt;dan kemajuan pariwisata&lt;br /&gt;persis seperti para munsyid yang mengumpulkan dana untuk palestina&lt;br /&gt;atas nama Jihad dan Dakwah&lt;br /&gt;sambil menunda waktu sholat tepat waktu ketika Adzan tiba&lt;br /&gt;atas nama fiqud dakwah atau takut kehilangan massa&lt;br /&gt;mengaku aktivis dakwah sambil memelihara Taghut yang tak ada habisnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chorus :&lt;br /&gt;Hati-hati Freemasonri&lt;br /&gt;Terbangun dari rotasi konspirasi&lt;br /&gt;Energy hirarki para tirani&lt;br /&gt;kamuflase hak asasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bicara soal zionis dan dakwah atas nama gerakan reformis&lt;br /&gt;perhatikan kelakar para aktivis mulai prejudis, ironis, opportunis&lt;br /&gt;pakai bendera palestina dimana-mana&lt;br /&gt;bicara Jihad Fi Sabilillah&lt;br /&gt;tapi disuruh nikah&lt;br /&gt;malah nawar ukhti dibatas waktu kuliah&lt;br /&gt;akhwat kok di order&lt;br /&gt;emangnya mikrolet&lt;br /&gt;ngak usah ngomong jihadlah&lt;br /&gt;jihad yang aduhai aja nggak berani&lt;br /&gt;gimana mau bicara jihad kayak di Palestina&lt;br /&gt;ya tapi akhirnya ada juga yang berani walimah..tapi ya gitu deh&lt;br /&gt;ngaji pulang ngaji pulang habis walimah ngilang&lt;br /&gt;Realita mulai samakan Tuhan dengan uang&lt;br /&gt;Kalau tidak dia bakal hengkang&lt;br /&gt;Ngambek kayak Gamal Abdul Naseer sama Hasan Al Banna ketika membangkang&lt;br /&gt;Bacot shiffin merajela lalu angkat bendera perang&lt;br /&gt;democrazy keg
