"Demi langit yang mempunyai gugusan-gugusan bintang"
[Q.S Al Buruuj: 1]
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan
gugusan bintang-bintang (di langit) dan
Kami telah menghiasi langit itu
bagi orang-orang yang memandang(nya)"
[Q.S Al-Hijr:16]
Merendahlah,
engkau kan seperti bintang-gemintang
Berkilau di pandang orang
Di atas riak air dan sang bintang nun jauh tinggi
Janganlah seperti asap
Yang mengangkat diri tinggi di langit
Padahal dirinya rendah-hina
[Syaikhut Tarbiyah, Rahmat Abdullah]
langit takkan indah tanpa bintang,bintang takkan bersinar tanpa kegelapan malam,perjuangan takkan berakhir tanpa pengorbanan..[Ali rodhiyallohu 'anhu]
"Demi langit dan yang datang pada malam hari.
Tahukah kamu apakah yang datang pada malam hari itu?
(yaitu) bintang yang cahayanya menembus.
Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya"
[Q.S At Thaariq: 1-4]
Bukan bendera-bendera kecil berkibar yang akan memperkenalkan manusia pada dakwah. Bukan pula slogan-slogan kosong di mimbar-mimbar. Namun, gerak langkah dan setiap desiran jiwa yang dipenuhi dzikrulloh nan bercahaya. Qudwah, Uswah, yang memesonakan setiap mata dan perlahan akan menarik mereka ke dalam dakwah laksana laron mengelilingi pelita, bi idznillah....
~:~:~:~
Seperti pada malam-malam yang gelap, biasanya masih selalu tersisa satu dua bintang di langit. Begitulah para pahlawan dalam sejarah peradabannya. Bahkan ketika sebuah peradaban mulai mendekati senja, menggelinding dari puncak kejayaannya menuju keruntuhannya, masih ada satu dua pahlawan yang tersisa di antara reruntuhan itu.
~:~:~:~
dia masih ingin menjadi bintang. berbagi terang
tersenyum dalam pendar. meski kau redupkan cahayanya
dan gempita hujan yang sembunyikan kerlipnya
tapi ia akan tetap bersinar, dengan kekuatan Tuhannya
lebih terang...lebih benderang...
berharihari~bertahuntahun~berabadabad
dia tetap bintang. selamanya...